Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
Bima Tania


__ADS_3

Gedung mewah di pinggiran kota dengan hiasan lampu lampu mewarnai meriah nya acara. Setelah acara ijab kabul yang di laksanakan tadi pagi, kini giliran pesta meriah yang di sajikan. Merayakan pernikahan anak satu satunya dari keluarga permada menjadi kesan tersendiri bagi Reno dan sang istri.


Deretan pejabat dan pebisnis lain turut bergabung dalam acara tersebut. Memberikan kesan glamor sebab yang terparkir bukan hanya mobil mobil plat hitam melainkan juga plat merah. Namun masih ada yang tertinggal dan kurang. Mobil keluarga Hartanton dan Santos belum terlihat. hal itu membuat mempelai merasa ada yang kurang pada acara mereka.


Sudah ada hampir 2 jam acara berlangsung barulah yang di tunggu datang. Rombongan keluarga besar Hartanto datang. Sedangkan keluarga Santos dan Sandres bergabung dengan keluarga Hartanto.


"hai bung" sapa Topan pada Reno.


Mungkin di Dunia bisnis mereka bersaing namun di sini mereka seperti teman yang lama tak berjumpa.


"hai... bagaimana kabar mu?"


"yah seperti yang di lihat hahaha" mereka tertawa dengan basabasi yang di buat buat.


"Hai Rin... bagaimana kamar ayahmu, tidakkah dia ingin pulang hanya sekedar melihat ku mungkin" ucap Reno pada Karin yang masih Canggung sebab lama tak berjumpa dengan Reno.


"hehehe om bisa saja, papa sedang sibuk mengurus pemindahan perusahaan nya ke Indonesia"


"wah bagus itu... dia tidak akan kewalahan dalam memilih jika kalian nanti di beri titipan momongan" sahut Lydia.


Semua tertawa namun palsu bagi Karin dan Zaky. Jujur mereka terbebani dengan omongan Lydia. Bukan karena mereka tak mau punya momongan hanya saja Karin dan Zaky masih keras berfikir bagaimana kelak anak anaknya hidup sebagai anak mafia? Karin dan Zaky sama sama membisu.


Melihat ada ketengan di wajah anak anaknya Sarah memecah topik. Jika di ingat resa masih berduka atas kepergian sang jabang bayi yang harus gugur.


"apakah kita tidak di persilahkan masuk?" tanya Sarah mengehentikan tawa suaminya, Reno dan Lydia.


"oh astaga lupa... ayo ayo masuk"

__ADS_1


Mereka semua masuk menuju ruang utama. di sana Bima dan Tania duduk berdampingan dengan memegang buket bunga warna putih yang selaras dengan gaun dan background.


Menyadari kehadiran para sahabatnya, Tania bangkit dari duduk lalu melambai lambaikan tangan. Dengan berteriak kecil. Melihat tingkah sang istri, Bima di buat penasaran. Dia mengikuti arah pandang istrinya lalu melakukan hal yang sama. Merasa terpanggil Karin, Resa, Nata, dan Zaky memisahkan diri dari rombongan orang tua mereka yang kini di tambahi dengan orang tua Tania.


"ehem pengantin baru nih ye" Karin dan Resa berseru bersama.


"ya iyalah nyusul kalian, masa gue doang yang statusnya pacaran" Tania menjawab dengan tatapan yan ga di buat buat.


"cepet cepet buat baby nya.. gue sana Nata juga mau buat lagu hahaha" ucapan resa berhasil membuat Nata mati kutu. dia sedikit terkejut dengan kerandoman istrinya. akan tetapi dia juga bersyukur sebab Resa tidak berlarut larut dalam kesedihan lagi.


"Karin sama Zaky tuh suruh buat dulu, kita mah nikmati dulu ya sayang" jawab Tania yang semakin membuat suasana mencair.


Karin hanya tersenyum, bukan tidak senang tapi sebenarnya dia juga menginginkan seorang bayi akan tetapi dia juga takut tentang masa depan anaknya kelak. Di Tambah status nya sebagai pemimpin mafia. Sampai sekarang pun Karin masih ragu untuk menyampaikan status nya itu pada Zaky itu pun di bantu hati kecilnya selalu menolak.


Malam mulai berganti dini hari, para tamu undangan kebanyakan telah mengundurkan diri. begitupun keluarga Hartanto.


"tidak... teror dari keluarga Sandres belum selesai, mereka menunggu jawaban. aku yakin itu" gumam nya dalam hati.


Entah mengapa pikiran Karin tertuju ke sana. padahal selama ini dia sangat menikmati hari hari seperti manusia pada umumnya. namun kini dia merasa benar benar ada yang ganjal.


"sayang gak ikut tidur?" ucap Zaky tiba tiba.


"eh... enggak nanti sekalian di rumah aja"


Suasana kembali hening. sibuk dengan pikiran masing masing. Kecuali Nata yang memang sedang mengambil kendali mobil.


Pagi di sambut dengan mendung yang menutupi senyumnya mentari. Membuat siapa saja insan manusia malas untuk beranjak dari peraduan.

__ADS_1


Senyum terukir menawan di bibir Karin yang telah di olesi dengan lipstik kemerah merahan. Perempuan itu berdiri di depan pintu kamar mandi sambil memandangi suaminya yang masih tertidur pulas.


Langkah sungguh anggun dengan kimono hitam yang menutupi tubuhnya. Tangan putih itu terulur untuk mengelus pipi Zaky yang masih sibuk dengan alam mimpi.


"sayang..." panggilnya lirih seperti rayuan malam.


"emm" yah tidak sesuai ekspektasi jawaban yang di dapat.


Tak apa Karin bukan perempuan yang mudah menyerah.


"bangun... sudah pagi"


Zaky menarik nafas panjang hingga matanya membuka lebar secara tiba tiba.


"pagi pagi mau goda aku ha?" tanya dengan tatapan jahat.


Menyadari sesuatu Karin segera menjauh tapi terlambat, tangan lebih dulu di cengkal oleh Zaky lalu di tarik kedalam pelukannya.


SUT MEREKA HALAL YE...


segini dulu ya...


.


.


selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2