
Kembali pada posisi Zaky/Jack.
"Ck...ah sial dia membukanya tapi tidak membalasnya dasar pengecut" gerutu Zaky.
"Ky.. masuk" panggil topan dari ambang pintu.
Zaky mendekat dengan menundukan kepalanya. topan yang tau rasa bersalah yang menghantui putranya itu berusaha menengkannya.
"Papa akan kerahkan semua mantan anak buah papa, kamu tenang saja" ucap topan mencoba bernegosiasi dengan keadaan hati putranya.
Zaky yang mendengar ucapan ayahnya menghela nafas lega.
"Mama sudah tidur, lebih baik kau juga ikut istirahat ini sudah tengah malam" sambung topan.
"Thanks pa, papa selalu mengerti apa yang yang ku rasakan" ucap zaky. Zaky berlalu meninggalkan papanya yang masih berdiri di tempat.
Markas white crocodile.
"Hai bodoh hentikan" teriak charla seraya menggedor pintu ruang bawah tanah.
Para malfionso yang masih menikmati tubuh Sabrina menghentikan aksi brutal mereka.
"Cepat keluar jika ingin tetap hidup" sambung charla masih dengan teriakan.
Tak lama kemudian para lelaki bertubuh kekar keluar dari balik pintu. tanpa permisi charla segera menerobos masuk ruang bawah tanah.
"Cih bau sekali ruangan ini..." Gerutu charla.
"Uuwwekk... Cih sungguh aku tak tahan"sambung charla.
Gadis bertopeng itu mendekat ke arah Sabrina yang belum membalut tubuhnya dengan sehelai kain pun. Charla yang melihat kondisi sabrina bergidik jijik.
"Bersihkan bercak darah yang keluar dari ***** bau mu itu dan air-air najis ini" perintah Charla pada Sabrina seraya menendang kaki gadis yang lemah menahan perih di area-area sensitifnya.
Charla berlalu pergi meninggalkan ruangan yang berbau amis. Ia memasuki sebuah ruangan yang hanya boleh di masuki leader dan asisten nya saja. Charla merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan posisi kaki nya terangkat ke atas.
Tiba-tiba pintu terbuka, namun tak membuat posisi charla berubah. Gadis itu tau jika asistennya yang masuk tanpa mengetuk pintu, karena itu sudah biasa.
"Hai kebo aku keluar ada urusan" ucap verel.
Sontak panggilan verel untuk charla membuat gadis itu terbangun.
"Jaga bicaramu, ingat ini dimarkas" ucap charla menatap tajam verel. charla tak ingin harga dirinya jatuh karena asistennya sendiri.
"Aku belum Pikun, lagi pun ruangan ini kedap suara siapa yang bisa mendengar panggilan ku kepada mu" ucap verel yang kini sedang membereskan barang-barang nya.
"Hei kau mau kemana sepertinya buru-buru sekali" tanya charla yang kini telah merebahkan dirinya lagi.
"Ah biasalah orang penting kau jangan lupa jika aku ini juga seorang CEO" jawab verel membanggakan diri.
__ADS_1
Verel adalah seorang CEO dari perusahaan satria permada. Umurnya 24 tahun selisih tiga tahun dengan charla. Ia berwajah tampan nan gagah. Nama aslinya juga sangat di kenal sebab perusahaan yang di pegangnya adalah salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Posisinya yang hanya sebagai asisten pribadi tidak ia ambil pusing
"Ya sudah pergilah.." ucap charla.
"Hai queen apa kau tidak ingin menjadi CEO seperti ku?" Tanya verel. Ia berjalan mendekati ranjang charla lalu duduk di pinggir ranjang tersebut.
"Tidak nanti saja kalau aku sudah memiliki seorang suami" jawab charla asal.
Mendengar jawaban charla, verel terbelalak dan seketika tertawa terbahak-bahak. Menurut pemikiran verel, charla akan menjadi perawan tua sebab tidak mungkin ada lelaki yang mau menerima kepribadian gandanya.
"Hentikan tawa jelek mu itu" ucap charla.
"Apa kau berfikir aku akan jomblo untuk selamanya?" Tambahnya lagi.
"Haha... Ya mungkin begitu. Coba berfikir lah queen apa ada seorang lelaki yang mau menerima kepribadian gandamu itu, saat menjadi Karin kau sangat lembut bahkan terkesan lemah dan saat mejadi charla kau seperti iblis." Jawab verel beserta ledekan.
"Lebih baik kau cepat pergi sebelum perusahaan mu hancur" ancam charla.
"Baiklah... saat seperi inilah kau jelek" jawab verel lirih. Dia tau walau charla tak memiliki perusahaan ia bisa sangat mudah menghancurkan perusahaan orang lain dengan hitungan detik.
"Jangan kau pikir kau tampan" charla tak ingin kalah debat dengan asistennya.
Memang seperti inilah kebiasaan charla mau pun verel ketika mereka berasa di ruang priv. Charla terlihat tegas bahkan terkesan galak saat bersama anak buahnya yang lain tapi tidak saat bersama verel. Jiwa antara charla dan Karin bersatu saat hanya mereka berdua. Bahkan karena sifat charla yang 99% berubah ketika berdua dengan verel, membuat verel menaruh hati pada atasannya sendiri.
Setelah kepergian verel charla melanjutkan tidurnya. Tapi sebelum ia benar-benar terlelap ia menghubungi papanya jika saat ini dia baik-baik saja dan akan bermalam di markasnya.
Pagi datang menyapa. Embun telah menetap pada dedaunan. suara bising kendaraan juta belum terlalu terdengar, kicauan burung pun tidak. kerena kota sangat padat.
Charal turun dari ranjang nya hendak membersikan diri. Hari ini dia berencana membelikan sarapan untuk anak buahnya.
Selesai dengan ritual mandinya charal keluar dari ruangan priv. Dia menghampiri anak buahnya yang sebagain masih tertidur.
"Hai kalian sudah beli sarapan atau belum?" Tanya charal dengan nada tegasnya.
"Belum queen" jawab salah satu anak buahnya.
"Baiklah hari ini ingin makan apa?" Tanya charla membuat para anak buahnya yang berada di ruang tengah melongo, termasuk mereka yang tadinya masih tertidur.
Hampir semua orang yang ada di ruangan itu di buat mematung. Dan mereka yang tadinya masih tidur sebenarnya sudah bangun hanya saja mereka takut kena Omelan dari charla yah, memang begitu kebiasaan charla tidak ada angin dan hujan tetapi petir menyambar.
"Aku bertanya dan kalian malah diam, sejak kapan aku memiliki anak buah bisu?" Tanya charla dengan suara meninggi.
"Eee... Itu queen kita ikut saja apa yang queen mau" jawab salah satu anak buah charla dengan rasa ragu.
"Baik lah roti bakar saja" ucap charla berlalu meninggalkan anak buahnya.
"Ada apa dengan queen apa semalam dia kerasukan malaikat?" Tanya salah satu malfionso pada temanya.
"Bodoh memang malaikat bisa marasuki manusia kecuali malaikat pencabutnya nyawa bisa merasuki queen kalau itu aku baru percaya" jawab temanya.
__ADS_1
Malfionso yang tadi bertanya hanya mengangguk.
Di sebuah resto cepat saji.
"Mbak... Roti bakar spesial lima puluh box" ucap charal pada pelayan resto.
"Tidak pakai lama!" Tambah chrala sedikit membentak.
"Ba.. baik mbak... silahkan di tunggu" jawab pelayan itu sedikit bergemetar, terkejut dengan bentakkan charla.
"hai charla saat ini kau sedang menjelma sebagai karin. sabar lah... mereka tak kenal siapa kau sebenarnya." gerutu chrala dalam hati pada dirinya sendiri.
Saat berjalan menuju meja tunggu seorang lelaki menabrak charla. Walau sedikit emosi charla mencoba untuk tenang.
"Maaf mbak saya tidak sengaja.." ucap lelaki itu. Dia membantu Karin untuk berdiri.
"Ya lain kali jangan berjalan hanya dengan kaki tapi juga mata" jawab karin masih sibuk membersikan lutut nya.
" Ya mba lain kali saya akan menggunakan keduanya" jawab lelaki itu. Saat Karin mendongakkan kepalanya dia langsung terpana. Seorang lelaki gagah dan tampan ada tepat di depannya.
"sumpah ni cowok pakai skincare kalik ya..." ucap karin dalam hati.
"cantik banget ya tuhan..." ucap lelaki itu.
Mata mereka saling beradu pandang selama beberapa detik. Mereka juga saling memuji satu sama lain walau hanya dalam hati. Jantung pun ikut bernyanyi saat pandangan pertama mereka terjadi. Di sini lah titik kisah mereka dimulai. Kisah Dua orang dengan kepribadian gandanya masing-masing. Tetapi setelah itu semuanya buyar. Di buyarkan oleh sebuah suara.
" Zaky.. buruan nanti mama mu keburu masak Lo" ucap seorang lelaki paruh baya yang berjalan dari belakang zaky. Ya siapa lagi kalau bukan topan.
"I..iya pa..." Jawab zaky berlalu dari hadapan Karin.
"Sekali lagi maaf ya" lanjut Zaky menghadap karin.
Karin hanya menjawab dengan anggukan saja.
"Siapa gadis itu...pujaan hati mu yang pertama ya?" Goda topan pada putranya.
"Ah papa baru pertama bertemu lagian aku gak kenal sama tu cewe" elak Zaky.
"Is that true? Siapa tau cinta pandang pertama hahaha" goda topan lagi.
topan benar benar tak memiliki perasaan aneh saat bertemu charla alias karin sebagai anak dari musuh nya. tatapan mata Karin yang teduh membuat dirinya menciptakan pengiraan yang salah tanpa ada ganjalan.
"Come on lah dad lupakan oke" ucap zaky sambil membuka pintu mobil.
"Oke baiklah" jawab topan saat mereka sudah masuk mobil.
Kembali ke posisi karin/charla.
.
__ADS_1
.
selanjutnya....