
Rumah sakit keluarga santos.
"Haa!! Apa yang kalian bicarakan?" Teriak Bima pada Rendi dan Rifky (nama asli juelo dan karsa).
Rendi dan Rifky telah menceritakan maksud kedatangan mereka pada asisten leadernya agar tak ada kesalah pahaman.
"Kami hanya menjalankan perintah Queen" jawab Rendi.
Pikiran Bima kini merasa gelisan. Jika benar akan ada peperangan di antara black dragon dan white crocodile, maka charla dalam posisi terancam.
Tak ingin terjadi apa-apa pada charla, bima melepas paksa jarum infus yang masih menempel pada dirinya sebab kondisi Bima masih di bilang belum terlalu pulih.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Rifky terkaget dengan tindakan Bima.
"keselamatan queen di ujung tanduk. lebih baik kita kembali ke markas agar lebih aman" Bima berjalan mengambil kemeja nya di laci ruang rawat itu.
Rendi dan Rifky hanya bisa diam. Sikap asisten charla ini hampir sama dengan queen mereka. Apa yang dia ingin kan tak akan bisa di cegah.
Dengan setengah berlari Bima, Rendi dan Rifky Segera menuju parkiran. Staf rumah sakit yang melihat Bima berlari sedikit terkejut dan takut, mereka tau bahwa saat ini Bima masih dalam masa pemulihan. Mereka takut jika ini semua akan berdampak pada pekerjaan mereka. Tapi apalah daya mereka tak dapat menghentikan Bima atau bertanya pada dua orang yang mengikuti Bima, sebab mereka seperti sangat terburu-buru.
Di markas white crocodile.
Charla terlihat bersender di dinding ruang priv. Dia terlihat frustasi akan penyerangan penyerangan yang akan dia hadapi, tpi seketika wajahnya berbinar. Sebuah ide cemerlang terlintas di benaknya.
"Hahah datang lah Jack aku ingin melihat mayat mu gosong... Jika kau berani pada ku... ku nantikan dirimu untuk menjadi ayam bakar hahha" tawa charla terdengar menakutkan.
Charla keluar dari ruangan itu untuk menuju letak mayat Sabrina yang siap paket.
"Bagus... Bingkisan yang sangat istimewa..." Senyum licik charla.
"Deon bawa mobil verel dan antar bingkisan istimewa ini ke jl. Yx no 3" perintah charla.
"Siap queen" jawab Deon menunduk.
"Bawa beberapa anak buah untuk mengangkat bingkisannya. Pastikan saat kalian masuk tidak ada yang curiga." Ucap charla.
Sebuah kotak persegi panjang yang di tutup kertas hitam dan bersetempel naga hitam, mereka masukkan ke dalam mobil dengan hati hati.
__ADS_1
"Queen apa itu?" tanya verel yang baru datang.
"Kau kenapa kau ada di sini? Dan juelo karsa kalian..?" Charla berbalik bertanya.
"Kami tidak dapat menghentikan nya untuk kembali ke markas queen" lapor karsa.
Charla hanya diam tak menjawab.
Tiba tiba verel teringat dengan ancaman Jack pada charla. Seketika itu dia tau apa dalam box besar itu.
"Adik Jack, gadis itu..." ucap verel seraya memegang box hitam itu.
"Kau sudah tau dan sekarang diam lah" ucap charla dingin.
"Lanjutkan tugas mu Deon!" Lanjutnya.
"Siap queen" jawab Deon.
Deon dan beberapa anak buah charla masuk ke mobil dan pergi menuju alamat yang di berikan leader nya.
Markas black dragon.
"Ya siap" jawab mereka.
"Akan hancur kau malam ini juga.." desis Jack.
Jack pergi meninggalkan mereka yang masih berkutat dengan komputer dan ponsel masing masing. Bukan untuk bermain tapi untuk melacak keberadaan markas musuh mereka.
Jack yang kini telah sampai di halaman belakang markasnya, berlatih menaikan peluru yang dia anggap akan menembus tubuh charla. Dengan media patung jerami yang bertulis nama 'charla' Jack dengan membabi buta tembakannya pada tubuh charla tanpa henti. Ia juga memotong patung jerami itu dengan sadis, berkhayal bahwa patung itu adalah charla.
"King ada paket berlogo kepala naga hitam" lapor salah satu anak buahnya.
"siapa yang mengantar paket sore-sore seperti ini?apa mungkin papa.." batin Jack berusahan berpikir positif.
"Oke.."jawab Jack.
Jack berjalan keluar dengan setelah baju biasa agar kurir yang mengantar barang tak curiga. Tanpa sepengetahuan Jack 4 pasang mata tersenyum licik padanya. Walau Jack mengenakan masker tetapi anak buah charla yang menyamar sebagai kurir yakin bahwa yang keluar adalah Jack.
__ADS_1
"Atas nama pak Jack silahkan di terima..." Ucap Deon.
Seketika Jack curiga. Bagaiman bisa nama samarannya di ketahui oleh kurir biasa seperti mereka. Tapi dia masih berusaha berpikir positif.
"apa mungkin papa yang memberitahu jika paket ini atas nama samaran ku bukan nama asliku?..." tanya Jack pada dirinya sendiri.
"Iya saya sendiri" jawab Jack.
"Silahkan di tanda tangani di sebelah sini pak" jawab anak buah Deon yang Mambawa kertas nota dan hasil pembayaran yang telah lunas.
"Baik" jawab Jack singkat.
Setelah mendapat kepercayaan penuh dari Jack, Deon dan tiga anak buah charla yang lain pergi meninggalkan markas black dragon.
"Apa yang papa kirim untuk ku?, apa mungkin sebuah mesin pelacak?" Tanya Jack pada dirinya sendiri.
"Hai bawa paket ini kedalam" teriak Jack pada anak buahnya.
Sekitar 4 orang keluar dari markas dan segera mengangkat paket yang baru saja datang.
"Paket ini tidak terlalu berat.." ucap salah satu anak buah Jack yang mengangkat bagian samping box itu.
"Benar" sahut temanya yang berdiri di depanya.
"Jika tidak berat berarti bukan mesin" Jack ikut bersuara.
"Letak kan kembali dan panggil anak buah yang lain jangan lupa bawa pistol!" Perintah Jack pada anak buahnya.
"Laksanakan king" jawab mereka.
Beberapa menit kemudian beberapa anak buah Jack mengelilingi box berukuran besar itu. Dengan menodongkan pistol mereka, salah satu anak buah Jack membuka perlahan isi paket misterius itu.
Dan betapa terkejutnya Jack kala melihat mayat adiknya yang sudah membiru. Di tambah bagian perut yang robek dan tak berisi apapun kecuali tulang.
.
.
__ADS_1
selanjutnya....