
"Lalu kalian melakukan apa saja itu?" tanya Rudi semakin ingin tahu karena dia tidak ingin nanti ada kesalahfahaman.
"Kami mengobrol dan aku membantunya. Karena kasihan juga, saat dia ingin berubah tapi tidak ada yang percaya" jawab Rina dengan menghela nafasnya.
"Apa kalian sedekat itu untuk bisa berbicara berdua dan terlihat akrab?" tanya Rudi semakin mengoreksi masalalu Rina.
"Setelah itu kembali semula. Aku dan dia seperti biasa selalu terlibat perdebatan yang tidak penting. Tapi dari itu semua aku juga belajar, bisa memiliki seseorang yang bisa diajak mengobrol" jawab Rina yang mana sekarang memiringkan tubuhnya menatap Rudi yang sedang menatapnya juga.
"Apa Mas cemburu pada sitevlon? Jika iya, lebih baik buang jauh-jauh fikiran seperti itu. Karena aku sangat sekali tidak tertarik dengan pria modelan seperti dia itu" ucap Rina yang memicingkan matanya.
Lalu dia membetulkan lagi duduknya sebelum dia sadar jika mereka sudah sampai didepan rumah yang selama beberapa hari ini dia tempati juga dengan Rudi dan keluarganya.
"Eh, sudah sampai rupanya. Kenapa Mas tidak bilang?" tanya Rina yang baru menyadari jika mereka berdua sudah sampai.
"Kamu yang terlalu meresapi saat berbicara tentang Devon" jawab Rudi yang terlihat tidak suka.
Karena Rina seperti bersemangat sekali saat membicarakan soal Devon didepan Rudi sendiri. Membuat Rina heran dengan sikap Rudi saat ini padanya.
"Dia kenapa? Aneh banget" gumam Rina yang melihat Rudi malah keluar lebih dulu dari mobil meninggalkan Rina yang masih duduk didalam mobilnya.
"Huh, dasar Pak duda. Masa seperti itu saja sudah marah-marah, bagaimana jika dia tahu kalo gue sangat dekat dengan mantan gue dulu saat masih bersama dengan si biawak itu" gumamnya lagi sambil mengikuti Rudi yang sudah masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum" ucap Rina saat masuk. Tapi didalam sangat sepi sekali, membuat Rina heran dengan keadaan rumah yang sepi.
"Pada kemana Ibu sama Ayah?" gumamnya sambil memasuki kamarnya.
Rina merebahkan tubuhnya diatas ranjang nya. Dia menatap sekeliling yang teihat lebih besar dari kosan nya yang memang sangat sempit. Tampangnya dia sadari Rina terlelap dengan posisi masih menelungkup.
Sedangkan Rudi yang sudah didalam kamar sedang menggerutu. Karena Rina sepertinya tidak peka akan perasaan nya yang sudah sangat cemburu.
"Dia tidak bisa apa peka dengan perasaan cemburu yang aku rasakan" gerutu Rudi yang akan masuk kedalam kamar mandi.
"Dasar tidak peka" gerutunya dengan sangat kesal akan sikap Rina tadi yang terkesan bersemangat menceritakan malasalu nya dengan Devon.
Duda yang satu ini seperti anak abg yang baru saja merasakan jatuh cinta. Dan itu malah terkesan berlebihan, mungkin karena Rudi baru mengetahuinya dan dia sudah pernah merasakan sakitnya dikhianati oleh pasangan nya. Jadi dia terlihat sangat posesif pada Rina.
Malamnya dirumah Rudi dan keluarganya sedang menikmati makan malam mereka dengan sangat hangat, mereka berempat sudah seperti keluarga seutuhnya.
"Bagaimana jalan-jalan kalian berdua?" tanya Ibu Suryoto pada kedua orang yang sebentar lagi akan bersatu dalam ikatan pernikahan.
__ADS_1
"Biasa saja Bu" jawab Rudi yang malah terlihat tidak bersemangat membahas tentang sore tadi.
"Seru kok Bu. Rina juga bertemu dengan keluarga sahabat Rina disana" jawab Rina yang sangat antusias menceritakan kejadian tadi.
"Kenapa Rudi seperti tidak bersemangat dengan itu semua?" tanya Ibu dengan pandangan yang memicingkan matanya menatap kedua orang yang berada didepan mereka.
"Lagi cemburu Bu" ucap Rina yang sambil berbisik pada Ibunya Rudi.
"Kenapa bisa? Apa kalian berdua habis bertemu mantan nya kamu Rin?" tanya Ibunda Rudi yang masih mengunyah makanan nya.
"Iya Bu salah satunya" jawab Rina yang masih asik mengunyah makanan yang sangat enak dihadapan nya.
"Pantas saja. Sebaiknya Rina jelaskan semuanya, supaya duda Ibu ini bisa mengerti. Dia kan sudah lama mendisain dan sekarang baru mendapatkan seseorang yang tepat untuknya. Makanya dia terlihat sangat cemburu dan sebagainya. Maafkan anak Ibu ya Rin" ucap Ibunya Rudi yang mengusap tangan Rina.
"Tidak apa-apa Bu. Malah aku seneng, karena dicintai sedalam itu olehnya" jawab Rina yang sambil menatap Rudi dengan senyuman termanisnya.
"Iya, memang sebaiknya seperti itu. Jika seorang pria begitu menyayangi dan mencintai kita sangat membuat bahagia dan juga sangat dihargai dalam segala hal. Semoga saja kalian bisa langgeng dalam mengarungi biduk rumahtangga" ucap Ibunya Rudi yang mana malah menggibahkan putranya sendiri.
"Bu, kalian ini sedang membicarakan orang yang berada didekat kalian sendiri" ucap Rudi yang protes dengan pembicaraan kedua wanita disampingnya.
"Memangnya kenapa jika membicarakan orang yang ada didekatnya? Ada larangan nya gitu?" tanya Ibunya sendiri dengan cueknya.
"Ya nggak seperti itu juga Bu. Kan itu bukan menggibahkan, tapi malah menyindir orang tersebut" jawab Rudi yang protes akan ucapan Ibunya.
"Rina, maafkan mereka berdua ya? Ibu dan Rudi tidak bermaksud seperti itu sebenarnya" ucap Ayah pada Rina.
"Nggak apa-apa kok Yah, Rina malah senang. Karena Rina bisa melihat keluarga yang bahagia dan ada perdebatan-perdebatan kecil yang membumbui didalamnya. Karena Ayah kan tahu jika Rina tidak memiliki keluarga. Jadi ini tidak masalah untuk Rina" jawab Rina dengan tersenyum pada Ayah nya Rudi.
"Terimakasih nak, Ayah senang mendengarnya" ucap Ayah pada Rina yang sedang tersenyum.
"Besok kita harus sudah berada dihotel untuk bisa mempersiapkan untuk acara akad. Jadi kalian jangan begadang ya" ucap Ibu pada kedua orang yang ada dihadapan nya.
"Iya Bu. Kami akan melakukan apa yang Ibu katakan" jawab Rina yang masih menikmati makanan nya.
Mereka melanjutkan makan dengan sangat lahap juga penuh dengan kehangatan didalamnya. Rina sangat bersyukur bisa berada ditengah-tengah keluarga ini dan akan menjadi bagian didalamnya.
.
Keesokan harinya sesuai dengan yang dikatakan oleh Ibu. Mereka berempat sedang bersiap untuk pergi kehotel yang akan dilangsungkan pernihakan mereka berdua besok pagi.
__ADS_1
"Kalian sudah siap?" tanya Ayah yang menatap anak dan calon menantunya.
"Sudah Yah" jawab Rina yang langsung menggandeng tangan Rudi yang berada disampingnya.
"Kalian ini romantis banget" ucap Ibunya Rudi yang sedang menatap keduanya.
"Harus Bu. Kalo nggak nanti anak Ibu merajuk lagi" jawab Rina dengan mengedipkan sebelah matanya pada Ibunya Rudi.
"Kalian memang sangat serasi dengan juga sangat cocok satu sama lain" ucap Ayah yang sedang duduk kursi dibelakang dengan Ibu.
Rudi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia tidak ingin terburu-buru yang akan membuat mereka celaka nantinya.
Setelah menempuh perjalanan singkat mereka sudah sampai didepan hotel dan disambut oleh pihak hotel dan diantarkan menuju kamar mereka masing-masing.
Hingga mereka dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang sama sekali tidak diharapkan kedatangan nya dihadapan mereka saat ini.
"Jadi benar. Jika disini akan ada pernikahan yang akan segera dilangsungkan besok" ucapnya sambil bersidekap dada.
"Apa mau kamu kesini lagi?" tanya Rudi pada seorang wanita yang sudah dia hindari selama ini.
"Ya jelas mau menghadiri pernikahan mantan suami ku" jawab wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sofia.
"Apa yang sedang kamu rencanakan disini?" tanya Rudi yang tidak percaya dengan Sofia.
"Come on, don't be so tense" ucap Sofia dengan senyuman menggoda nya.
Tapi Sofia malah mendekati Rudi yang masih berdiri didepan nya dan menatap pada Sofia. Baru akan mendekat pada Rudi sudah dihadang oleh Rina yang ternyata malah memeluk Rudi dan mengedipkan sebelah matanya pada Rudi.
"Sebaiknya kamu masuk saja dulu sayang. Biar aku yang menyingkirkan ulat bulu yang sedang gatal ingin segera digaruk" ucap Rina yang malah memperlihatkan kemesraan nya pada Rudi.
"Biarkan saja sayang" jawab Rudi yang tidak ingin ada drama didalam hotel yang akan menjadi tempat bersejarah untuknya besok.
"Tidak apa-apa sayang. Percaya ya sama aku" ucap Rina yang semakin mengalungkan tangan nya dileher kokoh Rudi.
"Apa kamu tidak punya malu ya? Mesra-mesraan didepan umum. Dasar kampungan!" ucap Sofia yang sudah kesal karena dia tidak bisa memiliki salah satu pria incaran nya selama ini.
"Apa anda cemburu ya tante? Oops, sorry. Nona maksud saya" ucap Rina dengan senyuman mengejek pada Sofia.
"Sebaiknya anda jangan mengganggu kami yang sedang bermesraan Nona. Karena nanti jika anda menginginkan nya juga repot akan dengan siapa" ucap Rina yang semakin menjadi.
__ADS_1
"Dasar kampungan. Orang kampung tetap kampungan, mau didandani seperti apa juga tetap saja akan selalu memperlihatkan kelas rendahan nya!" ucap Sofia yang semakin terpancing emosi akan Rina yang dengan semgajanya manas-manasi Sofia.
"Ya lebih baik dong Nona, saya ini masih punya kamung yang bisa untuk pulang saat lebaran nanti. Lah anda sendiri juga tinggal dikampung bukan?" jawab Rina yang semakin membuat Sofia naik pitam akan ucapan nya.