Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Kebahagiaan yang sederhana


__ADS_3

Mereka berdua dinner romantis sekali. Dari saling menyuapi dan juga saling bercanda bersama. Mereka sangat menikmatinya.


"Kamu bahagia sayang?" tanya Danu pada Soraya yang masih menikmati makanan penutup nya.


"Sangat-sangat bahagia" jawab Soraya sambil tersenyum lepas.


"Alhamdulilah, aku sedang mendengar nya sayang. Kalian berdua adalah prioritas utama buatku" ucap Danu sambil menggenggam tangan Soraya dan mengusap nya.


"Terimakasih Mas, sudah berusaha dengan sangat keras untuk bisa membahagiakan kami, tapi kami lebih bahagia lagi jika terus seperti ini. Selalu bersama-sama walau pun keadaan kita tidak seperti ini. Atau mungkin ekonomi kita bisa dibilang kurang, tapi aku mau kita akan tetap harmonis seperti saat ini" ucapan Soraya penuh dengan harapan yang begitu mulia.


Keinginan Soraya memang tidak pernah muluk-muluk. Dia hanya selalu ingin diberi kesehatan, walau pun mereka kekurangan tapi setidaknya masih diberi kesehatan itu lebih dari cukup. Jika bisa dia juga memang memiliki harta juga, supaya tidak sampai kekurangan. Tapi itu hanya sebuah harapan, semoga saja memang terkabul jika dia memiliki banyak harta.


'Kamu tidak tahu saja sayang. Bahkan harta keluargaku tidak akan habis tujuh turunan sekali pun. Jadi jangan mengkhawatirkan yang belum pasti sayang. Memang harta adalah titipan dari Allah, tapi setidaknya jangan terlalu cemas akan harta' ucap Danu dalam hati.


Dia hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan istrinya. Dia memang tidak salah memilih pendamping, walau Danu sejak awal memang tidak pernah menyembunyikan identitas nya. Tapi dia tidak pernah menceritakan nya juga.


Karena bagi Danu itu adalah harta keluarganya, bukan miliknya sendiri. Baginya jika itu memang jerih payah nya baru dibilang miliknya, karena dia hanya melanjutkan usaha dari sang Papa.


"Kamu jangan pernah memikirkan yang belum terjadi sayang. Kita hanya harus memikirkan kebahagiaan kita, itu saja. Jadi jangan berfikiran yang macam-macam" ucap Danu sambil mengusap kepala Soraya dengan lembut.


"Iya Mas" jawab Soraya membalas senyuman Danu.


Mereka berdua kembali berjalan-jalan ditepi pantai, karena suasana nya sangat indah dan juga sejuk jika dimalam hari seperti ini. Angin nya juga tidak terlalu kencang, jadi sangay pas dan juga romantis sekali.


Mereka berjalan menyusuri pasir putih sambil bergandengan tangan. Sesekali mereka duduk diatas pasir dan menikmati indahnya langit malam yang dipenuhi dengan bintang-bintang dan juga bulan yang bersinar terang.


Mereka berdua duduk saling memeluk, lebih tepatnya Soraya yang dipeluk. Karena Soraya duduk dihadapan Danu, jadi Danu dengan sangat mudah memeluknya dan tidak membiarkan Soraya kedinginan.

__ADS_1


"Apa merasa dingin?" tanya Danu sambil menatap wajah cantik wanitanya.


"Lumayan" jawabnya sambil mengeratkan pelukan Danu padanya.


"Apa kita mau kembali kedalam resort saja?" tanya Danu lagi.


"Tapi aku masih ingin seperti ini. Ini sangat indah untuk dilewat kan. Jadi biarkan seperti ini dulu" jawab Soraya semakin menelusupkan tubuhnya dalam pelukan hangat Danu.


Danu semakin mengeratkan pelukannya, dia melihat wajah Soraya yang terlihat sangat bahagia. Setelah lebih dari setengah jam berlalu ternyata Soraya tertidur dalam pelukannya.


Danu langsung menggendong tubuh istrinya dengan pelan-pelan untuk masuk kedalam resort yang dia sewa. Dia tersenyum melihat wajah damai Soraya yang sedang tertidur lelap.


.


Jika Soraya sedang merasakan yang namanya baby moon. Berbeda dengan Lulu yang sedang kedatangan tamu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Devon dan juga keluarganya.


"Maaf jika kami datang kesini dengan mendadak dan juga tidak memberi tahu sebelumnya. Kami hanya ingin mengabarkan bahwa kami kesini ingin melamar putri anda untuk menjadi istri dari putra kami yang bernama Devon Tomlinson" ucap Tuan Tomlinson sendiri.


"Saya sebagai Ibu dari Lulu akan menyerahkan semuanya pada mereka berdua yang akan menjalani. Karena bagi orang tua kebahagiaan anak-anak yang paling utama. Saya hanya bisa mendo'akan saja" jawaban dari Ibu nya Lulu sudah menandakan jika lamaran mereka diterima.


"Jadi apa jawaban dari kamu Lulu, apa menerima lamaran dari kami untuk putra kami yang bernama Devon ini?" sekarang yang bertanya andalah Nyonya Tomlinson pada Lulu.


"Saya menerimanya Nyonya" jawab Lulu dengan mantap.


"Mulai sekarang jangan panggil Nyonya, panggil saja Mommy dan ini Daddy. Jangan memanggil seperti tadi, dan yang ini adalah kakak nya Devon. Lebih tepatnya saudara kembarnya Devon, namanya Devin" ucap Nyonya Tomlinson sambil memperkenalkan Devin pada Lulu.


"Iya Mom... Mommy" jawab Lulu masih kaku dengan panggilan baru nya.

__ADS_1


"Kapan kita melangsungkan rencana baik ini?" tanya Tuan Tomlinson pada Ibunya Lulu.


"Kami terserah saja, karena kami tidak bisa melakukan apa-apa untuk ini semua. Karena kami disini hanya mengontrak" jawab Ibunya Lulu memang apa adanya.


Ibunya Lulu tidak mau jika nanti mereka akan kecewa jika mereka bilang ini dan itu. Karena nyatanya untuk makan dan juga sehari-hari saja masih mengandalkan Lulu sebagai tulang punggung.


"Kami tidak masalah akan hal itu. Ini bisa kami handle semuanya. Jadi kapan kira-kira akan dilaksanakan hari baiknya?" sekarang Nyonya Tomlinson yang bertanya.


"Kami hanya ingin hanya akad saja, yang penting sah dimata hukum dan agama. Itu saja sudah cukup" ucap Lulu memberikan pendapatnya.


"Why? Kenapa tidak ingin pernikahan impian? Bukankah semua wanita menginginkan itu semua? Maaf bukan bermaksud untuk membuat kamu terlihat rendah atau membuat kamu tidak nyaman sayang. Mommy hanya ingin membuat pesta yang meriah dan juga mewah" tanya Nyonya Tomlinson bertanya pada Lulu.


"Sebelumnya saya minta maaf Mom, saya disini juga mau mengajukan tetap bekerja walau sudah menikah nantinya. Karena saya adalah tulang punggung untuk keluarga saya, jadi menurut saya yang penting sah saja. Itu sudah sangat cukup" jawab Lulu memberanikan diri berbicara keinginan nya.


"Aku tidak masalah Mom, bagi ku ini sangat-sangat bagus. Yang penting kita berdua sudah sah dimata hukum dan agama. Tapi kita tetap mengundang teman-teman terdekat dan juga sanak saudara juga tentunya" ucap Devon menengahi.


"Baiklah jika itu kemauan kalian berdua. Yang penting untuk Daddy dan juga Mommy kalian selalu bahagia dan selalu bersama-sama. Walau nanti banyak cobaan menghadang kalian berdua tapi kalian harus selalu bersama-sama menghadapinya" nasehat Tuan Tomlinson pada kedua calon pengantin.


"So, kapan rencana baik ini akan dilaksanakan? Karena Mommy dan Daddy tidak bisa berlama-lama disini" tanya Nyonya Tomlinson pada mereka semua yang hadir.


"Bagaimana jika satu minggu lagi Mom, Dad. Ini kan hanya pesta biasa dan kecil-kecilan. So, tidak ada yang salah bukan?" jawab Devon dan diangguki oleh Lulu.


Bahkan keluarga Lulu setuju saja, yang penting semuanya berjalan dengan lancar dan semuanya baik-baik saja. Itu yang terpening dari semuanya adalah kebahagiaan putri sulungnya.


Mereka semua sepakat jika pernikahan Lulu dan Devon diadakan satu minggu lagi dari sekarang. Semuanya yang akan mengaturnya adalah Nyonya Tomlinson sendiri. Karena mereka baru saja akan menikahkan salah satu putranya.


Jadi semuanya harus benar-benar perfect, jangan sampai ada yang terlewat sedikit pun. Dari undangan semuanya sudah diurus. Surat-surat kelengkapan pernikahan nya juga sedang diurus oleh orang kepercayaan dari keluarga Tomlinson.

__ADS_1


__ADS_2