
Rina masih tersenyum dan belum mau melanjutkan ucapan nya lagi. Sedangkan rudibyanh sudah sangat penasaran akan hal itu, dia sudah tidak sabar mendengarkan kelanjutan cerita Rina yang sangat memprihatinkan.
"Sayang, apa yang terjadi setelah itu?" tanya Rudi dengan tatapan yang sangat penasaran dn juga penuh tanya.
"Setelah ada laporan masuk dan aku dibawa oleh beberapa polisi karena tidak penganiayaan. Tapi tanpa diduga aku bertemu dengan seseorang yang memang selalu ada disaat aku selalu membutuhkan nya. Dia yang menjamin bahwa aku melakukan itu karena suatu hal dan dengan mudahnya aku bisa lepas tanpa harus menginap disel tahanan polisi" jawab Rina yang tersenyum tapi matanya berkaca-kaca.
"Siapa seseorang itu? Apa dia orang yang yang kemarin bertemu dengan kita?" tanya Rudi yang menebak jika itu adalah Eric.
"Bukan, dia adalah sahabat dari juga saudara ku sejak dipanti. Dia yang selalu ada untuk ku dan juga selalu menguatkan ku disaat aku terpuruk dan juga merasa sangat kecewa dengan keadaan seperti itu" jawab Rina yang belum bilang jika itu adalah Soraya.
"Lulu yang membantu kamu sayang?" tanya Rudi yang dijawab gelengan kepala oleh Rina.
"Lalu?" tanya Rudi lagi.
"Kamu bahkan sudah sangat mengenalnya. Apa lagi dengan suaminya, yang mungkin adalah rekan bisnis kamu Mas" jawab Rina yang malah memberi teka teki.
"Ayolah sayang, jangan membuat ku semakin penasaran saja. Siapa dia? Pasti bukan orang sembarangan yang mampu menjamin dihadapan polisi?" tanya Rudi.
"Dia memang bukan orang sembarangan. Dia adalah orang yang sangat berpengaruh dikota ini, bukan dia sih sebenarnya. Tapi suaminya yang sangat berpengaruh, dia adalah Tuan Danu Wijaya Kusuma. Kamu sudah mengenal nya kan Mas?" jawab Rina dengan pertanyaan diujung kalimatnya.
"Jadi istri dari Tuan Danu Wijaya Kusuma adalah sahabat kamu sayang?" tanya Rudi yang tidak percaya dengan yang dia dengar sekarang dari Rina, calon istrinya.
"Iya, dia adalah teman, sahabat, saudara dan juga teman satu kos dengan nya. Saat itu aku tidak sengaja bertemu dengan nya saat dibawa kemari, dia yang katanya ingin bertemu dengan ku karena sudah sangat lama tidak bertemu sejak menikah dengan suaminya. Dan disana lah Tuan Danu menjamin semua yang sudah aku perbuat, mungkin juga sudah memberikan uang juga untuk diam. Karena keluarga Bram tidak terima aku dibebaskan begitu saja. Apa lagi mereka adalah orang yang berpengaruh juga dikota ini. Tapi setelah bertemu dengan pengacara Tuan Danu semuanya langsung bungkam dan tidak ada yang berani membahas ini lagi" jawab Rina dengan panjang lebar. Dan menatap lurus kedepan dengan air mata yang sudah menggenang dipelupuk matanya. Mungkin dengan sekali kedipan saja sudah menetes.
__ADS_1
"Sayang, maaf aku datang terlambat dan tidak mengetahui segalanya. Pantas saja saat kamu mendengar sahabat kamu adalah yang dikhianati oleh pria yang bahkan suaminya sendiri kamu langsung emosi dan membuat nya terkapar juga?" ucap Rudi yang langsung memeluk Rina dan juga bertanya pada Rina.
Rina hanya mengangguk didalam pelukan yang selama ini dia harapkan. Harapan bisa memiliki seorang yang bisa mendengarkan semua keluh kesah nya yang sangat memalukan dan juga penuh dengan tantangan.
Rina yng berjuang dengan sahabat dan saudara bersama Soraya bisa seperti ini. Berjuang untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin dan juga bisa menghasilkan uang yang akan mencukupi kehidupan nya juga bersama dengan Soraya.
"Aku dan Soraya adalah saudara satu panti Mas. Kami memutusakan keluar dari panti saat usia kami bahkan masih sangat kecil. Tapi kami berdua selalu optimis bahwa kami berdua bisa sukses dikemudian hari. Dan Alhamdulilah semuanya bisa terkabul, kami berdua bisa sekolah dan juga bisa kuliah dengan biaya sendiri. Itu sangat membahagiakan dan juga penuh dengan perjuangan untuk mencapai semuanya" jelas Rina yang masih didalam pelukan hangat seorang pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya dan orang yang akan selalu ada untuknya.
"Kamu tidak akan mengalami hal pahit seperti itu lagi sayang. Karena sekarang adalah aku yang selalu ada untuk kamu dan juga akan selalu menjadi tempat bersandar dan juga tempat kamu berbagi masalah dan juga kebahagiaan. Jadi luapkan lah kejadian yang membuat kamu sedih, dan kenanglah kejadian yang selalu membuat kamu bahagia dan selalu tersenyum. Jangan asal air mata kesedihan lagi kedepan nya, yang ada hanya air mata kebahagiaan saja" ucap Rudi yang memeluk sang mengusap punggung Rina yang sedikit bergetar.
Mungkin saja Rina sedang menangis dalam diam. Karena sekuat apapun seorang wanita, pasti dia akan menangis juga untuk menghilangkan beban berat yang ada didalam diri dan hatinya. Bohong jika mawita kuat tidak pernah menangis atau tidak bisa memangis.
Karena walau kuat diluar tapi tetap rapuh didalam. Seperti yang Rina rasakan sekarang. Banyak yng beranggapan wanita bar-bar dan juga urakan sepertinya tidak bisa menangis dan tidak bisa meneteskan air mata. Tapi nyatanya sekarang dia sedang menangis didalam pelukan hangat kekasihnya yang dalam waktu dekat ini berganti status sebagai suaminya.
"Always for you sayang" jawab Rudi dengan mengusap pipi Rina.
"Uh, so sweet banget sih... Sayangnya siapa sih ini?" ucap Rina yang sudah kembali lagi dalam mode cerewet dan bar-bar nya juga disertai tepukan tangan hebohnya.
"Sayangnya siapa dulu jika bukan Rina" jawab Rudi dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Rina.
"Uwaaahhhh, aku jadi terhura" ucap Rina yang mengedip-ngedipkan matanya berulang kali.
Mereka berdua menikmati sarapan nya yang sudah sangat kesiangan itu. Tapi keduanya sangat senang dan juga bahagia, bahkan tidak sadar jika interaksi keduanya sedang diperhatikan oleh seseorang yang sejak tadi menatapnya penuh dengan kemarahan dan juga kebencian nya.
__ADS_1
"Aku tidak akan bisa membiarkan kamu dimiliki oleh orang lain Rina. Kamu hanya akan menjadi milikku saja, tidak ada yang lain selain aku" gumamnya sambil mengepalkan kedua tangan nya hingga buku-buku jarinya memutih.
"Jika pun aku tidak bisa memiliki kamu. Maka semua orang pun tidak bisa memiliki mu juga" gumamnya lagi dengan seringai liciknya.
Dia langsung pergi begitu saja saat melihat Rina dan Rudi akan pergi juga. Siapa lagi jika bukan Bram yang sejak tadi melihat Rina dan juga Rudi yang sedang berbincang dan juga berpelukan. Membuat Bram semakin kebakaran melihat Rina bisa mendapatkan apa yang pernah dia katakan. Jika dia akan mendapatkan yang sepuluh kali lipat kekayaan dan juga ketampanan nya dari Bram.
Dan itu semua bisa diwujudkan oleh Rina. Jadi Bram harus bisa membuat Rina dan juga Rudi bisa berpisah, apa lagi waktu pernikahan nya masih tinggal diam hari lagi. Dia berfikir akan mengacaukan sebelum pernikahan itu terjadi untuk Rina atau untuk Rudi.
Sedangkan calon pengantin itu tidak pernah berjauhan sedikit pun juga. Bagaimana Bram bisa menghancurkan nya? Entahlah, yang pasti kali ini Bram tidak akan bisa melakukan apapun pada Rina. Apa lagi pada Rudi yang sangat sulit untuk didekati.
"Kita akan kemana lagi Mas?" tanya Rina yang melihat jalanan asing menurutnya.
"Ada deh, kamu pasti menyukainya nanti. Jadi jangan banyak bertanya, lebih baik nikmati saja" jawab Rudi yang sok menjadi misterius.
"Baiklah, tapi jika tempatnya tidak sesuai yang aku bayangkan aku tidak mau turun" jawab Rina dengan mengerucutkan bibirnya.
"Janji itu adalah tempat yang bagus dan akan sangat kamu sukai nantinya" ucap Rudi yang langsung mengusap kepala Rina dengan tangan kirinya, karena tangan yang satu lagi sedang memegang kemudi.
"Jika begitu aku semakin penasaran dan sangat tidak sabar untuk bisa melihatnya langsung" ucap Rina lagi dengan tatapan berbinar nya yang membuat Rudi semakin gemas pada wanita yang satu ini.
'Aku berjanji akan selalu menjaga dan juga membahagiakan kamu. Apapun yang terjadi nanti pada kita kedepan nya, hanya kamu yang bisa aku percaya dan juga aku cintai. Karena kamu adalah satu-satu nya wanita yang selalu ada adanya, jadi tidak ada alasan untuk tidak membahagiakan kamu sayang' ucap Rudi dalam hatinya saat melihat senyuman mengembang dibibir Rina yang selalu terlihat sangat tulus dan apa adanya.
Rina masih menatap lurus kedepan sana. Dia sedang memikirkan apa yang akan Rudi tunjukkan untuknya. Semoga saja memang sesuai dengan yang dia bayangkan. Jika tidak mungkin dia akan menerimanya juga, toh itu sudah membuat Rina tahu jika Rudi memang sangat berusaha untuk bisa membuatnya bahagia.
__ADS_1