Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Menerimanya


__ADS_3

Rina dan Rudi sedang berada ditempat yang sama, yaitu sebuah cafe yang menjadi langganan mereka berdua. Mereka sengaja bertemu disini, karena mereka berdua ingin mengungkapkan perasaan nya masing-masing.


"Bicaralah" ucap Rudi sok cuek padahal dalam hati bersorak heboh.


"Om, bisakah tidak selalu mengganggu hidup ku? Aku lelah Om, aku cape selalu diganggu terus menerus" ucap Rina membuat Rudi menganga tidak percaya mendengar ucapan Rina barusan.


"Memang apa yang saya lakukan? Bukankah saya sudah menjauhi kamu selama ini. Kenapa kamu bilang saya mengganggu kamu?" tanya Rudi yang bingung.


"Om selalu ada difikiran ku terus. Setiap aku mau menghilangkan nya, selalu saja berkeliaran tidak jelas. Maka nya sekarang aku meminta Om untuk bertemu" ucap Rina yang membuat Rudi tertawa terbahak-bahak akan ucapan absurd dari Rina.


"Kenapa Om malah tertawa? Apa ucapan ku ada yang salah? Tega banget sudah menertawakan ku" ucap Rina yang langsung menangis histeris hingga pengunjung cafe menatap mereka berdua dengan tatapan curiga.


"Sstttt, jangan nangis Rin. Lihat mereka semua melihat kemari, disangka nya saya ngapa-ngapain kamu. Please, diem ya" ucap Rudi dengan suara yang sangat pelan.


Karena dia malu diperhatikan oleh seluruh pengunjung cafe yang ada didekat mereka berdua.


"Baiklah" jawab Rina dan seketika tidak ada air mata lagi dimata Rina.


"Oke, kamu menyalahkan saya karena membuat kamu selalu berfikiran aku terus. Begitu?" tanya Rudi dan diangguki oleh Rina.


"Sekarang aku tanya pada mu. Kamu memiliki perasaan pada ku atau tidak? Jawab iya atau tidak itu saja" ucap Rudi bertanya pada Rina.


"Iya" jawab Rina tanpa keraguan sedikit pun.


"Kenapa kamu menyukai ku?" tanya Rudi lagi.


"Aku juga tidak tahu, jika aku tahu aku tidak akan pernah mau bertemu dengan mu lagi" jawab Rina dengan memanyunkan bibirnya.


"Oke, aku tanya sekali lagi kamu jawab jujur. Kamu mau menikah dengan ku atau tidak?" tanya Rudi yang jantungnya sudah berdetak sangat kencang ingin mendengarkan jawaban dari Rina.


"Iya, makanya aku datang kemari untuk mengantarkan itu. Aku benar-benar sangat tersiksa selama ini dengan tidak bertemu dengan Om. Aku benar-benar sangat frustasi dengan keadaan seperti ini. Aku ingin mengakhiri semua ini, aku mau menikah dengan Om" ucap Rina dengan panjang lebar dan juga penuh dengan ketegasan.


"Benarkah? Kamu benar-benar menerima saya?" tanya Rudi memastikan pendengaran nya tidak salah.


"Iya. Tapi awas saja jika Om hanya main-main saja pada ku. Bukan hanya akan seperti si Tevlon, tapi lebih parah dari itu!" ucap Rina penuh dengan ancaman.

__ADS_1


"Iya, aku benar-benar serius pada mu Rin. Buat apa aku berbohong pada kamu. tidak akan ada untung nya bukan? Besok kedua orang tua ku akan datang kemari untuk langsung melamar kamu. Jadi kamu jangan khawatir jika aku berbondong" jawab Rudi dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari bibir nya.


"Oke, aku tunggu. Tapi, kedua orang tua Om tidak galak kan?" tanya Rina dengan konyol nya.


"Galak sih tidak, cuman sering menelan orang bulat-bulat" jawab Rudi menakut-nakuti Rina.


"Ish, memangnya aku ini apa ditelan bulat-bulat" gerutu Rina sambil memanyunkan bibirnya.


"Mulai sekarang jangan pernah memanggil ku Om lagi. Karena aku bukan Om-Om" tegas Rudi pada Rina yang selalu saja memanggil nya dengan sebutan Om.


"Baiklah, aku akan memanggil mu Pak. Bagaimana, setuju?" tanya Rina dengan menahan tawa nya supaya tidak pecah.


"Itu malah lebih parah. Yang lain, jangan keduanya" ucap Rudi lagi.


"Aku tidak perduli lih dengan nama panggilan. Itu semua hanya kiasan saja, so mau memanggil apa pun asal nyaman saja. Bagaimana?" tanya Rina sambil menatap wajah Rudi yang juga menatap nya.


.


Sedangkan ditempat yang lain. Danu dan Soraya sedang menunggu kehadiran baby girl yang sebentar lagi akan lahir. Mereka berdua sangat antusias menyambut kedatangan nya.


Begitu juga dengan baby AL juga Mama Rena dan Papa Wijaya. Mereka benar-benar sangat menginginkan nya.


"Alhamdulilah semuanya baik Ma. Dan sekarang kan usia kandungan Sora sudah memasuki bulan kelahiran nya. Jadi kata dokter Sora harus banyak bergerak dan berjalan, supaya kaki nya tidak terlalu bengkak seperti ini" jelas Soraya pada Mama Rena.


"Benar juga, kaki kamu sangat bengkak dari kehamilan kamu sebelum nya. Tapi tidak masalah kan?" tanya Mama Rena yang sudah khawatir pada menantu dan juga calon cucu nya.


"Insya Allah tidak apa-apa Ma, kita berdo'a saja semoga baik-baik saja" jawab Soraya dengan senyuman.


"Syukurlah jika seperti itu. Mama jadi tidak terlalu khawatir mendengar nya" ucap Mama Rena dengan tulus dan juga tersenyum pada menantunya.


Sedangkan para pria sedang berada didalam ruangan kerja Danu sekarang. Mereka sedang mendiskusikan proyek yang sudah tinggal vinising saja.


"Apa tidak ada kendala kedepan nya Dan?" tanya Papa Wijaya.


"Alhamdulilah tidak ada Pa, malah semua orang disana sangat antusias. Karena dengan ada nya pabrik tersebut bisa membantu perekonomian mereka semua. Mereka bisa bekerja tanpa mengandalkan Ijazah, mereka hanya perlu jujur dan juga tekun dalam bekerja. Jadi Danu sudah merencanakan semua nya dengan matang Pa" ucap Danu menjelaskan semuanya pada Papa Wijaya.

__ADS_1


"Bagus, semoga saja semuanya memang bisa diandalkan dan bisa membantu mereka semua meringankan beban dalam keuangan bagi masyarakat disana" ucap Papa Wijaya memuji kepintaran dan cara kerja yang Danu lakukan.


"Semoga saja Pa" jawab Danu dengan senyuman tipis dibibir nya


"Bagaimana dengan kandungan istri mu?" tanya Papa Wijaya.


"Alhamdulilah semuanya baik-baik saja. Cuman harus mulai diet dan mengurangi makan juga harus banyak bergerak dan berjalan. Karena kehamilan yanh sekarang tidak seperti kehamilan sebelumnya" ucap Danu dengan menghembuskan nafasnya sedikit kasar.


"Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada mereka berdua. Karena itu buat kesehatan, maka lakukanlah sesuai anjuran dari dokter. Tapi dukungan dari kamu adalah segala nya" ucap Papa Wijaya sambil menepuk pundak putra semata wayang nya.


"Iya Pa, memang seharusnya seperti itu. Tapi... Ada sesuatu lagi yang membuat ku khawatir Pa" ucap Danu pada akhirnya.


"Masalah. Masalah apa?" tanya Papa Wijaya dengan kening yang berkedut.


"Ada Kista dirahim Soraya, dan itu yang membuat aku khawatir Pa. Dan itu baru diketahui setelah usia kehamilan Soraya berusia sudah menginjak 8bulan, dan itu membuat Danu semakin tidak tega untuk memberitahu pada Soraya" ucap Danu dengan sendu dan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Jadi Soraya tidak tahu itu semua?" tanya Papa Wijaya.


"Tidak Pa, dokter memberitahunya saat Soraya sudah keluar dari ruangan periksa. Dan itu membuat Danu semakin dilema dibuat nya. Jika tetap mempertahankan kandungan nya hingga lahiran maka jalan satu-satu nya hanya pengangkatan rahim" jelas Danu sambil meneteskan air mata nya.


"Maksud kamu apa Danu?!" tanya Mama Rena.


Yang ternyata Mama Rena sudah mendengar semua yang Danu ucapkan tadi. Dan itu membuat Mama Rena semakin terkejut saat Danu menjelaskan semuanya pada Mama Rena.


"Jadi kemungkinan besar Soraya akan menjalani operasi pengangkatan rahim begitu?" tanya Mama Rena sambil terisak dipelukan Papa Wijaya.


"Iya Ma, maka nya aku sangat terpukul mendengarnya. Bagaimana dengan Soraya nanti jika dia tahu semuanya" jawab Danu sambil menunduk.


Mereka semua diam dengan fikiran masing-masing. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan nantinya. Mereka hanya akan berdo'a yang terbaik untuk Soraya dan juga baby nya.


.


Sedangkan Soraya sedang bermain dengan baby AL didalam kamar. Sekarang usia baby AL sudah 10bulan dan sedang aktif-aktif nya melakukan apapun yang dia inginkan. Dengan begitu Soraya bosa selalu bergerak untuk menjaga baby AL yang sudah mulai bisa berjalan.


"No, kak. Kakak jangan pegang itu" ucap Soraya saat baby AL akan menyentuh pot yang berisi bunga.

__ADS_1


"Ini tidak boleh sayang. Nanti pecah dan bisa membuat mu terluka, main ini saja oke" ucap Soraya sambil memberikan mainan nya baby AL.


Baby AL ternyata sangat pintar dan juga penurut. Dia dengan dibilang seperti itu saja langsung mendengarkan ucapan Mama nya. Dan bermain dengan mainan nya sendiri didampingi oleh Soraya.


__ADS_2