Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Extra part


__ADS_3

Benar saja Rudi membawa Rina kesuatu tempat yang sangat bagus dan pastinya banyak disukai oleh semua orang. Dimana lagi jika bukan pantai dan ini adalah tempat yang paling disukai oleh Rina.


Rina sudah lama tidak datang kemari. Dia sangat antusias saat sudah berada ditepi pantai tersebut.


"Kau menyukainya sayang?" tanya Rudi saat melihat senyuman mengembang dibibir Rina.


"Sangat. Ini adalah tempat yang paling aku suka dari berbagai tempat dikota ini" jawab Rina yang sudah berlari kearah ombak yang sedang menyapu pasir putih.


"Apa begini saja sudah mbuat kamu sangat bahagia seperti ini?" tanya Rudi saat melihat Rina yang tidak berhenti tersenyum saat bermain air laut.


"Ini sangat menyenangkan Mas. Sini coba" ucap Rina yang langsung menarik Rudi ikut bermain air dengan nya.


"Hahaha. Seru kan Mas?" ucap Rina yang sudah menyirami Rudi dengan air laut yang dia cipratkan pada Rudi.


"Kamu ini masih seperti anak kecil yang suka bermain air ternyata" ucap Rudi saat melihat pakaian nya sudah basah kuyup.


"Ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan Mas. Dan ini tidak hanya untuk anak kecil saja, ini bisa menghilangkan penat dan juga beban dalam fikiran kita" ucap Rina yang semakin bersemangat bermain air ditepi laut.


"Kamu ini" ucap Rudi yang menyirami Rina juga hingga keduanya malah bermain kejar-kejaran layaknya film India.


"Kamu menyukainya juga kan Mas?" tanya Rina saat keduanya sudah duduk ditepi dengan baju yang basah menatap lautan luas didepan nya.


"Iya, ternyata menyenangkan juga" jawab Rudi yang membenarkan ucapan Rina.


"Kalian disini juga?" tanya seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Soraya dan Danu beserta denga putranya yang berada dalam gendongan Danu.


"Seperti yang loe lihat Sora" jawab Rina yang langsung bangkit dan menatap sahabatnya yang sedang menatapnya juga.


"Kamu memang tidak pernah berubah Rin. Suka sekali jika bermain air" ucap Soraya yang melihat sahabatnya sudah basah dan juga calon suaminya.


Siapa lagi yang bisa membuat seseorang tidak basah jika berada didekat Rina saat bermain dipantai.


"Ya, ini kan sangat menyenangkan Sora. Andi saja Lulu juga ada disini, pasti akan sangat seru sekali" jawab Rina yang melihat sahabatnya sedang menatap padanya.


"Sebentar lagi juga datang" jawab Soraya dengan senyuman dibibirnya.


"Jadi, loe ngajak Lulu juga kemari?" tanya Rina dengan sangat antusias juga merasa sangat senang bukan kepalang.


"Iya, karena pasti tidak akan seru jika aku dan Mas Danu saja yang kemari. Baby AL juga tidak ada teman nya" jawab Soraya dengan senyuman nya.


"Wah, pasti seru. Kita bisa bermain bersama disini, oke gue mau ganti baju dulu sebelum bermain dengan para ponakan gue yang imut-imut ini" ucap Rina yang langsung menarik tangan Rudi untuk berganti pakaian yang kering.

__ADS_1


"Anak itu tidak pernah berubah sama sekali. Walau dia akan segera menikah" ucap Soraya yang melihat Rina sedang berlari bergandengan tangan dengan Rudi.


"Apa dia selalu seperti itu sayang?" tanya Danu yang melihat sahabat istrinya yang satu ini.


"Iya, dia memang seperti itu. Dan dia yang paling bisa membuat suasana semakin seru dan hidup. Mas jangan tahu aku dan Lulu seperti apa" jawab Soraya yang tidak berhenti tersenyum saat mengingat sahabatnya yang satu itu.


Tidak lama kemudian Lulu dan Devon juga kedua anaknya datang. Soraya dan Lulu sedang hamil besar juga, jadi keduanya semakin kompak dengan kegiatan para bumil itu.


"Sudah lama nunggu Sora?" tanya Lulu yang langsung berpelukan dengan Soraya.


Sedangkan Devon dan Danu jangan ditanya. Keduanya masih saja belum bisa akur, karena masalah yang membuat para istri pusing jika keduanya bertemu.


"Kita duduk disana saja sayang. Sambil menunggu sahabat kamu" ucap Danu yang melihat jika Soraya sudah berdiri cukup lama dengan perut buncitnya.


"Iya Mas. Ayo Lu kita duduk disana, biarkan anak-anak bermain disini" jawab Soraya dan diikuti oleh Lulu dibelakngnya.


Danu dan Devon mendampingi anak-anak nya bermain. Hingga Rina datang bersama dengan Rudi yang sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya yang hanya bermain basah-basahan dengan Rina.


"Hai Lu" sapa Rina yang sudah duduk bergabung dengan kedua sahabatnya.


"Hai Rin. Calon pengantin beda banget ya auranya" ucap Lulu yang melihat Rina yang sudah kembali seperti dulu lagi.


"Lagi main disana dengan para pamud (Papa Muda)" jawab Soraya yang menunjuk Danu dan baby AL yang sedang bermain pasir.


"Si Tevlon datang juga rupanya. Gue jadi kangen" ucap Rina yang langsung mendapatkan tatapan horor dari Lulu.


"Biasa aja kali Lu. Gue kangen pengen ngehajar dia lagi, bukan kangen suka ya. Hahaha" ucap Rina yang langsung tergelak keras.


Membuat para pria yang sedang bermain dengan para anak-anak menatap kearahnya semua. Juga dengan anak yang menatap kearah Rina dengan heran.


Sedangkan Rudi yang ikut bergabung dengan para pamud (Papa Muda) hanya menatap heran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh ketiga wanita tersebut sehingga membuat Rina tertawa sangat lepas.


"Apa anda yakin akan menikahi wanita jadi-jadian itu sebagai istri anda?" tanya Devon yang memang tidak bisa akur dengan Rina.


"Maksud anda apa?" tanya Rudi dengan kening yang berkerut. Karena Rudi tidak tahu jika Devon dan Rina tidak pernah bisa akur sejak dulu.


"Jangan anda dengarkan orang tidak waras itu" ucap Danu yang menyela ucapan Devon.


"Apa maksud mu?!" tanya Devon yang sudah tersulut emosinya.


"Aduh, kenapa kalian selalu saja berantem jika bertemu?" tanya Fia yang menepuk keningnya sendiri akan kedua pria dewasa ini.

__ADS_1


"Jadi mereka berdua tidak pernah akur nak?" tanya Rudi pada Fia yang sudah sejak lama dia kenal dengan gadis kecil itu.


"Iya uncle, Daddy dan uncle Danu selalu seperti itu. Fia pusing tahu uncle melihatnya" jawab Fia yang malah asik dengan kedua anak laki-laki yang sedang bermain pasir.


"Maaf, apa kalian berdua tidak malu? Menjadi contoh yang tidak baik untuk anak-anak kalian sendiri?" tanya Rudi yang mulai mengerti karena Fia sudah menjelaskan nya tadi.


"Dia yang mulai lebih dulu" ucap Devon yang menunjuk kearah Danu yang diam tanpa ekspresi.


"Kalian sama saja" ucap Soraya yang ternyata sudah ada dibelakang para pria.


"Kalian berdua ini tidak bisakah akur seperti anak-anak kalian! Lihat. Seharusnya kalian berdua malu pada anak-anak yang melihat kalian yang selalu berdebat dan tidak pernah akur" ucap Soraya yang sudah kesal bukan kepalang akan tingkah kedua pria dewasa ini.


"Hai Tevlon" ucap Rina yang sengaja meredam emosi bumil satu ini. Jika sudah marah akan terlihat sangat mengerikan.


"Kenapa loe? May ngajak ribut gue?" tanya Rina saat melihat Devon yang sudah sangat marah dan sekarang malah datang lagi musuh nya yang selalu tidak kalah jika berdebat.


"Sudah Mas, kenapa sih? Kalian ini sudah sering bertemu dan juga sudah dekat sejak dulu. Kenapa masih saja seperti Tom and Jerry?" tanya Lulu yang menenangkan suaminya.


"Lu, lebih baik dia jadikan panggangan saja. Sudah panas itu. Hahaha" ucap Rina yang malah semakin membuat Devon semakin kesal dan juga marah.


"Sayang kamu jangan memancingnya" ucap Rudi yang berbisik pada Rina.


"Biarkan saja Mas, aku seneng aja lihat wajah kesalnya" ucap Rina yang malah tersenyum smirks menatap Devon.


"Kamu ini ada-ada saja. Kita udahan saja main pasirnya nya, soalnya situasi sudah tidak kondusif" ucap Rudi yang menjadi penengah diantara mereka semua.


Soraya hanya diam dan menggandeng tangan putranya menuju restaurant yang berada ditepi pantai dan diikuti oleh Lulu dan kedua anaknya.


Sedangkan Rina masih sengaja menyulut api diatas bensin yang sudah panas. Entah kenapa Rina dan Devon tidak bisa akur jika sudah bertemu. Tapi tetap saja akan sling melengkapi jika sedang ada masalah.


"Tevlon, gue masih nggak nyangka kalo loe bisa membuat sahabat gue bahagia. Tapi jika tidak, mungkin gue bakalan ngasih loe hadiah yang tidak terduga buat loe" ucap Rina yang malah menatap lurus kedepan sana.


"Apa maksud dari ucapan loe?" tanya Devon pada Rina.


"Gue seneng, loe bisa dipengang kata-kata loe. Bahwa loe bisa membuat sahabat gue bahagia dodol!" jawab Rina yang langsung menoyor kepala Devon yang jauh lebih tinggi darinya.


"Loe!" ucap Devon yang menunjuk wajah Rina dan dengan tatapan yang tajam juga.


"Apa! Mau marah loe sama gue?" tanya Rina yang tidak kalah sengitnya menatap Devon yang ada dihadapan nya saat ini.


Devon langsung meninggalkan Rina yang malah tersenyum puas bisa membuat Devon kesal kepadanya. Apa lagi Devon tidak bisa berkutik, karena dibelakang Rina ada Rudi dan Danu yang sudah terkenal dengan kekuatan nya.

__ADS_1


__ADS_2