Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
S2. Keanehan Rina


__ADS_3

"Dunia memang tak selebar daun singkong. Kota segede gitu masih saja bertemu dengan siTevlon, tapi nggak apa-apa sih. Aku bisa bertemu dengan sahabat ku setiap hari" gumam Rina yang melihat pasangan suami istri itu sudah masuk kedalam rumahnya.


"Kalian mau ikut masuk juga dengan Mama Papa kalian? Auntie mau pulang dulu" ucap Rina pada kedua anak Devon dan Lulu.


"Oke auntie, kami masuk dulu ya. Auntie hati-hati pulangnya" jawab Fia yang memang sudah besar dan bisa mengasuh adiknya.


"Masuklah, auntie baru bisa pulang setelah kalian masuk" ucap Rina sambil menatap anak-anak kecil itu yang sangat lucu sekali.


Setelah kejadian itu Rina dan Lulu sering bertemu dan juga jalan berdua. Hingga waktu lahiran kedua sahabatnya sudah tiba dan keduanya kompak menyambut kehadiran baby mereka masing-masing.


Hingga kabar bahagia yang mereka terima, jika Soraya lebih dulu melahirkan baby girl yang sangat cantik dan juga menggemaskan yang diberi nama Azalya Wijaya Kusuma.


Selang beberapa hari Luna juga melahirkan baby girl juga, sama seperti Soraya yang sangat bahagia. Karena sekarang mereka berdua sudah memiliki tiga anak. Yang akan membuat hari-hari mereka semakin bahagia. Baby girl mereka diberi nama Davina, namanya hampir mirip dengan sang kakak. Yaitu David.


Sekarang giliran Rina yang sudah akhir-akhir ini semenjak menikah. Belum merasakan adanya tanda-tanda hamil, tapi keduanya belum menyadari saja jika tanda-tanda itu sudah ada sejak beberapa bulan yang lalu. Dimana Rina sering makan dan juga tidak bisa berhenti makan dan selalu nyemil-nyemil makanan yang jarang sekali dia lakukan jika sudah mau makan atau mau tidur. Tapi ini berbeda.


"Sayang, apa kamu belum merasa kenyang juga? Apa tidak akan tidur?" tanya Rudi saat melihat istrinya tidak berhenti mengunyah saat akan tidur.


"Belum, nanti dulu. Ini belum habis semua, nnti setelah habis baru akan tidur" jawab Rina dengan mulut yang sudah sangat penuh dengan makanan dan masih terus saja mengunyah.


"Baiklah, aku akan tidur lebih dulu. Segeralah tidur dan berisatirahat" ucap Rudi yang mengusap kepala Rina dan merebahkan dirinya diatas ranjang setelah mengucapkan itu pada Rina.


Rina hanya mengangguk dan melanjutkan makan nya tanpa ingat waktu sudah larut malam dan itu membuat Rudi heran dan tidak tahu apa yang terjadi pada Rina yang semakin rakus makan nya.


"Sayang, kamu belum tidur juga? Ini sudah sangat larut sekali" ucap Rudi yang melihat jam sudah pukul satu dini hari.


"Aku belum mengantuk Mas, lagi pula aku masih bisa tidur jika malam seperti ini. Mas kan tahu jika aku akan sulit tidur, tapi siang akan aku habiskan dengan tidur" jawab Rina dengan santainya dan masih terus mengunyah.

__ADS_1


"Iya sayang. Tapi kamu harus jaga kesehatan, jika tidak tidur pada malam hari dan juga tepat waktu tidak akan bagus untuk kesehatan kamu dan juga menimbulkan penyakit-penyakit lain. Nanti kita ke dokter saja ya, supaya kamu nggak insomnia lagi" ucap Rudi yang sudah duduk disamping Rina dan menatap mata panda Rina.


"Iya juga. Apa benar aku ini insomnia Mas? Aku sangat sulit untuk tidur semenjak aku menikah, biasanya aku paling tidak bisa melihat bantal dan kasur yang menganggur. Pasti akan dengan mudahnya aku tertidur" tanya Rina yang memang sudah beberapa bulan menikah dengan Rudi dan itu sering sekali tidak tidur malam dan menjelang subuh baru bisa memejamkan matanya.


"Ya sudah, sekarang kita paksakan untuk tidur. Insya Allah pasti bisa" ucap Rudi yang menuntun Rina yang sekarang berat badan nya naik pesat dan sudah sangat bulat sekali.


Rina mengangguk diajak untuk tidur. Walau sulit dan sudah berbulak-balik mencsri posisi yang nyaman dan seperti biasa menjelang subuh baru bisa memejamkan matanya dan terlelap dengan sangat nyenyaknya. Rudi sangat heran dan lagi sekarang Rina sudah sangat gemuk karena badan nya yang mungil jadi sudah terlihat bulat.


"Apa yang terjadi pada kamu sayang? Kenapa kamu menjadi seperti ini? Awal menikah kamu tidak seperti ini. Kenapa akhir-akhir ini kamu berubah dan bahkan bukan seperti diri kamu. Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada kamu" gumam Rudi yang menatap wajah Rina yang sudah sangat cubby dan juga tidak terlihat seperti dulu.


Rudi tidak mempermasalahkan kondisi fisik Rina, yang dia khawatirkan adalah kesehatan nya yang bermasalah. Dia terus memikirkan keadaan Rina, dan dia menghubungi dokter keluarganya yang siap kapan saja bisa dipanggil.


Setelah pagi dokter itu datang dan memeriksa Rina yng tertidur seperti orang yang mati suri, tidak terusik sama sekali akan kedatangan bnhak orang untuk melihat keadaan nya sekarang.


"Apa yang terjadi dengan istri saya dokter?" tanya Rudi saat dokter sedang memeriksa semuanya dan juga memeriksa denyut nadinya yang memang sedikit cepat.


"Apa mungkin menantu saya sedang hamil dok?" tanya Bu Suryoto pada dokter keluarganya.


"Ini baru prediksi saya saja Nyonya. Kita lihat saja setelah mendapatkan pemeriksaan dari ahlinya, karena saya takut jika saya salah prediksi saja" jawab dokter tersebut yang takut disalahkan jika semuanya tidak benar.


Karena keluarga ini sudah sangat lama menantikan kehadiran seorang cucu yang sudah sangat lama dinanti-nantikan. Sejak pernikahan Rudi yang pertama, jadi dia tidak ingin memberikan harapan yang mungkin saja dia salah dan akan membuat keduanya kecewa dan sedih karena perediksinya salah.


"Tapi dok, seingat saya. Istri saya tidak pernah mengalami mensturasi selama kami menikah, dan seingat saya dia terakhir kalinya mensturasi adalah sebelum pernikahan terjadi lima bulan yang lalu. Apa mungkin istri saya benar-benar sedang hamil?" tanya Rudi yang membuat kedua orang tuanya tersenyum dan ini menjadi sebuah harapan yang sangat pasti untuk mereka memiliki seorang cucu.


"Jika seperti itu segeralah untuk diperiksakan pada dokter obgyn langsung. Supaya semuanya jelas dan tidak berfikiran yang macam-macam, apa lagi jika yang anda katakan itu memang menandakan jika istri anda sedang hamil atau mengidam" jelas dokter tersebut yang menjelaskan apa yang dia ketahui sedikit tentang kehamilan.


"Lebih baik kita segera bawa Rina kerumah sakit sekarang juga Rud. Supaya semuanya jelas dan memang semuanya benar, jadi kita tidak hanya menebak-nebak saja" ucap Ayah Suryoto pada putranya.

__ADS_1


"Iya Yah, aku akan segera bersiap dan juga mempersiapkan Rina untuk kerumah sakit" jawab Rudi yang segera bersiap untuk mandi dan berganti pakaian.


Dia benar-benar sudah sangat bahagia karena dia akan menjadi seorang Ayah. Dan itu adalah yang sudah dia nanti-nantikan selama ini, bisa memiliki keturunan dari wanita yang dia cintai dan juga istrinya tentunya.


Setelah siap semuanya, Rina sempat terbangun dan berganti pakaian. Tapi saya didalam mobil dia tertidur lagi hingga sampai di rumah sakit. Dan itu tidak membuat Rina heran, Sarena dia belum sadar sepenuhnya dengan apa yang sedang dia lakukan sekarang.


"Saya sudah membuat janji dengan dokter Maya, apa beliau sudah datang?" tanya Rudi yang masih menggandeng tangan Rina dan diikuti oleh kedua orang tuanya.


"Iya Pak, dokter Maya memang sedang menunggu anda" jawab sister yang sedang memanggil pasien-pasiennya untuk diperiksa oleh dokter Maya.


Setelah masuk kedalam ruangan dokter Maya, Rina merasa bingung dan juga heran. Kenapa dia berada didalam ruangan yang sangat asing baginya dan itu membuat Rudi sadar akan kebingungan Rina.


"Kita sedang dirumah sakit sayang. Kamu jangan sudah aku kasih tahu tadi, jadi kamu relax saja ya. Hanya diperiksa saja semuanya" ucap Rudi yang mencoba membuat Rina mengerti dan tidak kebingungan lagi.


Rina hanya mengangguk diam dan tidak mengatakan apa-apa, karena dia masih sangat mengantuk dan tidak ingin mengatakan apapun. Bahkan sesekali dia memejamkan matanya dan itu membuat dokter Maya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rina, calon pasien nya.


.


.


.


Hayo... Ada yang bisa nebak Rina kenapa???


Yuk isi jawaban nya dikolom komentarnya dan tinggalkan like, vote dan hadiahnya ya...


Subscribe dan pollow akun Othor juga ya....

__ADS_1


__ADS_2