Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Kedatangan tamu


__ADS_3

Mereka berdua masih asik berbincang-bincang berdua hingga ruangan rawat Soraya diketuk dari luar dan muncul lah Rina dan Eric yang selalu mengantarkan Rina kemana-mana.


"Assalamualaikum" ucap Rina dan Eric saat mereka berdua masuk bersama-sama.


"Wa'allaikum salam" jawab Mama Rena dan Soraya.


"Wah, kenapa kamu nggak ngasih tahu gue kalo loe udah lahiran sih? Kalo gue nggak dateng kerumah loe tadi, kagak bakalan tahu gue" ucap Rina yang selalu nyerocos seperti petasan banting.


"Iya maaf Rin, aku nggak bermaksud untuk tidak ngasih kabar sama kamu. Aku baru saja selesai melahirkan beberapa jam yang lalu, belum juga bisa pegang ponsel" jelas Soraya pada Rina supaya dia bisa diam dan tidak nyerocos terus.


"Oh, gue kira loe udah lupa sama gue" jawab Rina sambil nyengir kuda.


"Ngomog-ngomong dia siapa Rin, nggak dikenalin sama Mama dan Soraya?" tanya Mama Rena yang mewakili rasa penasaran Soraya.


"Oh ini, kenalin Ma, Sora. Dia Eric, teman kuliah ku" ucap Rina memperkenalkan Eric pada Mama Rena dan Soraya.


"Owalah, Mama kira dia pacar kamu Rin?" tanya Mama Rena heboh.


"Nggak tante, masa saya punya pacar modelan Rina kayak gini tan. Yang ada belum apa-apa saja saya sudah dibikin samsak hidup kali tan" sanggah Eric yang tidak mau disangka sebagai kekasihnya Rina.


"Hati-hati loh, nanti suka beneran bisa relot" Sekarang Soraya yang ikut bicara.


"Sora, biar gue dikasih juga gue kagak mau. Yang ada gue bisa dijadikan perkedel oleh Mama nya, dia kan masih anak Mama" ucap Rina sambil cengengesan.


"Sudah-sudah, kenapa jadi berdebat semua nya. Rina makasih yah sudah datang kesini" ucap Mama Rena.


Dia tidak mau jika cucu nya harus bangun lagi dan menangis akibat mendengar ucapan-ucapan unfaedah dari auntie dan juga uncle nya yang absurd.


"Sora, gue kangen banget tahu sama loe" ucap Rina sambil memeluk Soraya dengan erat.


"Sama Rin, aku juga merindukan kamu. Maaf ya, jarang nelpon kamu atau chat kamu" jawab Soraya sambil memeluk tubuh Rina juga.


"Ngomong-ngomong siapa nama baby nya?" tanya Rina pada Soraya.


"Alkana Wijaya Kusuma" jawab Soraya sambil tersenyum teduh.


"Wah nama yang bagus seperti orang nya. Jadi langgilan nya baby AL atau Alkan?" tanya Rina kembali.

__ADS_1


"Terserah mau panggil apa, yang pasti jangan panggil selain nama nya saja" jawab Soraya sambil tersenyum dan memeluk sahabatnya.


"Oke, gue panggil baby AL saja. Lebih keren" ucap Rina sambil berteriak dan tersenyum.


"Rin, bisa tidak jangan seperti dihutan yang bisa teriak-teriak" ucap Soraya memperingatkan sahabat nya.


"Sorry, sorry. Gue keceplosan" jawab Rina sambil nyengir kuda.


"Dasar bar-bar, Rina. Ngomong-ngomong bagaimana kelanjutan kisah kamu sama Om-Om yang suka membuat kamu jadi gila setengah waras?" tanya Soraya ingin tahu apa dan bagaimana hubungan yang sebenar nya antara Rina dan laki-laki yang belum pernah Soraya ketahui siapa nama nya.


"Maaf mbak Soraya. Untuk saat ini jangan membahas masalah itu dulu. Takut nya malah singa betina ini akan marah" sela Eric yang sudah gatal ingin nimbrung ucapan Rina dan sahabat nya.


"Eh, tidak usah panggil mbak. Sora saja lebih enak didengar, lagi pula kan kita seumuran" ucap Soraya yang tidak mau dipanggil mbak oleh orang seumuran dengan nya.


"Oh, baiklah. Sora" jawab Eric sambil tersenyum.


Sedangkan Rina yang menyaksikan malah menggerutu karena Eric memanggil nya dengan sebutan singa betina.


"Kenapa aku tidak boleh menanyakan itu?" tanya Soraya pada Eric.


"Ya, dari pada dia jadi pelakor. Kan lebih baik jangan menanyakan nya bukan?" ucap Eric yang membuat Soraya semakin pusing.


"Kenapa loe nyebut gue gila? Tega banget loe" ucap Eric tidak terima diseput seperti itu oleh Rina. Walau Eric sebenar nya hanya bercanda.


"Sorry deh Ric, gue nggak ada maksud nyebut loe kayak gitu. Gue cuman nggak mau nyebut-nyebut dia lagi, loe kan tahu bagaimana dia sama gue dan sebalik nya. Jadi please, jangan diperjelas" ucap Rina yang tiba-tiba merasa sangat sesak.


"Gue juga minta maaf ya Rin, gue nggak maksud marah atau apa sama loe. Tapi ya loe tahu sendiri lah" jawab Eric dengan senyum tipis.


"Kenapa kalian jadi mellow gini sih?" tanya Soraya saat melihat kedua nya seperti itu.


Soraya tahu jika mereka berdua real hanya berteman saja, dimata kedua nya tidak terpancar ada suka satu sama lain. Tapi lebih ke ingin saling menjaga saja, seperti Rina yang memang selalu bisa dekat dengan siapa pun. Dan untuk Eric, dia juga tidak terlihat jika menyukai Rina. Dari gesture tubuh nya juga mata nya tidak terlihat sama sekali.


"Oh iya, makasih yah sudah datang buat jenguk aku dan baby AL" ucap Soraya lagi untuk mencairkan suasana.


"Iya Sora, masa gue nggak dateng sih. Loe kan sahabat gue dan juga saudara gue" ucap Rina yang sekarang sudah tersenyum kembali.


"Eric, makasih yah untuk parcel nya. Jadi ngerepotin" ucap Soraya merasa sungkan pada Eric.

__ADS_1


"Tidak apa, nggak repot kok. Justru seneng bisa kenal juga sama saudaranya Rina" ucap Eric yang tersenyum.


Dan pada saat Danu masuk juga dia melihat Soraya dan juga Eric sedang saling senyum. Danu langsung saja menghampiri Soraya dan langsung menunjukan keposesipan nya.


"Sayang, ini makanan yang kamu pesan. Aku juga sengaja beli buah juga buat kamu" ucap Danu sambil mata nya menyiratkan permusuhan pada Eric.


"Makasih Mas, tapi nggak gitu juga. Dia jadi ketakutan lihat kamu Mas" ucap Soraya sambil berbisik ditelinga Danu.


"Aku nggak suka jika ada laki-laki yang sengaja ingin mencari perhatian atau mengingin kan senyuman dari mu sayang" jawab Danu dengan senyuman tipis tapi juga penuh penekanan.


Eric yang sedikit mendengar percakapan itu merasa tidak enak pada pasangan yang baru saja memiliki baby. Jadi dia langsung duduk disofa ruangan rawat Soraya.


Sedangkan Rina masih asik dengan baby AL yang masih terlelap walau sudah diganggu oleh Rina. Rina juga mengambil baby AL yang sedang dalam bok nya untuk bisa memangku baby gembul itu yang belum genap satu hari.


"Kamu makan dulu sayang, baru kamu istilahat. Karena kamu masih sangat lelah" ucap Danu sambil menyuapi Soraya dengan makanan yang dia beli.


"Terimakasih Mas" jawab Soraya sambil tersenyum dan menerima setiap suapan demi suapan dari Danu.


Soraya juga langsung meminum obatnya dan tidak lama kemudian dia terlelap. Mungkin karena pengaruh obat yang dia minum supaya banyak istirahat.


"Tante, Pak Danu. Kami berdua pamit pulang dulu, nanti jika ada waktu luang saya akan menjenguk Soraya lagi. Tidak apa-apa kan?" tanya Rina sambil berpamitan pada Mama Rena dan juga Danu.


Danu hanya diam saja menanggapi ucapan Rina yang sudah biasa itu menurut nya. Sedangkan Mama Rena langsung memeluk Rina dan menyalurkan rasa sayang nya pada Rina.


Mama Rena tahu jika Rina saat ini pasti sedang membutuhkan dukungan dan juga semangat dari orang-orang terdekat nya. Apa lagi yang tadi Rina katakan memang sangat menyakitkan, dimana dia memiliki perasaan pada pria yang sudah beristri.


"Mama berdo'a supaya kamu bisa mendapatkan pria yang baik dan bertanggung jawab. Juga bisa menyayangi kamu dan menerima kamu, jika memang dia jodoh kamu. Allah pasti akan mempersatukan kalian berdua. Bagaimana pun cara nya, hanya Allah lah yang tahu sayang" ucap Mama Rena saat sedang memeluk tubuh mungil Rina.


"Terimakasih tante, aku merasa memiliki Ibu juga sama seperti Sora. Sekali lagi terimakasih sudah mau mendengarkan semua yang Rina katakan pada tante" ucap Rina masih dalam pelukan hangat seorang Ibu.


Rina dan Eric sudah pamit. Mereka berdua berencana ingin pergi kesuatu tempat yang mungkin tidak akan bertemu dengan seseorang yang selalu mengganggu fikiran nya.


Sedangkan didalam ruangan perawatan Soraya Danu masih setia memandangi wajah Soraya yang tertidur sangat nyenyak sekali. Lalu dia dikejutkan oleh Mama Rena yang tiba-tiba memberikan baby AL pada Danu.


"Ma, aku nggak bisa gendong Ma. Aku takut dia terjatuh" ucap Danu merasa panik sekali.


Tiba-tiba baby AL membuka mata nya dan tersenyum pada nya. Lalu tangan mungil nya juga menyentuh wajah sang Papa dengan sentuhan halus dan lembut nya.

__ADS_1


Danu tersenyum dan juga meneteskan air mata nya. Dia tidak menyangka jika sekarang dia sudah memiliki baby. Buah cinta nya dengan Soraya, istri nya.


__ADS_2