Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Terkejut! Tentu saja


__ADS_3

Mama Rena dan Papa Wijaya menuju pabrik. Disaat jam makan siang seperti ini sangat ramai kariawan pabrik yang sedang makan siang bersama dikantin. Apa lagi setelah kebijakan yang sudah Danu lakukan, membuat semua kariawan pabrik sangat senang.


Semenjak semua kejahatan sudah diatasi dan yang curang sudah tidak ada. Seluruh kariawan pabrik semakin bersemangat untuk bekerja.


Karena Papa Wijaya dan Mama Rena datang tidak memberi tahu dulu maka tidak ada penyambutan khusus. Kepala pabrik yang sekarang juga tidak sungkan untuk bergabung dan makan bersama dengan seluruh kariawan.


Pada saat mereka semua sedang menikmati makan siang dan diselangi dengan bercanda dan mengobrol. Tiba-tiba big bos datang menghampiri mereka semua.


Kepala pabrik dan jajaran yang lain sampai tersedak melihatnya. Mereka bertiga langsung berdiri untuk menyambut big bos mereka.


"Selamat siang Tuan, Nyonya. Ada yang bisa kami bantu?" sapa kepala pabrik membungkukan badannya memberi hormat diikuti oleh kedua rekan nya.


"Siang, saya kesini hanya ingin melihat-lihat saja. Apa benar kebijakan baru yang diterapkan oleh Danu berjalan lancar atau tidak" jawab Papa Wijaya dengan tatapan datarnya seperti biasa.


Sedangkan Mama Rena sudah ikut bergabung dengan Rina dan Lulu. Rina dan Lulu yang memang sengaja mencari tempat duduk yang lumayan jauh memojok jadi mereka berdua tidak tahu sejak kapan Mama Rena ada disamping mereka berdua.


hingga... "Uhuk Uhuk Uhuk" Rina dan Lulu tersedak secara bersamaan. Karena terkejut melihat Mama Rena yang sudah duduk manis dihadapan mereka berdua.


"Jika makan itu pelan-pelan" ucap Mama Rena sambil memberikan minuman untuk keduanya.


"Tante, sejak kapan tante ada disini?" tanya Rina dengan konyolnya.


"Ish kamu ini Lu. Ya jelas tante bisa berada disini, wong ini pabriknya" jawab Lulu sambil memukul lengan Rina dengan gemas akan pertanyaan dari Rina.


"Kalian ini lucu sekali. Apa kalian selalu duduk dipojokan seperti ini?" tanya Mama Rena sambil memakan gorengan yang sudah tersedia diatas meja mereka.


Rina dan Lulu melongo melihat Mama Rena yang dengan santainya memakan gorengan dan juga cabai rawit dengan sangat lahap.


"Kenapa kalian berdua bengong?" tanya Mama Rena sambil mengunyah gorengan didalam mulutnya.


"Ti... Tidak tante, kami baru melihat Nyonya besar makan gorengan yang murahan" jawab Rina masih dengan jawaban konyolnya.


"Memang nya kalian berdua tidak pernah melihat sebelumnya?" tanya Mama Rena lagi.


"Pelayan" panggil Mama Rena pada seorang pelayan wanita.


"Iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu" ucap pelayan yang berdiri disamping Mama Rena.


"Saya mau pesan es teh tawar satu" jawab Mama Rena.


"Ada lagi Nyonya?" tanya pelayannya lagi.


"Tidak, itu saja" jawab Mama Rena.


"Baik Nyonya. Mohon tunggu sebentar" ucap pelayan tadi sambil berlalu pergi untuk mengambil pesanan Mama Rena.

__ADS_1


"Apa kalian membutuhkan sesuatu lagi?" tanya Mama Rena pada Rina dan Lulu.


"Tidak tante. Kami sudah kenyang" jawab Lulu sambil tersenyum.


"Ya sudah" ucap Mama Rena masih asik memakan gorengan hingga hampir habis satu piring lebih.


"Ngomong-ngomong Lu, kamu kapan akan menikah dengan Tevlon itu?" tanya Mama Rena pada Lulu.


"Hahaha...." Rina langsung tertawa terbahak-bahak mendengarkan julukan baru untuk cem-ceman nya Lulu.


"Devon tante, bukan Tevlon" jelas Lulu membetulkan ucapan Mama Rena.


"Sama saja, Devon atau Tevlon. Ada on nya juga kan?" tanya Mama Rena dengan santainya.


"Terima saja Lu, itu memang cocok untuknya. Apa mungkin popon saja. Hahaha" ucap Rina semakin meledek Devon dihadapan Lulu.


Lulu hanya mencebikkan bibirnya saja mendengar ucapan Rina dan Mama Rena. Yang meledek calon suaminya, jika berjodoh.


Tidak jauh dari bangku Rina dan Lulu seperti biasa ada trio rese yang memang selalu rese. Mereka semua memang sudah tahu jika wanita paruh baya yang duduk bersama dengan upik abu itu adalah Nyonya Wijaya istri pemilik pabrik ini.


"Eh Sil, bukankah itu Nyonya Wijaya ya. Istrinya Tuan Wijaya, big bos kita ya?" tanya Sinta pada Silvia.


"Iya, kenapa bisa terlihat sangat akrab dengan dua upik abu itu!" timpal Siva juga.


Sedangkan Silvia hanya diam dan tangan nya mengepal erat. Apa lagi wajahnya sudah sangat merah, bukan karena jatuh cinta. Tapi karena menahan amarahnya.


"Kalo loe mau pergi, pergi saja. Gue mau lanjut makan dulu, gue masih lapar" ucap Siva cuek dan melanjutkan makan siang nya.


Silvia semakin marah dibuatnya, dia merasa semakin tidak dihargai oleh mereka berdua. Silvia mau tidak mau duduk kembali dan menatap nyalang pada mereka berdua. Lebih tepatnya pada Siva yang selalu berbeda pendapat dengan dirinya.


"Eh Sil, katanya tadi mau cabut. Kenapa tidak jadi? Apa masih mau memandangi mereka berdua yang sedang mengobrol mersama itu?" tanya Siva sambil menunjuk Rina, Lulu dan Mama Rena dengan dagunya pada Silvia.


"Lebih baik loe diam. Dan habiskan makanan loe, tidak usah banyak baccoot" jawab sarkas Silvia.


"Whatever" ucap Siva melanjutkan makan nya dengan lahap. Begitu juga dengan Sintia yang sejak tadi hanya diam tidak menimpali ucapan mereka berdua.


Silvia sebenarnya ingin sekali memberi pelajaran pada Siva yang sudah semakin kurang ajar padanya. Silvia akan menggunakan tangan orang lain yang akan melakukan nya pada Siva. Dia ingin Siva jera dan tidak pernah sok lagi dihadapan nya.


Sedangkan dimeja Rina dan Lulu, mereka bertiga masih asik bercanda dan mengobrol bersama.


"Tante tumben banget ikut kesini? Terus aku juga tidak melihat Soraya dan Pak Danu berada dipabrik?" tanya Rina pada Mama Rena.


"Justru Mama menghindari mereka berdua yang sangat membuat mata sakit akan kedekatan mereka berdua" jawab Mama Rena sambil menggerutu.


"Maksud tante apa? Kami tidak tahu" tanya Lulu semakin antusias ingin mendengarnya.

__ADS_1


"Tadi sebelum saya kesini seperti biasa, setiap pagi Danu akan mual dan berakhir muntah-muntah parah. Tapi langsung berhenti saat Soraya mendekatinya dan membantunya. Dan terjadilah drama roman picisan" ucap Mama Rena sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Maksud tante? Kami belum mengerti" tanya Rina masih belum faham.


Akhirnya Mama Rena menjelaskan semuanya pada Rina dan Lulu apa yang terjadi tadi pagi saat dirumah. Bagaimana Danu dan juga Soraya tiba-tiba menangis bersama.


"O me got, sampe segitu nya mereka berdua tante" ucap Rina tidak habis fikir dengan yang dilakukan pasangan suami istri itu.


"Ya memang seperti itu. Makanya Mama memutuskan untuk segera pulang saja, dari pada disini bikin darah tinggi nya naik" jawab Mama Rena sambil menghembuskan nafasnya pelan.


"Tapi, kenapa mereka bisa seperti itu ya tan? Apa bawaan bayi atau memang mereka berdua yang lebay? Maaf tante" tanya Lulu masih bingung.


Kenapa mereka mengidam sangat absurd seperti itu. Apa mungkin mereka memang seperti itu bawaan orok atau hanya memang mereka saja yang lebay? Entah lah othor juga tidak tahu 😁😁


"Justru itu yang membuat Mama merasa tidak nyaman selalu berdekatan dengan mereka. Mereka memang benar-benar mengalaminya itu real bawaan baby, bukan karena lebay atau sebagainya. Ya memang seperti itu mereka berdua" jawab Mama Rena sambil menghembuskan nafasnya pelan.


"Ya, mau gimana lagi tan. Mungkin mereka berdua juga sebenarnya tidak mau seperti itu" ucap Lulu dengan bijak.


"Ini kenapa jadi bahas mereka berdua sih. Mama kan nanya kamu Lulu. Kapan kamu akan meresmikan hubungan kalian?" ucap Mama Rena mengalihkan pembicaraan mereka pada pertanyaan awal tadi.


"Panjang umur tante, Tevlon datang" ucap Rina sambil memonyongkan bibirnya menunjuk Devon yang sedang berjalan kearah mereka bertiga.


"Benarkah? Kebetulan sekali" ucap Mama Rena dengan senyman smirks nya.


"Hai, boleh gabung?" tanya Devon dengan ramah.


Sebenarnya Lulu tidak mau jika semua kariawan pabrik tahu kedekatan mereka berdua. Lulu tidak mau menjadi bahan gosip nantinya.


"Boleh, silahkan" bukan Rina atau Lulu yang menjawab, melainkan Mama Rena yang menjawab.


"Auntie" ucap Devon kaget melihat Mama nya Danu.


"Duduk, saya mau berbicara serius denganmu" ucap Mama Rena dengan tegas.


Devon hanya menurut apa yang diucapkan oleh Mama Rena. Dia tidak tahu apa yang akan ditanyakan oleh Mama Rena sebenarnya. Apa mungkin masalah nya dengan Danu dulu atau apa dia tidak tahu. Bahkan Devon sudah berkeringat dingin dibuatnya.


.


.


.


Apa ya.. yang bakalan Mama Rena tanyakan pada Devon???


Yuk ikuti terus kisah selanjutnya...

__ADS_1


jangan lupa subscribe, like, vote, komentarnya dan juga hadiah seiklasnya... 🤗🤗😉


__ADS_2