Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Hampir bertemu


__ADS_3

Dokter obgyn tersebut mendengarkan penjelasan dari Rina dan tidak lama kemudian dia mengarahkan Lulu untuk berbaring dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


"Kondisi janin nya bukan tidak bisa berkembang. Cuman karena faktor tertentu mengakibatkan janin anda seperti tidak berkembang. Tapi anda lihatlah, janin nya sehat, detak jantung nya juga normal. Cuman ada satu hal yang memungkinkan janin bisa seperti yang bidan tadi jelaskan. Karena Bidan hanya perkiraan dan tidak menggunakan alat USG makanya bilang begitu" jelas dokter obgyn tersebut.


"Ibu tidak boleh stres dan banyak fikiran. Jangan memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, tadi saat Ibu panik Ibu merasakan sakit dibagian sini kan?" tanya dokter sambil mengarahkan alat USG.


Rina dan Lulu menatapnya dengan intens hingga dokternya mengarahkan pada janin yang hampir berbentuk sempurna.


"Ini kandungan nya sudah melewati trimester pertama ya bu. Sudah memasuki minggu ke13. Semuanya sehat dan bagus, tekanan darah juga normal. Dan apa Ibu masih mengalami mual dan muntah?" tanya dokter obgyn tersebut.


"Alhamdulilah tidak dok. Hanya diawal saja mengalaminya" Jawab Lulu


"Baiklah jika begitu, saya akan kasih resep vitamin dan juga penguat kandungan saja ya bu, nanti bisa minum susu hamil juga supaya lebih sehat dan Ibunya juga bertenaga" jelas dokter obgyn.


"Terimakasih dok, kami permisi" ucap Rina menerima resep dari dokter dan keluar dari ruangan dokter obgyn dengan masih menggenggam tangan Lulu.


"Kamu sudah tenang kan? Kamu jangan berfikiran yang macam-macam, ingat. Kamu ini sedang mengandung, jangan sampai fikiran jelek membuat janin kamu juga merasakan nya. Dia sangat peka terhadap perasaan Mama nya" ucap Rina mengingatkan Lulu supaya tidak terlalu banyak fikiran.


"Kamu tunggu disini sebentar ya. Aku mau tebus obat dulu. Jangan kemana-mana" ucap Rina sambil beranjak pergi menuju apotik yang ada didalam rumah sakit tersebut.


Lulu menunggu Rina menebus obat sambil melihat-lihat ponselnya dan membuka sosial media nya, yang sudah lama tidak dia buka. Saat akan keluar tiba-tiba ada nomer tidak dikenal masuk, tapi dia kenal dengan nomernya. Itu adalah nomer ponsel suaminya.


Lulu mengabaikan nya dan langsung mematikan ponselnya. Tidak lama kemudian Rina datang membawa obat dan juga susu untuk Ibu hamil.


Disaat Rina dan Lulu sudah pergi. Orang-orang suruhan Devon menyusuri rumah sakit hingga memasuki seluruh ruangan perawatan para pasien. Tapi hasilnya tidak ada. Mereka tidak menemukan Nyonya mereka.


"Maaf Tuan kami tidak bisa menemukan Nyonya" ucap salah seorang pria suruhan Devon.


"Kenapa tidak, baru saja dia menggunakan sosial media nya. Dirumah sakit ini juga kenapa tidak ketemu!" ucap Devon dengan marah nya.


Jika kondisi Devon tidak parah pasti dia sendiri yang akan mencari istrinya. Tapi jangankan untuk mencari istrinya, bergerak saja tidak bisa. Kondisi Devon sangat parah dan memprihatin kan kedua tangan dan kaki nya patah, juga ada tulang rusuk nya yang retak.


"Tuan jangan khawatir dulu, karena Nyonya masih berada dikota kecil ini. Kami akan berusaha untuk mencarinya" ucap orang suruhan dari Devon.


"Kerjakan dengan baik. Saya tidak mau mendengar ada kegagalan lagi. Saya mau ditemukan secepatnya" ucap Devon penuh dengan ancaman.


"Baik Tuan" jawab mereka kompak lalu beranjak pergi dari ruangan perawatan Devon.


Devon sengaja tidak memberi tahu keluarga nya tentang kondisi yang dia alami saat ini. Dia tidak mau jika Rina akan mendapatkan hukuman dari keluarga nya karena sudah membuatnya seperti ini.

__ADS_1


Pemulihan Devon juga pasti sangat lama. Karena dia mengalami cidera lumayan parah. Untung saja Rina menyerang tubuh dan kaki nya saja. Jadi kepalaya masih aman tapi tidak dengan wajahnya.


Wajah tampan seorang mantan Casanova menjadi bengkak dan juga tidak bisa dikenali lagi. Devon sudah seperti maling jemuran yang ketangkap basah oleh warga dan langsung dihajar rame-rame.


.


Sedangkan Rina mengajak Lulu kesebuah cafe yang tidak jauh dari rumah sakit tempat dia periksa tadi. Dia ingin Lulu bisa melupakan dulu sejenak masalahnya dengan Devon. Apa lagi Rina sudah memberinya pelajaran yang sangat setimpal.


"Lu, loe marah nggak jika gue menghajar si Tevlon itu?" tanya Rina sambil makan makanan pesanan nya.


"Menghajar dalam artian memu*ul begitu?" Lulu balik bertanya.


"Iya, aku mematahkan tulang tangan dan kaki nya mungkin bisa lebih parah lagi seperti tulang rusuk atau ekor mungkin" jawab Rina cuek dan masih asik dengan makanan nya.


"Kamu sadis banget Rin. Biar bagaimana pun dia kan suami aku" ucap Lulu sambil memanyunkan bibirnya.


"Ya gimana gue nggak kesel coba. Loe disakiti hingga loe kayak gini? Gue nggak bisa tinggal diam lah" ucap Rina dengan menggebu-gebu.


"Ya tapi cara kamu terlalu sadis tahu" jawab Lulu sambil makan makanan nya juga.


"Jika loe mau marah juga nggak apa-apa Lu. Soalnya gue sudah puas membuatnya merasakan sakit" ucap Rina tanpa beban.


"Kamu serius melakukan itu pada Devon Rin?" tanya Lulu lagi memastikan.


"Jadi. Jadi kamu serius sudah melakukan itu padanya?" tanya Lulu dengan tatapan yang melotot sempurna.


"Biasa saja kali Lu nanggepin nya. Gue saja biasa" jawab Rina masih saja santai kayak dipantai.


"Rina... Aku serius" ucap Lulu dengan pandangan memohon nya.


"Iya, tadi pas gue keluar dan pulang dalam keadaan acak-acakan. Gue habis ngehajar laki loe" jawab Rina dengan dingin dan datar nya.


"Terus bagaimana keadaan nya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Lulu beruntun.


"Ya jelas mengenaskan lah. Loe tahu sendiri kan jika gue sedang marah gue nggak pandang bulu" jawab Rina dengan sangat dingin.


"Aku mau melihatnya. Aku mau tahu keadaan nya" ucap Lulu sambil beranjak dari duduknya.


"Loe yakin mau menemui nya? Disana ada istri muda nya dan juga anak hasil hubungan mereka berdua" tanya Rina dengan sengaja membuat Lulu tidak jadi melangkahkan kaki nya.

__ADS_1


Lulu duduk kembali dikursi yang tadi dia duduki. Lulu menatap kosong kedepan dan tidak melanjutkan makan nya lagi.


"Loe harus makan dan juga jangan terlalu banyak fikiran. Loe masih ingat kan lesanan dokter tadi?" ucap Rina saat Lulu mulai melamun kembali.


"Itu sih jika loe emang masih menginginkan bayi loe tetap berada didalam rahim loe" ucapan Rina sangat menohok bagi Lulu. Dia tidak mungkin membiarkan calon bayinya kenapa-kenapa.


Lulu melanjutkan makan nya dengan lahap. Walau rasanya tidak enak, tapi dia harus memakan nya demi bayi yang ada didalam kandungan nya.


Rina hanya tersenyum tipis melihat Lulu yang mau melanjutkan makan nya lagi. Walau dengan berderai air mata, tapi tetap memakan nya hingga habis tak bersisa.


"Lu, loe itu makan kenapa sambil nangis? Loe kayak tidak menerima rezeki tahu nggak" ucap Rina sambil menggelengkan kepala nya.


"Loe mau menjenguk lelaki bre*gsek itu kan? Ayok" ajak Rina setelah membayar semua makanan nya.


"Nggak Rin, kita pulang saja kekosan kamu saja. Aku nggak mau terjadi apa-apa terhadap calon bayiku" ucap Lulu sambil menarik tangan Rina melangkah pergi.


"Loe yakin? Loe nggak mau ketemu sama keluarga loe?" tanya Rina, dia ingin supaya Lulu mau menemui keluarga nya.


Walau bagaimana pun Ibunya Lulu harus tahu jika Lulu berada didekat mereka. Dan sedang menghadapi masalah, dia tidak mau jika nanti dia yang disalahkan oleh Ibunya Lulu.


Karena dia sudah menyembunyikan Lulu. Rina tidak bisa terus berbohong dan membuat Lulu seperti tahanan yang dikurung.


"Aku belum siap untuk bertemu dengan mereka semua Rin" ucap Lulu dengan menunduk.


"Loe, mau tidak mau harus menemui nya Lu. Walau loe tidak harus bilang jika loe sama si popon Tevlon nggak ada masalah. Loe bilang saja jika loe sedang ingin ketemu Ibu loe atau apa lah terserah loe mau alasan apa. Yang jelas gue nggak bisa nyembunyiin loe didalam kosan gue Lucinta Putri" jelas Rina sambil terus menghembuskan nafasnya kasar.


"Aku tahu Rin, tapi aku takut nanti Ibu bertanya yang macam-macam. Terus aku nggak bisa jawab gimana?" tanya Lulu lagi sambil menatap wajah Rina yang sudah kesal.


"Eh, Lulu. Sejak kapan loe jadi bod*h kayak gini? Ya alasan apa kek, yang penting gue nggak akan kena masalah kedepan nya" jawab Rina dengan berjalan lebih dulu.


"Rin tunggu dulu. Aku masih ingin bicara" panggil Lulu sambil mengejar langkah kaki Rina.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju arah pulang. Sesekali Lulu berhenti untuk membeli camilan dan membeli apa pun yang menurutnya menarik.


Rina tidak masalah akan hal itu. Dia malah senang bisa melihat Lulu bisa ceria kembali, itu sudah lebih baik. Karena dia sudah lelah melihat Lulu yang selalu murung dan sedih.


.


.

__ADS_1


.


Othor sudah up banyak ya hari ini... Tolong kasih vote dan hadiahnya juga😖😖😖


__ADS_2