Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Terlalu sakit


__ADS_3

Rina sebenarnya tidak ingin ikut campur dalam masalah rumah tangga Lulu. Tapi karena sudah benar-benar marah dan juga kecewa pada Devon yang sudah menyakiti hati Lulu.


Apa lagi dia tahu, wanita dimasalalu Devon adalah wanita yang pernah mengancam nya. Dia langsung murka dan tidak terkendali, apa lagi dia mendengar dari mulut Devon sendiri. Seorang pria yang dia percaya untuk bisa membahagiakan atau membuat Lulu tidak tersakiti.


Bagi Rina dia akan melakukan apa saja asalkan bisa melihat Lulu bahagia, karena ia sangat banyak berhutang budi pada keluarga Lulu. Terutama Ibunya, dia ingin membalas kebaikan nya dengan cara nya dia sendiri.


Mungkin bagi sebagian orang akan menganggap jika Rina terlalu ikut campur dalam masalah rumah tangga Lulu. Rina hanya melakukan apa yang sesuai dengan fikiran dan juga hatinya.


Dia pernah merasakan bagaimana sakitnya dikhianati oleh orang yang dia cintai dan juga sayangi. Bahkajn dia sudah mengerahkan apa pun untuk pria itu, tapi balasan nya adalah penghianatan.


Jadi dari situlah Rina bisa membentuk dirinya sendiri menjadi wanita yang kuat dan juga tangguh. Dia akan selalu menjaga Lulu dan keluarga nya juga.


"Rin, aku belum siap ketemu sama Ibu" ucap Lulu yang sudah berdiri didepan pintu rumah Ibu nya sendiri.


"Jika loe menunggu siap. Akan sampai kapan Lu? Gue nggak mau ya harus lihat loe selalu gelamun" ucap Rina dengan sedikit meledek Lulu.


"Iya, aku janji tidak akan melamun lagi. Tapi please, jangan sekarang menemui Ibunya" jawab Lulu dengan pandangan memohon nya.


"Huh, baiklah. Tapi kita sudah disini bagaimana dong?" tanya Rina dengan tatapan yang tertuju pada pintu rumah, yang mungkin akan segera dibuka oleh pemilik nya.


"Ya, makanya kita cepat-cepat pergi dari sini. Supaya tidak keburu ibu tahu" ucap Lulu sambil menyeret tangangn Rina untuk segera menjauh.


Ternyata Ibunya Lulu habis dari pasar, terlihat ditangan nya penuh dengan sayuran segar.


"Eh Rina, mau kerumah ya? Kok nggak jadi?" tanya Ibunya Lulu.


"Iya buk, Tadi aku mau menanyakan kunci kamar kos sama Ibu. Soalnya aku lupa menaruhnya dimana, pas mengetuk rumah Ibu nggak dibuka-buka pintunya. Jadi balik lagi deh" jawab Rina memberi alasan.


"Oh ya, Ibu baru dari pasar. Maaf ya, ya sudah mari masuk Rin. Biar Ibu ambilkan kunci duplikat nya" ucap Ibunya Lulu dengan sangat ramah pada Rina.


"Nggak perlu bu, ternyata kuncinya ada didalam tas. Saat aku tumpahkan isi didalamnya. Jadi tidak perlu Ibu mengambil kunci duplikat nya. Rina pamit ya bu" ucap Rina dan langsung mencium punggung tangan Ibunya Lulu dan diikuti oleh Lulu juga.

__ADS_1


Lulu dan Rina berjalan menuju kamar kos Rina dan segera masuk kedalam.


"Huh, selamat" ucap Lulu yang langsung duduk dilantai kamar kosan Rina.


"Lu, gue nggak mau terus-terusan membohongi Ibu kamu. Gue takut Ibu malah menyalahkan gue Lu, gue ingin secepatnya loe urus masalah loe sama si popon Tevlon itu. Gue sudah terlalu jauh juga masuk dalam kehidupan rumah tangga loe" ucap Rina dengan pandangan kedepan.


"Iya, nanti jika aku sudah siap bertemu dengan nya. Aku akan melakukan saran yang kamu kasih. Sekali lagi makasih yah Rin" jawab Lulu dan tersenyum padanya Rina.


Rina menghembuskan nafasnya kasar, dia ingin berbicara dengan Devon dan juga Ibunya Lulu. Walau dia tahu, jika dia melihat Devon emosinya akan memuncak kembali. Tapi ini semua demi Lulu.


Rina langsung membersihkan dirinya sebelum tertidur. Dia langsung tidur setelah membersihkan diri dan belum menggunakan pakaian nya. Dia masih menggunakan bathrobe nya.


Lulu yang sedang memainkan ponsel nya langsung menyelimuti Rina yang sudah tertidur. Dia sangat terlihat lelah dan banyak fikiran.


"Maafkan aku Rin, aku sudah membuat kamu masuk dalam masalah rumah tangga ku. Tapi hanya ini yang aku bisa, aku ingin menenangkan fikiran ku dulu sejenak. Supaya aku tetap waras, masalah ini jngan sampai Ibu tahu Rin. Karena jika orang tua sudah ikut campur, maka mereka akan memutuskan jalan yang Santa berat untuk aku lalui" gumam Lulu saat menatap wajah Rina yang sangat lelah.


"Aku memang masih sangat mencintai nya. Aku tidak bisa memungkiri itu semua Rin. Saat aku dengar dari kamu, jika kamu sudah membuatnya terluka. Hati aku sakit juga Rin, ingin rasanya aku menemuinya dan meminta maaf pada nya. Tapi saat kamu bilang disana ada wanita itu. Aku marah dan aku kesal mendengarnya Rin" lanjut nya lagi. Sambil berkaca-kaca menatap kedepan sana.


Jika itu memang masalalu, seharusnya dibicarakan terlebih dahulu sebelum memutusakan untuk bertemu langsung. Itu rasanya sangat menyakitkan, apa lagi Lulu sedang mengandung dan hormon Ibu hamil suka naik turun. Dia akan melakukan yang menurutnya benar, sehingga memutusakan untuk pergi.


Memang ini kesalahan Lulu juga, dia memutusakan untuk pergi dan datang pada Rina yang selalu menyelesaikan masalah dengan keker*san .


.


Sedangkan Rudi yang sudah mengetahui jika Rina seperti itu semakin mengagumi nya. Dia bahkan ingin segera memilikinya. Tapi pada saat dia menjenguk korban yang sudah Rina buat babak belur melihat jika Sofia ada bersama dengan pria itu.


"Apa mungkin dia yang sudah merusak hubungan saudara nya Rina?" gumam Rudi saat dia menggabungkan penggalan-penggalan cerita yang dia dengar dari Rina.


"Jadi benar dialah yang sudah membuat semua nya seperti ini? Memang kamu tidak pernah berubah Sofia. Apa anak itu juga anaknya?" gumam nya lagi.


Rudi seperti sedang memecahkan teka teki yang membuat nya saling terhubung satu sama lain.

__ADS_1


"Aku akan menanyakan langsung padanya, apa benar wanita itu yang sudah membuat Rina menjadi sangat murka sekali.


"Huh, aku harus lebih berhati-hati dalam bertindak. Jika tidak ingin menjadi sasaran empuk dari Rina yang sangat senang menggunakan otot dibandingkan otak nya. Huh, semuanya pasti akan indah pada waktu nya. Mungkin" gumam Rudi dengan selalu menghembuskan nafasnya kasar.


.


Sedangkan pasangan Soraya dan Danu sedang heboh, karena Soraya bersikap tidak seperti biasanya. Dia lebih sering bersikap konyol dan juga sering ceroboh dalam melakukan segala hal. Membuat Mama Rena sangat pusing dibuatnya.


"Dan, Mama bingung dengan istri kamu saat ini? Kenapa dia bersikap seperti itu? Apa dia tidak kenapa-kenapa?" tanya Mama Rena yang sudah sering sekali melihat Soraya yang sedang melakukan apa, pasti akan ada yang rusak atau jatuh.


"Aku juga tidak tahu Ma, bahkan dia sering menangis tidak jelas saat aku melakukan apa pun yang menurut ku biasa saja. Seperti sedang bersama baby AL dan bercanda bersama. Tiba-tiba Soraya datang dan bilang. Mas jangan membuatnya selalu tertawa kasihan. Begitu Ma, apa ada yang salah?" Danu balik bertanya pada Mama Rena.


"Mama juga seperti itu Dan, bahkan dia yang biasa memasak malah sering ceroboh. Bahkan malah menumpahkan makanan yang sudah dia buat dan kamu apa yang terjadi setelah nya?" ucap Mama Rena dan balik bertanya.


"Dia menangis sesegukan" jawab Danu dengan lesu.


"Kamu benar. Kenapa bisa begitu ya? Mama sampai heran. Baby AL juga pasti heran dengan sikap Mama nya yang berubah seperti ini" ucap Mama Rena membenarkan ucapan putra nya.


"Kita harus apa dan bagaimana Ma? Apa kita akan diam saja dengan sikap Soraya? Atau kita bawa kepskiater supaya bisa tahu apa yang terjadi pada nya?" tanya Danu kembali pada sang Mama.


"Kamu kira dia depresi gitu! Kalo ngomong itu jangan ngasal Dan, Mama yakin dia tidak seperti itu. Mungkin mood nya saja yang tidak baik" ucap Mama Rena tidak membiarkan putra nya membawa Soraya kepskiater.


Dia kira menantu kesayangan nya itu tidak waras apa? Tapi Mama Rena membenarkan juga ucapan nya Danu. Jika Soraya memang sedikit aneh. Sedikit loh ya aneh nya.


.


.


.


Ada apa dengan Soraya ya?

__ADS_1


Ada yang bisa nebak Soraya kenapa?


__ADS_2