Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Kabar bahagia


__ADS_3

Tapi bagaimana jika memang benar Soraya mengalami yang aneh-aneh seperti yang ditakutkan. Tapi kenapa bisa seperti itu? Mama Rena benar-benar pusing dibuatnya.


Untung saja baby AL tidak rewel dan juga banyak tingkah. Dia sangat pintar dan juga pendiam. Dia seperti mengerti dengan keadaan sang Mama yang sedang mood swings.


"Danu, kamu harus priksa kan kondisi Soraya. Kamu ada benarnya juga, Mama takut terjadi sesuatu pada Soraya. Kamu harus segera bawa dia kedokter secepatnya" titah Mama Rena pada Danu.


"Iya Ma, rencananya juga Danu akan membawa Soraya juga sekalian untuk imunisasi baby AL. Jadi Soraya tidak merasa curiga jika dia yang akan diperiksa juga" jelas Danu sambil menghembuskan nafasnya sedikit kasar.


"Bawalah. Memang nya kapan akan pergi imunisasi nya? Mama juga mau ikut, Mama mau memastikan semuanya dengan mata kepala Mama sendiri" ucap Mama Rena dengan sangat semangat.


"Iya, Mama juga harus ikut. Saat aku mengantarkan Soraya menemui dokter Mama harus menjaga baby AL" jawab Danu sambil beranjak dari duduknya untuk menuju kamarnya.


"Dasar anak itu. Dia selalu saja seperti itu saat sedang berbicara, pasti saja akan pergi tanpa mengucapkan apapun" gerutu Mama Rena melihat putra nya yang seperti itu dari dulu.


Sedangkan Danu menghampiri Soraya yang sedang bermain dengan baby AL yang sudah sangat aktif bergerak.


"Anak Papa sedang main apa? Seru banget sih" tanya Danu saat menghampiri dua orang kesayangan nya.


"Kakak sedang bermain Papa" jawab Soraya sambil tersenyum. Membuat Danu menjadi bingung akan jawaban Soraya.


"Kakak?" tanya Danu dengan kening mengkerut bingung.


"Iya kakak" jawab Soraya lalu menghampiri Danu yang sedang berdiri mematung.


"Maksud kamu apa sayang? Aku sama sekali nggak ngerti" tanya Danu yang sudah sangat penasaran akan jawaban yang akan diberikan oleh Soraya.


Sedangkan Soraya pergi dari hadapan suaminya untuk mengambil sesuatu yang dia simpan dilaci nakas.


"Aku mempunyai kejutan untuk Papa" ucap Soraya dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibir nya.


"Kejutan apa sayang? Jangan membuat aku semakin penasaran dibuatnya" tanya Danu pada Soraya yang masih berdiri dihadapan nya dan tersenyum ceria.


"Tutup mata dulu, baru aku kasih kejutan nya" jawab Soraya masih senyum-senyum.


"Baiklah" jawab Danu menuruti perintah istrinya tercinta.


"Sekarang boleh buka mata nya" ucap Soraya sambil menyodorkan satu benda pipih dihadapan Danu dan membuat mata Danu berkaca-kaca.


"Sayang, ini... " Danu tidak melanjutkan ucapan nya malah langsung memeluk tubuh Soraya dengan sangat erat dan juga menciumi seluruh wajah istrinya dengan mesra.


"Iya, akhir-akhir ini aku memang merasa aneh dengan diriku sendiri. Karena suka melakukan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan sama juga, suka menangis tidak jelas" jawab Soraya sambil tersenyum malu karena dia sendiri juga heran dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, terimakasih... Ini adalah hadiah yang sangat istimewa dan sangat membahagiakan sayang... Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan momongan kembali" ucap Danu mengangkat tubuh Soraya dan memutar-mutarkan tubuh nya.


Hingga membuat baby berusia 4bulan itu ikut tertawa, seakan ikut senang dengan kejutan yang kedua orang tua nya rasakan.


"Mas, turunkan aku. Aku pusing" ucap Soraya pada Danu yang masih menggendong nya.


"Baiklah sayang. Kita akan segera kedokter untuk mengetahui sudah berapa lama dia berada didalam sini" jawab Danu sambil mengusap perut Soraya yang masih datar.


"Iya Mas, aku akan bersiap dulu" ucap Soraya lalu beranjak menuju ruangan walk in closet dikamarnya.


"Dan, kamu kenapa senyum-senyum sendiri kayak gitu?" tanya Mama Rena yang melihat putra nya keluar dari kamar dengan sangat ceria, seperti habis menang hadiah.


"Aku sedang bahagia Ma, sangat bahagia" jawab Danu sambil memeluk tubuh Mama Rena.


"Iya, kamu bahagia karena apa?" tanya Mama Rena kembali.


"Ternyata Soraya tidak kenapa-kenapa Ma, yang ada Mama akan mendapatkan cucu lagi" jawab Danu dengan senyuman mengembang dibibir nya.


"Maksud kamu Soraya..." Mama Rena tidak melanjutkan ucapan nya malah langsung berteriak memanggil semua orang yang ada didalam rumah.


Semua orang sudah berkumpul mengelilingi Mama Rena yang akan memberi tahu kabar bahagia ini. Dan juga memberikan bonus pada mereka semua yang bekerja.


Soraya keluar kamar sudah sangat rapih ingin pergi keluar. Danu sudah menyambutnya, lalu mereka pergi bertiga dengan baby AL sudah berada dalam gendongan sang Papa.


"Iya, setelah itu baru kita periksakan dia" jawab Soraya sambil tersenyum.


Mereka benar-benar semangat untuk memeriksakan kandungan Soraya. Apa lagi jarak antara baby AL dan baby selanjutnya tidak terlalu jauh, mereka sangat antusias menyambut kehadiran baby mereka.


Mereka baru selesai memberikan imunisasi untuk baby AL dan sekarang mereka sudah berada didalam ruangan dokter obgyn.


"Selamat siang Tuan Muda dan Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter obgyn perempuan tersebut.


"Iya dokter. Saya mau memeriksakan apa memang benar jika saya sedang mengandung kembali. Saya tadi pagi sudah menggunakan respect, dan hasilnya positive" jawab Soraya.


"Baiklah Nona, mari ikut saya" ucap dokter perempuan yang menyuruh Soraya mengikutinya.


"Silahkan berbaring Nona" titah dokter obgyn tersebut.


Soraya membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang sudah disediakan, dan dokternya mengambil alat untuk USG.


"Lihat, Tuan Muda dan Nona. Dia sudah tumbuh disini, dan usianya sudah delapan minggu" jelas dokter obgyn tersebut.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Danu masih memandangi layar yang menampilkan USG, dimana calon baby mereka tumbuh dengan sangat sehat.


"Terimakasih sayang. Ternyata sudah dua bulan dia berada disini, Sehat selalu kalian sayang" ucap Danu menciumi wajah Soraya dan juga wajah putra nya yang berada dalam gendongan nya.


"Sama-sama Mas, kita akan menjaga mereka dengan sangat baik" jawab Soraya sambil tidak berhenti tersenyum.


"Iya sayang, kita akan menjaganya" ucap Danu dengan selalu tersenyum.


"Apa Nona merasakan mual dan muntah?" tanya dokter obgyn tersebut. Setelah selesai memeriksa Soraya, dan sudah duduk saling berhadapan.


"Tidak, mungkin jika pagi saja. Dan itu juga sebentar, hanya saat bangun tidur saja merasakan mual dan muntah nya" jawab Soraya.


"Jika begitu saya akan memberi resep vitamin dan juga penguat kandungan saja ya Nona. Jika mual dan muntah nya hanya disaat pagi saja itu adalah hal yang wajar saat hamil di trimester pertama" jelas dokter obgyn tersebut dengan penuh senyuman.


"Apa ada yang ingin ditanyakan lagi Nona, Tuan Muda?" tanya dokter itu, takut dia membuat kesalahan yang mengakibatkan dia tidak dapat bekerja lagi dirumah sakit milik keluarga Wijaya Kusuma.


"Tidak ada" jawab Danu kembali datar.


Karena Danu sudah tahu apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat hamil trimester pertama. Karena Danu sudah berpengalaman tentunya.


"Kalau begitu kami permisi dokter" ucap Soraya pada dokter yang sudah memeriksanya.


"Silahkan Nona" jawab dokter obgyn tersebut.


Dia bisa bernafas dengan lega saat mereka berdua sudah keluar dari ruangan nya. Tadi rasanya sulit untuk bernafas saat berhadapan langsung dengan putra pemilik rumah sakit ini.


Sedangkan Danu dan Soraya sedang merasa sangat bahagia. Karena mereka berdua mendapatkan kepercayaan untuk bisa menambah momongan.


Danu juga sudah berencana untuk mempunyai banyak anak. Karena dia pernah kesepian karena menjadi anak tunggal. Jadi dia tidak mau jika anaknya merasakan hal yang sama dengan nya.


"Apa kamu menginginkan sesuatu sayang?" tanya Danu saat sudah didalam mobil.


"Emm, aku ingin makan sushi dan dashiki. Sepertinya enak dimakan pada siang hari ini" jawab Soraya dengan pandangan yang berbinar dan juga sudah beberapa kali menelan slivanya.


"Kalau begitu let's go" ucap Danu. Dan menyuruh supir untuk menuju restaurant Jepang.


Danu tidak pernah melepaskan genggaman tangan nya pada Soraya. Dan tangan satunya memegang baby AL yang sedang tertidur pulas dalam pelukan hangat Papa nya.


Mereka sudah sampai dan masuk kedalam restaurant Jepang yang lumayan ramai. Soraya juga tidak melupakan supir nya untuk ikut makan juga. Walau supir nya sudah menolaknya, Soraya tidak menyerah. Dia tetap memaksanya untuk ikut makan.


Dan mau tidak mau dia makan juga tapi dibungkus dan memakan nya diluar restaurant.

__ADS_1


Soraya memesan berbagai macam sushi dan yang lain nya. Hingga Danu merasa heran dengan sikap Soraya saat ini. Dulu, waktu hamil baby AL Danu lah yang selalu harus menghabiskan semua makanan yang dia pesan.


Tapi sekarang dengan sangat lahapnya Soraya menyantap semua makanan yang ada dihadapan nya. Hingga Danu melongo melihat nya.


__ADS_2