Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Berdebat


__ADS_3

Lulu sampai berkaca-kaca melihat seorang anak yang datang mendekatinya dan langsung mendongak menatap wajah Lulu.


"Mom, apa Fia boleh mengusap adik bayi juga?" tanya Fia pada Lulu dengan senyuman mengembang dibibir nya.


Lulu mengangguk dan membiarkan Fia kenyentuh dan mengusap perut buncit Lulu. Dengan sangat antusias Fia kenyentuh nya dan didalam sana juga merespon nya dengan baik.


"Hai adik bayi. Kakak menunggu mu disini, nanti setelah lahir. Kakak akan menjaga mu dan juga menyayangi mu. Janji" ucap Fia dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibir nya.


Lulu meneteskan air matanya mendengar ucapan anak yang begitu tulus nya menunggu kehadiran buah hati nya yang dia nantikan juga.


"Apa Fia sangat menyayangi adik bayi?" tanya Lulu memberanikan diri.


"Iya, kenapa tidak. Kata Daddy, Fia akan menjadi kakak yang baik dan akan menjaga nya untuk Mommy dan Daddy" jawab Fia dengan polos nya.


Lulu semakin terharu mendengar nya, dia semakin merasa sangat dekat dengan anak kecil ini yang sangat menggemaskan itu. Lulu memeluknya dengan erat dan juga mengusap-ngusap kepala nya dengan sangat lembut.


Devon juga merasa bahagia bisa melihat ini semua. Dia tidak tahu harus bilang apa pada semua ini. Yang dia inginkan sekarang adalah membina keluarga bahagia nya dengan istri nya juga anak-anak nya kelak.


Devon benar-benar sangat terharu dan ikut tersenyum dalam tangisan bahagia dan haru nya. Sampai Lulu mengurai pelukan nya pada Fia.


Saat sedang adegan seperti itu Sofia datang menghampiri dan langsung menarik tangan Fia untuk menjauh dari Lulu. Fia menangis karena kesakitan, tangan nya mungkin terkilir karena ditarik paksa.


"Kamu sudah gila hah!" bentak Devon saat melihat Fia yang menangis kesakitan.


"Iya, aku sudah gila. Gila karenamu! Dengan enteng nya kamu bilang akan selalu bersama ku dan akan selalu ada bersama ku. Kenapa kamu dengan tega nya malah mencampak kan aku begitu saja! Aku sudah meninggalkan segala nya untuk mu. Suami, keluarga dan segala nya. Kenapa kamu begitu tega padaku" ucap Sofia penuh dengan drama.


Dia selalu memainkan semua perasaan orang. Jika memang orang itu belum tahu dia yang sebenarnya seperti apa. Lulu yang memang wanita yang baik dan masih sangat lugu malah lebih percaya padanya.

__ADS_1


"Jadi yang kamu katakan bohong Mas? kamu lah yang sudah membuat nya kehilangan segala nya? Kamu benar-benar jahat Mas. Tega kamu!" ucap Lulu yang langsung menuduh Devon berbuat seperti itu.


Rina yang memang tidak tahu permasalahan nya seperti apa dia hanya menjadi pendengar yang setia dan akan mengambil tindakan jika Lulu disakiti kembali.


"Lu, dengarkan aku. Aku memang dulu melakukan nya dengan dia, kami melakukan nya atas dasar suka sama suka. Tidak ada yang dirugikan disini, bahkan saking menguntungkan waktu itu. Aku sudah memberikan apa yang dia inginkan. Dengan balasan nya dia memberikan tubu*nya untuk ku. Apa aku salah jika menerimanya dengan senang hati. Bahkan dia masih bersetatus sebagai istrinya seseorang yang belum sukses dalam hidupnya" jelas Devon panjang lebar pada Lulu.


Sedangkan Rina yang sejak tadi menyimak dan menenangkan Fia yang sedang menangis kesakitan, dia bisa mengerti dengan semua asal muasal dari masalah ini. Pantas saja seseorang itu sangat menghindari nya dan selalu membuat nya tidak ingin bertemu lagi dengan nya.


Karena alasan yang sama, penghianatan dan juga kebohongan yang sangat nyata. Rina membawa Fia katukang urut yang berada didekat sini. Dia tidak tega melihat Fia yang menangis kesakitan sejak tadi.


Sedangkan didalam rumah masih ada perdebatan diantara tiga orang yang masih bersitegang. Karena semua nya merasa benar dan juga paling tersakiti.


"Lu, dengarkan aku baik-baik. Jika memang aku hanya berniat untuk memanfaatkan kamu, aku tidak akan diam saja diperlakukan oleh sahabat kamu hingga seperti ini jika aku tidak bersungguh-sungguh pada mu. Dan harus selalu kamu ingat ini baik-baik, dia. Dia bukanlah wanita baik-baik, dia wanita yang bisa melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Termasuk seperti tadi, dengan teganya menyakiti darah dagingnya sendiri" ucap Devon memberi tahu semuanya pada Lulu.


Lulu mulai mencerna semua ucapan yang diberikan oleh Devon dan juga oleh wanita yang bernama Sofia itu yang lebih masuk akal adalah ucapan Devon dengan bukti didepan mata nya tadi.


Saat sedang berdebat tiba-tiba Rina datang dengan santainya duduk dihadapan nya menjadi pendengar dan juga berada ditengah-tengah keduanya yang sedang berdebat.


"Apa masih lama perdebatkan kalian? Lihat mereka berdua sampai-sampai tertidur karena kalian masih berdebat dan juga masih tidak ada yang mau mengalah diantara kalian berdua. Apa kalian tidak lupa? Yang kalian berdua lakukan dimasa lalu adalah salah kedua nya, jadi jangan merasa yang paling benar dan yang paling tersakiti atau sebagainya. Sekarang lebih baik kalian introfeksi diri kalian masing-masing" ucap Lulu sambil menatap wajah kedua nya bergantian dan melenggang pergi.


.


Disaat Devon dan Sofia sedang berdebat dan tidak ada yang mau mengalah. Berbeda dengan Rudi yang sedang mencari dimana Rina berada, dia sejak tadi tidak melihat Rina dimana-mana.


Bahkan dikampus, atau ditaman. Tempat yang selalu didatangi oleh Rina, dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan Rina akhir-akhir ini. Dia lebih tertutup dan juga selalu menghindari nya lagi seperti waktu itu.


"Kamu dimana sih Rin, aku semakin khawatir dengan keadaan kamu. Apa kamu baik-baik saja?" ucap Rudi pada dirinya sendiri saat mencari Rina tidak ada dimana-mana.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kemana lagi harus mencarinya" gumam Rudi yang melangkah kan kaki nya tidak tentu arah sehingga dia menemukan rumah yang sangat ramai sekali. Seperti terdengar sedang ada yang sedang bertengkar didalam sana.


Rudi juga samar-samar mendengar suara orang yang sedang dia cari. Dia berhenti didapan rumah tersebut dan benar saja didalam sana ada Rina dua orang yang tidak asing lagi dimata nya.


"Rina, sedang apa kamu disini? Dan mereka juga?" tanya Rudi bingung dengan semua orang yang ada dihadapan nya.


"Om, sejak kapan Om ada disini?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Rudi. Rina malah balik bertanya.


"Kenapa kamu balik nanya sama saya?" ucap Rudi sambil menghela nafasnya lalu ia duduk dan betapa terkejut nya dia melihat ada anak kecil yang waktu itu dekat dengan nya.


"Hai cantik, kenapa ada disini?" tanya Rudi pada Fia yang sedang duduk dan sesekali meringis kesakitan.


"Apa sangat sakit? Tapi kenapa bisa sakit seperti ini?" tanya Rudi lagi.


"Mommy yang melakukan nya" jawab Fia ambil menunjuk Sofia yang baru diam setelah berdebat panjang lebar dengan Devon.


"Kamu tega menyakiti anak kamu sendiri? Dasar gila" ucap Rudi ikut memaki Sofia.


"Dia adalah anak ku, jadi aku berhak atas nya. Jadi mau aku apa kan juga tidak masalah. Karena dia memang anak ku" jawab Sofia dengan sangat lantang dan tidak mendengarkan orang lain.


Bahkan anak nya sudah ketakutan karena melihat nya. Fia sepertinya tidak mau didekati oleh Sofia, mungkin Fia takut atau mungkin juga trauma akan kejadian seperti ini.


"Fia, ikut Mommy. Kita harus segera pergi sekarang juga. Jika tidak maka Mommy akan menghukum mu. Faham!" ucap Sofia yang akan menarik tangan Fia kembali Kangkung berhenti karena tiba-tiba Rudi mencekal tangan nya.


"Jika kamu menyentuh sedikit saja kulitnya maka kita pastikan kamu akan mendekam dipenjara dengan waktu yang lama. Camkan itu!" ucap Rudi dengan menghempaskan tangan Sofia dengan kasar.


Sofia mengaduh kesakitan, karena Rudi membuat nya terluka. Sofia ingin membalasnya tapi dia tidak punya keberanian untuk melawan Rudi. Dia memilih pergi dari rumah Devon.

__ADS_1


__ADS_2