Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Sangat dimanjakan


__ADS_3

Danu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang ramai lancar. Hingga sampai didepan rumah Danu dan Soraya. Diluar sudah ada bik Darmi dan mang Asep yang sudah menyambut kedatangan mereka.


Bik Darmi dan mang Asep terkejut melihat Soraya yang digendong keluar dari mobil. Perasaan mereka berdua tadi pagi baik-baik saja dan sudah berjalan, tapi pulang-pulang malah digendong dan membawa kantong pelastik bertuliskan nama rumah sakit yang tertera dipermukaan pelastik nya.


"Non, Non Soraya kenapa Nyonya? Kenapa seperti ini lagi Nyonya?" tanya bik Darmi memberanikan diri bertanya pada Mama Rena.


"Soraya tidak kenapa-kenapa bik, justru ada kabar baik" jawab Mama Rena.


"Maksud Nyonya apa ya? Bibik tidak mengerti Nyonya" ucap bik Darmi lagi. Masih menunggu penjelasan.


"Soraya sekarang sedang hamil bik, usia kandungan nya sudah lima minggu. Maka nya Danu tidak membiarkan Soraya berjalan, takut dia kelelahan dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kandungan nya yang masih sangat rentan" jelas Mama Rena pada bik Darmi.


"Alhamdulilah ya Allah, semoga keduanya sehat-sehat hingga persalinan nanti. Amin" ucap bik Darmi tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas kabar bahagia ini.


Begitu juga mang Asep, dia ikut mengaminkan do'a istrinya untuk kedua majikan nya yang tidak kalah baik dari kedua orang tuanya.


"Ya sudah bik, bibik siapkan makanan saja. Takutnya Soraya sudah lapar, karena tadi tidak sempat makan siang" ucap Mama Rena memberikan perintah pada bik Darmi.


Mang Asep juga mengekori istrinya menuju dapur. Dia tidak mungkin ikut nimbrung majikan nya, mang Asep sangat tau diri. Jika dia bukan siapa-siapa dirumah ini, sudah untung masih dipekerjakan diusia yang sudah senja ini.


.


"Sayang, apa kamu menginginkan sesuatu? Sejak tadi siang kamu belum makan apa-apa" tawar Danu supaya Soraya mau memakan sesuatu.


"Aku tidak mau apa-apa, aku hanya ingin makan saja" jawab Soraya langsung bangun untuk duduk bersandar dikepala ranjang.


"Baiklah, aku akan mengambilkan nya untuk kamu. Tapi kamu harus diam disini jangan kemana-mana, kamu harus banyak istirahat supaya tidak kelelahan" ucap Danu sambil beranjak dari sebelum pergi dia sudah membuat ultimatum untuk Soraya.


"Iya Mas, aku akan disini dan tidak akan kemana-mana" jawab Soraya sambil tersenyum paksa. Karena dia tidak boleh banyak bergerak.


Sebelum Danu keluar ternyata pintu kamarnya sudah diketuk dan dibuka dari luar. Ternyata Mama Rena yang masuk kedalam dan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.

__ADS_1


Tidak lama juga disusul oleh bik Darmi yang membawa nampan berisi jus buah dan juga buah-buahan untuk Soraya. Tidak lupa Papa Wijaya juga membawa beberapa camilan, seperti puding hingga cake untuk menantunya.


"Astagfitullah, Ma kenapa makanan nya sampai sebanyak itu?" tanya Soraya melihat kedua mertuanya dan juga bik Darmi membawa berbagai macam makanan dan juga minuman.


Tidak lupa satu gelas susu untuk Ibu hamil sudah tersedia juga untuknya. Soraya hanya dibuat melongo akan semua ini.


"Ma, Pa aku tidak mungkin bisa menghabiskan makanan dan minuman sebanyak ini. Yang ada aku bisa kekenyangan dan mungkin bisa meledak perut aku jika makan sebanyak itu" jelas Soraya.


Sebenarnya dia merasa tidak enak menolak pemberian dari keduanya mertuanya yang sudah repot-repot membawakan makanan juga minuman untuk dirinya. Tapi jika sebanyak itu mana bisa menghabiskan nya.


"Tidak apa sayang walau tidak habis. Yang penting kamu mau memakan nya walau sedikit-sedikit, supaya nutrisi nya bisa kamu dan calon cucu Mama bisa memakan nya" ucap Mama Rena memberikan piring yang sudah berisikan makanan yang sangat menggugah selera.


"Iya sayang, kamu harus banyak makan supaya kalian berdua selalu sehat" timpal Danu yang mengambil piring dari tangan Mama Rena.


Danu akan menyuapi Soraya. Dia ingin sekali selalu memanjakan istrinya disaat dia sedang berada dirumah. Jika dia sedang bekerja mana bisa seperti ini.


"Aku bisa makan sendiri Mas" ucap Soraya ingin mengambil piring yang sudah dipegang oleh Danu.


Soraya mau tidak mau dia menerima perlakuan manis dari Danu. Apa lagi Mama Rena dan Papa Wijaya sudah keluar sejak tadi. Jadi Danu bisa leluasa menyuapi Soraya.


"Sudah Mas, aku sudah kenyang" ucap Soraya yang sudah menghabiskan setengah makanan yang ada didalam piring tersebut.


Danu ganti menyodorkan segelas air putih untuk minum Soraya lalu memberikan susu khusus Ibu hamil dan juga obat yang diberikan oleh dokter tadi.


Lalu setelah selesai makan Soraya merasa mengantuk dan tidak lama kemudian Soraya tertidur. Mungkin karena memang sudah kenyang habis makan dan minum susu.


Danu keluar kamar membawa makanan yang tidak habis keluar. Dia tidak mau jika nanti dikamar ada serangga karena meninlmpan makanan didalam kamar.


"Loh Dan, kenapa makanan nya dibawa keluar semuanya? Apa Soraya tidak mau, atau menginginkan yang lain?" tanya Mama Rena yang melihat Danu keluar dari dalam kamarnya.


"Soraya sudah tidur Ma, dia bilang sudah kenyang. Lagi pula ini sangat banyak, mana bisa Soraya menghabiskan makanan sebanyak ini" jawab Danu sambil berlalu dari hadapan Mama Rena.

__ADS_1


"Terus kenapa kamu tinggalin dia sendiri. Cepat kamu temani dia didalam, jangan sampai dia merasa kesepian karena ditinggal sendiri" ucap Mama Rena pada Danu.


"Iya Ma, aku hanya ingin menyimpan ini saja. Setelahnya aku akan menemaninya kembali, lagi pula mana tahan aku berjauhan dengan Soraya" jawab Danu setelah meletakkan nampan berisi makanan dan minuman.


Danu langsung masuk kedalam kamarnya lagi, dia menuju Soraya tidur. Dia juga tiba-tiba merasa sangat lelah sekali, Danu langsung merebahkan dirinya disamping Soraya yang sudah tertidur lelap. Tidak menunggu waktu lama, Danu juga sudah ikut terlelap bersama dengan istri tercintanya.


.


Berbeda dengan Danu dan Soraya yang sedang merasakan kebahagiaan karena sebentar lagi mereka akan mempunyai seorang baby.


Disini Rina sedang disibukkan dengan pekerjaan dan juga skripsinya yang sebentar lagi akan segera dia selesaikan. Dia sedang berada disebuah cafe yang tidak jauh dari kosan nya.


Rina sedang asik menekuri layar laptop nya. Dia bahkan tidak sadar jika sejak tadi dia sudah diperhatikan oleh seseorang yang berada tidak jauh darinya duduk.


Seseorang itu datang menghampiri Rina yang sedang sibuk. Dia sudah duduk dihadapan Rina, Rina benar-benar tidak sadar akan hal itu. Dia masih saja fokus dihadapan laptop nya. Hingga suara deheman menyadarkan nya.


Rina kaget, ternyata yang duduk dihadapan nya adalah mantan kekasihnya yang sudah menghianatinya dengan sangat kejam.


Rina hanya menatap nya sekilas lalu dia melanjutkan mengerjakan tugas nya. Dia sama sekali tidak terusik akan kedatangan orang yang tidak diharapkan nya sama sekali.


"Rin, aku mau bicara sama kamu" ucap mantan nya Rina yang bernama Bram.


Rina sama sekali tidak menjawabnya, dia pura-pura tidak mendengarnya. Rina masih fokus dan juga tidak menghiraukan adanya lelaki penghianat itu.


"Rina, aku sedang bicara padamu. Kenapa kamu tidak menjawab ucapan ku Rin?" tanya Bram kembali sambil ingin menggenggam tangan Rina.


"Stop! Anda jangan kurang ajar, diantara saya dan anda sudah selesai bukan. Jadi anda bisa pergi untuk selamanya dari hadapan saya" ucap Rina sambil menatap sinis pada Bram.


"Siapa bilang kita sudah selesai Rin, aku masih sangat mencintai kamu. Aku tidak pernah bilang jika kita sudah selesai. Kamu dan aku masih bersama, karena tidak ada kata-kata putus kari aku maupun dari kamu" jelas Bram yang masih mencoba mencari pembenaran.


"Oke jika anda ingin secara langsung jika anda dan saya sudah berakhir. Kita PUTUS" ucap Rina sambil menekan kan kata putus nya.

__ADS_1


Rina benar-benar sudah sangat muak melihat drama orang yang ada dihadapan nya. Rina langsung membereskan barang-barangnya lalu beranjak pergi dari cafe.


__ADS_2