Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Extra part Rina&Rudi


__ADS_3

Rudi mengantarkan Rina pulang menuju kosan nya yang lumayan jauh dari coffee shop tempat mereka berdua berteduh dari hujan yang lumayan sangat deras. Rudi juga mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kamu kedinginan?" tanya Rudi saat melihat Rina mengusap-ngusap lengan nya sendiri.


"Lumayan" jawab Rina dengan tatapan lurus kedepan.


Rudi langsung memarkirkan mobilnya disebuah butik yang tidak jauh dari jalan yang mereka lewati.


"Kenapa kita berhenti disini?" tanya Rina heran kenapa berhenti disini.


"Tunggu sebentar, aku akan segera kembali" ucap Rudi yang langsung berlari masuk kedalam butik.


"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pegawai yang ada didalam butik tersebut.


"Saya sedang mencari sweeter atau semacamnya untuk wanita" ucap Rudi pada pegawai tersebut.


"Mari saya tunjukkan" ucapnya dengan sangat ramah.


"Ambilkan saja satu dan secepatnya" ucap Rudi yang tidak mau terlalu lama membiarkan Rina menunggu.


Dengan cepat pelayan tersebut mengambilkan sweater yang diinginkan oleh Rudi. Rudi segera membayarnya dan langsung pergi begitu saja dari dalam butik tersebut.


"Maaf lama" ucap Rudi lalu memakaikan sweater itu pada Rina.


"Kamu membelikan ini untuk ku?" tanya Rina saat dia sudah dipakaikan sweater oleh Rudi.


"Iya, Maaf ya jika tidak sesuai dengan selera kamu. Karena aku tidak memilihnya sendiri" jawab Rudi dengan wajah yang sedikit lesu karena Rina merespon nya biasa saja bahkan terkesan dingin pada nya.


"Terimakasih" ucap Rina dengan perasaan yang sebenarnya berbunga-bunga karena diperlakukan sangat sepesial oleh Rudi.


Tapi Rina sok jual mahal dulu supaya tidak terkesan terlalu gampang. Tapi dia salah mengambil langkah karena yang Rudi fikirkan tentu berbeda. Rudi berfikir jika Rina tidak senang dengan perhatian nya dan juga pemberian darinya.


"Rin, aku mau bertanya serius sama kamu. Tolong, tolong jawab dengan jujur dan juga dari hati kamu" ucap Rudi dengan menatap wajah Rina yang terkesan dingin padanya.


"Bertanya soal apa?" tanya Rina dengan tatapan heran nya pada Rudi yang menatapnya dengan sendu.

__ADS_1


"Apa kamu yakin dan siap menikah dengan ku? Jika kamu tidak siap kamu berhak untuk membatalkan nya. Jangan sampai karena kasihan atau apa hingga membuat kamu tertekan dan tidak bahagia akan semua keputusan ini Rin. Please, jawab dengan jujur" ucap Rudi yang sudah berkaca-kaca menatap mata Rina.


"Apa selama ini sikap aku ke kamu ini tidak meyakinkan kamu jika aku benar-benar yakin dengan semua ini! Seharusnya kamu itu peka akan hal itu, bukan malah mempertanyakan nya pada ku" jawab Rina dengan tatapan sinis nya.


"Maksud kamu apa? Kenapa kamu selalu bersikap dingin pada ku?" tanya Rudi pada akhirnya.


Karena dia sudah merasa prustasi dengan sikap yang Rina tunjukkan pada nya. Dia tidak ingin jika akan ada penyesalan dikemudian hari. Jadi Rudi ingin mempertanyakan nya langsung.


"Dasar tidak peka. Duda karatan. Tua. Tidak laku. Seharusnya kamu itu mengerti Pak duda. Jika aku ini... Ah, sudahlah tidak perlu dibahas" ucap Rina dengan berbagai umpatan dari nya.


"Kenapa kamu malah mengumpati ku dengan berbagai sebutan yang aneh seperti itu?" tanya Rudi dengan heran pada Rina.


"Memang kenyataan nya seperti itu kan? Duda karatan tidak laku!" ucap Rina semakin meledek Rudi.


Dan itu membuat Rudi menjadi kesal karena umpatan dari Rina. Rudi mendekati Rina hingga diantara keduanya tidak ada jarak lagi. Rudi juga semakin mendekat kepada Rina dan Rina mencoba memundurkan dirinya yang sudah tidak bisa mundur lagi, karena sudah mentok dikursi mobilnya.


"Kamu salah besar. Karena sebentar lagi aku bukan lagi duda, tapi suami kamu" ucap Rudi dengan jarak yang sangat dekat dengan wajah Rina yang menegang.


Rudi menyeringai licik melihat sikap ketakutan yang Rina rasakan padanya. Dia semakin sengaja dan semangat untuk menggoda Rina lebih dari ini, dia semakin mendekat dan dekat lagi hingga bibir mereka berdua bersentuhan.


Rina yang sudah kepalang tanggung langsung menekan tengkuk Rudi supaya memperdalam ciuman mereka yang awalnya hanya menempel sekarang malah saling me*umat satu sama lain.


Mereka menghangatkan tubuh keduanya dengan cara yang membuat siapa saja menginginkan nya. Tapi hanya sekedar berciumann saja, Rudi tahu batasan nya. Jika nanti sudah sah baru dia akan melakukan nya pada Rina.


"Kamu ternyata sangat aggressive sekali sayang" ucap Rudi yang sekarang memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Thank you" jawab Rina sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Rudi.


"Jangan menggodaku sayang. Bisa saja aku khilaf akan langsung memakan mu saat ini juga" ucap Rudi yang semakin mendekat dan langsung memeluk tubuh Rina dengan sangat erat.


"Terimakasih telah menerima duda karatan ini untuk menjadi suami kamu. Aku akan membahagiakan kamu bagaimana pun caranya akan aku lakukan" ucap Rudi sambil mencium kening Rina dengan penuh kasih sayang nya.


"Sama-sama, aku juga berterimakasih sama kamu. Karena mau menerima wanita bar-bar dan juga urakan ini menjadi calon istri kamu. Aku akan belajar untuk menjadi istri yang lebih baik dari yang baik" ucap Rina juga membalas pelukan dari Rudi.


"Kita mampir hotel ya" ucap Rudi dengan tatapan yang sudah dipenuhi gairah.

__ADS_1


"Jika ingin bernasib sama dengan si Tevlon ayo" ucap Rina dengan seringai liciknya.


"Terimakasih sayang. Aku masih ingin bisa melangsungkan pernikahan yang sebentar lagi" jawab Rudi dengan mengerucutkan bibirnya.


"Sabar, buah dari kesabaran adalah kenikmatan" ucap Rina malah semakin menggoda Rudi yang sudah mupeng.


"Jika kamu masih menggodaku, maka jangan salahkan aku yang akan memaksa kamu untuk mau melakukan nya dengan ku sekarang juga!" ancam Rudi dengan telak.


GLEK...


Rina memelan slivanya dengan susah payah mendengar ucapan dari Rudi barusan. Walau dia jago dalam hal bela diri, jika lawan nya sudah nekad maka dia akan kalah juga bukan.


Rina langsung diam dan tidak bersuara lagi. Dia sudah ketakutan karena ancaman dari Rudi. Sedangkan Rudi hanya tersenyum tipis lalu benar-benar membelok kan mobilnya kesebuah hotel berbintang.


"Kamu serius membawa aku kemari?" tanya Rina dengan wajah yang sudah ketakutan setengah mampus.


"Turun sendiri atau mau aku yang menggendong mu masuk kedalam?" Rudi malah balik bertanya pada Rina saat Rina hanya diam saja didalam mobil.


"Ayo turun" ucap Rudi lagi sambil mengulurkan tangan nya pada Rina.


Rina mau tidak mau menerima uluran tangan dari Rudi. Dengan tangan yang sudah gemetar, dia menggandeng tangan Rudi memasuki hotel tersebut.


Rina sudah sangat ketakutan dengan apa yang akan dilakukan oleh Rudi padanya nanti. Tapi dugaan nya salah, Rudi membawanya menuju sebuah restaurant yang berada didalam hotel tersebut. Rudi juga ingin mencicipi makanan yang ada disini sebelum acara pernikahan nya.


"Kenapa tegang begitu sayang? Aku hanya mengajak kamu untuk mencicipi semua makanan yang ada disini. Karena disinilah pernikahan kita akan dilaksanakan" ucap Rudi yang sudah menarik kursi untuk Rina duduk.


"Jadi disini tempatnya? Ini sih mewah banget" tanya Rina tidak percaya dengan apa yang dia lihat hanya dia dengar dari Rudi.


"Bukankah kamu menginginkan pesta pernikahan yang seperti ini sayang? Aku akan mewujudkan nya untuk kamu, karena kamu adalah yang terakhir untuk aku. Amiin" ucap Rudi pada Rina sambil menggenggam tangan Rina.


"Terimakasih Mas, terimakasih banyak atas apa yang kamu lakukan untuk aku" ucap Rina dengan tersenyum tapi matanya berkaca-kaca karena terharu mendengar ucapan dari Rudi.


"Apapun untuk kamu sayang. Untuk istri tercinta tidak akan ada yang tidak bisa aku lakukan untuk nya" ucap Rudi yang mengusap pipi Rina yang sudah meneteskan air matanya terharu.


Mereka berdua makan malam sangat romantis sekali didalam restaurant hotel yang akan mereka gunakan untuk resepsi pernikahan nya beberapa hari kedepan. Wajah keduanya terlihat sangat berseri-seri karena sudah saling mengungkapkan perasaan nya masing-masing. Walau belum mengungakapkan nya mereka berdua sudah saling terbuka dengan perasaan nya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2