
Devon dan Lulu akhirnya bisa bertemu lagi sore ini. Seperti kemarin Devon sudah menyewa ruang VIP yang kemarin. Dia ingin berbicara dengan tenang bersama Lulu.
"Silahkan duduk Lu" ucap Devon saat Lulu sudah masuk kedalam dan berdiri dihadapan Devon.
"Terimakasih" jawab Lulu langsung duduk.
"Mau pesan makanan atau minuman dulu. Atau langsung bicara saja?" tanya Devon merasa gugup.
"Langsung saja Dev, aku mau mendengarnya sekarang" jawab Lulu.
"Baiklah. Begini.... " ucap Devon menceritakan semua nya, tanpa ada yang dilebih kan apa lagi dikurangin.
"Kemarin juga Rina ada disini dan sudah mengetahui semuanya. Dia bilang jika aku harus berusaha untuk bisa meyakinkan kamu supaya mau menerima aku. Juga bisa menerima masalalu ku yang sangat bre*gsek dan juga baji*gan" ucap Devon lagi.
"Aku sudah tahu. Aku sebenarnya mendengar kan kalian berbicara berdua. Aku nggak tahu dengan perasaan aku sama kamu itu seperti apa. Yang jelas aku sudah merasa nyaman dengan kamu. Tapi aku takut jika kamu akan mengulanginya lagi. Aku tidak mau mengalami sakit seperti wanita-wanita yang sudah kamu sakiti" ucap Lulu sambil terisak.
Dia tidak tahu dengan perasaan yang ada didalam hati nya. Lulu merasa memang sudah sangat nyaman dengan Devon, tapi juga merasa takut akan merasa sakit.
"Aku berjanji akan berusaha membahagiakan kamu, walau aku tidak bisa berjanji tidak membuat kamu menangis. Aku akan berusaha membahagiakan kamu untuk selamanya Lu, selagi aku masih bisa" ucap Devon sambil menggenggam tangan Lulu dengan sangat erat.
"Aku percaya sama kamu Dev. Aku akan menunggu kamu datang dan memintaku pada Ibuku" jawab Lulu semakin terisak saat Devon memeluknya dan menciumi kepalanya dengan sayang.
"Aku akan secepatnya menemui Ibu kamu untuk melamar kamu. Aku juga akan membawa Mommy dan Daddy aku untuk melamar kamu langsung. Jadi bersiaplah untuk menyandang nama Nyonya Devon Tomlinson" ucap Devon sambil menangkup kedua pipi Lulu dan tersenyum padanya.
"Aku tunggu Dev" jawab Lulu sambil tersenyum dan kembali memeluk pinggang Devon.
.
Soraya dan Danu sedang jalan berdua kesebuah mall terbesar dikota K. Mereka berencana ingin kencan seperti para anak muda lainnya. Seperti nonton boiskop dan nongkrong dicafe.
"Kamu senang sayang?" tanya Danu pada Soraya yang sedang asik memilih makanan yang dia suka.
Sekarang mereka sedang berbelanja distant buah-buahan. Bahkan Soraya sudah memasukkan berapa buah-buahan yang diinginkan kedalam troli yang sedang didorong oleh Danu.
"Apa masih ada yang kamu inginkan lagi sayang?" tanya Danu yang melihat belanjaan didalam troli masih belum penuh.
"Aku ingin membeli yang lain lagi, boleh?" tanya Soraya menampilkan puppy eyes nya pada Danu.
"Sayang, Jangan menampilkan wajah seperti itu. Aku bisa memakan mu disini" ucap Danu dengan mupeng nya.
"Sudah, kita lanjut menuju stand camilan. Aku menginginkan keju dan coklat juga yang lainnya" ucap Soraya sambil melangkahkan kakinya lebih dulu dan disusul oleh Danu.
Soraya kalap, dia mengambil begitu banyak coklat dan keju setiap merek. Dari yang biasa hingga yang paling mahal semuanya Soraya sambil. Soraya begitu senangnya dan bahagia nya dengan seperti itu.
__ADS_1
"Sudah selesai, atau masih mau ada yang dibeli lagi?" tanya Danu yang melihat betapa Soraya sangat bahagia.
"Sudah, aku sudah lelah. Kita pulang saja sekarang" jawab Soraya sambil tersenyum.
"Baiklah. Sekarang kita bayar dulu semua belanjaan kita. Setelah itu kita pergi kesuatu tempat. Mau kan?" tanya Danu sambil merangkul pundak Soraya.
"Kemanapun Mas bawa aku akan ikut" jawab Soraya sambil tersenyum dan merangkul pinggang suaminya.
Setelah membayar semua belanjaan nya dan juga menyuruh petugas supermarket untuk mengirim nya kealamat yang sudah diberikan oleh Danu.
"Kita akan kemana Mas?" tanya Soraya saat sudah didalam mobil yang melaju entah kemana.
"Kamu pasti akan senang sayang. Jadi diam dan nikmati perjalanan kita ini" jawab Danu sok misterius.
"Baiklah aku akan diam dan menikmatinya. Tapi Mas nggak ngajakin ketempat yang aneh-aneh kan?" tanya Soraya lagi.
"Ya jelas tidak sayang. Kamu tenang saja ya, percaya padaku" jawab Danu supaya Soraya tenang dan tidak banyak bertanya.
Ternyata Danu membawa Soraya kesebuah pantai yang sangat indah dan juga sangat sejuk. Air laut yang biru dan pasir putih yang sangat luas juga banyak pohon-pohon kelapa berjajar dipinggir pantai.
"Kamu menyukainya sayang?" tanya Danu saat sudah turun dari mobil.
"Iya Mas, ini sangat bagus. Dan aku sangat menyukainya" jawab Soraya dengan senyuman mengembang dibibirnya.
"Terimakasih Mas, Mas juga harus memakai ini" jawab Soraya, dia juga memakaikan topi untuk Danu.
"Mas, sejak kapan Mas tahu aku sangat menyukai pantai?" tanya Soraya sambil berjalan menuju bibir lantai.
"Sejak lama, tapi maaf baru bisa mengajak kamu kesini sayang" jawab Danu yang selalu menggenggam tangan Soraya.
"Tidak apa Mas, sekarang kan sudah. Jadi sama saja kan?" ucap Soraya sambil tersenyum dan mendongakkan kepalanya menatap wajah Danu yang terlihat sangat tampan.
"I love you my wife" ucap Danu sambil mengecup singkat bibir Soraya saat dia mendongak kearahnya.
"I love you to my husband" jawab Soraya sambil tersenyum dan memeluk pinggang Danu.
Mereka berjalan beriringan dan juga berpelukan. Kakinya sengaja tidak memakai sandal, mereka berdua berjalan sesekali kaki mereka terkena air laut yang membasahi kaki mereka berdua.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Danu tangan nya terulur untuk mengusap perut Soraya yang masih datar.
"Dia baik-baik saja. Dan juga sangat bahagia" jawab Soraya ikut mengusap perutnya juga.
"Syukurlah. Apa tidak menginginkan sesuatu?" tanya Danu sangat antusias menawarkan nya pada Soraya.
__ADS_1
"Aku ingin es kelapa muda Mas. Sepertinya enak dan juga segar" ucap Soraya sambil menunjuk penjual es kelapa muda yang ada didepan mereka.
"Ayo kita kesana" jawab Danu dan membawanya menuju ketempat penjual es kelapa muda.
"Pak, es kelapa nya dua ya" ucap Danu memesan es kelapa muda.
"Baik Den, apa ada tambahan lainnya. Seperti buah atau kue Den?" tanya penjual es kelapa muda tersebut menawarkan dagangan nya.
"Boleh Pak, saya mau semuanya" jawab Soraya dengan semangat menjawabnya.
"Baik Nona. Mohon tunggu sebentar" ucap penjualnya dan langsung menyiapkan pesanan pelanggannya.
"Apa Aden dan Nona pengantin baru? Auranya sangat terpancar diwajah anda berdua" tanya penjual es kelapa.
"Iya Pak, kami pengantin baru" jawab Danu dengan datar.
"Silahkan Den Non" ucap penjualnya sambil menyerahkan pesanan mereka berdua.
"Emm, seger banget" ucap Soraya saat menyeruput es kelapa muda nya.
"Iya sayang. Apa masih menginginkan yang lain lagi?" tanya Danu menawarkan.
Takutnya memang masih menginginkan makanan atau minuman lainnya.
"Tidak Mas, nanti saja jika menginginkan nya. Tapi aku mau lagi es kelapa muda nya" jawab Soraya sambil tersenyum meringis.
"Pak, satu lagi es kelapa nya" ucap Danu pada penujal nya.
Mereka berdua memang menghabiskan waktunya dengan sangat romantis. Hingga mereka lupa waktu, akhirnya Danu memutuskan untuk menginap di resort yang ada di kawasan pantai itu.
Danu juga mengajak Soraya dinner romantis di restaurant yang masih didalam resort dimana mereka menginap. Danu berencana ini adalah acara baby moon mereka. Karena pada awal pernikahan, mereka belum honey moon. Jadi berhubung sekarang Soraya sudah hamil maka bukan lagi honey moon, tapi baby moon.
"Apa kamu bahagia sayang?" tanya Danu saat mereka berdua sedang dinner.
"Aku sangat-sangat bahagia Mas. Ini tidak pernah terbayang dalam fikiran aku selama ini, bisa mendapatkan gelar sarjana, bisa memiliki suami yang baik dan juga sangat penyayang. Dan, mertua yang tidak kalah baik banget sama aku. Terimakasih atas segalanya Mas" ucap Soraya sambil menampilkan senyuman indah dibibirnya dan juga matanya berkaca-kaca.
"Hei, kenapa menangis? Apa ada yang sakit atau merasa pusing atau apa? Bilang padaku sayang" tanya Danu sudah panik saat melihat istrinya meneteskan air matanya.
Apa lagi Danu memang mengalami ngidam juga. Maka nya dua juga sangat sensitive sekali, apa lagi jika yang dilihatnya adalah kesedihan dimata orang yang dia cintai.
"Aku tidak apa-apa Mas, aku menangis karena bahagia. Bukan karena sedih, jadi jangan khawatir oke" jawab Soraya sambil mengusap air matanya yang mengalir dipipinya.
Lalu tangan Soraya terangkat dan membelai pipi Danu dengan sangat lembut. Danu menyambutnya dengan senyuman dan menggenggam tangan Soraya lalu mengecupnya lama.
__ADS_1