
Devon benar-benar menunggu nya dengan sangat setia juga memberikan apa yang dikatakan oleh Lulu. dia tidak wberajak sedikit pun untuk meninggalkan istrinya.
"Apa kamu menginginkan sesuatu sayang?" tanya Devon saat Lulu menatap nya tanpa berkedip.
"Aku tidak menginginkan apapun sayang, aku hanya ingin seperti ini saja" jawab Lulu dengan senyuman dibibirnya.
"Terimakasih ya sayang. Sudah sangat perhatian dan juga sangat menyayangi aku, aku sudah sangat merepotkan mu. Aku tidak bisa membalas nya dengan yang lain selain dengan bakti ku pada kamu sayang" ucap Lulu lagi.
Walau dia tahu jika Devon memang benar-benar sangat mencintai Lulu dengan sangat dalam. Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan dirinya.
"Kamu ini bicara apa sayang. Aku sama sekali tidak merasa direpotkan oleh kamu, justru aku merasa senang melakukan seperti ini. Aku bisa selalu dekat dengan kamu setiap saat" jawab Devon dengan menggenggam tangan Lulu yang tidak ada jarum infus nya.
"Aku berterimakasih banyak pada kamu sayang. Karena kamu masih mererima pria bre*gsek ini menjadi suami kamu. Kamu adalah wanita yang sempurna dimata ku dan juga dihati ku. Jadi jangan merasa sungkan atau rendah" ucap Devon lagi.
Dia berbicara panjang kali lebar. Karena dia tidak ingin jika Lulu merasa tidak percaya diri dan merasa rendah terus dimata nya. Devon berusaha untuk tidak membuat Lulu berada dititik itu.
.
Sedangkan Danu dan Soraya sudah sampai didepan kediaman nya. Mereka berdua disambut oleh bik Darmi dan mang Asep tentu nya.
"Selamat datang kembali Den Danu dan Nona Soraya dirumah" sapa bik Darmi pada pasangan muda yang sebentar lagi akan menjadi orang tua.
"Terimakasih bik atas sambutan nya" ucap Soraya dengan senyuman mengembang dibibir nya.
"Kami masuk dulu bik, Soraya harus segera istirahat" pamit Danu sebelum melangkahkan kaki nya menuju kamar utama.
"Silahkan den" jawab bik Darmi.
"Mereka semakin romantis saja ya bu" ucap mang Asep pada istri nya.
"Iya pak, semoga saja mereka selalu seperti itu dan selalu diberi kebahagiaan untuk mereka hingga tua nanti" jawab bik Darmi mendo'akan yang terbaik untuk keluarga majikan nya.
Dan diaminkan oleh mang Asep. Mereka berdua masuk kedalam. melanjutkan pekerjaan nya kembali.
Sedangkan didalam kamar utama Danu sedang bersiap untuk mandi, ternyata Soraya malah langsung terlelap tanpa membersihkan dirinya dulu.
"Sayang, kamu belum mandi. Kenapa sudah tidur?" tanya Danu sambil mendekati Soraya yang sedang terlelap.
Tapi tidak ada jawaban dari Soraya. Soraya begitu nyenyak nya, sehingga tidak terusik sedikitpun akan suara dari Danu.
"Apa kamu begitu lelah sayang, sampai-sampai kamu langsung tertidur sangat nyenyak sekali" gumam Danu dan membelai pipi Soraya yang masih terlelap.
__ADS_1
Danu membersihkan dirinya sebelum ikut bergabung dengan Soraya yang sudah tertidur lelap. Danu membersihkan dirinya lalu dia berinisiatif untuk membersihkan tubuh istrinya juga. Karena Soraya tidak akan nyaman jika tidak mandi.
Danu membuka seluruh pakaikan Soraya dan mengelap seluruh badan dan juga wajah nya. Danu dengan telaten melakukan nya, sehingga Soraya tidak terusik sedikit pun akan yang dilakukan oleh Danu pada seluruh tubuh nya.
Danu juga dengan cekatan mengganti pakaian Soraya dengan yang lebih nyaman. Danu memakaikan lingerie pada Soraya, walau lingerie nya yang biasa dan tidak terekspos seluruh nya. Tapi bisa membuat adik kecil nya bangun.
Soraya hanya menggeliatkan badan nya saja dan merubah posisi tidur nya. Menjadi membelakangi Danu. Danu membereskan wadah yang baru saja dia gunakan untuk menampung air hangat dan juga handuk kecil.
Setelah menyimpan nya barulah Danu bergabung dengan Soraya untuk tidur bersama mengarungi mimpi. Danu memeluk tubuh Soraya dengan sangat erat, juga penuh kasih sayang.
"Good night my wife" ucap Danu saat sudah merebahkan diri disamping Soraya.
Soraya tidak bergeming, dia masih asih asik terlelap dalam selimut tebalnya dan juga dalam pelukan hangat Danu.
.
Keesokan harinya seperti biasa, Danu akan pergi bekerja dipabrik. Dan Soraya selalu ikut dikemana pun Danu pergi.
"Sudah siap sayang?" tanya Danu pada Soraya yang sedang bersiap.
"Sebentar Mas, lagi pake hijab dulu" jawab Soraya yang sedang memakai hijab nya.
"Oke sayang aku tunggu diluar ya" ucap Danu sambil melangkahkan kaki nya menuju meja makan.
Setelah selesai sarapan Danu dan Soraya menuju pabrik dimana Danu bekerja sekarang. Saat baru memasuki pabrik banyak kariawan yang baru saja akan masuk dan mulai bekerja. Dan Soraya bertemu kembali dengan trio rese.
"Pagi Pak" ucap para kariawan memberi hormat pada Danu. Sedangkan pada Soraya mereka menatap sinis.
Danu dengan santai melangkahkan kaki nya menuju ruangan tangan nya tetap menggandeng tangan Soraya hingga masuk kedalam ruang kerja.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan jika aku tinggal untuk mengecek gudang?" tanya Danu saat Soraya baru saja duduk disofa.
"Iya Mas, tidak apa-apa" jawab Soraya sambil tersenyum.
"Baiklah. Jangan kemana-mana, aku akan segera kembali" ucap Danu dan langsung memeluk tubuh Soraya dan mencium kening juga bibirnya sekilas.
Soraya hanya menggelengkan kepalanya saja. Inilah keseharian dirinya dan Danu. Dia akan selalu ikut dikemana pun Danu pergi, karena Danu memang tidak bisa berjauhan dengan Soraya lebih lama.
.
Jika Soraya sedang berada didalam ruangan kerja Danu dan menunggu nya yang sedang memeriksa gudang. Didalam tempat pekerja lain nya sedang mengerjakan tugas nya masing-masing.
__ADS_1
Termasuk juga dengan trio rese yang selalu membuat masalah untuk yang lain. Seperti sekarang Silvia sedang mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan oleh kariawan lain.
Dia memaksa, jika tidak dituruti maka kariawan itu akan mendapatkan hukuman dan juga akan membuat nya dipecat.
"Minggir loe" ucap Silvia pada kariawan baru yang dia tidak suka.
"Tapi, ini kan pekerjaan saya kak" ucap kariawan tadi dengan pandangan tidak mengerti.
"Loe bisa kerjain yang lain kan. Kenapa loe perotes, mau gue aduin sama atasan supaya loe dipecat!" ucap Silvia dengan nada mengancam.
"Jangan kak, jangan bilang atasan. Saya sedang butuh pekerjaan ini" jawab nya dengan menunduk.
"Maka nya nurut. Sekarang pergi!" ucap nya lagi dengan mendorong nya hingga jatuh.
Semua yang menyaksikan tidak berani melawan atau ikut bicara. Jika ada yang berani maka mereka akan siap untuk dipecat tanpa uang pesangon dan juga jaminan kerja lain.
Rina yang mengetahui nya ingin sekali memberi nya pelajaran. Tapi pekerjaan nya sedang menumpuk, jika dia meladeni Silvia maka dia tidak akan bisa cepat mengerjakan semua nya.
"Dasar Mak Erot, gue bakalan bikin loe nggak akan bisa kerja disini lagi. Dengan seenak udelnya aja nyuruh orang buat ngerjain pekerjaan nya! Dasar" gerutu Rina sambil mengerjakan pekerjaan nya.
"Rin, kamu kan mempunyai sahabat istri nya Pak Danu. Kamu laporkan saja, karena yang seperti itu pantas untuk dibumi hanguskan dari muka bumi ini" ucap rekan kerja nya.
"Kamu kira dia apa? Sampe harus dibumi hanguskan?" tanya Rina.
"Hama pengganggu" jawab nya dengan nyengir kuda.
"Loe itu kalo ngomong suka, bener. Hihihi" ucap Rina sambil tertawa cekikikan.
Mereka berdua malah asik bergibah sambil kerja, yah walau Rina sudah ditinggalkan oleh kedua sahabat nya menikah tapi ternyata dia masih memiliki beberapa teman yang malah satu frekwensi. Sama-sama absurd.
Silvia kembali ketempat kerja nya setelah melihat pekerjaan nya sudah dikerjakan oleh kariawan lain. Dia seperti biasa akan mencari muka didepan pengawas lapangan.
Dia memang sedang mengincar pengawas yang memang masih muda dan juga keren. Dia adalah pengganti Devon yang beberapa waktu lalu sudah keluar karena dia harus kembali keperusahaan nya sendiri dan juga memboyong Lulu tentu nya.
"Silvia, semakin kesini kamu semakin parah saja ya pekerjaan kamu" ucap nya dengan nada merendahkan.
"Maksud Bapak apa? Saya sudah mengerjakan apa yang memang tugas saya. Kenapa Bapak berbicara seperti itu" ucap Silvia yang tidak terima akan ucapan pengawas tersebut.
Walaupun yang dikatakan nya itu adalah benar, dia tidak ingin jika nama nya jelek didepan umum.
"Kenapa? Apa kamu memang sudah bosan bekerja disini? Jika iya maka saya tunggu surat pengunduran dirimu dibagian HRD, jika tidak bersiaplah akan ku buat kau dipecat secara tidak hormat!" ucap nya dengan mengancam Silvia.
__ADS_1
Karena pengawas yang sekarang lebih tegas dari yang sebelum-sebelum nya. Jadi jika ada yang menurut nya pekerjaan atau pengerjaan nya asal-asalan maka bersiaplah akan mendapatkan ancaman yang telak.