
Setelah melakukan serangkaian periksa yang panjang dan gng terakhir kalinya adalah USG. Benar saja jika Rina sekarang sedang hamil, dan ternyata tidak cuman satu atau dua baby yang ada didalam rahimnya sekarang.
"Ada apa dok? Kenapa hanya diam saja?" tanya RSS Rudi saat melihat dokter Maya hanya diam saja saat melelihat layar monitor didepan nya.
Dimana ada empat titik yang ada didalam rahim pasien nya saat ini. Dia juga sudah sering memeriksa Ibu hamil yang hamil kembar. Tapi ini lebih dari tiga dan ini jarang sekali terjadi.
"Tidak apa-apa Pak. Hanya saja saya kaget, istri anda memang sedang hamil Pak. Lihat ini yang saya lingkari" jawab dokter Maya sambil mengarahkan alat USG nya diatas perut bagian bawah Rina.
"Itu adalah empat titik dok. Maksudnya apa?" tanya Rudi lagi yang tidak mengerti dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Ini menandakan jika calon baby anda kembar empat Pak. Selamat ya pak" ucap dokter Maya yang sudah selesai memeriksa Rina yang malah terlelap kembali dengan sangat nyenyak.
"Ap... Apa dok? Istri saya hamil kembar? Dan kembar empat?" tanya Rudi dengan tatapan tidak percayanya dan juga merasa syok.
Tapi beberapa saat kemudian dia tersenyum dan juga menangis dalam waktu bersamaan. Dia terharu dan juga sangat bahagia, penantian nya ingin memiliki keturunan dan sekarang bukan hanya satu atau dua saja calon baby nya. Melainkan ada empat, lebih dari ekspetasi nya.
"Iya Pak, selamat ya. Nanti bulan depan kembali lagi kemari untuk pemeriksaan ulang dan rutin setiap bulan. Ini saya kasih resep untuk vitamin dan juga penguat kandungan untuk Ibu hamil, saya juga berikan obat mual muntah juga. Takutnya nanti istri anda mengalami morning sickness" jelas dokter Maya yang memberikan resep obat untuk Rina konsumsi.
"Terimakasih dokter. Saya akan menebusnya dulu. Tapi... Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, tapi... Tidak jadi saja" ucap Rudi yang merasa bingung dengan apa yang akan dia tanyakan. Karena ini akan menjurus pada melakukan olahraga ranjang nantinya. Rudi merasa segan menanyakan hal itu pada dokter Maya.
"Tanyakan saja Pak. Takutnya nanti malah membuat and tidak tenang sendiri, semua para suami dan juga calon Ayah pasti akan bertanya tentang kehamilan dan juga lain-lain" ucap dokter Maya dengan senyuman ramahnya.
"Begini dok, apa selama kehamilan saya boleh melakukan nya pada istri saya? Saya takut jika nanti akan melukai mereka yang ada didalam sini" tanya Rudi dengan suara terbata-bata menahan malu. Karena menanyakan hal memalukan seperti itu, apa lagi Rina malah terlelap sangat nyenyaknya.
"Itu tidak apa-apa Pak, selagi kondisi Ibu dan janin baik-baik saja dan juga sehat dua-duanya tidak masalah. Tapi jangan terlalu sering juga melakukan nya, karena nanti apa yang ditakutkan bisa terjadi. Lakukanlah seminggu dua kali saja Pak, dan mohon maaf sebelumnya. Jika sedang berhubungan sebaiknya s***ma Bapak jangan dibuang didalam atau anda bisa menggunakan pengaman seperti k***om. Apa sejauh ini yang saya jelaskan anda sudah faham dn mengerti? Karena jika sering disirami pada trimester pertama takutnya akan ada masalah pada janin didalam rahim istri anda" jawab dokter Maya menjelaskan panjang lebar pada Rudi yang mendengarkan dengan seksama.
Walau malu tapi mau bagaimana lagi. Dia adalah pria normal dan pastinya menginginkan hal-hal itu jika sedang berdekatan dengan Rina, istrinya.
"Jadi masih bisa melakukan nya dan tidak boleh terlalu sering?" tanya Rudi lagi supaya dia semakin jelas lagi.
"Iya Pak. Ada lagi yang mau ditanyakan?" jawab dokter Maya ramah dan dia bertanya lagi jika masih ada yang ingin ditanyakan oleh calon Ayah baru ini.
"Sudah jelas dokter. Saya dan istri saya permisi" ucap Rudi yang langsung menggendong Rina keluar ruangan periksa khusus Ibu hamil.
"Bagaimana hasilnya Rud?" tanya Ibunya yang sudah tidak sabar lagi ingin tahu apa hasilnya.
__ADS_1
"Nanti Rudi jelaskan ya Buk dirumah. Rudi mau tebus obat dulu" jawab Rudi yang langsung melangkahkan kakinya menuju apotik untuk menebus obat yang diersepkan oleh dokter Maya.
Ibu dan Ayah nya mau tidak mau menahan rasa penasaran nya pada Rudi akan kondisi Rina sekarang. dia mencoba tenang untuk mendengarkan penjelasan dari Rudi setelah sampai dirumah.
Setelah selesai dengan obat dan juga langsung pulang. Dengan Rina yang masih tidur seperti orang pingasan, dia sama sekali tidak terusik sedikitpun juga saat dia digendong kesana kemari oleh Rudi.
"Rina masih tidur Rud?" tanya Ibu yang sudah duduk diruang keluarga bersama dengan Ayah yang sengaja menunggu Rudi menjelaskan semuanya pada mereka.
"Masih Bu, mungkin dia memang sangat lelah sehingga masih terlelap. Rudi cuman mau bilang jika yang dikatakan oleh dokter tadi semuanya benar Bu, Yah. Rina hamil sekarang" ucap Rudi yang sengaja menjeda ucapan nya.
"Alhamdulilah, Yah. Kita akan memiliki cucu Yah" ucap Ibu heboh dan sangat bahagia mendengar jika sebenar lagi mereka akan memiliki seorang cucu.
"Iya Bu, Alhamdulilah. Bagaimana keadaan nya sekarang? Apa semuanya baik-baik saja Rud? Apa tidak ada masalah kan dengan yang terjadi pada Rina sekarang?" jawab Ayah pada Ibu dan Ayah menanyakan nya langsung pada Rudi dengan berbagai pertanyaan yang keluar dari mulut Ayah Suryo.
"Alhamdulilah semuanya sehat dan baik-baik saja. Bahkan Ibu dan Ayah tidak hanya memiliki satu cucu" ucapan Rudi yang dipotong oleh Ibunya.
"Jadi maksud kamu Rina hamil anak kembar gitu Rud?" tanya Ibu saat menyela ucapan Rudi tadi.
"Iya Bu" jawab Rudi yang menyerahkan foto USG Rina tadi pada kedua orang tuanya.
Tidak jauh berbeda dengan Ibu, Ayah juga sama bingungnya. Karena dia hanya melihat ada empat titik yang dilingkari dan mereka berdua tidak tahu apa-apa dalam hal USG.
"Ini adalah calon cucu-cucu Ibu dan Ayah. Mereka bukan hanya kembar dua, melainkan kembar empat Bu, Yah" jelas Rudi yang membuat kedua orang tuanya melotot sempurna mendengar ucapan dari Rudi pada mereka berdua.
"Apa... Apa maksud kamu Rud? Jadi kamu akan langsung memiliki anak empat? Jadi Rina sedang hamil kembar empat?" tanya Ibu dengan tatapan masih melotot tidak percaya dengan pendengaran nya. Rudi hanya mengangguk mengiyakan ucapan dari Ibunya.
"Yah, kita akan langsung memiliki banyak cucu. Kita bisa bermain dengan mereka nanti Yah" ucap Ibu yang langsung memeluk Ayah Suryo saking senangnya mendengar kabar kehamilan Rina.
"Alhamdulilah Ya Allah. Engkau mengabulkan do'a kamu yang menginginkan seorang cucu, Engkau malah memberikan lebih dari satu kepercayaan pada kami semua. Terimakasih Ya Allah" ucap Ayah yang langsung berlutut dan bersujud saking senangnya mendengarkan kabar bahagia ini.
Begitu juga dengan Ibu dan Rudi yang melakukan hal yang sama dengan kedua orang tuanya. Mereka bertiga menangis haru mendengar kabar bahagia ini. Bahkan keduanya sudah berniat akan memberikan sumbangan pada panti asuhan yang ada didekat mereka dan juga orang-orang yang membutuhkan bantuan dari mereka.
"Kita harus mengadakan syukuran Rud. Ibu sangat senang sekali mendengar kabar menggembirakan juga anugrah dari Allah untuk kita semua" ucap Ibu yang sudah sangat antusias menyambut para cucu-cucu mereka.
"Jangan dulu Bu, nanti saja setelah empat bulan. Sekalian syukuran empat bulanan kehamilan Rina. Dan itu juga sebentar lagi, karena sekarang usia kehamilan Rina sudah tiga bulan. Kita hanya menunggu satu bulan lagi" ucap Rudi yang tidak ingin jika istrinya kelelahan sekarang karena mengadakan syukuran.
__ADS_1
"Baiklah. Ibu akan mempersiapkan semuanya dari sekarang untuk acara empat bulanan mantu Ibu" jawab Ibunya yang langsung pergi menemui Rina yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Biarkan saja Rud. Ibu kamu memang sudah sangat lama menantikan kehadiran seorang cucu. Begitu juga dengan Ayah yang sangat menantikan hal itu" ucap Ayah menahan tangan Rudi yang akan melangkah untuk mengejar Ibunya.
"Iya Yah. Rudi juga sama antusiasnya menyambut kehadiran mereka semua. Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar dan mereka semua sehat sampai persalinan kelak. Amiin" ucap Rudi yang diamankan juga oleh Ayah nya.
Mereka berdua berbincang-bincang hangat berdua. Hingga mereka berdua melihat Rina yang sudah segar dengan penampilan nya yang sedikit berbeda. Apa lagi dibagian perutnya yang sudah terlihat sangat besar jika untuk usia kandungan tiga bulan.
"Pelan-pelan sayang jalan nya" ucap Ibu yang sedang menuntun Rina berjalan menuruni anak tangga.
"Rina bisa sendiri Bu, lagian Rina nggak apa-apa kok Bu. Kenapa Rina harus dituntun seperti orang yang sedang sakit keras?" tanya Rina yang memang selalu bicara apa adanya yang dia ingin berbicarakan.
"Kamu tetaplah harus selalu berhati-hati. Ibu sudah memerintahkan bibik untuk memindahkan barang-barang kamu untuk tinggal dikamar bawah saja. Supaya tidak harus naik turun tangga" ucap Ibu mertuanya yang membuat Rina semakin bingung dan berfikiran macam-macam akan kondisi kesehatan nya sendiri.
"Iya Bu" jawab Rina yang sekarang sudah sampai dilantai dasar dan sekarang sedang duduk disamping Rudi yang menyambutnya untuk duduk disampingnya sekarang.
"Mas, sebenarnya aku kenapa sih? Kenapa sejak aku diperiksa oleh dokter dan dibawa kerumah sakit sikap Mas dan Ibu berubah. Seperti sedang sangat khawatir padaku? Apa ada yang Mas sembunyikan dari ku?" tanya Rina dengan tatapan menyelidik dan juga penuh dengan tanya.
"Kami semua tidak menyembunyikan apa-apa dari kamu sayang. Justru kami sangat bahagia dan kamu juga pasti akan sangat bahagia jika mendengarnya. Tapi sebelum itu kamu harus selalu berhati-hati dan mendengarkan apa yang Ibu katakan. Jika kita akan pindah dikamar bawah saja supaya tidak naik turun tangga seperti tadi" ucap Rudi yang membuat Rina semakin bingung dan juga tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka.
"Mas, bicara saja terus terang. Jangan membuat aku semakin pusing, apa yang ingin Mas bilang?" tanya Rina yang tidak mau bicara muter-muter tidak jelas.
"Oke, oke. Maaf jika membuat kamu pusing mendengarnya. Kamu sekarang sedang hamil sayang, dan kita akan memiliki anak kembar. Bukan hanya dua atau tiga, tapi empat" jelas Rudi yang membuat Rina mengerjapkan matanya berulang kali mendengar ucapan dari suaminya.
"Ada empat??? Banyak banget Mas? Sudah seperti kucing saja aku hamil sebanyak itu. Pantas saja aku gampang lapar dan perut aku sebesar ini. Alhamdulilah, semua harapan kita terwujud ya Mas. Jika kita akan memiliki momongan, Allah memang Maha baik. Kita hanya meminta satu, tapi Allah memberikan empat" ucap Rina yang tidak henti-hentinya mengusap perutnya yang sudah membuncit.
Semua orang sangat bahagia dan juga sangat senang. Apa lagi mereka melihat Rina yang juga sangat bahagia dibandingkan mereka semua. Apa lagi tingkahnya yang selalu konyol dan membuat semua orang semakin gemas dan juga sangat terbibur dengan semua yang dikatakan oleh Rina.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya up tiap hari untuk season 2 SUAMIKU TERNYATA ORANG KAYA 😊😊😊