Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Menerimanya


__ADS_3

Devon sudah membuat kesalahan yang sangat fatal. Membuat istrinya pergi apa lagi dalam kondisi sedang hamil muda. Dia tadi mendapat telpon dari Ibu mertuanya untuk menanyakan keadaan Lulu dan juga baby nya.


Dan Devon hanya menjawab baik semuanya. Dia jadi tahu jika istrinya tidak pulang kampung. Apa yang akan dia lakukan sekarang jika sudah seperti ini.


"Sayang, kamu dimana? Aku sangat mengkhawatirkan kamu, apa kamu dan baby baik-baik saja? Please jangan membuat aku semakin tidak karuan seperti ini" ucap Devon yang masih. Menatapi layar ponsel nya. Dimana ada foto nya dan juga Lulu yang menjadi wallpaper diponselnya.


Dia benar-benar sudah tidak bisa berfikir jernih. Dia tidak tahu harus berbuat apa, yang pasti dia akan berusaha untuk mencari istrinya yang pergi entah kemana.


Saat sedang kalut memikirkan kemana Lulu pergi dia dihibur oleh gadis kecil yang memang sangat bisa untuk membuat orang merasa nyaman. Rasa nyaman yang sama seperti pada Lulu.


"Lulu, wanita yang sangat sederhana dan juga baik hati" gumam Devon dengan suara sangat kecil. Bahkan orang disampingnya saja tidak bisa mendengarnya.


"Dad, apa Daddy sudah menerima Fia?" tanya gadis kecil yang menyebut dirinya Fia.


"Iya" jawab Devon dengan senyuman tipis dibibir nya.


"Yey... Thank you Dad" ucap nya langsung memeluk Devon yang berada disamping nya.


Devon diam mematung. Dia tidak tahu harus apa dan bagaimana, dia tidak mungkin menyakiti gadis kecil tanpa tahu apa-apa ini. Apa lagi masalah orang dewasa yang sangat sulit.


"Dad, Fia senang Daddy mau menerima Fia. Fia sangat ingin memiliki seorang Daddy, Mommy tidak pernah memberitahu jika Fia masih memiliki Daddy. Mommy suka bilang, jika Daddy sudah pergi jauh... banget. Jadi Fia tidak bisa bertemu, tapi Fia berdo'a pada Tuhan supaya bisa bertemu Daddy. Dan Tuhan mengabulkan do'a Fia, bisa bertemu dengan Daddy" ucap anak kecil yang berbicara panjang lebar menceritakan kisah hidupnya.


Devon masih saja diam, tapi dia memeluk tubuh kecil itu yang terkesan sangat kurus untuk anak seusianya. Devon mendengar isak tangis dari anak yang sedang dia peluk.


'Dia anak ku, dia tidak bersalah apa-apa. Akulah yang bersalah dalam semua ini, aku akan menjagamu nak. Daddy, Daddy akan membuat kamu bahagia bersama dengan Daddy' ucapan yang tidak bisa keluar dari mulutnya, hanya bisa dia ucapkan dalam hati nya saja.


"Dad, Daddy tidak akan marah-marah kan sama Fia? Fia takut jika Daddy marah-marah, Fia tidak mau dimarahi lagi oleh Mommy karena tidak menurut dan tidak menjadi anak baik. Mommy juga sering memu*ul Fia jika Fia meminta ditemani tidur, padahal. Fia merasa takut karena habis mimpi buruk, tapi Mommy tidak percaya sama yang Fia katakan. Mommy marah-marah dan juga memu*uli Fia hingga Fia bobok" ucap nya sambil terisak dalam pelukan Devon.


'Bre*gsek! Dia tiga memukuli anak sekecil ini hingga tidak sadarkan diri. Benar-benar jal**g sia*an! Aku akan membuat nya merasakan juga bagaimana rasanya dipu*uli' geram Devon yang mendengar cerita memilukan dari putrinya. Ya, Devon sudah menerima Fia sebagai putrinya.


"Apa Fia ingin Daddy melakukan sesuatu untuk Fia?" tanya Devon pada Fia yang masih memeluknya dengan erat.


Fia langsung melepaskan pelukan nya dan menatap wajah sang Daddy sambil mengusap air matanya yang mengalir dipipinya, lalu tersenyum dan mengangguk.


"Apa yang Fia inginkan dari Daddy?" tanya Devon lagi ikut menghapus air mata dipipi Fia.


"Fia ingin selalu bersama Daddy. Fia tidak ingin bersama Mommy" ucapnya dengan menunduk takut jika Devon marah padanya.

__ADS_1


"Apa Fia yakin hanya itu keinginan Fia?" tanya Devon dengan kengangkat wajah anak kecil yang memang sangat mirip dengan dirinya waktu kecil.


"Iya" jawab Fia dengan mengangguk.


"Baiklah, Daddy akan mengabulkan keinginan Fia supaya bisa bersama dengan Daddy. Tapi Fia harus berjanji menjadi anak baik dan patuh pada Daddy? Oke" ucap Devon sambil mencolek hidung mungil Fia.


"Iya, Fia berjanji" jawab Fia lalu menyodorkan jari kelingkingnya dan disambut oleh Devon. Mereka berdua tertawa bersama dengan saling memeluk satu sama lain.


Sedangkan Sofia sedang sibuk mengatur kata-kata nya supaya Devon mau menikahinya dengan resmi dan secepatnya. Dia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menjadi Nyonya Devon Tomlinson. Dia sangat senang membayangkan nya.


Bagaimana jika itu terjadi. Maka disini Devon adalah pria yang sangat bod*h! Membuang berlian dan memungut kerikil yang tidak ada gunanya.


.


Sedangkan Rina dan Lulu sekarang sedang sarapan bersama dikamar kos nya. Sambil nunggu Lulu mau menceritakan apa yang terjadi pada nya dan juga Devon.


"Lu, kamu yakin akan tinggal disini dulu sampai kamu tenang?" tanya Rina dan diangguki oleh Lulu.


"Aku sih tidak masalah. Tapi yang jadi masalah jika aku kerja dan Ibu kamu ingin kesini gimana? Aku tidak mau berbohong loh sama Ibu kamu" tanya Rina lagi.


"Kasih ide kek Lu, jangan diem mulu. Udah kayak ayam kena flu diem mulu" ucap Rina dengan memanyunkan bibirnya.


"Rin, mana ada ayam kena flu. Kamu ini ada-ada saja kalo ngomong" jawab Lulu. Yang baru mau mengeluarkan suaranya.


"Nah gitu dong, ngomong. Kan gue jadi seneng lihatnya, gue nggak seperti sedang bicara sama orang ga*u" ucap Rina dengan cengengesan.


"Kamu ini Rin, dari dulu masih saja seperti ini. Tidak pernah berubah" jawab Lulu dengan senyuman tipis dibibir nya.


"Loe nggak tahu saja keadaan gue beberapa bulan yang lalu. Gue sudah seperti bukan diri gue sendiri" ucap Rina sambil menatap wajah Lulu yang sembab dan juga matanya merah dan bengkak.


"Kenapa bisa? Apa alasan kamu berubah?" tanya Lulu yang penasaran.


"Ish, loe ini. Gue yang nanya lebih dulu, kenapa loe malah balik nanya masalah gue? Asem loe" jawab Rina dengan tepukan sayang dipaha Lulu.


Sedangkan Lulu yang ditanya malah diam saja. Dia sepertinya belum bisa menceritakan pada siapa pun, termasuk Rina mungkin. Mungkin Lulu belum siap jika dia harus bercerita pada Rina dan Rina akan marah besar juga akan memberikan pelajaran pada Devon.


"Eh malah bengong lagi nih anak. Loe kenapa sih Lu? Gue bingung tahu. Loe itu sebenarnya ada masalah apa sama dia hingga loe kabur kayak gini?" tanya Rina tidak pernah bosan mengulang-ulang perkataan nya.

__ADS_1


"Jika menikah akan serumit ini gue jadi ogah ya buat married" ucap Rina kembali dengan bergidik ngeri.


Lulu menghadiahkan pi*ulan lumayan keras pada lengan Rina. Pasalnya Rina tidak mau menikah, karena dia tidak mau terjadi pada pernikahan nya kelak.


"Kalo ngomong kamu nggak pake Bismilah dulu sih. Jadi asal jeplak aja, sudah kaya elpiji 3kilo" ucap Lulu sambil menggerutu.


"Nah, ini baru sahabat gue. Dia sudah kembali" ucap Rina heboh sudah bisa melihat senyuman tipis dari Lulu. Walau hanya tipis itu sudah lebih baik, dari pada tidak sama sekali.


.


Sedangkan dikamar sebelah Rudi sedang mendengarkan ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Rina dan teman nya itu. Dia merasa heran, bukankah sahabat Rina semuanya sudah menikah? Kenapa dia ada disini?


Berbagai macam pertanyaan berkeliaran dikepala nya. Dia mau bertanya, takutnya Rina akan semakin menjauhi nya. Apa yang harus dia lakukan? Entahlah Othor juga tidak tahuπŸ˜πŸ™Š


"Apa yang sedang mereka bicarakan berdua? Kenapa semakin tidak terdengar?" gumam nya pada dirinya sendiri.


"Aku harus mencari tahu. Siapa tahu aku bisa dekat dengan Rina dan segera untuk bisa memilikinya. Semoga saja, Amiin" ucapnya sambil mengusap mukanya dengan kedua telapak tangan nya seperti habis berdo'a.


"Sekarang aku harus pergi dulu. Aku harus bertemu dengan pengawas lapangan yang ditugaskan oleh perusahaan pusat" gumam Rudi, lalu bersiap mengenakan pakaian formalnya.


Walau dia akan meninjau proyek, dia akan tetap menggunakan pakaian formal. Karena dia harus professional dalam pekerjaan nya.


Rudi sudah siap untuk berangkat. Begitu pula dengan Rina yang juga akan pergi kerja, dia seperti melihat seseorang yang dia kenal berada didekat sini.


"Apa mungkin dia ada disini? Ah, mungkin aku salah lihat" ucap Rina lalu melangkahkan kaki nya menuju pabrik tempatnya bekerja.


Sedangkan Rudi bersembunyi supaya Rina tidak tahu. Untung saja dia sadar jika Rina juga keluar dari kamar kos nya. Dan untuk saat ini dia selamat, entah untuk yang lain nya.


.


.


.


Othor sudah up banyak bab ya reader kesayangan Othor... Sekarang Othor yang meminta untuk like, komen, vote dan hadiahnya.....


Supaya Othor makin semangat buat selalu up banyak....

__ADS_1


__ADS_2