Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Masalalu Devon


__ADS_3

Rio keluar dari ruangan kerja Danu dengan langkah yang gontai. Dia benar-benar harus bisa menjaga kepercayaan juga bisa berlaku professional.


"Huh, nasib jadi orang kepercayaan Bos ya seperti ini " gumam Rio memasuki ruangan nya sendiri.


Rio mengerjakan pekerjaan nya hingga hari menjelang sore. Rio pulang dengan sangat gontai menuju rumah nya. Sekarang rumah Rio sudah direnofasi menjadi lebih besar. Dia juga sudah meraih gelar S1 dengan nilai yang sangat bagus.


Sehingga lebih cepat lulus dari waktu yang seharusnya. Rio memasuki rumah yang terlihat sangat sepi. Dia heran, kenapa rumahnya sepi seperti tidak berpenghuni? Lalu dia dikagetkan oleh Ria yang juga baru memasuki rumah.


"Dor!! Kenapa kakak malah bengong disini?" tanya Ria yang melihat kakak nya berdiri didepan pintu.


"Kamu ini. Kenapa suka sekali mengagetkan kakak hmm?" ucap Rio sambil mengacak-ngacak rambut Ria.


"Aku suka melihat kakak kaget" jawab Ria sambil melarikan diri dari sang kakak.


"Dasar anak itu. Sudah besar masih saja seperti anak kecil" gumam Rio lalu memasuki kamar nya.


Dia merebahkan dirinya diatas ranjang nya. Dia menatapi langit-langit kamarnya yang dominasi warna putih.


"Bapak, Ibu. Aku sudah bisa membuat adik-adik tidak kesusahan lagi, aku bisa membuat mereka mengejar mimpinya sesuai keinginan mereka semua" gumam Rio sambil menerawang keatas.


Lalu Rio dikagetkan oleh kedatangan adik-adik nya yang memasuki kamarnya.


"Kakak, kenapa dipanggil-panggil tidak menyahut sih! Bikin kita semua kawatir saja" gerutu Ria saat sudah memasuki kamar sang kakak dengan kedua adiknya.


"Kalian ini, tidak bisa apa membiarkan kakak istirahat sejenak! His, sudah sana keluar. Kakak mau mandi" ucap Rio mengusir ketiga adiknya.


"Kakak menyebalkan" ucap ketiganya dan keluar dengan menghentakkan kaki nya.


"Dasar kalian. Sudah besar juga masih saja bertingkah seperti anak kecil" ucap Rio menggeleng-gelengkan kepala nya.


.


Sedangkan Danu pulang seperti biasa disambut oleh dua orang kesayangan nya. Siapa lagi jika bukan Soraya dan baby AL.


"Wah, anak Papa sudah sangat tampan dan juga wangi" ucap Danu mengambil alih menggendong baby AL.


"Iya dong Pa, masa menyambut Papa tidak wangi sih" ucap Soraya sambil tersenyum dan tangan nya mengambil tas kerja Danu, lalu tangan yang satu lagi menggandeng tangan Danu.


"Kamu sudah pulang Dan?" tanya Mama Rena yang sedang duduk disofa dengan membaca majalah ruang tamu.


"Iya Ma" jawab Danu.


"Kami masuk dulu ya Ma" ucap Soraya masing bergelayutan dilengan Danu.


Mereka melangkahkan kaki nya menuju kamarnya. Danu mengajak anak nya bermain, sedangkan Soraya menyiapkan air hangat untuk Danu mandi.

__ADS_1


"Pa, air nya sudah siap. Mandi dulu gih, baru boleh main lagi sama baby AL" ucap Soraya pada Danu yang masih asik bermain dengan putra nya.


"Iya Mama sayang, Papa akan mandi. Jika tidak keberatan Papa mau dimandiin oleh Mama" jawab Danu lalu menggoda istrinya yang sedang menatapnya.


"Ish, sudah punya anak juga. Masih saja mesum" ucap Soraya sambil mencubit gemas perut kotak-kotak suaminya.


"Aw, ampun sayang. Aku serius" ucap Danu sambil menatap wajah teduh Soraya.


"Tapi Mas" belum sempat melanjutkan ucapannya, Soraya sudah disosor lebih dulu.


Awalnya Soraya menolaknya, lama kelamaan dia terbuai juga oleh godaan seorang Danu. Danu meletak kan anak nya dibawah, supaya tidak jatuh lalu dia berbicara pada putra nya yang masih bayi.


"Boy, Papa mau dimandikan oleh Mama dulu. Jangan rewel oke" ucap Danu pada baby AL.


Baby AL hanya tertawa dan berceloteh seperti bayi pada umumnya. Dia seakan mengerti apa yang diinginkn oleh sang Papa.


"Mas, kamu ini mengajari yang tidak-tidak pada putra mu" ucap Soraya protes akan yang diucapkan oleh Danu pada baby AL.


"Ini urgent sayang" jawab Danu yang sudah tidak sabar lagi.


Dia membawa Soraya menuju bathroom untuk melakukan kegiatan panas mereka disela waktu putra nya sedang anteng.


Mereka berdua benar-benar melakukan nya didalam sana. Entah dengan gaya yang bagaimana, yang jelas pendengaran baby AL sudah ternodai oleh kelakuan Mama dan Papa nya yang tidak ada ahlak.


Baby AL dengan sangat anteng nya bermain mengunggu permainan Papa dan Mama nya selesai. Hingga baby AL tertidur diatas karpet bulu didalam kamar.


"Sayang, kalian istirahat lah yang nyenyak" ucap Danu lalu beranjak pergi dari kamarnya.


"Kamu seger banget dan?" tanya Mama Rena saat berpapasan dengan putra nya.


"Iya harus Ma" jawab Danu sambil berlalu dari hadapan Mama Rena.


"Dasar anak itu. Pasti habis mendapatkan jatah sampai senyum-senyum sendiri tidak jelas" gumam Mama Rena sambil berlalu juga.


.


Sedangkan Lulu saat ini sedang sangat dimanjakan oleh Devon. Pasalnya Devon tidak membiarkan istrinya untuk terlalu lelah. Devon juga sudah mengambil cuti untuk kuliah Lulu.


Lulu hanya berdiam diri dan selalu dilayani oleh pelayan yang sengaja Devon sewa untuk menjaga istri tercinta jika dia tidak ada dirumah.


"Sayang, aku ingin keluar. Masa aku tidak boleh keluar rumah sih" protes Lulu pada Devon yang masih duduk disamping nya.


"Sayang kamu harus banyak istirahat dulu untuk saat ini. Tidak boleh keluar selama kehamilan kamu masih rentan seperti ini. Jika kamu membantah maka, akan aku hukum supaya kamu memang tidak bisa berjalan kembali. Bagaimana?" ucap Devon memberikan ancaman yang telak untuk Lulu.


Lulu mau tidak mau ya harus menuruti nya. Jika tidak pasti akan berakhir dia menjadi dadar gulung.

__ADS_1


"Iya, aku patuh" jawab Lulu sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Nah, itu baru terbaik. Dan jadi semakin cinta aku tuh... " ucap Devon sambil menangkup kedua pipi Lulu yang sudah semakin cubby.


"Sudahlah, aku mau tidur. Jangan menggagu ku!" ucap Lulu langsung merebahkan tubuh dan menutup seluruh badan nya dengan selimut tebalnya. Dan hanya rambutnya saja yang terlibat.


"Istilahat lah sayang" ucap Devon. Lalu dia mengerjakan pekerjaan nya yang dia bawa pulang.


Lulu begitu mudah untuk tertidur. Karena semenjak hamil dia suka sekali tidur dan hanya bermalas-malasan diatas ranjang saja.


Hingga Devon menerima panggilan entah dari siapa. Dia menjauh dari Lulu yang masih tidur. Devon berbicara dengan nada seperti takut seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.


Devon langsung bergegas pergi, dia tidak pamit atau bilang pada pelayan yang ada dirumah. Devon dengan tergesa-gesa keluar rumah mengendarai mobilnya.


Hingga dia sampai disebuah cafe yang lumayan ramai pengunjung. Ternyata disana sudah menunggu seseorang dengan anak kecil mungkin sekitaran umur 4 atau 5 tahun.


Dia seorang wanita. Dan wanita itu mengaku jika dia membawa anak kandung dari Devon. Devon tidak percaya begitu saja pada wanita itu. Dia memang sudah lama tidak mendengar kabar atau apa pun dari nya setelah kejadian itu.


"Kamu jangan mengada-ngada. Kamu pasti bohong kan! Dia pasti bukan anak ku" ucap Devon menyangkal nya.


"Apa kamu tidak bisa melihat jika dia ini sangat mirip dengan mu" jawab wanita yang duduk dengan nya.


"Itu tidak mungkin. Kamu berbohong" ucap Devon lagi tidak percaya.


"Coba kamu ingat-ingat Dev. Kapan terakhir kalinya kita bertemu dan berhubungan. Apa kamu masih ingat? 5, 5 tahun yang lalu Devon. Jadi usia anak ini sudah 4tahun lebih, dan ini. Ini hasil tes DNA nya, bisa kamu baca dengan teliti. Itu semua asli" ucap wanita itu dengan bersungguh-sungguh.


Dia menjelaskan semuanya pada Devon. Sampai Devon tidak bisa berkata-kata lagi, dia tidak tahu harus berbuat apa. Sekarang istrinya sedang hamil muda, jika melihat ini semua atau mengetahui nya. Entah apa yang akan terjadi.


Devon langsung saja pergi dan diikuti oleh wanita yang mengaku sebagai Ibu kandung dari anak kecil yang diduga adalah anak Devon.


"Aku sudah berkeluarga. Dan sekarang istriku sedang hamil, jadi jangan pernah mengganggu ku. Jika kamu butuh uang, akan aku berikan berapa pun yang kamu inginkan. Tapi jangan pernah mendatangi ku atau kerumah ku!" ucap Devon penuh dengan penekanan.


"Oh, pantas saja kamu tidak mau mengakui anak ku. Karena kamu sudah memiliki anak sah begitu? Hebat kamu Dev, hebat. Aku akan bilang pada nya jika aku ini juga berhak atas dirimu juga dengan anak ku. Jika kamu tidak membiarkan aku ikut dengan kamu, maka bersiaplah untuk kehilangan anak dalam kandungan istri kamu itu" Jawab nya tidak kalah menantang Devon.


Diaemang mengingin kan status yang jelas. Apa lagi keluarga nya sudah nangkring. Dia ingin menjerat mantan nya tapi tidak bisa. Dia selalu menghindari nya. Bahkan selalu memberi nya ancaman yang membuatnya tidak bisa untuk mendekatinya kembali.


.


.


.


Siapa ya wanita yang mengaku menjadi masalalu Devon dan memiliki seorang anak juga???


Yuk ikuti terus kisah selanjutnya...

__ADS_1


Othor receh mau mengiba dong... Tinggalkan like dan komentarnya....


Juga hadiah dan vote seiklasnya.... 😖😖😖


__ADS_2