Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Bertanya pada hati (Rina & Rudi)


__ADS_3

setelah kepergian Sofia, Lulu, Devon, Rina dan Rudi duduk saling berhadapan satu sama lain. Tapi semuanya belum ada yang berbicara satu orang pun hingga Rina yang selalu heboh dan banyak bicara buka suara.


"Apa kita semua akan diam seperti ini hingga malam menjelang? Apa hingga pagi lagi?" ucap Rina sambil menatapi semuanya bergantian.


"Baiklah, aku akan menanyakan hal yang penting padanya kalian semua dan dijawab dengan jujur" ucap Rudi. Dan diangguki oleh ketiganya.


"Begini. Maaf bukan nya maksud saya ikut campur dalam masalah kalian semua. Tapi ada hubungan apa kalian, terutama anda Tuan Devon?" tanya Rudi penasaran.


"Saya tidak ada berkewajiban untuk menjawab pertanyaan dari anda Tuan Rudi yang terhormat" jawab Devon dengan nada tidak bersahabat.


"Jika anda tidak menjawab juga tidak masalah. Saya hanya mau sekedar mengingatkan anda supaya lebih berhati-hati pada wanita tadi" ucap Rudi tak kalah sengit nya.


"Apa urusan nya dengan anda jika saya tidak berhati-hati? Saya bisa mengurus diri saya sendiri. Jadi jangan ikut campur" ucap Devon tidak ingin ada yang tahu masalah nya dengan Sofia atau Lulu.


"Maaf. Kalau begitu saya akan membawa wanita saya" ucap Rudi langsung menggandeng tangan Rina.


"Eh Om, maksudnya apa. Main tarik-tarik saja?" tanya Rina saat digenggam tangan nya.


"Saya mau membawa kamu untuk bertanggung jawab" jawab Rudi dengan nada tegasnya.


"Eh, enak saja. Saya kan tidak ngapa-ngapain Om, kenapa musti tanggung jawab segala. Aneh nih orang, hamil kagak main minta tanggung jawab segala" ucap Rina dan sambil menggerutu sepanjang jalan.


"Oh, jadi harus hamil dulu baru bisa tanggung jawab?" tanya Rudi pada Rina.


"Iya. Eh bukan, bukan gitu maksud aku Om. Kenapa jadi ribut gini sih masalah nya" ucap Rina sambil menghentak-hentak kan kaki nya.


Rudi hanya tersenyum tipis melihat tingkah Rina yang seperti ini.


"Ternyata kamu bisa salah tingkah juga rupanya?" tanya Rudi yang tiba-tiba menatap wajah Rina dengan senyuman nya dan mengusap pipi Rina dengan sangat lembut.


Rina salah tingkah dibuatnya, dia baru kali ini mendapatkan perlakuan manis seperti ini lagi dari seorang pria. Ya, tidak bisa dipungkiri jika Rina merasa sangat nyaman juga salah tingkah.

__ADS_1


Pipi nya terlihat merona, dan juga terlihat malu-malu. Rudi menjadi semakin gemas. Pengen ngarungin dan dibawa langsung pulang. Tapi itu tidak mungkin kan, karena jika Rudi melakukan nya yang ada dia sendiri yang dibuat babak belur oleh Rina.


"Maksud Om apa? Jika macam-macam aku akan membuat Om seperti pria tadi yang belum sembuh itu. Mungkin akan lebih parah darinya" ancam Rina yang menutupi rasa gugup nya juga detak jantung nya yang sangat tidak normal.


'Aduh tung, jantung. Kenapa kamu berdetak tidak karuan sih? Gue kan jadi malu, tolong dong normal' gumam Rina dalam hati.


Mana berani dia bicara seperti itu didepan orang lain. Walau dia terkenal suka asal jeplak jika berbicara, tapi entah kenapa jika berbicara dengan Rudi membuatnya salah tingkah.


"Silahkan saja jika berani. Saya akan membuat kamu bertanggung jawab seumur hidup kamu" tantang Rudi dengan penuh senyuman.


Rina hanya diam saja, dia tidak berani bicara apapun lagi. Dia ingin segera pergi dan mungkin bersembunyi dan tidak akan keluar lagi.


"Kenapa diam? Apa yang saya katakan salah?" tanya Rudi semakin menggoda Rina yang wajah nya sudah seperti tomat.


"Aku harus pergi Om" ucap Rina.


Saat akan pergi tangan nya langsung ditarik hingga Rina terhuyung dan menabrak dada bidang Rudi. Rudi tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung memeluk tubuh Rina dan membisikan sesuatu pada Rina.


Rina hanya mengerjap-ngerjapkan mata nya mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Rudi yang membuat nya tidak bisa berfikir.


"Apa kamu bersedia menerimanya?" tanya Rudi saat melihat sikap Rina yang hanya diam saja.


"Kenapa hanya diam saja?" tanya Rudi lagi saat tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Rina.


"Apa Om, sedang melamar ku?" tanya Rina dengan tatapan yang berbinar.


"Iya" jawab Rudi semakin gemas melihat nya.


"Apa Om serius? Jika Om serius kenapa Om tidak mengatakan nya sejak tadi?" tanya Rina yang melepaskan diri dari Rudi yang sejak tadi memeluk nya.


"Apa kamu akan menerimanya? Jika iya aku akan membawa kedua orang tua ku untuk segera melamar kamu secara resmi" ucap Rudi yang menarik Rina kembali dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Biarkan seperti ini dulu. Aku merasa sangat nyaman seperti ini. Mungkin kamu merasa aku terlalu cepat memutusakan untuk menikahi kamu. Yang seperti kamu tahu, jika usia ku tidak muda lagi. Aku tidak mungkin mengajak kamu untuk pacaran atau pendekatan seperti remaja atau orang seumuran dengan kamu. Aku ingin serius dengan kamu, WILL YOU MARRY ME?" tanya Rudi dengan tatapan yang sangat teduh dan menenangkan.


Rina hanya diam, dia tidak menjawab atau melakukan apa-apa. Dia masih belum sadar akan apa yang dia dengar dari Rudi.


"Kenapa masih diam? Apa belum jelas ucapan ku?" tanya Rudi dengan tatapan yang penuh harap.


"Om, aku tidak tahu harus jawab apa. Aku memang merasa nyaman jika berada didekat Om, tapi. Ini terlalu cepat menurut ku, aku memang masih muda dan aku memang menginginkan laki-laki yang bertanggung jawab dan juga mapan. Tapi... Aku tidak tahu apa yang harus aku jawab" ucap Rina dengan pandangan menatap pada wajah Rudi.


"Kamu hanya harus menjawab sesuai dengan yang ada didalam hati kamu. Bukan karena ingin menjawab nya saja. Jika hati kamu berkata nyaman atau sebaliknya yang ingin kamu katakan padaku. Aku akan menunggu nya jika kamu ingin meminta waktu untuk jawaban itu" ucap Rudi sambil mengusap pipi Rina dengan senyuman yang sangat manis. Membuat hati Rina semakin tidak karuan.


"Maaf, jika aku membuat kamu merasa bingung dan tidak bisa berkata-kata. Aku hanya berbicara sesuai dengan apa yang hatiku katakan" ucap Rudi masih tetap tersenyum dan tetap mengusap pipi Rina dengan tangan nya.


"Aku, aku memang sangat merasa nyaman bersama dengan Om. Tapi aku tidak bisa memutuskan untuk menerima Om, aku belum mengenal Om lebih jauh. Aku tidak ingin jika pernikahan yang cepat atau instant akan membuat apa yang tidak aku ketahui sebelum nya baru diketahui setelah pernikahan. Dan apa lagi setelah mempunyai keturunan. Aku tidak mau mengalami hal yang seperti itu Om" ucap Rina dengan pandangan menunduk.


Dia menjadikan pernikahan Lulu dan Devon menjadi contoh nyata dalam kehidupan rumah tangga. Dimana masalalu datang dan membuat kekacauan dalam rumah tangga nya.


"Semua yang namanya berumah tangga pasti akan ada pasang surut nya berumah tangga. Akan ada kalanya perbedaan pendapat muncul dan menimbulkan pertengkaran. Bahkan mungkin hal-hal yang sepele dan remeh remeh juga akan menimbulkan pertengkaran juga. Tapi disini, hanya pasangan lah yang harus menyelesaikan nya. Tidak boleh ada orang ketiga dalam rumah tangga, karena jika ada maka akan membuat masalah semakin keruh dan mungkin akan berakibat perceraian. Yang akan membuat keduanya menyesal dikemudian hari" jelas Rudi yang memberi tahu apa itu pernikahan.


"Aku memang tidak bisa berjanji tidak akan menyakiti kamu, mungkin tanpa aku sadari ucapan maupun dengan tindakan ku. Tapi aku akan mencoba untuk bisa membahagiakan kamu sekarang dan nanti" lanjutnya lagi masih menggenggam tangan Rina.


Rina mencerna setiap ucapan yang dikatakan oleh Rudi. Dia pernah ikut campur dalam masalah rumah tangga Lulu, dia bahkan pernah bilang untuk meninggalkan Devon pada Lulu. Dia sudah menjadi pihak ketiga dalam rumah tangga sahabat nya. Apa yang harus dia lakukan sekarang, apa dia akan melakukan hal yang sama dikemudian hati nanti? Hanya dia yang tahu jawaban nya sendiri. Mungkin Rina akan segera meminta maaf pada Devon dan juga Lulu. Dia harus bisa melakukan nya.


.


.


.


Othor receh masih menunggu komen kalian semua nya....


Like, vote dan hadiahnya.... Juga subscribe supaya bisa tahu notifikasi bab baru... 🤗😊

__ADS_1


__ADS_2