Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Panggilan sayang


__ADS_3

Devon sangat bahagia dengan semua ini, dia benar-benar merasa sangat beruntung bisa mendapatkan dan memiliki wanita yang baik dan menjaga kehormatan nya hanya untuk suaminya. Yaitu dirinya.


"Sayang, apa kita akan didalam kamar terus?" tanya Lulu, ucapan sayang pertama dari Lulu sangat membuat seorang Devon merasa terbang.


"Mas" panggil Lulu lagi sambil mengguncang kan lengan suaminya.


"Emm, kenapa?" tanya Devon baru sadar jika dia sedang diajak mengobrol.


"Iya, aku kan nanya apa kita akan selalu dikamar?" tanya Lulu mengulangi pertanyaan nya lagi.


"Jika iya memang nya kenapa? Apa kamu keberatan sayang?" jawab Devon memberi pertanyaan juga.


"Apa nggak bisa keluar gitu? Aku kan merasa bosan terus-terusan berada didalam kamar terus" ucap Lulu merasa sedih, karena seharian ini dia akan dikurung didalam kamar terus.


"Apa kamu yakin tidak mau mengulanginya lagi dengan ku?" ucap Devon balik bertanya dengan pertanyaan yang menjurus kearah yang enak-enak.


"Dasar mesum. Apa Mas nggak kasihan sama aku? Aku merasa seluruh badan ku sakit semua dan juga sangat lemas. Masa masih menggempur ku juga" ucap Lulu sambil mengerucutkan bibirnya.


Cup


"Kamu sangat menggemaskan sayang" ucap Devon setelah mengecup singkat bibir Lulu.


"Ish" Lulu menggerutu karena ulah suaminya yang omes.


.


Tidak berbeda jauh dari Devon dan Lulu. Danu dan Soraya juga sedang menikmati waktunya berdua setelah selesai menikmati sarapan nya yang sangat enak dan juga nikmat.


"Apa kamu dan baby ingin kesuatu tempat sayang?" tanya Danu sambil menatap wajah teduh dan ayu dari wanita yang sangat dia cintai dan juga calon Ibu dari anak-anak nya.


"Aku hanya ingin seperti ini. Sangat nyaman dan juga bahagia, kita akan berada disini dan tidak akan kemana-mana" jawab Soraya langsung berpindah duduknya untuk berada dipangkuan Danu dan mengalungkan tangan nya dileher Danu.


Cup


Satu kecupan singkat mendarat dibibir Soraya yang sedang menatap nya. Dan malah tersenyum saat setelah mendapatkan kecupan singkat dari Danu.


"Kenapa senyum-senyum seperti itu?" tanya Danu yang melihat Soraya sedang tersenyum dan sepertinya sedang sangat bahagia.


"Memang nya kenapa jika aku tersenyum terus Mas? Aku sedang sangat-sangat bahagia. Karena sudah memiliki apa yang sekarang aku miliki" jawab Soraya tetap tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


Soraya juga menelusupkan wajahnya diceruk leher Danu, dan sesekali menciumi nya. Danu tentu saja sangat bargairraah denga apa yang dilakukan oleh Soraya.


"Ssshhh sayang. Jangan memancing ku seperti ini" Danu mendesis seperti ular.

__ADS_1


"Kenapa? Aku tidak melakukan apapun" jawab Soraya tanpa rasa bersalah nya.


Bahkan senjata pamungkas Danu sudah menggeliat ingin segera masuk kedalam sarang nya.


"Mas, kenapa dia bangun?" tanya Soraya saat duduk nya merasakan tidak nyaman, karena ada tonjolan keras dibawah nya.


"Sayang, jangan bergerak seperti itu. Aku... " tanpa melanjutkan ucapan nya Danu langsung menyambar bibir Soraya dan langsung mellumaat nya dengan sangat rakuuss.


"Emm, Mas" ucap Soraya saat tautan bibirnya terlepas.


"Kenapa sayang, hmm?" tanya Danu saat sedang menjelajahi kedua bukit kembar milik istrinya.


Bahkan keduanya sudah tidak ada warna asli kulit Soraya, semua nya penuh dengan jejak kepemilikan Danu. Dia tidak pernah absen sejengkal pun tanpa meninggalkan jejak nya.


Lalu Danu lebih intens lagi menjelajahi semuanya dan lebih turun dan turun Danu menemukan lembah yang sangat rimbun. Danu langsung melakukan apa yang seharusnya dia lakuakan.


Setelah selesai olahraga ranjang nya Soraya dan Danu pergi keluar kamarnya. Ternyata Lulu dan Devon juga baru keluar kamar juga. Mereka berempat bertemu.


"Hai Lu, mau check out atau hanya jalan saja?" tanya Soraya saat sudah berada dalam lift.


"Mau jalan saja Sora, kamu sendiri?" jawab Lulu dan bertanya kembali.


"Aku emang mau sekalian check out, dan juga mau jalan-jalan disekitaran sini. Sore-sore gini enak kalo jalan ditepi pantai" jawab Soraya sambil tersenyum dan tidak pernah lepas menggandeng tangan Danu.


Mereka berdua seperti musuh yang jika bertemu akan saling menatap dengan tajam dan penuh kebencian.


"Kebetulan sekali Sora, kami juga mau kepantai" ucap Lulu juga, dia seperti janjian dengan Soraya yang akan pergi kepantai.


"Ya sudah bareng aja yuk" ucap Soraya dan langsung menggandeng tangan Lulu setelah mereka keluar dari lift.


Soraya mengajak Lulu berjalan ditepi pantai yang indah dan juga sedang banyak pengunjung. Sedangkan para pria berada dibelakang mereka seperti bodyguard yang mengawal kedua Nona muda nya.


"Sora, perut kamu kok belum kelihatan?" tanya Lulu saat mereka berjalan beriringan.


"Iya, aku juga nggak tahu kenapa. Mungkin karena aku selalu pake baju longgar kali Lu, jika sedang menggunakan yang pas badan sudah terlihat buncit" jawab Soraya sambil tersenyum dan mengusap beberapa kali perutnya.


"Wah, boleh aku memegang nya juga?" tanya Lulu yang ingin mengusap perut Soraya juga.


"Boleh dong Lu" jawab Soraya dan menuntun tangan Lulu untuk menyentuh perutnya juga.


"Iya ya, sudah terasa membuncit. Wah, selamat ya Sora. Semoga sehat-sehat sampe lahiran nanti" ucap Lulu dan diaminkan oleh Soraya.


"Eh, ngomong-ngomong kamu sudah melakukan nya?" tanya Soraya merambah kehal-hal mesum.

__ADS_1


"Ish, kamu ini kenapa malah nanya kesitu? Memang nya kenapa jika sudah dan belum?" tanya Lulu tangan nya reflek memukul lengan Soraya.


Danu yang melihat itu langsung berlari dan menjauhkan Lulu dari Soraya. Dia tidak mau jika Soraya sampai terluka.


"Kau sengaja ingin membuat nya terluka Hah!" ucap Louis dengan nada yang lumayan keras.


Memang sejak Soraya hamil Danu akan selalu bersikap berlebihan, apa lagi jika ada yang menyentuh kulitnya. Jika ada yang berbicara menasehati atau mengejek nya Danu akan langsung marah.


"Hey! Jangan membentak istriku" ucap Devon tidak terima jika istrinya dibentak oleh orang lain.


"Istrimu yang lebih dulu menyakiti istriku!" jawab Danu tak kalah keras nya.


Soraya hanya menepuk keningnya sendiri, dia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Danu selanjutnya.


"Mas sudah, aku sama Lulu sedang bercanda. Dan aku sama sekali tidak disakiti, jadi jangan berlebihan" ucap Soraya pada Danu yang akan melayangkan bogeman nya pada Devon.


"Sayang, dia sudah memukul mu" jawab Danu sambil memeluk tubuh Soraya.


"Apa ada yang sakit, atau terluka?" tanya Soraya.


"Mas, aku baik-baik saja. Dan aku tidak terluka, lihat Lulu sampai ketakutan melihat kamu" jawab Soraya sambil tersenyum dan menenangkan Danu.


Soraya juga menunjukan jika Lulu merasa ketakutan melihat sikap Danu yang menjadi temperament.


Danu hanya diam saja, dia tidak berbicara apapun lagi. Danu hanya mengajak Soraya untuk segera pergi dari tempat yang sama dengan Lulu.


"Lu, kami duluan ya. Maaf sudah membuatmu takut" ucap Soraya sambil berteriak karena dia sudah berjalan lumayan jauh dari Lulu dan Devon berdiri.


"Kamu tidak apa-apa sayang? Apa ada yang sakit, terluka mungkin?" tanya Devon merasa cemas, pasalnya tadi Danu mendorong tubuh Lulu hingga terjatuh.


"Aku nggak apa-apa kok Mas, aku baik-baik saja" jawab Lulu sambil tersenyum dan memeluk lengan Devon.


"Benarkah?" tanya Devon tidak percaya.


"Iya Mas, aku nggak apa-apa. Lihat aku baik-baik saja kan" jawab Lulu tersenyum dan semakin erat memeluk lengan Devon sambil berjalan menyusuri pantai.


"Kamu menyukainya sayang?" tanya Devon saat sedang berjalan.


"Sangat, aku sangat-sangat menyukai pantai. Karena disini sangat sejuk dan pemandangan nya juga sangat bagus. Maka nya aku suka sekali pantai dan laut" jawab Lulu berhenti berjalan dan menatap luas nya lautan dihadapan nya.


"Jadi kamu sangat menyukai pantai sayang?" tanya Devon sambil memeluk pinggang Lulu dari belakang Danu juga ikut menatap kedepan sana.


Mereka berpelukan mesra dengan pemandangan laut biru yang sangat indah. Apa lagi suasana nya juga sangat mendukung, walau tempat nya ramai pengunjung dipantai. Tapi tempat Devon dan Lulu berada ditempat yang jauh dari pengunjung lain jadi sangat bagus untuk bermesraan.

__ADS_1


__ADS_2