
Nama seorang Danu Wijaya Kusuma sudah terkenal dimana-mana. Dia sudah diakui oleh berbagai pengusaha dalam negri maupun luar negri. Dia sering pergi untuk perjalanan bisnisnya.
Seperti beberapa pekan lalu, dia baru saja pulang dari London untuk menjalankan kerjasama nya dengan perusahaan terkemuka disana.
Danu dan keluarga nya sudah sangat bahagia, walau diawal Danu merasakan penghianatan dari orang yang dia cintai. Tapi dia sangat bersyukur, dengan begitu dia bisa bertemu dengan Soraya yang sekarang sudah menjadi istrinya.
Dia sudah dikaruniai seorang putra yang sangat tampan juga sangat menggemaskan.
.
Mainson Kusuma sedang dihebohkan oleh Nyonya muda mereka, pasalnya Soraya sejak pagi muntah-muntah dan juga tidak mau bergerak sedikit pun.
Membuat Nyonya besar menjadi panik dan juga tidak bisa berfikir jernih. Apa lagi sekarang Tuan besar sedang tidak ada dirumah. Dan mau tidak mauelakukan nya sendiri untuk membujuk supaya Soraya mau diperiksa dokter.
Pasalnya Soraya saat ini mengurung diri didalam kamar dengan putra nya juga. Mama Rena dibuat kalangkabut oleh sikap Soraya saat ini.
"Sora, biarkan Mama masuk ya? Tolong buka pintunya" ucap Mama Rena sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Soraya.
"Sora, kamu mendengar Mama kan?" tanya Mama Rena tidak menyerah dan terus mengetuk pintu.
Sedangkan didalam kamar Soraya sedang bergelut dibawah selimut tebalnya. Dia malah tertidur pulas, sedangkan baby AL dia bermain sendiri disamping Mama nya. Baby gemoy satu ini ternyata sangat mengerti akan perasaan sang Mama.
Dia tidak mengganggu Mamanya yang sedang istirahat. Baby AL juga malah ikut terlelap juga bersama dengan sang Mama.
Diluar kamar. Mama Rena benar-benar sudah panik setengah mati dibuat nya. Hingga Mama Rena memutusakan untuk menelpon Danu supaya bisa membuka pintu kamar nya.
Tentu saja Danu juga panik. Dia langsung meninggalkan rapatnya demi sang istri. Dia tidak mau jika nanti terjadi sesuatu pada nya.
Danu bahkan mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Dia sampai melanggar beberapa lampu merah. Fikiran nya sedang kacau, dia hanya tertuju pada Soraya dan juga baby AL.
Saat sampai Danu disuguhkan oleh pemandangan setiap orang sedang ketakutan. Bahkan Mama Rena sudah menangis.
Tidak lama kemudian Papa Wijaya juga datang dengan nafas yang tersengal-sengal akibat berlarian.
"Mama tenang ya, semuanya pasti baik-baik saja" ucap Papa Wijaya menenangkan istrinya.
"Bagaimana Mama bisa tenang Pa. Sora sejak pagi hingga sekarang tidak keluar-keluar, Mama takut mereka kenapa-kenapa" jawab Mama Rena yang sudah menangis.
"Dan apa pintu nya dikunci?" tanya Papa Wijaya.
__ADS_1
"Astagfitullah, aku sampe lupa mengecek nya Pa" jawab Danu dan langsung memegang handel pintu dan...
Klek
Ternyata tidak dikunci sama sekali oleh Soraya. Dan betapa terkejut nya Danu melihat pemandangan didepan nya. Danu melihat Soraya dan juga baby AL sedang tertidur sangat pulas sekali.
Mama Rena dan Papa Wijaya langsung ikut masuk juga. Mereka berdua juga sama terkejut nya dengan Danu. Lalu mereka bertiga tertawa bersama, karena mereka seperti kena prank oleh kedua orang yang sedang tertidur pulas.
"Mama ini bikin panik saja sih. Bukan nya dicek dulu sebelum membuat kehebohan" ucap Papa Wijaya lalu pergi begitu saja dari kamar anak dan menantu nya.
"Mana Mama tahu jika pintu nya tidak dikunci, jika Mama tahu. Mama tidak akan menghubungi kalian" jawab Mama Rena tidak terima dengan ucapan Papa Wijaya.
Sedangkan Danu menghampiri dua kesayangan nya. Danu tersenyum melihat keduanya sedang tertidur sangat pulas sekali. Danu mengecupi kening istrinya juga putra nya.
"Kalian membuat Papa panik saja" ucap Danu lalu keluar dari kamar nya menuju ruangan keluarga menemui Mama dan Papa nya.
"Ma, Pa. Aku harus kembali kekantor lagi, tadi aku sedang rapat. Karena panik aku langsung pulang, sekarang kan semuanya sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Maka nya aku mau minta tolong sama Mama dan Papa untuk menjaga mereka" ucap Danu sebelum pergi ke kantor lagi.
"Pergilah nak, Papa dan Mama akan menjaganya. Kamu jangan khawatir" ucap Papa Wijaya sambil menepuk pundak putra semata wayang nya.
"Terimakasih Pa, aku pergi dulu" ucap Danu dan dia langsung berlari menuju mobilnya.
Saat sudah sampai, Danu bertemu dengan seorang wanita cantik sexy juga berkarisma. Danu memandangnya biasa saja. Dia mengingat bidadari surga nya ada dirumah.
"Pagi Pak, maaf saya mengganggu waktu anda. Saya mau bertanya, apa Pak Danu Wijaya nya ada?" tanya wanita itu.
"Iya ada, beliau sedang mengadakan rapat. Mohon ditunggu" ucap Danu lalu melangkah menuju pintu lift kusus petinggi perusahaan.
Wanita cantik itu langsung menemui resepsionis yang sedang berjaga supaya bisa mempertemukan nya dengan atasan tertinggi nya.
Resepsionis mengarahkan menuju ruang tunggu. Lumayan lama menunggu akhirnya dia dipanggil untuk bertemu dengan Danu dan juga Rio.
"Silahkan masuk Nona" ucap sekertaris Danu yang berada didepan ruangan Danu.
Dia langsung masuk saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada sang sekertaris. Terang saja sangat sekertaris menggerutu kesal dibuatnya.
"Selamat pagi Pak, saya... " ucapan nya menggantung saat melihat Danu yang sedang duduk dikursi kebesaran nya.
"Kamu, ehm. Maaf Pak, anda yang tadi dilobby bukan?" tanya wanita itu sok kenal.
__ADS_1
"Iya, silahkan duduk" jawab Danu membersihkan wanita itu duduk.
Dengan santainya dia duduk dihadapan Danu dengan senyuman dibibir. Dia sangat terpesona akan ketampanan Danu. Dia ingin memilikinya, dia tidak boleh melepaskan nya begitu saja.
"Perkenalkan nama saya Catrina Kailey, saya perwakilan dari KY group. Untuk menandatangani kontrak kerjasama antara WJ CORP dengan KY group " ucap wanita yang bernama Catrina Kailey.
"Iya, anda putri dari KY group? Salam kenal, saya Danu Wijaya Kusuma" ucap Danu sambil mengulurkan tangan nya.
Denga antusias Catrina menyambut uluran tangan dari Danu. Kapan lagi dia mendapatkan kesempatan emas seperti ini.
"Salam kenal Pak Danu Wijaya Kusuma" ucapnya dengan senyuman dibuat setulus mungkin.
Mereka berdua berbincang-bincang masalah perusahaan dan juga kontrak. Mereka sendiri yang akan meninjau langsung proyek yang akan dilakukan minggu depan dikota F.
Sebenar nya Rio merasa tidak percaya terhadap wanita perwakilan dari KY group ini. Dia merasa akan ada badai yang akan menerpa keduanya. Rio sangat ingin mengingatkan Tuan nya supaya lebih berhati-hati terhadap wanita seperti itu.
"Tuan muda, maaf jika saya lancang berbicara seperti ini pada anda. Saya hanya akan mengingatkan anda supaya lebih hati-hati dengan wanita tadi Tuan" ucap Rio takut akan ada masalah didalam keluarga Tuan nya.
"Kamu tenang saja, aku juga tidak akan pergi dengan nya. Justru kamu yang harus berhati-hati, karena kamu lah yang akan pergi kesana dengan nya" jawab Danu dengan seringai liciknya.
"Maksud Tuan?" tanya Rio dengan tatapan memohon.
"Saya sudah tahu tipe-tipe wanita seperti nya itu. Dia akan melakukan apa saja asalkan dia bisa mendapatkan nya. Tadi saya mengiyakan supaya dia cepat keluar dari ruangan saya. Karena tiba-tiba tubuh saya gatal-gatal melihatnya" jawab Danu dengan santainya dan melanjutkan pekerjaan nya kembali.
"Tuan menumbalkan saya?" tanya Rio kembali dengan tatapan mengiba nya.
Rio benar-benar tidak habis fikir dengan semua ini. Bagaimana jadinya dia bekerjasama dengan wanita ular bulu.
"Kamu nikmatin saja Rio, saya sudah baik hati membiarkan kamu untuk berkencan dengan nya saat dikota F" ucap Danu tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas-berkas yang sedang dia baca dan tandatangani.
"Saya berterimakasih banyak pada anda Tuan Muda. Anda begitu baik dan perhatian pada saya. Tapi tidak dengan ulat bulu itu juga Tuan Muda" jawab Rio dengan penuh kekesalan pada Tuan nya.
"Benarkah? Bukankah tadi kamu bilang jika dia itu wanita cantik?" tanya Danu semakin mengolok Rio yang sedang kesal kepadanya. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
"Anda tega sekali Tuan. Bagaimana jika saya pulang tinggal nama saja atau saya pulang tapi tidak utuh lagi bagaimana?" ucap Rio sangat mendramatisir.
Dia ingin supaya bukan dia yang diutus dengan wanita cantik itu. Tapi jika bukan dia, mungkin akan banyak masalah yang akan terjadi kedepan nya pada perusahaan WJ CORP.
Dan mau tidak mau Rio menerima perintah dari Danu. Dan satu minggu kedepan dia akan berangkat. Mereka janjian langsung bertemu dibandara saja, supaya tidak ribet.
__ADS_1