
Saat dalam perjalanan pulang dia singgah ketempat pedagang kaki lima yang berjejer rapih ditepi jalan. Berbagai macam makanan enak dijajakkan disitu. Rina mampir kepenjual nasi goreng yang baru buka.
"Eh neng Rina. Tumben nih baru kesini? Kemana saja neng?" tanya penjual nasi goreng yang memang langganan tiga sahabat itu.
"Lagi sibuk ngurus skripsi Pak. Maklum bentar lagi lulus. Do'ain ya Pak, supaya Rina bisa cepat lulus" jawab Rina dan meminta do'a supaya bisa cepat meraih gelar sarjananya.
"Iya neng, Bapak do'akan yang terbaik untuk eneng" ucap penjual nasi goreng itu.
"Makasih Pak. Seperti biasa ya Pak nasi goreng nya" ucap Rina sambil menunggu penjual nya beresin dagangan nya.
"Siap neng" jawab penjual nasi goreng nya.
Penjual nasi goreng membuatkan pesanan sepesial untuk Rina, penjualnya sudah tahu kesukaan pelanggan nya yang satu ini. Karena biasa nya tiga sahabat akan makan disini setiap hari. Karena kedua sahabat Rina sudah pindah dengan suami mereka masing-masing. Jadi Rina juga jarang bahkan tidak pernah datang kesini lagi.
"Ini neng, nasi goreng sepesial untuk neng Rina. Supaya menambah mood booster kata anak-anak muda sekarang mah neng" ucap Bapak penjual nasi goreng nya.
"Makasih Pak, memang tidak pernah gagal deh nasgor bikinan Bapak ini. No kaleng-kaleng" ucap Rina sambil mengunyah nasi goreng nya dengan sangat lahap.
"Saya pesan satu Pak, yang sepesial juga" ucap seseorang tiba-tiba sudah duduk disamping Rina yang sedang menikmati makanan nya.
Rina seperti mengenali suara tersebut. Dia menoleh dan betapa terkejut nya dia melihat siapa yang berada didekat nya saat ini. Hingga dia tersedak makanan yang sedang dia kunyah.
Uhuk...
Uhuk...
Uhuk...
"Minum dulu" ucap seseorang yang duduk disamping Rina memberikan segelas air pada Rina.
"Jika makan itu pelan-pelan. Tidak akan ada yang meminta nya" ucap nya lagi sambil menatap penjual nasi goreng yang sedang membuatkan pesanan untuk nya.
"Sejak kapan anda berada disini?" tanya Rina yang melanjutkan kembali makan nasi goreng nya.
"Sejak tadi" jawab orang disampingnya dan balik bertanya "Kenapa memangnya? Apa saya tidak boleh makan disini?"
"Boleh saja, tapi tidak perlu mengagetkan orang lain juga kali" jawab Rina dengan nada judes nya.
__ADS_1
"Oh, Benarkah. Saya mengagetkan anda?" tanya Rudi lagi.
"Whatever" jawab Rina lalu melanjutkan makan nya dengan mempercepat cara makan nya supaya bisa segera pergi.
Disaat Rudi ingin menjawab ucapan Rina tidak jadi, karena nasi goreng pesaranan nya sudah jadi. Dia hanya bisa diam dan menatapi Rina yang makan dengan sangat lahap.
Lalu Rina bangkit dan menghampiri penjualnya.
"Ini Pak. Masih sama atau sudah naik harganya?" ucap Rina sambil memberikan uang duapuluh ribuan pada Bapak penjualnya.
"Cukup neng, malah lebih ini" jawab Bapak penjual nasi goreng nya.
"Palingan juga cuman lebih dikit doang. Buat Bapak saja untuk beli premen" ucap Rina sambil nyengir menampilkan gigi putihnya.
"Neng Rina ini bisa saja kalo ngomong. Tapi terimakasih ya neng" ucap Bapak penjual nasi goreng nya dengan sangat tulus.
"Sama-sama Pak" jawab Rina lalu beranjak pergi.
Rina melangkahkan kaki nya menuju kosan nya dengan sangat cepat. Dia tidak ingin jika pria yang sedang dia hindari malah mendekatinya kembali.
"Huh, akhirnya sampai juga" ucap Rina saat sudah masuk kedalam kamar kos nya.
.
Jika Rina akan bersiap tidur. Berbeda dengan pasangan muda dan sedang menjadi orang tua baru. Sedang menjaga baby AL bergantian.
Semenjak Soraya habis melahirkan baby AL, dia langsung diboyong ke ibu kota. Dan mereka berada dimainson yang sangat besar dan juga mewah. Soraya sudah resmi menyandang gelar Nyonya Muda Wijaya Kusuma.
Siapa lagi jika bukan Danu dan Soraya. Sekarang Soraya sedang terlelap karena seharian ini dia sudah menjaga putra nya. Sedangkan Danu yang menjaganya.
Walau baby AL tidak rewel, tapi selalu ingin ditemanj begadang. Dan disinilah Danu berada didalam kamar nya sedang memangku baby AL yang sudah bisa berceloteh.
"Boy, apa kamu tidak mengantuk? Papa bahkan sudah sangat mengantuk sekali" tanya Danu pada baby AL yang malah tersenyum.
"Oke, sekarang kita jangan berisik. Mama sedang bobok, kasihan. Jadi baby AL sama Papa main nya" ucap Danu mengajak ngobrol baby AL yang baru berusia 3 bulan.
Seperti tahu apa yang diucapkan oleh sang Papa, baby AL menurut tidak berisik. Dia hanya main-main dengan jari-jarinya yang dimasuk kan kedalam mulut nya yang kecil.
__ADS_1
"No boy, jangan seperti itu. Lihat, tangan mu menjadi basah semua" ucap Danu memperingati putra nya.
Lalu membersihkan kedua tangan mungil baby AL dengan tisu basah lalu memberikan mainan nya yang biasa untuk digigit-gigit.
tidak terasa waktu sudah menujukan pukul 12 malam, dan mereka berdua sedang duduk diatas sofa. Lebih tepatnya Danu yang memangku baby AL dan mereka terlelap bersama.
Soraya terbangun, karena ketika tangan nya menyentuh sisi tempat tidurnya masih kosong. Dan saat dia melihat nya, benar saja. Suaminya belum pindah dari sofa.
Malah pemandangan yang sangat membuat nya terharu dan semakin gemas pada keduanya. Apa lagi posisi baby AL tertidur dengan posisi tengkurap diatas dada Papa nya.
Soraya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia langsung mengambil ponsel nya. Lalu segera memotret mereka berdua dengan berbagai posisi. Dan itu membuat Soraya semakin gemas akan tingkah keduanya.
"Kita pindah ya, kasihan Papa. Pasti sangat lelah, sudah seharian bekerja masih menemani mu bermain juga sayang" ucap Soraya sambil tersenyum dan mengangkat tubuh gembul baby AL menuju box bayi nya.
Lalu Soraya menghampiri Danu yang masih terlelap dengan posisi duduk. Jika dibiarkan pasti besok pagi akan mengalami sakit semua seluruh badan nya. Sebelum itu terjadi Soraya mengajak Danu untuk pindahenuju ranjang mereka berdua.
Dan disinilah mereka berdua, mereka berdua berpelukan bersama dan tertidur lelap sambil memeluk tubuh masing-masing.
Soraya semakin menelusupkan wajah nya kedalam dada bidang Danu yang terasa sangat nyaman. Begitu juga dengan Danu yang sangat nyaman jika memeluk tubuh istrinya saat terlelap seperti ini.
Keesokan hari nya seperti biasa, akan selalu heboh oleh baby AL yang sudah berceloteh seperti bayi pada umumnya. Dia akan sangat aktif jika dibiarkan diatas karpet, karena dia sudah bisa berguling-guling juga sering tengkurap.
Saat akan sarapan tiba-tiba Soraya muntah-muntah dan juga terlihat sangat pucat. Apa lagi setiap bau yang menyengat menurut nya akan langsung memuntahkan semua isi perutnya.
"Apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Danu saat akan pergi kekantor melihat Soraya semakin pucat saja.
"Aku baik-baik saja Mas, Mas tidak perlu khawatir" jawab Soraya sambil tersenyum dan memeluk tubuh kekar suaminya sebelum Danu memasuki mobilnya.
"Dadah Papa, hati-hati dijalan" ucap Soraya sambil tersenyum dan melambaikan tangan baby AL pada Papa nya.
Danu juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Soraya melambaikan tangan nya juga. Mobil yang dikendarai oleh supir yang membawa Danu melesat dengan kecepatan sedang. Hingga tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai.
Danu memasuki lobby perusahaan nya dan dia seperti biasa disambut oleh asisten pribadi nya juga para kariawan yang sedang ada di lobby.
Danu dan Rio menuju ruangan kerja Danu, seperti biasa seorang sekertaris akan membacakan jadwal Danu untuk hari ini.
Sedangkan Rio mempersiapkan semuanya supaya berjalan dengan lancar. Karena hari ini adalah rapat yang sangat penting untuk kemajuan WJ CORP yang sekarang dipimpin oleh generasi ketiga langsung.
__ADS_1
Yaitu Danu Wijaya Kusuma. Dia adalah cucu tunggal dari Tuan Kusuma. Maka dari itu, mereka sangat menghormati Danu. Bukan karena cucu dari lemilik WJ CORP saja. Danu juga sudah membuat WJ CORP menjadi perusahaan besar yang bisa menguasai pasar Eropa.
Makanya Danu sangat disegani dan juga dihormati oleh semua orang juga seluruh kariawan yang ada dibawah naungan WJ CORP.