Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
TAMAT


__ADS_3

Supaya tidak tahu jika sekarang semua orang menatap kasihan padanya. Apa lagi dia sedang hamil besar, dan kata dokter tidak boleh menunggu merasakan kontraksi sebelum melakukan persalinan.


Dan disiang mereka berada didepan ruangan operasi untuk menunggu proses kelahiran baby girl yang akan segera lahir.


Danu harap-harap cemas dengan keadaan keduanya, jika saja dia bisa masuk mungkin dia akan masuk untuk menemani Soraya yang sedang menjalani operasi Cesar dan juga pengangkatan kista yang mungkin sudah membuat rahimnya bermasalah.


Dan selang beberapa menit terdengar suara bayi yang sangat kencang. Dan Danu malah meneteskan air matanya, dia takut jika istrinya tidak akan selamat.


Ternyata dokter dan suster sudah keluar dan membawa keduanya untuk segera dipindanakan menuju ruang perawatan. Mereka sangat antusias menyambut kehadiran baby girl yang sangat cantik dan juga menggemaskan.


"Alhamdulilah, semuanya sudah bisa dilewati dengan baik. Semoga saja semuanya baik-baik saja, amiin" ucap Mama Rena yang masih memandangi baby girl tersebut.


"Bagaimana keadaan kamu sayang? Apa sudah lebih baik?" tanya Mama Rena pada Soraya yang sedang berbaring.


"Alhamdulilah Ma, Tapi tadi kata dokter aku habis operasi pengangkatan rahim juga Ma. Dan aku tidak bisa memberi Mama banyak cucu karena aku sudah tidak punya rahim lagi" ucap Soraya yang merasa sedih dengan semua ini.


"Tidak apa-apa sayang. Justru Mama senang bisa melihat kamu baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa. Dan siapa bilang kamu tidak memberikan Mama banyak cucu? Ini itu sudah dua cucu dan sedah sepasang pula. Apa lagi yang Mama harapkan?" ucap Mama Rena yang memberi semangat pada menantunya.


"Terimakasih Ma" ucap Soraya sambil tersenyum.


"Dan, ngomog-ngomong. Siapa nama sicantik ini?" tanya Papa Wijaya yang sedang menggendong baby girl.


"Azalya Wijaya Kusuma Pa" jawab Danu sambil menggenggam tangan Soraya yang sedang tersenyum menatap nya.


"Kamu menyukainya sayang?" tanya Danu menatap wajah wanita yang dia cintai.


"Suka Mas, nama yang cantik. Mudah-mudahan menjadi kebanggaan keluarga, agama dan negara. Amiin" ucap Soraya dengan penuh senyuman.


Mereka sangat antusias menyambut kehadiran baby girl yang bernama Azalya Wijaya Kusuma. Baby yang belum genap satu hari sudah bisa membuat semua orang terhipnotis akan kecantikan dan juga menggemaskan nya baby Azalya.


Kakak AL juga menyambutnya dengan sangat bahagia juga. Baby AL terus saja memandangi adiknya tidak berkedip, bahkan sesekali menciumi nya dengan gemas sehingga membuat baby AZ membuka matanya dan memejamkan nya kembali.


lima tahun ****berlalu****


Sekarang usia baby AL dan baby AZ sudah 6 dan 5 tahun. Mereka berdua sudah seperti anak kembar, karena usia mereka hanya berbeda beberapa bulan saja.


Dan sudah terlihat sejak dini jika Alkana mirip sekali dengan sangat Papa. Dia lebih pendiam dan juga tidak suka berbicara pada orang asing.


Berbeda dengan Azalya yang ceria dan juga suka membuat ulah. Dia selalu ceroboh dalam melakukan segala hal. Dia tidak bisa diam, dan juga selalu mengganggu kakak nya yang sedang bermain atau sedang belajar sekali pun.

__ADS_1


Tapi jangan salah, walau selalu ceroboh dia selalu menduduki peringkat pertama terus dikelasnya dan menjadi peringkat kedua umum setelah sang kakak.


"Aza, jangan main disitu. Nanti kamu jatuh" ucap Soraya yang sedang menemani Azalya bermain.


"Tidak akan Ma, Aza akan hati-hati" ucapnya sambil teriak dan terus memanjat pohon jambu yang berada dibelakang rumah mereka.


"Iya, sudah. Ingat ya, harus berhati-hati" ucap Mama Soraya yang sedang menatap kearah Azalya yang sedang memanjat.


Tidak lama kemudian...


Srak...


Srak....


Bruk...


"Aduh" teriak Azalya yang sudah terjatuh dari atas pohon yang lumayan tinggi itu.


"Ya Allah, Azalya!" teriak Soraya yang langsung berlari menghampiri Azalya yang sedang terbaring diatas tanah dengan banyak luka lecet.


"Aza" ucap Soraya yang langsung menggendong nya untuk segera dibawa kerumah sakit.


Disaat sedang menggendong Azalya, Mama Rena dan Papa Wijaya melihatnya langsung menghampiri.


"Aza barusaja jatuh dari atas pohon Ma, kita harus segera membawanya kerumah sakit Ma" ucap Soraya yang sudah menangis.


Sedangkan Azalya hanya diam saja dan tidak menangis sedikit pun, bahkan mengaduh kesakitan pun tidak.


"Mama, Aza tidak apa-apa" ucap gadis kecil ini yang sudah membuat orang seisi rumah menjadi panik.


"Diamlah, Mama tahu kamu sedang kesakitan" ucap Soraya yang masih memangkunya didalam mobil yang sedang melaju menuju rumah sakit terdekat.


Sedangkan Mama Rena menghubungi Danu untuk segera kerumah sakit sekarang. Karena Azalya mengalami kecelakaan.


Danu terang saja sangat panik dan juga takut terjadi sesuatu pada putri bungsunya, yang memang sudah sering sekali seperti ini.


Danu langsung pergi dari ruangan kerja nya dan langsung menuju rumah sakit yang sudah diberi tahu oleh Mama Rena.


Sedangkan didalam rumah sakit Soraya sedang menunggu Azalya diperiksa oleh dokter. Dan tidak lama dokter menghampiri Soraya dan juga yang lainnya setelah memeriksa keadaan Azalya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan putri saya dok?" tanya Soraya yang tidak bisa berhenti menangis.


"Kondisinya baik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena lukanya hanya luka gores dan juga keseleo saja, semuanya baik-baik saja. Kami juga sudah melakukan ronsen untuk memastikan tidak ada patah tulang atau sebagainya" jelas dokter tersebut pada Soraya dan kedua orang tuanya.


"Alhamdulilah, dasar anak ini. Sudah Mama peringatkan jangan naik-naik diatas pohon masih saja naik-naik juga" ucap Mama Soraya yang sedang memarahi putri bungsunya.


"Sabar sayang. Kamu jangan banyak fikiran dan juga stres, bisa-bisa kamu juga akan darah tinggi seperti Mama" ucap Mama Rena yang menenangkan menantunya.


"Iya nak. Kita harus memberitahunya dengan pelan-pelan, jangan sampai dia jadi tertekan dan malah melawan kepada kita. Orang tuanya" ucap Papa Wijaya menimpali.


Soraya menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan-lahan hingga dia merasa tenang. Dan Danu juga sudah datang untuk melihat keadaan putri bungsunya yang selalu membuat orang hampir spot jantung.


"Bagaimana keadaan kamu sayang? Apanya yang sakit?" tanya Danu pada Azalya yang sedang berbaring diatas brangkar pasien.


"Aza baik-baik saja Pa, Aza kan anak yang kuat" ucapnya dengan penuh senyuman.


Sama sekali tidak terlihat sedang kesakitan atau apa. Dia benar-benar anak yang sangat tangguh dan juga sangat ceroboh.


"Kamu ini, kenapa sih selalu membuat semua orang menjadi panik dan juga khawatir hmm? Apa kamu tidak merasakan sakit jika sedang seperti ini?" tanya Danu pada putrinya.


"Tidak, aku kan kuat" jawabnya selalu saja seperti itu.


Sedangkan Alkana dia hanya memandangi adiknya dengan menggeleng-gelengkan kepala nya melihat tingkah adiknya yang memang sangat diluar nalar.


"Kamu ini anak perempuan Aza, kamu tidak boleh bertingkah seperti anak laki-laki. Kakak Al saja tidak seperti kamu, masa kamu yang perempuan tidak bisa diam" ucap Danu memberitahu putri bungsunya ini yang selalu membuat masalah.


"Kakak kan memang penakut Pa, makanya dia tidak pernah mau memanjat pohon" ucapnya malah mencibir sang kakak yang tidak urakan seperti dirinya.


Dan begitulah keluarga Danu dan Soraya. Mereka berdua sudah bahagia dan juga sudah dikaruniai sepasang anak laki-laki dan perempuan.


......TAMAT.... ......


.


.


.


Terimakasih banyak untuk para reader kesayangan Othor yang sudah membaca novel receh Othor....

__ADS_1


Maaf ya kisah Danu dan Soraya sudah TAMAT, dan nanti akan ada extra part untuk kisahnya Rina dan Rudi yang belum selesai....


Terimakasih untuk dukungan dan juga partisipasi nya.... Salam sayang dari Othor receh 🤗🤗🤗


__ADS_2