
Setelah pernikahan, Rina dan juga Rudi memang tidak langsung pulang menuju kota atau kerumah kontrakan Rudi. Rudi sengaja menginap beberapa hari dihotel untuk sekalian honey moon, karena Rina tidak ingin pergi-pergi jauh sebelum berpamitan dengan benar pada semua teman dan juga orang-orang yang selama ini dekat dengan nya.
"Mas, maaf ya. Bukan nya aku tidak ingin diajak untuk honey moon, aku hanya ingin berpamitan pada semua orang dan juga bisa pindah dari sini dengan fikiran dan hati yang lega" ucap Rina saat mereka sedang duduk dibalkon kamar hotel presidential suite.
"Tidak apa-apa sayang. Aku justru malah senang, karena istriku ini sangat setia kawan dan aku juga bisa bertemu dan kenal dengan orang-orang yang dekat dengan kamu. Jadi jangan pernah merasa sungkan atau apapun itu" jawab Rudi yang mana sangat senang Rina yang selalu ada adanya dan juga tidak melupakan semua orang yang dekat dengan nya setelah miliki seorang suami yang bukan orang biasa-biasa saja.
"Karena aku memang baik" ucap Rina yang membuat Rudi semakin gemas akan ucapan Rina yang selalu membuat dia tersenyum dan juga bahagia seperti ini.
"Kamu ini. Tapi, apakah dia sudah bisa ada disini?" tanya Rudi yang langsung mengusap perut Rina yang masih datar.
PLAK...
"Kalo ngomong itu nggak pake Bismilah!" ucap Rina yang langsung memukul lengan Rudi yang sedang memeluknya.
"Loh kenapa? Bukankah kita sudah melakukan nya?" tanya Rudi yang tidak mengerti kenapa Rina malah memukul lengan nya saat bertanya seperti itu.
"Hey Pak mantan duda. Yang jelas saja aku memukul mu, kamu itu kalo ngomong nggak Bismilah dulu. Ya masa baru melakukan nya tadi, dan itu adalah yang pertama untuk ku. Dan sekarang sudah jadi saja, apa tidak salah?" ucap Rina yang menepuk keningnya sendiri saat mendengar pertanyaan dari suami mantan dudanya ini.
"Iya juga. Tapi siapa tahu saja memang langsung jadi" jawab Rudi dengan tatapan yang terkesan berfikir keras akan hal itu.
"Kita berdo'a dan berusaha saja Mas, semoga saja memang disini akan ada baby nya. Semoga saja Allah mendengarkan do'a-do'a kita berdua. Amiin" ucap Rina yang membuat Rudi semakin bersemangat untuk membuat adonan untuk membuat baby.
"Ya sudah, kita buat lagi sekarang gimana?" tanya Rudi yang menaik turunkan alisnya menggoda Rina. Tanpa Rudi sadari dia malah mendaratkan response dari Rina.
"Kenapa tidak Mas, tapi perlahan ya? Jangan seperti tadi yang malah seperti kesetanan. Memangnya nggak sakit apa!" ucap Rina yang diujung kalimatnya malah menggerutu pada Rudi yang memang melakukan nya seperti orang yang sedang kesetanan.
Membuatnya juga mendapatkan luka cakaran yang lumayan parah juga pada punggungnya. Tapi itu sepadan bukan dengan apa yang Rudi dapatkan, dia mendapatkan Rina yang masih virgin. Sedangkan dulu, dia bersama Sofia tidak mendapatkan apa yang dia dapatkan dari Rina. Karena Sofia hanya bilang jika dia tidak mungkin mengeluarkan darah sucinya saat pertama berhubungan, karena dia sering berkuda dan juga melakukan kegiatan yang bisa membuat selaput daranya pecah.
Tapu karena Rudi tidak mempermasalahkan nya membuat Sofia semakin menjadi hingga berujung pada perceraian antara keduanya. Sedangkan sekarang, Rudi benar-benar mendapatkan sesuatu yang membuatnya benar-benar sangat bahagia dan juga bisa merasakan apa yang orang bilang tentang nikmatnya mendapatkan yang masih virgin.
"Terimakasih sayang. Kamu memang yang terbaik, maaf aku sudah menyakitumu" ucap Rudi setelah mencabut penyatuan nya pada Rina.
"Sama-sama Mas, ini sudah menjadi tugas dan juga kewajiban aku sebagai seorang istri. Jadi jangan pernah merasa bersalah atau tidak enak" ucap Rina yang sekarang memeluk Rina dengan sangat erat dan juga menelusupkan wajahnya didada bidang Rudi yang sangat hangat dan juga nyaman.
__ADS_1
Keduanya saling berpelukan hingga terlelap kembali, dan pagi yang cerah ini mereka berdua habiskan dengan pagi yang panas hingga keduanya sudah mengarungi alam mimpi lagi setelah lelah membuat adonan untuk calon baby mereka berdua.
.
Sedangkan dikamar yang berbeda juga tidak jauh berbeda dengan pasangan pengantin baru. Pengantin lama juga mengalami hal yang sama, keduanya masih bergelut dibawah selimut tebalnya. Dimana Danu sedang memeluk pinggang Soraya yang sudah terlelap karena gempuran paginya.
"Terimakasih sayang. Aku adalah pria yang paling beruntung dalam hal ini, sudah bisa memiliki kamu dan juga baby AL dan sekarang ada baby lagi dalam rahim kamu ini. Aku akan menjaga kalian semua dengan sepenuh hati dan juga kemampuanku ini sayang" ucap Danu yang menatap wajah Soraya yang sedang terlelap sangat nyenyaknya.
Danu juga menyusul Soraya tertidur dibawah selimut yang sama dengan Soraya. Soraya sneaking mengeratkan pelukan nya pada Danu yang hanya tersenyum menikmati pelukan dari Soraya yang sangat membuatnya sangat nyaman dan juga sangat hangat tentunya.
.
Tidak jauh berbeda dengan Danu dan Soraya yang habis melakukan olahraga pagi yang sangat pans dan juga mendominasi. Pasangan LuDev juga sedang melakukan hal yang sama. Dimana Lulu sedang dibawah kungkungan Devon yang sedang memacu dirinya dengan sangat perlahan, karena takut menyakiti baby yang ada didalam rahim istrinya.
"Sayang, aku sampai" ucap Devon yang langsung mencabut penyatuan nya dan menggulingkan dirinya disamping Lulu yang sedang mengatur nafasnya yang sedikit tersengal karena terlalu berteriak hebat saat menikmati permainan dari Devon.
"Thank you baby" ucap Devon yang mengecup bibir Lulu sekilas dan langsung menarik Lulu masuk kedalam pelukan hangatnya.
Dengan sangat bahagianya Lulu memeluk pinggang Devon yang juga sedang memeluknya dengan sangat erat. Seolah takut terlepas jika tidak dia peluk dengan benar dan juga erat.
.
"Apa kalian akan langsung check out juga harus ini?" tanya Ibunya Rudi yang sedang menatap keduanya.
"Iya Bu, kami ingin berpamitan pada teman-teman Rina dulu sebelum ikut kembali ke kota" jawab Rudi yang mewakili Rina bicara, karena Rina tiba-tiba serak suaranya.
"Baiklah, Ibu dan Ayah juga akan membereskan barang-barang kamu Rud didalam rumah kontrakan kamu. Sekalian menunggu waktu untuk pulang kembali ke kota" ucap Ibu yang menjelaskan pada Rudi.
"Iya Bu. Kami duluan ya Bu" ucap Rudi yang langsung pamit pada Ibunya dan juga Ayah, diikuti oleh Rina yang melakukan hal yng sama dengan Rudi yang mencium punggung tangan Ibu dan Ayah Rudi. Yang sudah menjadi Ibu dan Ayah nya juga.
"Kami pergi dulu Bu, Yah" ucap Rina yang pamit kepada Ibu dan Ayah mertuanya.
"Iya nak, kalian berhati-hatilah. Kamu jaga baik-baik menantu Ibu Rud" ucap Ibu pada Rudi yang mengangguk dan memasuki mobilnya menuju tempat yang sudah dijanjikan.
__ADS_1
"Apa kita langsung kesana saja sayang?" tanya Rudi saat sudah didalam mobil menuju cafe yang biasa mereka singgahi.
"Iya Mas, mereka pasti sudah menunggu disana. Dan juga sekalian pamit bukan pada mereka semua" jawab Rina yang mengangguk dan juga menatap penuh senyuman pada Rudi.
Keduanya saling diam hingga sampai didepan cafe, ternyata semua teman-teman Rina sudah ada disana termasuk Bram dan Sofia. Dua orang yang sama sekali tidak diundang, tapi sudah ada disana dengan santainya. Karena cafe sudah dibooking oleh Rudi satu hari ini, jadi tidak ada pelanggan yang boleh masuk atau untuk hari ini saja tidak menerima tamu.
"Hai... Pengantin baru memang auranya berbeda" ucap Eric yang menghampiri dengan kedua wanita yang tidak lain adalah Siva dan Sinta.
"Hooh, memang berbeda" timpal Sinta yang juga ikut menggoda Rina.
"Apaan sih, biasa saja" jawab Rina dengan suara seraknya.
"Wah, lihatlah dan dengar kan guys. Saking seringnya berteriak hingga suaranya seperti itu" ucap Eric yang mlsemakin menggoda Rina.
Rudi sebenarnya ingin melerai, tapi karena dilarang oleh Rina tidak jadi. Mereka semua berkumpul dengan mengelilingi meja yang sangat besar. Mereka semua memandangi Rina yang memang sepertinya kurang fit saat ini.
"Loe sakit Rin? Wajah loe pucat banget?" tanya Siva yang menatap wajah Rina dengan sangat intens.
"Iya nih, dari kemarin rasanya tidak enak badan, nggak tahu kenapa. Tapi nggak apa-apa, santai saja gue baik-baik saja kok" jawab Rina yang memang sepertinya kelelahan.
"Jadi loe beneran mau langsung ke kota hari ini juga?" tanya Sinta yang juga sedang menatap Rina.
"Iya, lagian Mas Rudi disini semuanya sudah selesai. Dan disana pekerjaan sedang menunggu. Jadi sekalian hari ini kita berpamitan pada kalian semua. Maaf jika ada salah kata atau ucapan-ucapan gue yang nyakitin kalian semua tanpa gue sadari" ucap Rina sambil menatap semua teman-teman nya yang ada disana.
"Loe apaan sih. Kita semua makan sedih loe tinggalin, karena pasti sangat sepi nantinya nggak ada loe yang rame. Loe hati-hati disana dan jangan lost kontak oke" ucap Eric yang diangguki oleh semuanya teman-teman Rina.
Rina mengangguk dan langsung memeluk semua teman-teman nya satu persatu hingga tanpa terasa mereka semua menangis. Rina pamit pada semuanya setelah makan siang selesai, karena Rina harus membereskan semuanya untuk pindah ke kota bersama keluarga barunya.
.
.
.
__ADS_1
Yuhu... season 2 sudah up ya...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...