Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Bertemu (Devon & Lulu)


__ADS_3

Soraya benar-benar dijadikan ratu dirumah nya, dia menginginkan apa-apa pasti langsung dituruti. Karena mereka sangat bahagia mendengar kabar yang membahagiakan ini.


.


Sedangkan Rina dan Lulu masih saja merahasiakan tentang masalah yang menimpa Lulu. Lebih tepatnya milik sendiri yang tidak mau Ibunya tahu jika dia sedang berada didalam masalah. Dia tidak ingin membuat Ibunya banyak fikiran dan malah jatuh sakit.


Lulu berencana akan menemui sendiri Devon setelah kondisinya membaik. Dia ingin menanyakan bagaimana hubungan yang mereka jalani nantinya. Karena Lulu tidak mau jika harus dimadu.


Mungkin bukan hanya Lulu yang tidak bersedia untuk dimadu. karena dimadu akan sangat menyakitkan walau belum merasakan nya. Jika Devon masih ingin mempertahankan wanita itu biarlah dia yang mengalah.


Karena jika mempertahankan hubungan yang seperti ini akan terlalu sakit untuk dirasakan. Lulu ingin bisa mengendalikan perasaan nya yang sudah terlalu dalam pada Devon. Dia ingin bisa melupakan semua, ya semua nya. Dia ingin melupakan nya.


Disaat Lulu sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya tiba-tiba Rina menghampiri dan langsung memberikan makanan kesukaan Lulu.


"Bengong mulu. Loe kan sudah janji nggak bakalan memikirkan yang bukan-bukan" ucap Rina saat melihat Lulu diam sejak tadi.


"Aku sudah memutusakan untuk bertemu dengan nya Rin, aku ingin meluruskan semua nya. Aku nggak mau jika terus-terusan seperti ini, aku ingin hidup tenang dan tidak banyak beban yang selalu membuat aku merasa seperti ini" ucap Lulu sambil menatap wajah Rina dan juga tersenyum.


"Kamu yakin? Kamu akan sanggup jika berhadapan langsung dengan nya?" tanya Rina menatap serius pada Lulu.


"Aku serius Rin. Aku sudah memikirkan nya dengan sangat matang dan juga mementingkan kesehatan calon bayi ku sendiri Rin" jawab Lulu dengan sangat yakin.


"Baiklah jika itu mau loe. Gue akan selalu mendukung loe apa pun keputusan yang akan loe ambil" ucap Rina sambil menggenggam tangan Lulu dengan erat.


"Makasih ya Rin. Kamu selalu ada untuk aku disaat aku sedang terpuruk kemarin" ucap Lulu dan mereka berdua berpelukan.


"Ya sudah, bersiap lah. Kita akan menemuinya, tapi jangan pernah loe menahan gue tidak memberi nya pelajaran. Karena gue paling nggak suka sama cowok bre*gsek kayak gitu" ucap Rina menyuruh Lulu untuk segera bersiap.


Sebelum pulang kerja Rina memang sudah mengetahui jika Devon sudah pulih dan juga sudah diperbolehkan untuk pulang. Walau tangan dan kaki nya masih mengenakan gips.


"Kita berangkat sekarang Rin?" tanya Lulu yang sudah siap akan pergi.


"Iya, ayo" jawab Rina dan langsung mengunci pintu.


Mereka berjalan menyusuri jalanan yang lumayan jauh dari kosan Rina. Devon menempati rumah yang dulu pernah dia tempati saat masih bekerja dikota ini.


Lulu menghela nafasnya berkali-kali untuk bisa menetralkan perasaan nya yang tiba-tiba seperti ada rasa sesak didalam dada nya. Rina mengetuk pintu rumah beberapa kali hingga ada seorang wanita cantik yang membuka kan pintu.


"Cari siapa ya?" tanya wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sofia.

__ADS_1


"Apa Devon nya ada?" tanya Rina to the point.


"Ada, kenapa kamu mencari suami saya? Tidak cukup kah kamu sudah merebut Rudi dari ku. Sekarang ingin merebutnya juga! Dasar jal*ng" ucap Sofia dengan pandangan yang benar-benar merendahkan.


Dia belum sadarkan jika dibelakang Rina ada seorang wanita lagi dengan pakaian tertutup nya. Betapa hancurnya hati Lulu saat mendengar jika Devon memang sudah menikahi wanita ini.


"Kenapa memang nya? Situ takut jika saya merebut nya dari situ? Bukan kah jika hasil rampasan akan dirampas kembali bukan?" jawab Rina dengan senyuman sinis nya.


"Apa maksud kamu. Aku tidak pernah merampas atau merebut milik orang lain. Aku hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi hak ku?" ucap Sofia dengan tidak tahu malu nya.


Saat Lulu akan pergi, Rina mencekal tangan nya supaya tetap berada disini. Tidak untuk kemana-mana. Rina mencoba menguatkan Lulu supaya tetap dengan pendirian nya.


Tiba-tiba Devon keluar dari kamar karena mendengar suara ribut-ribut diluar. Dan betapa terkejut nya dia melihat Lulu ada disana bersama dengan Rina yang menggenggam tangan nya. Jangan lupakan Sofia yang menahan mereka supaya tidak masuk.


"Rina" ucap Devon yang sudah bisa berjalan menggunakan tongkat.


"Oh, Hai. Boleh kami masuk?" tanya Rina.


"Silahkan masuk Rin" jawab Devon dengan memundurkan tubuh nya.


Rina sengaja menyenggol bahu Sofia yang berdiri dihadapan nya dengan keras, sehingga membuat Sofia terhuyung kebelakang dan terjatuh.


"Oops, sorry" ucap Rina dengan senyuman mengejek.


"Ada apa kamu menemui ku lagi?" tanya Devon berbicara dingin pada Rina.


"Gue belum puas menghajar loe sebelum loe bertemu dengan malaikat Izrail" jawab Rina dengan sinis.


"Loe kalo ngomong kadang-kadang" Devon tidak melanjutkan ucapan nya.


"Apa? Mau protes loe!" ucap Rina dengan tatapan tajam nya.


"Gue kesini mau bilang jika gue sudah menemukan istri yang mungkin akan segera menjadi mantan istri lagi" jelas Rina dengan sengaja mengucapkan kata-kata yang sangat aneh.


"Oke, gue tunggu diluar. Dan loe jangan macam-macam jika loe masih mau melihat hari esok!" ancam Rina sambil menunjuk Devon dengan kedua jarinya.


"Gue tunggu diluar. Loe selesaikan lah, jika dia macam-macam teriak saja. Gue langsung memanggil malaikat Izrail buat mengunjungi nya" ucap Rina pada Lulu sebelum keluar dari rumah.


Rina keluar rumah dan ternyata diluar masih ada Mak Erot yang masih ada diteras rumah sedang menguping pembicaraan mereka bertiga tadi.

__ADS_1


"Apa yang sedang anda lakukan disitu?" tanya Rina dengan tatapan tajam dan penuh selidik.


"Bukan urunan mu!" ucap Sofia langsung pergi dari teras rumah Devon.


Sedangkan didalam rumah Devon menghela nafasnya kasar lalu menatap Lulu yang terlihat kurus seperti dulu pertama bertemu dengan nya.


"Bagaimana kabar kamu? Aku sudah mencari kamu kemana-mana, tapi tidak berhasil menemukan mu" ucap Devon memberanikan diri untuk bicara pada Lulu.


"Aku baik-baik saja" jawab Lulu masih menunduk dan memainkan ujung kerudung nya.


"Apa baby baik-baik saja? Aku sangat merindukan kalian berdua" tanya Devon dengan pandangan yang mengabur karena air matanya sudah menggenang dipelupuk mata nya. Sekali kedap saja sudah menetes.


"Dia, dia baik-baik saja. Juga sangat sehat dan juga sudah sangat aktif bergerak didalam" jawab Lulu dengan senyuman mengembang dibibir nya.


Seolah semua beban berat dihati nya lenyap jika membicarakan tentang bayi nya.


"Benarkah? Apa dia tidak menyusahkan mu atau membuat kamu merasa lelah atau yang lain nya?" tanya Devon dengan sangat semangat menanyakan tentang bayi nya yang masih didalam kandungan Lulu.


"Tidak, justru dia sangat pintar dan juga baik budi" jawab Lulu dengan tersenyum.


"Boleh aku menyentuhnya nya?" tanya Devon ragu-ragu.


"Hmm, tentu" jawab Lulu tersenyum tipis.


Devon mendekati Lulu dan menyentuh perut Lulu yang sudah terlihat buncit jika dipegangnya. Dan tiba-tiba ada pergerakan didalam, sepertinya dia tahu jika Papa nya ingin mengenal nya juga lewat sentuhan diperut sang Mama.


Devon terisak, dia sangat terharu akan hal ini. Ternyata baby nya juga merindukan Papa nya juga.


"Maafkan aku sayang, aku benar-benar sangat menyesal telah membuat kamu bersedih dan menjadi seperti sekarang. Kamu pasti kesulitan selama ini menjaga nya sendiri. Aku benar-benar sangat minta maaf" ucap Devon sambil menangis sesegukan menunduk dihadapan Lulu.


"Dia memang putri ku. Tapi itu diluar dugaan ku selama ini, dan ini memang kesalahanku tidak menjelaskan nya dari awal. Juga tidak mencari tahu apa saja yang sudah aku lakukan dulu. Aku sungguh tidak tahu jika yang kulakukan dulu membuahkan hasil. Aku mohon maafkan aku sayang" ucap Devon lagi masih terisak.


Dia tidak berani menyentuh Lulu karena dia takut jika Lulu akan semakin marah padanya.


"Tapi kenapa kamu menikahinya? Tanpa memberi tahu ku lebih dulu?" tanya Lulu dengan pandangan yang sudah berkaca-kaca.


"Aku tidak menikah dengan siapa pun selain dengan kamu. Dia memang selalu memaksa untuk bisa menikah dengan ku dan bahkan selalu mengancam akan melukai Fia hanya demi dirinya sendiri. Aku, aku sudah mengambil hak asuh atas nya. Dan aku sudah membuat Sofia tidak akan pernah mengganggunya lagi" jelas Devon dan tiba-tiba Fia keluar dari arah dalam.


"Daddy, apa Mommy sudah pulang?" tanya Fia saat melihat wanita cantik yang sedang duduk bersebelahan dengan Daddy nya.

__ADS_1


"Iya sayang, Mommy sudah pulang. Dan juga bersama dengan adek bayi" jawab Devon yang langsung memangku anak perempuan yang berusia 4tahun.


Lulu hanya tersenyum tipis melihat anak yang sangat cantik dan juga pintar. Apa lagi tadi dia bilang jika dia adalah Mommy nya.


__ADS_2