
Sofia bener-bener sangat berusaha untuk bisa dekat kembali dengan Rudi. Walau Rudi selalu menghindari nya, Sofia tidak pernah menyerah. Bahkan dia sesekali memanfaatkan anak nya untuk bisa dekat dengan Rudi.
Dugaan nya sangat benar sekali. Karena sejak dulu Rudi sangat menyukai anak-anak, tidak sulit mendekatkan mereka berdua.
Seperti saat ini. Mereka bertiga berada ditaman kota, mereka seperti keluarga kecil yang bahagia bagi siapa pun yang melihat nya.
Sedangkan diujung sana ada gadis yang diam-diam memperhatikan mereka bertiga. Sesekali dia mengusap mata nya yang basah. Dia sangat sakit melihat pemandangan seperti itu.
Entah kenapa semakin dia ingin menjauh dari pria itu, dia selalu merasakan sesak yang luar biasa pada hati nya.
"Sebenar nya perasaan seperti apa ini. Kenapa melihat keluarga nya bahagia sangat sakit untuk ku" gumam nya sambil menepuk-nepuk dada nya yang berdenyut nyeri dan juga sesak.
"Sebaik nya, gue pergi saja dari sini. Gue nggak sanggup jika berlama-lama berada disini" gumam nya lagi lalu beranjak pergi dari taman kota.
Sedangkan Rudi yang sedang bermain dengan anak nya Sofia merasa ada sesuatu yang mengganjal dihati nya. Juga seperti ada yang menatap nya dengan kesedihan.
Dia mengedarkan pandangan nya untuk mencari keberadaan seseorang yang selalu mengusik hati dan fikiran nya. Tapi ternyata salah, disana tidak ada siapa pun selain dirinya dan beberapa orang yang sengaja menghabiskan waktu nya ditaman. Sama seperti diri nya.
.
Berbeda dengan Rina yang galau. Lulu sekarang sudah pindah ke ibu kota, dia sekarang juga melanjutkan kuliah nya. Dengan dukungan dan juga semangat dari suami nya.
Dan seperti saat ini, Lulu akan pergi kuliah dan diantarkan oleh Devon sendiri. Tapi tiba-tiba Lulu merasa pusing dan tiba-tiba perut nya mual.
Lulu berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan semua isi perut nya. Yang tiba-tiba pagi ini sangat tidak nyaman.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Devon yang ikut masuk dan memijat tengkuk istrinya.
"Sayang, jangan kesini. Ini sangat menjijikan" ucap Lulu saat sudah selesai muntah nya.
"Tidak ada kata jijik sayang. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Devon yang melihat Lulu yang sangat pucat.
"Aku baik-baik saja, cuman sedikit pusing dan juga mual" jawab Lulu sambil memegangi kening nya yang terasa pusing.
"Lebih baik kamu izin dulu sayang, hari ini kamu tidak usah kuliah dulu. Kamu harus istirahat, dan jangan banyak fikiran" ucap Devon sangat perhatian dan juga penuh kasih sayang.
Ternyata sang Casanova benar-benar sudah insyaf. Nyata nya dia sudah sangat bucin pada Lulu, istri nya. Seperti sekarang, Devon lebih memilih bolos kerja hanya untuk menemani istrinya yang sedang tidak enak badan.
"Apa masih pusing?" tanya Devon yang ikut berbaring dengan Lulu.
"Sedikit, entah kenapa jika seperti ini pusing dan mual nya berkurang" jawab Lulu semakin menelusupkan wajah nya diketiak Devon.
__ADS_1
"Sayang, kamu aneh sekali masa menciumi ketiak ku. Untung saja aku sudah mandi dan memakai parfum, jika tidak pasti sangat bau" ucap Devon yang merasa aneh dengan sikap Lulu sekarang.
pernikahan mereka sudah menginjak usia lima bulan. Dan mereka semakin terlihat sangat romantis dan jangan lupakan jika Devon sudah bucin akut.
.
Jika pernikahan Lulu saja hampir lima bulan berarti sekarang Soraya sedang menunggu kehadiran calon baby mereka. Karena menurut perkiraan Soraya melahirkan dua minggu lagi.
Sekarang pasangan Danu dan Soraya sangat antusias menyambut kehadiran baby mereka yang diperkirkan berjenis kela*in laki-laki.
Mereka sudah menyiapkan kamar untuk baby mereka berdua dengan interior serba berwarna biru.
"Sayang, apa kamu tahu siapa aku sebenar nya?" tanya Danu pada Soraya dengan sangat serius dan tangan nya mengusap perut buncit Soraya.
"Aku tahu. Kamu adalah suami aku" jawab Soraya sambil tersenyum dan tiba-tiba didalam perut nya ada yang menendang-nendang.
"Aw" ucap Soraya saat merasakan tendangan dari baby nya sangat kuat.
"Kenapa sayang? Apa sudah merasakan sakit?" tanya Danu dengan panik.
"Tidak Mas, tadi baby nendang nya lumayan kencang" jawab Soraya dan tangan nya menuntun tangan Danu untuk terus mengusap nya.
Dan seperti tahu jika Papa nya memberi peringatan. Baby nya langsung tenang, dan menendang nya tidak terlalu keras seperti sebelum nya.
"Dia sangat patuh pada mu Mas" ucap Soraya saat didalam perut nya tidak ada pergerakan yang sangat aktif.
"Dia adalah putra ku" jawab Danu dengan senyuman tipis nya.
"Oh iya Mas, apa Mama dan Papa akan kesini saat aku melahirkan nanti?" tanya Soraya yang sedang berbaring disamping dan memiringkan tubuh nya memeluk Danu.
"Pasti kesini sayang. Mungkin besok atau lusa mereka kesini" jawab Danu sambil memeluk tubuh istrinya yang semakin berisi saat ini.
"Sayang... Boleh?" tanya Danu dengan tatapan menahan gair*h nya.
"Aku juga menginginkan nya Mas" jawab Soraya.
Dan entah siapa yang memulai nya lebih dulu, mereka sudah tidak menggunakan sehelai benang pun. Dan melakukan apa yang seharus nya mereka lakuakan.
Hingga tiba-tiba Soraya merintih kesakitan. Dan Danu sangat panik, pasal nya mereka baru saja selesai melakukan olahraga ranjang nya.
"Sayang apa masih sakit?" tanya Danu yang masih panik.
__ADS_1
"Sudah tidak Mas" jawab Soraya lalu dia bangkit menuju kamar mandi.
"Sayang hati-hati" ucap Danu mengikuti Soraya memasuki kamar mandi.
Mereka berdua membersihkan dirinya masing-masing. Lebih tepatnya Danu yang membersihkan tubuh Soraya, karena Soraya terlihat sangat lemas akibat ulah nya.
Apa lagi sekarang kondisi Soraya sedang hamil besar dan gampang lelah. Maka nya Danu jarang meminta jatah olahraga ranjang nya, padahal Danu sangat berna*su saat melihat Soraya yang sedang hamil besar ini. Danu melihat nya sangat sexy.
Mereka berdua merebahkan diri mereka diatas ranjang king size nya. Mereka berdua berpelukan bersama dan tertidur lelap.
Keesokan hari nya mereka bangun tidur kaget melihat Mama Rena dan Papa Wijaya sudah duduk dimeja makan menunggu Danu dan Soraya bergabung.
"Kalian berdua lama sekali?" gerutu Mama Rena saat anak dan menantu nya baru bergabung.
"Maaf Ma" ucap Soraya lalu duduk disamping Soraya Danu.
"Sudah-sudah, kita langsung sarapan saja" ucap Papa Wijaya menengahi. Supaya istri nya tidak memperpanjang ucapan nya.
Mereka menyantap sarapan nya dengan tenang sebelum mereka dikejutkan oleh Soraya yang tiba-tiba pecah ketuban.
"Sayang, kamu pipis?" tanya Danu saat melihat baju yang dia pakai basah, juga dilantai sudah banjir.
"Tidak Mas" jawab Soraya sambil menggeleng kan kepala nya.
"Tapi baju kamu basah" ucap Danu lagi.
"Eh, iya. Tapi tidak terasa" jawab Soraya baru menyadari nya jika baju nya sudah basah kuyup.
"Sayang, apa kamu sudah merasa mulas?" tanya Mama Rena yang panik.
"Tidak Ma" jawab Soraya lagi.
"Sayang, itu ketuban kamu sudah pecah. Kita harus kerumah sakit sekarang" ucap Mama Rena langsung menuntun Soraya untuk masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian dan juga membawa kerumah sakit.
"Danu, kenapa kamu diam saja! Siapkan mobil dan juga perlengkapan Soraya dan calon baby kalian" Mama Rena gemas melihat Danu yang hanya diam mematung mendengar jika istri nya akan melahirkan.
Danu langsung menghampiri Soraya dan menuntun nya. Bik Darmi dan mang Asep juga tergesa-gesa menghampiri Tuan dan Nyonya Wijaya yang akan pergi kerumah sakit.
Bik Darmi membawakan perlengkapan Soraya dan juga baby nya. Bik Darmi dan Mama Rena menemani Soraya dijok belakang, sedangkan Papa Wijaya yang menyetir mobilnya.
Karena Danu tidak bisa diandalkan dalam situasi seperti ini. Dia sudah terlihat panik sejak tadi, otak nya yang selalu genius menjadi ngebleng. Jadi mau tidak mau Papa Wijaya yang mengambil alih.
__ADS_1