Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Extra part 8 The wedding


__ADS_3

Setelah acara makan malam selesai mereka semua lanjut mengobrol lagi hingga mereka diingatkan oleh Ibunya Rudi dan juga Ibunya Lulu. Mereka semua harus istirahat, karena mereka semua harus bangun pagi. Terutama Rina yang akan menjadi ratu besok pagi. Jadi semuanya harus bubar sekarang juga.


"Kalian ini, bukan nya ingat waktu malah tidak" gerutu Ibunya Lulu yang melihat mereka semua akan memasuki kamarnya masing-masing.


"Iya Bu maaf" ucap Rina yang mewakili semua orang bicara.


"Maaf, maaf! Sekarang tidur. Besok pagi kamu harus segera dirias! Bagaimana bisa jam segini belum tidur?" tanya Ibunya Lulu yang sudah geram pada anak-anak yang dia anggap anaknya sendiri.


"Kamu juga Lu. Bukan nya mengingantkan malah sama saja! Lihat, kamu juga sedang hamil dan kamu harus banyak istirahat. Malah ikut-ikutan begadang!" omel Ibunya sendiri yang mana akan sulit berhenti jika mengomel.


"Iya Bu maaf" ucap Lulu yang hanya mengusap perutnya, mungkin dia bilang amit-amit didalam hati. Takut nanti anaknya akan mirip dengan Ibunya yang suka mengomel.


"Soraya yang memang sudah terlelap didalam gendongan Danu tidak mendapatkan siraman rohani dari Ibunya Lulu. Mungkin besok dia akan mendapatkan nya jika sudah bangun.


Mereka semua masuk kedalam kamarnya masing-masing, terkecuali Sinta dan Siva yang sengaja ingin tidur bertiga dengan Rina. Karena mereka pasti tidak akan sering bertemu lagi jika Rina sudah pindah ke kota. Dimana suaminya tinggal sekarang.


"Kita tidur semua. Sebelum Ibunda ratu malah lagi. Hihihi" ucap Rina yang langsung merebahkan dirinya diatas kasur empuk dan berukuran sangat besar.


"Iya, serem juga jika melihat Ibunya Lulu marah-marah" jawab Sinta yang mana langsung menutup mulutnya yang keceplosan.


"Sudah jangan banyak bicara lagi. Kita tidur, oh. Ini nyaman sekali" ucap Siva yang langsung memejamkan matanya dan langsung terlelap. Begitu juga dengan Rina dan Sinta yang ikut terlelap hingga pintu kamar mereka ada yang mengetuk.


TOK...


TOK...


TOK...


"Mereka pada belum bangun ini" gumam Ibunya Lulu yang sedang mengetuk pintu kamar Rina dan diikuti oleh beberapa MUA yang akan mendandani Rina.


"Tolong panggilkan petugas hotel untuk minta kunci cadangan kamar nomor 3325" ucap Ibunya Lulu pada seorang pelayan yang sedang membawakan sarapan untuk Rina.


"Baik Bu" jawabnya yang langsung pergi dari tempatnya untuk memanggil manager hotel.


Tak lama kemudian manager hotel sudah datang dan langsung membukakan pintu kamar yang Rina tempati. Benar saja, Ibunya Lulu mendapati ketiga wanita itu sedang terlelap dengan sangat nyenyaknya.


Ibunya Lulu langsung membangunkan mereka dengan sekali tarikan saja pada ketiganya. Ibunya Lulu sudah berkacak pinggang dihadapan ketiga wanita yang belum sadar sepenuhnya.


"Kalian bangun sekarang! Rina... Bangun!! Kamu ini mau menikah tidak hari ini?" teriak Ibunya Lulu dengan lumayan kencang membuat Rina langsung terlonjak dan bangun dari ranjang segera masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


"Dasar anak itu" gerutu Ibunya Lulu yang sudah lebih tenang saat Rina sedang membersihkan dirinya.


Sedangkan kedua wanita yang malah lanjut untuk tidur lagi mendapatkan siraman rohani dari Ibunda Lulu yang sudah sangat geram. Dan keduanya mau tidak mau bangun dan juga langsung memberikan dirinya juga dikamar masing-masing.


Rina sudah selesai mandi dan sekarang sedang sarapan dulu. Karena takut pingsan jika tidak sarapan lebih dulu. Rina dengan sangat lahap menghabiskan semua makanan yang dibawa oleh pramusaji pihak hotel. Itu tidak luput dari pandangan para MUA dan juga Ibunya Lulu dan juga calon Ibu mertuanya sendiri.


"Pengantin nya rakus juga" ucap Ibunya Lulu sengaja menyindir Rina.


"Tidak apa Bu. Dari pada pura-pura jaim dan malah lapar sendiri nantinya, bisa bahaya Bu" jawab Rina dengan mulut penuh dan segera menyelesaikan makan nya lalu segera dirias oleh MUA.


"Ibu juga mau kekamar Rudi dulu ya nak. Setelah selesai baru Ibu kemari lagi" ucap Ibunya Rudi pada Rina dengan sangat lembut juga terlihat sangat menyayangi Rina.


"Iya Bu" jawab Rina yang sudah duduk dan mulai dirias oleh MUA yang sudah sejak tadi mengunggunya.


Sedangkan dikamar lain, Rudi sedang bersiap dan juga ditemani oleh Ayah nya yang selalu ada untuk dirinya.


"Kamu akan segera menikah kembali nak. Semoga saja pernikahan kamu kali ini akan menjadi pernikahan yang terakhir dan hingga menuju ke jannah nya Allah SWT" ucap Ayah yang mendo'akan putra semata wayangnya.


"Amiin, terimakasih untuk do'a dan semuanya Yah. Semoga pilihan Rudi kali ini memang tidak salah, dan ini adalah pilihan dari Allah langsung" jawab Rudi yang mengaminkan do'a dari Ayah nya.


"Ternyata kamu sudah bangun Rud?" tanya Ibu yang sudah masuk dan melihat putranya sudah terlihat rapih dan juga sangat tampan.


"Ibu senang, akhirnya kamu akan menikah lagi nak. Ibu juga senang karena pilihan kamu memang sangat tepat sekali. Ibu bangga padamu, semoga pernikahan kalian langgeng dan juga cepat memberikan Ibu cucu" ucap Ibu dengan senyuman dibibirnya.


"Do'a Ibu selalu untuk kamu dan jangan pernah meminta itu. Karena tanpa diminta pun Ibu akan selalu mendo'akan dan selalu ada untuk kalian berdua" ucap Ibunya dengan penuh kasih sayang.


"Sudah, ini adalah hari bahagia putra kita Bu. Masa malah nangis-nangisan terus? Kta harus bahagia dan juga turun kebawah untuk melangsungkan ijab qobul" ucap Ayah yang membuat Ibu dan Rudi melepasakan pelukan nya dan menuruti apa yang Ayah nya katakan.


Setelah mengucapkan itu semua dan juga waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi. Rudi sudah turun, dan sekarang sudah berada didalam ballroom hotel yang sudah sangat ramai oleh para tamu.


Mereka semua langsung menyambut Rudi dan membawanya kedepan Penghulu yang akan menikahkan nya dengan Rina.


Sedangkan dikamar Rina, dia sudah terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin dengan adat jawa. Rina sangat pangling dengan melihat dirinya dicermin rias didepan nya.


"Masya Allah, kamu cantik banget Rin" ucap Soraya yang ternyata sudah sejak tadi berada didalam kamar Rina untuk melihat dan menemani Rina.


"Masa sih Sora? Aku bahkan sampe nggak kenal dengan wajah ku sendiri" tanya Rina yang sudah sangat takjup akan penampilan nya saat ini.


Begitu berbeda dari sebelumnya dan sekarang sangat terlihat cantik dan juga sangat pangling. Lulu juga melakukan hal yang sama, mereka ternyata akan menjadi bridesmaids Rina dan para pria suami dan juga sahabatnya menjadi groomsman.

__ADS_1


Soraya dan Lulu sudah menggunakan gaun yang nyaman digunakan oleh bumil, dengan warna pink fanta yang sangat manis sekali. Begitu juga dengan Sinta dan juga Siva yang juga menggunakan gaun yang sama dengan Soraya dan Lulu.


Mereka sudah siap dan sekarang Rina sudah disembunyikan disuatu tempat yang ada didalam hotel tersebut dengan ditemani oleh para sahabatnya dan juga MUA yang tadi meriasnya dengan menjadi sangat cantik seperti sekarang.


Didalam ballroom hotel Rudi sedang mengucapkan ijab qobul nya dengan sangat keras dan juga lantang. Dengan sekali tarikan nafas Rudi sudah mengucapkan nya dengan sangat khidmad.


SAH...


SAH...


SAH...


Semua orang bertepuk tangan setelah Penghulu mengucapkan do'a untuk pengantin dan meminta pengantin wanita untuk datang menghampiri dan juga menandatangani surat yang menandakan mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.


"Silahkan pengantin wanitanya dibawa kemari. Karena pengantin pria nya sudah tidak sabar" ucap Pak Penghulu menggoda Rudi yang semula tegang sekarang sudah kembali relax.


Rina datang dengan diapit oleh kedua sahabatnya dan dibelakang ada Soraya dan Danu yang menggendong baby AL, dibelakngnya lagi ada Lulu dan Devon yang juga sedang menggendong baby David dan dibelakngnya lagi ada Eric yang malah menggandeng sang Ibu untuk menemaninya berjalan mengikuti pengantin.


Sedangkan sicantik Safia sedang menaburkan bunga didepan Rina yang sedang berjalan menyusuri karpet merah yang sudah dipenuhi oleh taburan bunga yang Fia tebarkan sepanjang ia berjalan.


Rudi langsung menyambut kedatangan Rina yang sudah mendekatinya dan langsung meminta Rina menandatangani berkas pernikahan dan dia langsung menyematkan cincin pernikahan nya dan begitu juga sebaliknya.


"Sekarang cium kening pengantin wanitanya ya Mas. Kening saja dulu, nanti baru yang lain" ucap Pak Penghulu yang menggoda Rina dan Rudi.


Rudi melakukan apa yang dikatakan oleh Pak Penghulu. Dia mencium kening Rina dengan sangat mesra dan juga penuh rasa syukur didalam hatinya. Akhirnya dia bisa meminang Rina menjadi istrinya.


Mereka semua bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada kedua mempelai. Disana juga ada Sofia dan juga Bram yang hadir dan melihat semuanya. Dimata keduanya terlihat kecemburuan dan juga kemarahan pada dua orang yang sedang berbahagia.


Bram terlihat mengepalkan kedua tangan nya dengan sangat erat sekali. Hingga buku-buku jarinya memutih. Sedangkan Sofia juga tidak jauh berbeda dengan Bram, dia juga mengepalkan tangan nya juga dan rasanya ingin menghampiri dan mempermalukan Rina didepan umum.


Tapi ini semua hanya ada didalam angan nya Sofia saja. Dia tidak seberani itu untuk membuat Rina malu atau malah sebaliknya. Tidak jauh dari Sofia dan Bram, Silvia juga hadir dengan perasaan yang sama dengan Sofia dan juga Bram. Dia juga kesal, kenapa Rina malah mendapatkan pria kaya dan juga sukses.


Apa lagi kedua teman nya yang dulu juga sekarang lebih dekat dengan nya. Dan itu membuat Silvia semakin kesal dan juga geram atas semua yang dia lihat hati ini.


...TAMAT....


.


.

__ADS_1


Sudah TAMAT lagi ya guys....


Tunggu season 2 nya segera....


__ADS_2