
Sang kakek masih berfikir, apa dia bisa mendapatkan kepercayaan yang sebesar ini dari pemilik tanah seluas ini?
"Kakek merasa terharu nak, apa mungkin kakek bisa menjalankan amanah yang sebesar ini?" tanya si kakek dengan sangat ragu.
"Itu terserah kakek, mau atau tidak nya. Karena saya hanya menawarkan saja, kata kakek. Kakek tidak mau kan mererima cuma-cuma pemberian dari orang? Maka dari itu saya memberikan sebagian kecil dari tanah disini pada kakek untuk dikelola" jawab Rudi sambil tersenyum ramah, dia akan bilang pada Danu jika konsepnya akan ada tambahan taman atau apa jika kakek mau menerimanya.
"Kakek fikirkan lah dulu jika kurang yakin bisa langsung menolaknya, tapi jika setuju saya akan sangat senang" lanjutnya lagi masih menarwarkan.
Karena sebenarnya dia tidak tega jika membiarkan kakek yang sudah tua masih bekerja sangat berat seperti ini. Karena sudah tidak sepantasnya untuk bekerja.
"Baik den kakek terima, tapi apa aden tidak keberatan jika ini digunakan untuk menanam buah atau sayuran saja den?" tanya si kakek.
"Itu terserah kakek saja bagusnya seperti apa. Karena saya kurang mengerti" jawab Rudi merendah.
"Aden jangan merendah, tidak mungkin orang seperti anda tidak mungkin tidak tahu den. Karena saya juga dulu seperti aden, sebelum semuanya hancur" ucap si kakek yang sangat tenang. Tapi diakhir kalimat yang kakek ucapkan tidak terdengar.
Rudi hanya diam saja mendengar apa saja yang akan dilakukan oleh si kakek yang akan mulai melakukan pekerjaan nya pada tanah yang tidak jauh dari bangunan yang sedang dibangun.
Rudi masih bingung, si kakek bisa berfikiran seperti itu. Apa mungkin dia dulunya seorang pengusaha juga? Entah lah dia tidak ingin memikirkan nya.
.
Sedangkan Rina dia masih bergelut dengan pekerjaan nya yang menumpuk, karena sekarang pesanan dari luar kota sangat banyak dan semua kariawan pabrik wajib untuk lembur.
Begitu juga dengan Rina dan teman baru nya. Mereka bertiga kompak mengerjakan nya dengan cepat. Supaya bisa cepat pulang sebelum jam 10 malam.
"Rin, loe ceria banget kayak nya?" tanya Sinta.
"Iya, nggak seperti biasanya" timpal Siva yang memperhatikan sikap Rina beberapa hari ini.
"Perasaan kalian saja kali, gue baik-baik saja dan nggak ada yang berubah menurut gue" jawab Rina masih fokus pada pekerjaan nya.
"Menurut loe kan emang biasa aja, tapi bagi yang lihat tidak biasa tahu" jawab Siva dengan menggebu.
"Ye, siapa siapa juga yang seperti itu. Gue biasa-biasa saja, dan gue masih sama" jawab Rina sambil terus bekerja hingga dia selesai lebih dulu.
"Selesai" teriak Rina saat semuanya sudah selesai.
"Ish, loe curang Rin. Masa loe udah selesai saja sih?" ucap Sinta yang sejak tadi masih mengerjakan tugasnya.
__ADS_1
"Makanya jangan ngobrol terus, hahaha" ucap Rina sambil tertawa dan segera keluar dari dalam pabrik.
Dia ingin membeli nasi goreng untuk makan dulu dan juga dia. Lulu pasti sudah lama menunggu nya pulang, pasti sudah lapar juga sekarang.
Dia memang sudah kirim pesan pada Lulu, jika nanti dia akan pulang terlambat. Karena banyak pekerjaan yang mengharuskan seluruh kariawan pabrik untuk lembur.
Untungnya stok makanan dikosan masih banyak. Jadi Rina tidak perlu khawatir jika Lulu kelaparan didalam kamar kos.
"Gue harus buru-buru" gumam Rina yang berlarian menyusuri jalanan tempat para pedagang berjualan dagangan nya.
Rina memesan dua porsi nasi goreng dan juga beberapa makanan lain nya. Semuanya dia beli, supaya sahabat dan juga baby nya sehat dan tidak kekurangan. Biarlah jika uangnya akan mengurangi, tapi asalkan sahabat bisa makan makanan yang enak.
Rina sampai didepan kamar kosan nya. Dia langsung membuka pintu kamar nya dan langsung menguncinya. Takut jika ada orang masuk jika tidak dikunci dengan benar.
"Sudah pulang Rin?" tanya Lulu yang sedang duduk menonton drakor dilaptop milik Rina.
"Iya, nih gue bawa makan malam buat kita makan sekarang. Tapi bareng ya, gue mau mandi dulu" ucap Rina menyarankan beberapa bungkusan kantong pelastik yang berisi berbagai makanan.
Lulu membuka semua makanan yang ada dihadapan nya. Itu adalah makanan kesukaan nya semua, apa mungkin Rina membelikan itu semua untuk nya atau memang mereka ingin makan bersama? Lulu mengabil piring dan juga sendok untuk mereka makan nasi goreng yang masih hangat.
"Wah wangi banget. Perut gue jadi semakin lapar" ucap Rina saat sudah keluar dari kamar mandi.
"Iya, pasti enak. Ayo kita mkan" ucap Lulu sambil menyerahkan satu piring nasi goreng pada Rina.
"Lu, apa kamu tidak suka sama nasi goreng nya? Atau kamu merasa mual atau apa?" tanya Rina, pasalnya Lulu seperti mengaduk-ngaduk saja nasi goreng nya.
"Nggak kok Rin. Aku suka sama nasi goreng nya, ini kan memang kesukaan aku Rin. Masa aku tidak menyukai nya. Aku nggak apa-apa kok Rin, aku baik-baik saja" jawab Lulu dengan senyuman dipaksakan.
"Lu, kamu jangan merasa sungkan ya ama gue. Gue sangat tulus membantu loe, karena gue sayang sama loe. Apa lagi loe sedang hamil muda, pasti loe butuh makanan-makanan yang membuat loe merasa nyaman dengan ini semua. Gue bener-bener tulus sama loe, loe adalah sahabat sekaligus saudara gue. Jadi jangan berfikiran yang macam-macam, kasihan baby nya" jelas Rina panjang lebar supaya Lulu mengenyahkan fikiran tidak enak nya.
"Makasih banyak ya Rin. Gue nggak tahu jika gue nggak punya sahabat seperti kamu yang sangat baik pada ku juga bayi yang ada didalam kandungan ku" ucap Lulu sambil memeluk tubuh Rina yang duduk berhadapan dengan nya.
"Iya sama-sama, mending loe habiskan makanan nya. Gue beli peke duit ya" jawab Rina dan mengucapkan kata-kata judes nya.
"Iya Ibunda ratu" jawab Lulu lalu keduanya tergelak bersama.
Sampai-sampai penghuni kamar kos sebelah Rina menjadi merasakan bahagia juga dengan mendengar mereka berdua tertawa bersama.
Siapa lagi jika bukan Rudi Suryoto yang sedang ikut tersenyum juga mendengar suara tawa mereka yang berada tepat disebelah kamarnya.
__ADS_1
"Mereka sedang apa ya, sampai-sampai tertawa begitu renyah nya" gumam Rudi yang masih mengerjakan pekerjaan nya yang belum selesai.
Rudi masih belum melanjutkan pekerjaan nya. Dia malah berfikiran jika dia dan Rina bisa dekat dan menjalin hubungan hingga sampai kejenjang yang lebih serius lagi.
Hingga Rudi senyum-senyum sendiri bahkan berbicara sendiri juga, dia memang sedang tidak waras karena selalu memikirkan gadis cantik yang sudah membuat hatinya meleleh seperti mentega yang dipaksakan.
Sedangkan Rina dan Lulu sudah tidak terdengar lagi suaranya. Mungkin mereka sudah terlelap karena sudah kenyang makan dan juga habis tertawa bersama jadi mereka tidak bersuara kembali.
Tapi Rina masih terjaga sambil menatapi Lulu yang sudah terlelap. Dia melihat banyak kesedihan diwajah Lulu, dia ingin meringankan beban berat nya dengan cara mengajak nya tertawa dan juga makan, makanan yang dia beli.
Apa lagi Lulu selalu berada didalam kamar nya terus. Pasti dia bosan dan juga jenuh, tapi Lulu tidak pernah mau jika diajak keluar untuk menghirup udara segar. Apa mungkin dia akan menemui Devon dan menghajarnya tanpa ampun? Atau membawa Lulu pergi jauh? Berbagai macam pertanyaan berkeliaran dikepala Rina..
Dia sangat kasihan terhadap Lulu, pernikahan nya belum genap satu tahun tapi sudah diterpa bagai yang sangat besar. Mungkin ini resiko menikahi mantan Casanova, karena akan ada wanita-wanita yang pernah menjadi masalalu nya.
"Gue harus ketemu sama si Tevlon, dia harus menceritakan semuanya sama gue. Gue tidak terima saudara gue disakiti sedemikian rupa oleh Casanova kurang asem ini" gumam Rina lalu dia mengambil ponsel nya dan mengirimi pesan pada si Devon.
**Rina
Gue mau bicara penting sama loe. Temui gue ditempat biasa**!
Seperti itulah isi pesan yang Rina kirim pada Devon. Rina tidak menunggu balasan pesan dari Devon, dia langsung tertidur juga disampingnya Lulu.
.
Keesokan hari nya Rina membuka ponsel nya tapi belum juga ada balasan dari orang sok penting seperti si Devon Tevlon itu. Rasanya gemes banget Rina pengen nelen tuh orang hidup-hidup.
"Kamu kenapa Rin? Mukanya kayak yang kesel banget?" tanya Lulu yang memang memperhatikan sikap Rina.
"Gue emang lagi kesel dan gedek banget sama tuh orang. Udah gue kasih tahu kalo gue nggak minat masih saja deketin gue! Gimana nggak kesel coba" Rina beralasan supaya Lulu tidak merasa curiga.
.
.
.
Othor tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan supaya para reader meninggalkan komentarnya selalu disetiap babnya....
Juga like, vote dan hadiahnya juga... Supaya Othor makin semangat buat selalu up banyak tiap hari nya....
__ADS_1
Subscribe nya juga jangan lupa...
Terimakasih, salam sayang dari Othor receh 🤗