Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Gosip dipabrik


__ADS_3

Danu masih mencoba menidurkan adik kecilnya, tak lama kemudian Danu mengerang panjang dan nafas Danu juga naik turun. Seperti habis lari maraton tiga kali putaran.


Danu membersihkan nya lalu segera keluar dari kamar mandi, Danu mencoba menetralkan nafasnya yang masih naik turun.


"Bik, tolong buatkan kopi. Antarkan keruang kerja saya ya bik" ucap Danu, walau bik Darmi adalah pelayaran dirumahnya. Danu tidak pernah memerintah tanpa menyematkan kata tolong.


Danu memang sudah diajarkan sejak kecil supaya selalu menghormati orang yang lebih tua dari nya. Juga menghargai orang yang lebih muda dari nya juga.


"Siap Den, ada lagi?" tanya bik Darmi.


"Itu saja bik" jawab Danu lalu menuju sofa tempat dimana Soraya sedang duduk.


Ternyata Soraya sedang tidur, Danu dengan sangat hati-hati mengangkatnya untuk dipindahkan kedalam kamar, supaya lebih nyaman lagi tidurnya.


"Tidur kamu nyenyak banget, sampe-sampe tidak terusik sedikitpun. Entah kenapa setiap berada didekat kamu, aku selalu merasa sangat nyaman dan juga merasa tenang. Apa mungkin aku sudah mencintaimu? Jika iya, aku sangat menyukainya" ucap Danu sambil membelai kepala Soraya yang masih tertutup hijab.


Setelah mengucapkan itu Danu langsung keluar kamar, dia ingin mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda. Bukan sempat, lebih tepatnya sangat tertunda.


Ternyata Soraya sejak tadi sudah bangun, dan bisa mendengar semua yang Danu ucapkan tadi. Dia merasa senang jika memang Danu sudah mencintainya, dia juga akan mencoba terbuka dan mencintainya juga.


Tidak ada salahnya bukan, jika dia juga mencintai suaminya sendiri. Soraya sebenarnya sudah menaruh hati pada Danu sejak pertama Danu menolongnya, tapi dia tutupi dengan wajah datarnya dan juga sikap cueknya.


Jika sudah begini maka Soraya harus bisa menaklukan seorang Danu, dia harus bisa membuat Danu mencintainya. Benar-benar mencintainya.


"Terimakasih Mas, kamu mau menerimaku sebagai bagian dari hidup kamu. Aku adalah wanita yang sangat beruntung bisa memiliki suami seperti kamu, aku akan mencoba menjadi istri yang baik buat kamu Mas" gumam Soraya sambil tersenyum.


"Semoga Allah mendengar do'a ku. Aku akan mengabdikan diriku pada suamiku, karena dia yang mau menerimaku apa adanya, bukan ada apanya" lanjutnya lagi.


Soraya merasa kakinya tidak terlalu sakit, dia menyibakkan selimutnya lalu memandangi kakinya. Dia mencoba menggerak kan jari-jarinya, terkuak sudah tidak sakit lagi. Lalu mencoba menggerak kan pergelangan kakinya perlahan.


"Ternyata masih sedikit ngilu, tapi tidak apa. Semua butuh proses, semoga saja cepat pulih kembali Ya Allah" ucap Soraya sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Soraya meraih ponselnya, dia sangat merindukan Rina. Semenjak resepsi pernikahannya selesai dia belum bertemu dengan sahabatnya.


**Soraya


Assalamualaikum Rin, apa kamu sedang sibuk**? chat Soraya.


Tak lama kemudian mendapat balasan dari Rina.


**Rina


Wa'alaikum salam, nggak kok. Nih aku baru pulang kuliah. Ada apa nih pengantin baru?😊


Soraya


Nggak kenapa-kenapa kok, cuman kangen aja. Jangan ngeledekin deh..


Rina


Cieeeee, masa kangen sih sama aku??? Kan disana sudah ada ayang Danu 😉😆


Soraya


Udah ah, males chat sama kamu. Dari tadi godain aku terus 😔

__ADS_1


Rani


Iya, iya. Aku nggak akan godain kamu. Ngomong-ngomong gimana kaki kamu? Apa sudah ada kemajuan?


Soraya


Alhamdulilah Rin, tadi aku coba gerakin jarinya sudah nggak sakit. Tapi pergelangan kakinya masih sedikit ngilu jika digerakin


Rani


Sabar, nanti juga sembuh. Harus bersabar aja, dan jangan kebanyakan duduk. Harus mencoba belajar jalan sedikit-sedikit đŸ’Ē


Soraya


Iya, ini aku mau nyoba turunin kaki aku kelantai. Jika tidak sakit maka akan aku lanjutkan belajar berjalan. Tapi jika masih sakit, ya... Nanti lagi â˜šī¸


Rina


Sabar. Oh iya Sora, dipabrik ada kabar heboh loh.


Soraya


Kabar apa???


Rina


Biasa, trio rese. Mereka bikin ulah lagi, masa dia nyebarin berita kalo kamu itu udah ngerebut Pak Danu dari Silvia. Dipabrik heboh gosipin kamu, mereka ngomong yang engga-engga. Tadinya mau aku hajar tuh sundel bolong, tapi aku takut kena SP. Malah lebih parah lagi bisa-bisa aku dipecat secara tidak hormat 😔


Soraya


Rina


Iya, itu pasti. Aku bakalan mewujudkan impian aku, untuk menjadi wanita karir dan bisa sukses atas kemampuan aku sendiri. Kamu jangan bahas soal dia ya, aku baru saja melihatnya bertunangan dengan salah satu dokter yang bekerja dengannya. Awalnya aku juga nggak nyangka melihat itu semua, tapi... Ya sudah lah, buat apa memikirkan laki-laki yang tidak bisa dipegang ucapan nya.


Soraya


Maaf ya, aku jadi tidak tau apa-apa soal itu semua. Aku merasa seperti sahabat yang jahat nggak sih? Sahabatnya sedang sedih saja aku tidak tau 😖


Rina


Jangan gitu Sora, aku nggak apa-apa kok. Aku kan woman strong 😅😅


Soraya


Kamu ini. Ya sudah ya, aku mau mencoba bercalan. Siapa tau bisa 😉


Dah Rina, Assalamualaikum 🤗


Rina


Iya, tapi jangan dipaksakan. Wa'alaikum salam 🤗**


Setelah berbalas pesan, Soraya meletakkan kembali ponselnya diatas nakas. Dia mencoba menurunkan kakinya perlahan-lahan, ternyata tidak sakit.


Lalu Soraya mencoba untuk berdiri sambil berpegangan pada nakas. Ternyata dia bisa berdiri, Soraya sangat senang. Tapi dia tidak mau memaksakan diri supaya bisa berjalan.

__ADS_1


Dia mencoba berdiri dulu lumayan lama, ternyata masih sedikit sakit. Dia duduk kembali dibibir ranjang sambil meenjuntaikan kakinya kebawah.


Tok


Tok


Tok


"Boleh bibik masuk Non?" tanya bik Darmi.


"Masuk bik" jawab Soraya.


"Nona, bibik bawa susu buat Non Soraya. Diminum ya Non, supaya bisa cepat sembuh. Katanya susu kan bagus buat tulang" jelas bik Darmi sambil menyerahkan segelas susu hangat pada Soraya.


"Terimakasih bik, bibik sampe repot-repot membuatkan aku susu" ucap Soraya sambil menyambut uluran susu yang diberikan bik Darmi padanya.


"Semoga lekas sembuh ya Non" ucap bik Darmi sambil mengusap kepala Soraya dengan sangat lembut. Diaminkan oleh Soraya.


"Kalau begitu bibik keluar ya Non" ucap bik Darmi yang sudah menerima gelas kosong dari Soraya.


"Iya bik. Eh, maaf bik. Apa Mas Danu masih berada didalam ruang kerjanya?" tanya Soraya.


"Iya Non. Apa perlu bibik panggilkan?" tanya bik Darmi.


"Tidak usah bik terimakasih. Bibik boleh keluar" ucap Soraya sambil tersenyum.


Bik Darmi menganguk lalu melangkahkan kakinya menuju pintu. Ternyata, sebelum bik Darmi membuka pintu. Pintu sudah dibuka dari luar, ternyata Danu yang masuk.


Bik Darmi langsung sedikit membungkukan badannya pada Danu. Danu melangkahkan kakinya mengampiri Soraya yang duduk ditepi ranjang dengan kaki menjuntai.


"Apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Danu.


"Aku ingin kekamar mandi Mas" ucap Soraya sambil menundukan wajahnya.


"Sini aku bantu" ucap Danu sambil mengangkat Soraya menuju kamar mandi.


"Apa sudah nyaman?" tanya Danu setelah mendudukan Soraya diatas kloset.


"Iya Mas, Mas lebih baik keluar dulu. Aku mau bab, pasti sangat bau. Jadi Mas tunggu diluar saja" ucap Soraya merasa malu sejak tadi ditatap Danu terus.


"Baiklah, jika sudah selesai panggil aku. Aku ada didekat pintu" jawab Danu sambil menunjuk pintu.


Soraya menganggukan kepalanya. Dia langsung menuntaskan hajatnya, Soraya mencoba berdiri sambil berpegangan pada dinding kamar mandi.


Danu yang menunggu cukup lama lalu mengetuk pintu dari luar. Takut terjadi sesuatu pada Soraya, karena tidak ada suara sejak tadi.


"Sora, apa kamu baik-baik saja?" tanya Danu sambil mengetuk pintu.


"Iya Mas, aku baik-baik saja. Aku sudah selesai" jawab Soraya sambil berteriak juga.


Danu langsung membuka pintu kamar mandi, betapa terkejutnya Danu melihat Soraya sudah bisa berdiri diatas kakinya sendiri.


"Kamu sudah bisa berdiri?" tanya Danu.


"Iya Mas, aku baru mencobanya tadi. Ternyata bisa, seperti yang Mas lihat. Tapi, hanya berdiri saja. Belum bisa digerakan, masih sakit" jawab Soraya sambil menunduk.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, ini kemajuan. Lain kali kita coba lagi, nanti aku ajari kamu berjalan" ucap Danu memberi semangat.


__ADS_2