Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Pergi ke Pantai


__ADS_3

Soraya dan Danu juga tidak jauh berbeda dengan Lulu dan Devon yang masih bermesraan ditepi pantai. Bahkan Danu sesekali mengusap-ngusap perut Soraya yang sudah terlihat buncit.


"Sayang, apa dia belum bisa menendang?" tanya Danu yang masih anteng mengusap-ngusap perut Soraya.


"Belum terlalu terasa Mas, sesekali memang terasa seperti menendang" jawab Soraya sambil tersenyum dan memutarkan tubuhnya menjadi menghadap kearah Danu.


"Ada apa, hmm?" tanya Danu saat Soraya sedang menatapnya dengan intens.


"Tidak ada. Hanya ingin memandanginya saja" jawab Soraya sambil tersenyum.


"Benarkah, atau memang menginginkan sesuatu?" tanya Danu lagi sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


"Aku hanya ingin memandanginya saja, karena entah kenapa aku sangat senang jika sudah memandang wajah kamu Mas" jawab Soraya sambil mengusap pipi Danu dengan lembut dan langsung memeluk tubuh nya.


"Kamu ini lucu sekali sayang" ucap Danu memeluk tubuh istrinya dan mengecupi kepala nya berulang-ulang.


Danu meletakkan dagunya pada kepala Soraya dan pandangan nya menuju lautan luas didepan nya. Soraya mempererat pelukan nya pada Danu. Terasa sangat nyaman juga merasa tenang.


"Apa tidak merasa lelah berdiri terus sejak tadi?" tanya Danu saat sudah lumayan lama berdiri.


"Gendong" ucap Soraya manja, dia selalu ingin bermanja-manja pada Danu. Dia juga tidak malu jika harus selalu menempel pada nya.


Justru Danu sangat senang dengan sikap istrinya yang manja ini. Kapan lagi bisa melihat istrinya manja jika tidak sedang hamil. Danu menggendong Soraya punggungnya.


"Apa tidak masalah digendong seperti ini? Aku takut jika baby kenapa-kenapa" tanya Danu saat sudah berjalan sambil menggendong tubuh Soraya dibelakngnya.


"Tidak, kan tidak ditekan. Jadi tidak masalah" jawab Soraya sambil tersenyum dan berpegangan erat pada lengan Danu.


"Baiklah, anak Papa memang kuat" ucap Danu sambil tersenyum berjalan pelan menyusuri bibir pantai.


"Harus kuat dong, masa kalah sama Papa nya" jawab Soraya.


"Sayang, kita kesana ya" ajak Danu menuju sebuah restaurant yang sedang ramai pengunjung.


"Baiklah, aku juga menginginkan es krim" ucap Soraya dengan antusias.


"Turunkan aku Mas" pinta Soraya saat sudah hampir dekat dengan restaurant.


"Kamu yakin sayang?" tanya Danu.


"Iya" jawab Soraya sambil tersenyum.


Danu menurunkan Soraya dari gendongan nya, lalu mereka berdua berjalan beriringan dan juga bergandengan tangan. Ternyata didalam juga ada Lulu dan Devon sedang menikmati makan sore menjelang malam.

__ADS_1


"Ish, kenapa harus bertemu lagi dengan kanebo kering lagi" gumam Devon saat melihat Danu dan Soraya memasuki restaurant.


Ternyata Soraya dan Danu tidak menyadari jika Devon dan Lulu berada ditempat yang sama.


"Mau pesan apa selain es krim?" tanya Danu saat sudah duduk disalah satu kursi yang kosong.


"Es krim coklat, strawberry dan vanilla. Emm, cheesecake dan tiramisu" jawab Soraya sambil membayangkan betapa enak nya semua makanan yang dia pesan.


"Itu saja?" tanya Danu dan diangguki oleh Soraya.


"Oke, sesuai pesanan yang tadi istri saya bilang. Cappuccino dan hot chocolate" ucap Danu pada pelayan yang sedang mencatat pesanan pelanggan nya.


"Baik, mohon tunggu sebentar Mas dan mbak" ucap pelayan nya dengan ramah.


Setelah menunggu beberapa saat pesanan mereka datang dan disambut dengan semangat oleh Soraya. Dia sangat senang dan lahap menikmati es krim dan juga cake yang sudah dia pesan.


"Pelan-pelan, tidak akan ada yang merebut nya dari mu" ucap Danu sambil mengusap bibir nya yang terkena coklat.


"Hehe, terimakasih" ucap Soraya sambil tersenyum malu karena terlihat sangat rakuuss.


"Makanlah, jika masih menginginkan nya bilang saja" titah Danu dengan senyuman tipis dibibir nya.


"Benarkah, jika iya aku tidak akan sungkan lagi loh Mas" tanya Soraya sambil menampilkan puppy eyes nya.


Soraya sangat menikmati hidangan yang sudah hampir habis, dengan sangat lahap sekali hingga sudah nambah beberapa puding dan cake.


"Apa masih menginginkan yang lain lagi?" tanya Danu yang senyum-senyum melihat nafssu dan cara makan Soraya.


Tapi Danu sangat bahagia, melihat istrinya tidak ngidam parah. Apa lagi dengan drama pagi yang harus muntah-muntah. Walau dirinya yang harus merasakan hingga dirawat dirumah sakit selama beberapa hari.


"Aku sudah kenyang Mas, baby juga sama. Sekarang malah ngantuk, hehehe" jawab Soraya sambil tersenyum meringis.


"Iya sudah kalau sudah kenyang dan tidak menginginkan apa-apa lagi. Kita pulang sekarang" ucap Danu sambil mengusap kepala Soraya yang dibalut hijab.


Soraya hanya tersenyum dan mengangguk, mereka berdua jalan bergandengan tangan. Membuat mata siapa pun yang melihat nya akan merasa iri karena mereka berdua sangat romantis.


.


Lulu dan Devon juga sama, mereka berdua sangat romantis sekali. Devon selalu memberikan perhatian-perhatian kecil untuk istri tercinta nya.


"Mas, aku merasa tidak enak badan. Seperti nya aku masuk angin, bisa kita kembali ke hotel lagi?" tanya Lulu, yang memang sangat kelelahan. Dan wajah nya juga terlihat merah.


"Ya sudah, kita pulang sekarang. Tapi kamu benar-benar tidak apa-apa kan?" jawab Devon dengan perhatian juga bertanya.

__ADS_1


"Entah lah Mas, aku juga tidak tahu" jawab Lulu memang tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.


"Kita kedokter saja. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa, jadi jangan membantah" ucap Devon tidak ingin dibantah.


Devon membawa Lulu kerumah sakit terdekat untuk segera memeriksakan nya. Devon benar-benar panik melihat keadaan Lulu yang tiba-tiba seperti sesak nafas dan wajah nya membengkak.


Setelah menunggu beberapa saat Lulu diperiksa oleh dokter, ternyata Lulu mengalami alergi makanan tertentu. Makanya terjadi seperti ini, tiba-tiba sesak nafas. Dan timbul ruam pada kulit juga bengkak-bengkak jika tidak ditangani dengan benar.


"Apa sebenarnya yang membuat istri saya alergi dok? Kalau boleh tahu makanan apa?" tanya Devon.


"Maaf Pak, tadi istri anda memakan apa saja sebelum kejadian seperti ini?" dokter balik bertanya pada Devon.


"Kami hanya memakan seafood dan juga kepiting... Tunggu, jangan bilang jika istri saya alergi kepiting?" jawab Devon dan juga bertanya pada dokter yang memeriksa Lulu.


"Bisa jadi Pak, apa lagi jika itu adalah makanan terakhir yang istri anda konsumsi" jelas dokter pada Devon.


"Apa istri saya bisa segera disembuhkan?" tanya Devon lagi.


"Jelas bisa pak, yang penting harus menghindari makanan yang membuat alergi nya kambuh lagi. Jika sewaktu-waktu alergi nya kambuh ada harus memberikan obat anti alergi sebelum terjadi seperti ini" jawab dokter menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh.


"Jadi intinya istri saya bisa sembuh secepat nya bukan?" tanya Devon kembali, dia benar-benar ingin segera istrinya sehat kembali dan tentunya melakukan hal yang iya iya.


"Tentu saja Pak, pasien hanya akan mendapatkan perawatan sampai infisan nya habis boleh pulang" jawab dokter pada Devon supaya bisa faham.


Lalu setelah berbicara dengan dokter nya, Devon menghampiri Lulu yang sedang berbaring lemah. Apa lagi bengkak diwajah nya masih sangat terlihat.


"Sebenarnya aku kenapa Mas?" tanya Lulu saat Devon sudah duduk disamping nya.


"Apa kamu sebelum nya sudah pernah memakan kepiting sebelum nya sayang?" Devon malah balik bertanya pada Lulu.


"Iya, ini adalah pengalaman pertama aku" jawab Lulu masih belum mengerti dengan kondisi nya yang seperti ini.


"Kamu terkena alergi sayang" jawab Devon dengan terus memandang wajah Lulu yang bengkak.


"Benarkah Mas?" tanya Lulu.


"Iya sayang, kemungkinan kamu alergi kepiting, karena yang terakhir yang kamu makan ya kepiting itu" jawab Devon memberi penjelasan.


"Jadi aku berapa lama didalam rumah sakit ini? Aku sudah tidak betah, apa lagi ini. Tangan aku ada jarum infus nya" tanya Lulu yang memang sudah merasa tidak nyaman berada didalam rumah sakit.


"Sampai besok saja sayang. Hingga infisan nya habis, dan bengkak diwajah kamu memudar. Jadi untuk saat ini, kamu harus bersabar" jawab Devon, menjelaskan apa yang sudah dokter jelaskan tadi pada nya.


Akhirnya mau tidak mau Lulu menginap disini, dirumah sakit. Devon dengan setia menemani dan juga selalu berada didekat Lulu.

__ADS_1


__ADS_2