
Lulu akhirnya pasrah saja dibolak balik seperti goreng tempe. Karena dia juga merasakan kenikmatan yang sangat nikmat karena Devon melakukan nya dengan sangat hati-hati dan juga perlahan. Devon tidak ingin jika nanti terjadi sesuatu pada istrinya dan calon baby mereka berdua.
"Aku... Aku sudah tidak tahan lagi Mas" ucap Lulu sambil mencengkram lengan Devon dengan sangat erat.
"Bersama sayang. Uh..." ucap Devon dan tidak lama kemudian kedunya menge**ng bersama dan Devon langsung mencabut penyatuan nya lalu membersihkan bagian inti istrinya dengan sangat lembut dan hati-hati.
"Terimakasih sayang. Kamu memang yang terbaik" ucap Devon sambil mengusap bagian intinya yang malah berdiri tegak lagi saat menyentuh milik Lulu yang masih lembab akan ulahnya.
"Sama-sama Mas, tapi jangan minta lagi sekarang. Aku sudah lemas dan tidak bertenaga lagi, nanti jika aku sudah istilahat sebentar. Mas boleh melakukan nya lagi terserah Mas" ucap Lulu yang memang sudah tahu apa keinginan suaminya yang selalu ingin nambah jika melakukan itu dengan nya.
"Tenang saja sayang. Dia bisa menahan nya hingga kamu pulih kembali tenaganya" ucap Devon yang sebenarnya sedang menahan nya sekuat tenaga untuk tidak menerkam istrinya lagi.
Devon mencoba menenagkan anakconda miliknya supaya bisa tidur kembali dengan berendam air dingin. Karena jika solo karir maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Jadi dia lebih memilih berendam saja.
.
Berbeda dengan Devon yang sedang menahan ha**atnya pada Lulu. Rudi sedang sangat bahagia, pasalnya dia juga habis mendapatkan jatahnya juga dari Rina. Biar begitu dia melakukan nya dengan sangat hati-hati dan slow motion membuat Rina kedalam dan tidak bersemangat lagi. Hingga dia tertidur lelap.
"Dia ini kenapa gampang sekali tertidur? Apa karena aku melakukan nya sangat pelan sehingga dia bosan? Atau memang bawaan bayi yang?" gumamnya bertanya pada diri sendiri yang tidak akan ada yang menjawab pertanyaan nya sendiri.
"Sayang, kenapa malah tidur? Lihatlah, dia juga jadi lemas dan tertidur" ucap Rudi mencoba untuk membangunkan Rina yang sudah terlelap sangat nyenyak.
"Huh, sabar... Sabar..." gumamnya lagi sambil melepasakan penyatuan nya. Karena miliknya sudah mengkerut seperti terong habis ditebus. Lemas.
Rudi mencoba untuk mengerti. Mungkin saja Rina bosan karena dia bermain sangat pelan dan tidak membuatnya berga**ah. Apa lagi hormon kehamilan nya memang suka naik turun dan sulit untuk dimengerti olehnya.
Rudi memaksakan memejamkan matanya untuk bisa ikut terlelap juga dan melupakan keinginan nya untuk menikmati apa yang dia inginkan dari Rina. Dengan begitu dia akan bangun pagi dengan fit kembali.
.
Benar saja, keesokan harinya Rudi terbangun dengan sangat segar. Karena semalam habis mendapatkan jatahnya. Ya, walaupun hanya mendapatkan setengahnya saja. Itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.
"Pagi sayang, apa ingin sarapan sesuatu? Atau menginginkan apa?" tanya Rudi saat melihat Rina pagi ini sudah mandi dan rapih. Tidak seperti biasanya.
"Aku ingin bubur ayam yang ada diujung komplek ini. Dan kita beli berdua" jawab Rina dengan tatapan berbinar karena membayangkan jika dia sedang memakan bubur ayam tersebut.
"Baiklah sayang. Apa ada lagi?" tanya Rudi yang tidak ingin jika anak-anaknya nanti ileran.
"Untuk saat ini itu saja. Entah jika sudah disana" jawab Rina dengan santainya dan dia langsung menggandeng lengan Rudi untuk keluar dari kamar mereka.
"Wah, kalian sudah pada rapih. Mau keluar?" tanya Ibu saat melihat anak dan menantunya keluar sambil bergandengan tangan dari dalam kamarnya.
"Iya Bu, Rina menginginkan bubur yang ada diujung komplek sini" jawab Rudi yang diangguki oleh Rina.
"Ya sudah hati-hati dijalan nya. Jalan kaki atau naik mobil? Lebih baik naik mobil saja, jangan berjalan. Takutnya Rina kelahan dijalan" ucap Ibu yang sangat perhatian dan tidak ingin jika menantu dan calon baby mereka kelelahan, itu saja.
"Iya Bu. Lagian aku juga sangat malas jika harus berjalan kaki lumayan jauh" jawab Rina sambil nyengir menampilkan gigi putihnya.
Lalu keduanya langsung pamit dan pergi menuju penjual bubur ayam tersebut. Yang ternyata saat keluar rumah melihat Lulu sedang meringis menahan sakit dan mungkin akan dibawa kerumah sakit.
"Tevlon, sahabat gue kenapa? Loe pasti sudah bikin dia kesakitan!" ucap Rina sambil berteriak memanggil Devon yang sedang memapah Lulu untuk segera masuk kedalam mobil.
"Enak saja loe petasan banting kalo ngomong. Bini gue mau lahiran, jadi pasti dia mengalami seperti itu. Udah lah gue mau cabut, bye" ucap Devon yang langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukan nya dengan perlahan.
"Oh, Lulu mau lahiran" ucap Rina yang masih belum sadar dengan ucapan nya sendiri barusan.
__ADS_1
Rudi hanya mengerutkan keningnya saat melihat Rina hanya biasa-biasa saja mendengarnya. Tapi tidak lama kemudian dia sadar dan malah berteriak.
"Apa!! Lulu mau lahiran?!!" teriak Rina yang membuat Rudi kaget setengah mampus.
"Sayang, kenapa kamu berteriak sekarang?" tanya Rudi yang mengusap-ngusap dadanya yang terasa sangat kaget dan jantungnya berdetak lebih kencang karena teriakan Rina.
"Aku kaget Mas, dia bilang jika Lulu akan melahirkan" jawab Rina yang sudah tidak kaget lagi lalu bersikap seperti sebelumnya lagi. Seperti tidak terjadi apa-apa.
"Apa kamu baik-baik saja sayang? Apa kita akan tetap makan bubur disana atau bagaimana?" tanya Rudi yang takut jika nanti Rina marah jika dia tidak bertanya. Karena mood bumil akan naik turun seperti rolerkoster.
"Ya makan bubur ayam dulu Mas, baru kita kerumah sakit untuk melihat Lulu dan baby nya" jawab Rina dengan santainya pada Rudi.
"Oke sayang. Kita kesana sekarang" ucap Rudi yang langsung melajukan mobilnya menuju komplek depan untuk membeli bubur ayam.
Setelah sampai disana ternyata masih sangat sepi dan membuat mereka berdua leluasa untuk memesan dan memakan buburnya dengan tenang tanpa terburu-buru.
Setelah menyantap bubur dengan menghabiskan empat mangkok sekaligus dan juga dengan sate jeroan nya juga. Rina meminta Rudi untuk menjenguk Lulu yang akan melahirkan dirumah sakit terdekat dari komplek mereka.
Ternyata dia tidak sendiri. Sudah ada kedua orang tua dari Devon dan juga Lulu yang mungkin sudah dikabari jauh-jauh hari. Hingga saatnya tiba mereka semua bisa hadir.
Dan disana Rina melihat ada sosok asing dan baru pertama kalinya dia melihatnya sekarang. Rina terus menatapinya dan itu membuat Rudi menjadi kesal dan cemburu akan Rina yang menatapi pria yang ada didepan nya itu.
"Tante, apa kabar?" tanya Rina saat sudah didekat Ibunya Lulu dan kedua adik-adiknya yang juga ikut menungguinya.
"Alhamdulilah sehat sayang. Kamu sendiri?" jawab Ibunya Lulu sambil bertanya juga pada Rina yang sedang memeluknya.
"Alhamdulilah, seperti yang tante lihat" jawab Rina sambil tersenyum dan masih memeluk Ibunya Lulu.
"Syukurlah jika kamu baik-baik saja dan juga sehat. Sepertinya ada kabar baik dari kamu sayang?" tanya Ibunya Lulu yang melihat ada perubahan besar dari Rina.
"Iya tante. Alhamdulilah Rina sedang hamil dan sekarang Rina juga hamil anak kembar. Minta do'anya supaya semuanya lancar hingga lahiran nanti" jawab Rina yang memperlihatkan perutnya yang membuncit pada Ibunya Lulu.
"Amiin, amiin ya robal alamin. Makasih do'anya tante, semoga saja memang selalu dimudahkan oleh Allah" ucap Rina yang diaminkan juga oleh semua orang yang ada disana.
"Nak Rudi. Bagaimana kabarnya?" tanya Ibunya Lulu pada Rudi yang berdiri dibelakang Rina dan memegang lengan nya.
"Alhamdulilah sehat tante. Tante sendiri? Sepertinya terlihat tidak sedang fit?" jawab Rudi yang bertanya kembali pada Ibunya Lulu.
"Iya nak. Biasa lah orang tua seperti tante ini akan gampang lelah dan juga ya... Seperti ini, tapi Alhamdulilah. Tante baik-baik saja" jawab Ibunya Lulu dengan memaksakan senyuman nya pada Rudi.
"Jangan dipaksakan jika sudah lelah tante. Selalu jaga kesehatan tante, jangan terlalu kelelahan dalam beraktifitas" ucap Rudi yang mengingatkan Ibunya Lulu untuk tidak kelelahan.
"Iya nak, terimakasih banyak" jawab Ibunya Lulu sambil tersenyum dan mengangguk akan apa yang dikatakan oleh Rudi padanya.
Saat semuanya sedang mengobrol bersama-sama, tidak lama kemuadian terdengar suara tangisan baby yang sangat nyaring dan juga terdengar hingga keluar ruanga persalinan.
"Alhamdulilah, cucuku sudah lahir lagi" ucap Daddy nya Devon dan juga Mommy nya yang sangat bahagia menyambut kehadiran cucu ketiganya itu.
"Selamat ya besan. Kita sudah memiliki cucu lagi, mau laki-laki atau perempuan. Ini akan selalu membuat kami semua bahagia atas kelahiran nya" ucap Mommy nya Devon pada Ibunya Lulu yang mengangguk dan mereka berdua saling berpelukan bersama.
"Alhamdulilah, semoga dia tidak seperti Papa nya yang memang rada oleng" ucap Rina yang membuat semua orang menatap kearahnya dan tidak mengatakan apa-apa. Mereka hanya menatapnya saja karena mendengar ucapan dari Rina barusan.
"Sayang, jangan bicara seperti itu. Mereka menatap kita berdua" ucap Rudi yang menegur Rina supaya tidak asal bicara lagi. Apa lagi dihadapan kedua orang tua Devon langsung.
"Itukan kenyataan Mas, jangan sampai kelakuan buruk Papa nya menurun padanya anaknya. Mending kelakuan baik dan juga semua-muanya baik, lah ini kan malah kebalikan nya" jawab Rina dengan santainya dan itu membuat kedua orang tua Devon menghela nafasnya kasar mendengar apa yang dikatakan oleh Rina memang benar adanya.
__ADS_1
Mereka berdua tidak menampik dengan semua kebenaran yang dikatakan oleh Rina padanya Devon yang memang seorang Casanova dan juga bastard. Tapi semoga saja kegagalan nya dalam mendidik Devon tidak menurun pada cucu-cucunya itu.
Hingga mereka semua melihat Lulu sudah keluar dari ruangan persalinan dan disana juga ada baby mereka yang sengaja tidak ingin dipisahkan dari Ibunya.
"Wah, selamat ya Lu. Kamu sudah menjadi Ibu dari tiga anak kamu, apa lagi baby boy ini, dia sangat lucu sekali dan juga sangat gemoy" ucap Rina setelah mereka sudah berada didalam ruangan perawatan untuk Lulu dan baby nya.
"Makasih ya Rin, sudah mau menemani dan menunggu baby D lahir" jawab Lulu yang masih berbaring dan disisinya selalu ada Devon.
"Iya kak, dia sangat menggemaskan" ucap keduanya adik Lulu mengiyakan ucapan dari Rina.
"Ngomog-ngomong, siapa nama baby gemoy ini Lu?" tanya rina yang baru sadar jika tadi Lulu menyebutkan inisial nama baby boy nya.
"Iya, namanya siapa sayang?" tanya semua orang dengan sangat antusias dan kedua anak-anaknya juga sudah berada disini dengan kedua suster mereka.
"Namanya Dava Tomlinson" jawab Devon menatap wajah Lulu yang tersenyum mendengar nama yang dia inginkan juga sangat memang nama itu yang mereka berdua persiapkan untuk putra keduanya itu.
"Wah nama yang bagus, tapi kenapa semua putramu berawalan D semua?" tanya Rina yang merasa heran dengan nama pilihan dari sahabatnya itu.
"Ya, itu karena Papa berawalan D. Apa ada yang salah?" bukan Lulu yang menjawab melainkan Devon yang memang sudah gatal ingin menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dari Rina.
"Oh" jawab Rina yang membuat Devon dan Rudi hanya menautkan kedua alisnya bingung. Karena biasanya mereka berdua akan berdebat jika salah satu dari mereka berdua menjawab dengan ketus. Tapi ini malah sebaliknya?.
Setelah berbincang-bincang dan mengucapkan selamat juga memberikan kado untuk baby Dava. Rina dan Rudi langsung pulang, karena hari sudah siang dan Rina ingin memakan makanan yang dia inginkan sekarang.
Hingga mereka berdua berjalan menuju restaurant seafood yang tidak jauh dari rumah sakit. Dan ternyata mereka berdua bertemu dengan seseorang yang sangat mereka kenal sedang makan disana juga.
Siapa lagi jika bukan Danu dan Soraya yang berada disana. Rina langsung menghampiri Soraya dan Danu yang sedang duduk menunggu pesanan mereka berdua.
"Assalamualaikum, bestie" ucap Rina saat sudah berada didepan Soraya.
"Wa'allaikumsalam, Hai Rin" jawab Soraya yang langsung bangkit dari duduknya lalu memeluk Rina dengan erat.
Sedangkan Danu dan Rudi saling berjabat tangan dan mempersilahkan Rina dan Rudi untuk duduk bergabung dengan mereka berdua saja.
"Bagaimana kabar kamu Rin? Sudah lama kita tidak bertemu" tanya Soraya saat mereka berdua sudah duduk saling berhadapan.
"Seperti yang loe lihat Sora. Loe sendiri?" jawab Rina dan dia bertanya kembali pada Soraya.
"Alhamdulilah sehat. Kalian sengaja datang kesini atau memang mampir karena habis dari mana gitu?" jawab Soraya yang bertanya juga pada Rina.
"Iya kami hanya mampir saja. Karena aku dan baby kami sedang menginginkan seafood" jawab Rina sambil tersenyum pada Soraya.
"Wah, Alhamdulilah. Kamu sedang hamil sekarang? Kita bisa bareng-bareng dan semoga anak-anak kita bisa berteman juga, sama seperti kita" ucap Soraya yang mengusap tangan Rina.
"Amiin, mudah-mudahan saja Sora" jawab Rina yang balik mengusap tangan Soraya.
Lalu keduanya berbincang-bincang hingga pesanan super banyak mereka sampai dihadapan mereka berempat. Soraya bingung bagaimana menghabiskan semua makanan sebanyak itu yang ada diatas meja dan itu hampir penuh dengan berbagai macap seafood pesanan mereka. Lebih tepatnya pesanan Rina.
Rudi menjelaskan jika Rina tidak akan bisa kenyang dengan makanan yang porsinya biasa-biasa saja. Karena dia sedang hamil kembar dan porsi makan nya meningkat pesat semenjak hamil baby kembarnya.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya Othor slow update...
Karena Othor sedang fokus pada novel Othor yang berjudul MR. Z CEO OF THE MAFIA... Mampir juga ya disana, sambil nunggu novel ini up 🤗😊