
Danu mengikuti langkah dokter yang sudah berjalan didepannya. Lalu langkah Danu berhenti setelah berada dihadapan kedua orang tuanya.
"Bagaimana keadaan Soraya nak? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mama Rena yang melihat Danu keluar dari dalam ruangan UGD.
"Aku mau bicara sama dokternya dulu Ma. Sudah dulu ya Ma, aku harus menemui dokter dulu" jawab Danu sambil berlalu dari hadapan Mama dan Papa nya.
Sedangkan Rina, Lulu dan Devon hanya diam dan memandanginya saja. Mereka tidak berani bicara sedikitpun, takut salah bicara jadi lebih baik dia.
Danu memasuki ruangan dokter yang tadi memeriksa keadaan Soraya.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Danu to the point saat sudah duduk didepan dokternya.
"Begini Pak saya mau menjelaskan jika istri anda sebaiknya diperiksa oleh dokter ahlinya. Karena ini baru dugaan saya jika istri anda sedang mengandung. Jadi supaya lebih pasti kita akan membawa pasien untuk diperiksa kedokter obgyn langsung Pak" jelas dokter tadi.
"Maksud dokter istri saya hamil?" tanya Danu pada dokternya.
"Ini baru dugaan saya Pak, makanya supaya lebih jelas harus diperiksa oleh dokter obgyn langsung. Jadi tidak salah menduga" jawab dokter yang ber name tag Lusi.
"Tapi, bagaimana dengan kondisi kakinya dok? Apa sudah sembuh total?" tanya Danu, dia baru ingat jika tadi sudah mengajak Soraya berjalan cepat.
"Kondisinya sudah baik-baik saja Pak, cuman ada lecet-lecet saja" jawab dokter Lusi.
"Alhamdulilah, syukurlah jika baik-baik saja. Sekarang kita bisa langsung memeriksa istri saya" ucap Danu tidak sabar untuk segera tau jika istrinya memang benar sedang hamil.
"Mari Pak" ajak dokter Lusi langsung bangkit dari duduknya.
Mereka berdua memasuki ruangan UGD kembali untuk membawa Soraya yang sudah sadarkan diri menuju dokter obgyn. Semua orang yang sedang menunggu didepan ruangan UGD langsung mengikuti langkah kaki seorang suster yang sedang mendorong kursi roda Soraya.
"Apa yang terjadi dengan Soraya Dan?" tanya Mama Rena sambil mengikutinya dari belakang.
"Soraya akan diperiksa lebih lanjut Ma" jawab Danu sambil mensejajarkan langkahnya dengan Soraya.
"Loh, ini kan?" tanya Mama Rena sambil menatap ruangan yang bertuliskan ruangan dokter obgyn.
"Pa, apa kita akan memiliki cucu?" tanya Mama Rena pada Papa Wijaya.
"Kita tunggu saja Ma, semoga saja memang benar" jawab Mama Rena.
Sedangkan Rina, Lulu dan Devon hanya saling pandang mendengar ucapan kedua orang tua Danu.
Didalam ruangan dokter obgyn Soraya langsung dibaringkan diatas ranjang yang khusus untuk pemeriksaan.
"Mas, apa aku sedang..." tanya Soraya tidak melanjutkan bicaranya.
__ADS_1
Danu dengan setia menunggu disampingnya dan menggenggam tangan Soraya dengan sangat lembut.
"Kita lihat saja, semoga saja memang benar" jawab Danu sambil tersenyum dan mengusap kepala Soraya yang dibalut hijab.
"Wah, selamat ya Pak buk. Lihat kelayar, ini calon anak anda" ucap dokter kandungan tersebut melingkari bulatan kecil yang ada dilayar.
"Alhamdulilah ya Allah, Mas aku hamil" ucap Soraya sambil tersenyum dan berkaca-kaca.
"Iya sayang, terimakasih" jawab Danu sambil memeluk dan menciumi seluruh wajah istrinya karena sangat bahagia.
"Bagaimana keadaan nya dok? Apa sudah bisa melihat jenis kelam*n nya dok?" tanya Danu antusias.
"Maaf Pak, usia kandungan Ibu baru lima minggu. Jadi belum bisa melihatnya sekarang, nanti setelah usia kandungan nya sudah empat bulan sudah bisa. Itu juga kalau baby nya mengijinkan untuk memperlihatkan nya" jelas dokter yang bernama Maya.
"Oh, jadi belum bisa" jawab Danu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Soraya sudah duduk dihadapan dokter Maya begitu pula dengan Danu. Dokter Maya menjelaskan tentang kehamilan dan juga apa yang boleh dan tidak boleh.
"Dok, apa saya masih bisa melakukan hubungan selama istri saya hamil trimester pertama ini?" tanya Danu.
"Mas, kenapa bertanya seperti itu?" ucap Soraya sambil mencubit lengan suaminya yang malah bertanya hal yang menjurus pada olahraga ranjang.
"Tidak apa-apa buk, ini adalah hal wajar yang selalu ditanyakan oleh calon Ayah" ucap dokter Maya pada Soraya.
"Terimakasih dokter" ucap Danu sambil menggenggam tangan Soraya.
"Tapi jangan terlalu sering ya Pak, minimal saminggu dua kali saja" jelas dokter Maya lagi. Dan dijawab anggukan oleh Danu dan Soraya.
"Apa Ibu ada keluhan, seperti mual, muntah atau merasa pusing dan sebagainya?" tanya dokter Maya pada Soraya.
"Tidak sama sekali dok, saya tidak merasakan apa-apa. Cuman tadi pagi tiba-tiba kepala saya sakit, itu saja sih dok" jawab Soraya menjelaskan semuanya.
"Baiklah, berarti tidak ada keluhan ya. Saya akan memberikan fitamin saja dan juga obat penguat kandungan nya ya buk. Jangan lupa minum susu hamil nya ya, supaya semakin sehat Ibu dan bayinya juga semakin sehat" jelas dokter Maya pada Danu dan Soraya.
"Terimakasih dokter, kalau begitu kami permisi" ucap Soraya sambil beranjak dari duduknya.
Tangannya juga masih digandeng oleh Danu hingga keluar ruanga dokter obgyn. Saat keluar sudah disambut oleh Mama Rena, Papa Wijaya dan juga sahabatnya.
"Bagaimana, apa yang terjadi? Kenapa kalian lama sekali" tanya Mama Rena tidak sabar mendengarkan penjelasan dari anak dan menantunya.
"Sabar dulu Ma, nanti aku jelaskan. Sekarang lebih baik kita pulang saja. Sebelumnya aku akan menebus obat dulu" jawab Danu menuntun Soraya untuk duduk dikursi tunggu yang sudah disediakan.
"Sebentar ya, aku akan menebus obat dulu" ucap Danu sambil mengusap kepala Soraya.
__ADS_1
Soraya menganggukkan kepalanya saja, dia melihat kedua mertuanya yang sedang memandanginya. Soraya hanya tersenyum saja, dan menggenggam tangan Mama Rena yang sedang duduk disamping nya.
"Apa kata dokter tadi nak?" tanya Mama Rena hati-hati takut menyinggung perasaan menantunya.
"Alhamdulilah aku hamil Ma, dan usianya sudah lima minggu" jawab Soraya dengan senyuman dibibirnya.
"Alhamdulilah ya Allah. Akhirnya kita punya cucu Pa" ucap Mama Rena sudah heboh dan langsung memeluk tubuh Soraya dengan sangat erat.
"Alhamdulilah, selamat ya nak. Jaga kandunganmu dengan baik, jangan melakukan apapun selama sedang hamil" ucap Papa Wijaya sambil mengusap kepala Soraya dengan penuh kasih sayang.
"Iya Pa, aku akan melakukan nya" jawab Soraya dengan tersenyum teduh.
"Sora... Selamat ya, sebentar lagi kamu akan menjadi Mama" ucap Rina dan memeluk sahabatnya.
"Makasih Rin" jawab Soraya membalas pelukan sahabatnya.
"Sora, selamat ya... Semoga sehat hingga persalinan nya nanti" ucap Lulu juga memeluk Soraya.
"Makasih Lu, semoga kamu juga dilancarkan sampai hari H ya" jawab Soraya sambil tersenyum dan mendo'akan sahabatnya untuk segera menikah.
"Amin, semoga saja. Jika memang dia lah jodoh yang Allah berikan padaku" ucap Lulu mengaminkan ucapan Soraya.
"Selamat, semoga anda dan baby anda sehat hingga waktunya dia melihat dunia" ucap Devon sambil menjabat tangan Soraya.
"Terimakasih do'a nya" jawab Soraya sambil tersenyum ramah pada Devon.
Soraya benar-benar dimanja kan oleh Mama Rena, dia tidak boleh berdiri terlalu lama. Harus selalu banyak istirahat. Tidak lama kemudian Danu sudah datang dan membawa obat juga kantong pelastik berisi susu khusus untuk Ibu hamil.
"Sudah selesai Dan. Kamu lama sekali, kasihan kan menantu Mama yang sudah lama menunggu" gerutu Mama Rena sambil menggandeng tangan Soraya untuk segera pergi dari rumah sakit.
"Aku kan habis menebus obat dan membeli susu untuk Soraya Ma" jawab Danu tidak terima dengan gerutuan Mama Rena.
"Kan bisa kamu minta didulukan masa tidak bisa" ucap Mama Rena terus menggerutu pada putranya.
"Sudah Ma, kenapa Mama malah memarahi Danu. Kita akan segera pulang, kasihan Soraya pasti sudah sangat tidak nyaman sejak tadi memakai kebaya" ucap Papa Wijaya menengahi perdebatan Ibu dan anak itu.
"Iya iya. Ayo sayang kita segera pulang, kamu harus banyak istirahat supaya kamu tetap sehat" ucap Mama Rena membukakan pintu mobil untuk Soraya masuk.
"Rina, Lulu kami pulang duluan ya. Terimakasih sudah datang dan menemani aku disini juga" ucap Soraya sebelum masuk kedalam mobilnya.
"Iya sama-sama. Maaf ya kami tidak bisa mengantarkan sampai rumah kamu" ucap Rina mewakili Lulu juga.
"Iya, tidak apa-apa. Sekali lagi terimakasih banyak" ucap Soraya sambil memeluk kedua sahabatnya.
__ADS_1
Mereka berpisah diparkiran rumah sakit, Lulu juga pamit lebih dulu karena ingin pergi berdua dengan Devon. Tinggal lah Rina yang masih berdiri diparkiran menunggu ojeg online nya datang.