Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Malam yang panas


__ADS_3

Masih dikamar presidential suite, dimana pasangan pengantin baru yang sedang memadu kasih dan juga saling meneguk kenikmatan masing-masing.


Mereka berdua masih bergelut dibawah selimut putih tebalnya hingga pagi menjelang mereka masih saja saling mendessaah dan melenguh penuh gairraah tentunya.


Nafas mereka saling memburu, dan saling mengejar kepuasan mereka masing-masing. Bahkan mereka tidak memperdulikan bagaimana lagi bentuk kamar presidential sweet yang sudah terlihat seperti kapal pecah.


"Aku sudah tidak kuat lagi" ucap Lulu yang sudah akan keluar entah untuk keberapa kalinya.


"Bersama sayang" jawab Devon dengan semakin mempercepat ritme gerakan nya. Dan mereka berdua mengeraang panjang, tanda mereka berdua sudah mencapai puncaknya.


"Thank you sweetie" ucap Devon sambil menggulingkan diri disamping Lulu.


"Sama-sama Mas, aku sangat lelah dan lemas. Aku ingin tidur" jawab Lulu sambil tersenyum lalu memejamkan matanya karena kelelahan sudah digempur habis-habisan oleh suaminya.


"Jangan dulu tidur sayang. Kita harus membersihkan diri dulu, supaya tidurnya nyaman" ucap Devon sambil mengangkat tubuh Lulu menuju bathroom.


Lulu hanya pasrah menerima perlakuan dari Devon, dia sudah tidak memiliki tenaga lagi. Tenaganya benar-benar sudah terkuras habis karena melayani tenaga Devon yang seperti harimau kelaparan.


Setelah membersihkan dirinya dan juga memandikan istrinya, Devon membiarkan istrinya tertidur lelap. Dia memandangi wajah teduhnya, dan sangat bersyukur karena dia adalah yang pertama bagi istrinya.


"Terimakasih sayang. Kamu sudah menjaganya untukku yang bre*gsek ini. Aku sangat bersyukur akan hal itu, aku berjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan kamu dan keluarga kamu. Karena sumber kebahagiaan kamu adalah mereka, jadi aku akan melakukan apapun untuk itu. I love you my wife" ucap Devon sambil mengecup kening Lulu dan juga bibirnya sekilas lalu.


"Good night my wife" ucapnya lalu ikut menenangkan matanya dan mengarungi mimpi bersama dengan Lulu.


.


Tidak berbeda dengan pengantin baru. Pengantin lama juga sama, mereka habis melakukan iya iya dan sekarang baru saja selesai. Mereka benar-benar sangat romantis jika sedang seperti ini.


"I love you my wife" ucap Danu sambil mengusap pipi Soraya dengan sangat lembut.


"I love you to my husband" jawab Soraya tersenyum dan memeluk pinggang Danu sambil menelusupkan wajahnya didada bidang suaminya yang terasa sangat nyaman.


"Apa dia baik-baik saja didalam sini?" tanya Danu pada Soraya dan tangan nya mengusap perut Soraya yang sudah mulai membuncit.


"Iya, dia baik-baik saja. Apa lagi Papa nya baru saja menjenguk nya" jawab Soraya sambil tersenyum.


"Wah, benarkah? Jika senang berarti Papa bisa mengunjungi nya lagi bukan?" ucap Danu sambil mengering nakal.


"Tidak boleh terlalu sering mas, kasihan baby nya jika terlalu sering dimandikan setiap malam" jawab Soraya sambil tersenyum dan memeluk pinggang Danu semakin erat.

__ADS_1


"Kamu ini, membuatku semakin gemas saja" ucap Danu membalas pelukan Soraya yang masih menelusupkan wajahnya.


"Good night my wife" ucap Danu menciumi kepalanya dengan sayang.


Soraya ternyata sudah tertidur. Sehingga dia tidak menjawab ucapan Danu barusan, dia juga ikut terlelap juga bersama dengan Soraya.


Keesokan harinya Soraya menggeliatkan badannya dan semakin mengeratkan pelukannya. Lalu Soraya mendongakkan kepalanya menatap wajah Danu yang ternyata sudah bangun lebih dulu.


"Good morning my wife" ucap Danu dan...


Cup


"Morning kiss" ucapnya lagi sambil tersenyum menatap wajah wanita cantik yang sangat dia cintai dan sayangi.


"Good morning my husband" jawab Soraya tersenyum tipis mendengar ucapan Danu yang sangat mesra jika sedang berdua seperti ini.


Tapi jika didepan umum jangan berharap. Karena Danu adalah kanebo kering dan kutub utara. Begitulah julukan dari orang-orang yang sudah mengenalnya.


"Apa menginginkan sesuatu sayang?" tanya Danu saat melihat Soraya ingin beranjak dari duduknya.


"Aku ingin mandi Mas" jawab Soraya sambil tersenyum dan mengeratkan selimutnya supya tidak merosot dan tidak diapa-apakan oleh suaminya yang sudah sangat mesum.


"Jika ini dibuka, maka suamiku ini akan memakanku lagi. Dia tidak akan membiarkan aku untuk sarapan, yang ada aku lah yang menjadi menu sarapannya" jawab Soraya sambil mencubit kedua pipi Danu.


"Kenapa kamu benar sekali sayang" jawab Danu sambil memeluk tubuh istrinya.


"Itulah suamiku" ucapnya tersenyum. Lalu Soraya melepaskan pelukannya dan peranjak pergi menuju bathroom.


Saat Soraya sedang berendam didalam bathtub Danu memesan layanan kamar. Danu juga memesan berbagai macam makanan dan minuman untuk mereka sarapan.


Setelah selesai memesan Danu mengikuti istrinya untuk membersihkan dirinya. Sebenarnya dia mengingatkan untuk bermain kembali dengan Soraya, tapi dia menahan nya karena kondisi istrinya sedang hamil. Jadi jangan terlalu sering untuk bermain ranjang.


Danu lebih dulu selesai mandi dibandingkan dengan Soraya. Karena Danu akan menyiapkan makanan untuk dirinya dan juga istrinya, Danu sudah siap dan juga tampan tentunya.


Tak lama kemudian Soraya sudah keluar dari bathroom dengan menggunakan bathrobe. Rambutnya juga terlihat masih basah, Danu membantu mengeringkan rambut Soraya.


"Sini, aku bantu keringkan sayang" ucap Danu mengambil handuk kecil yang dipegang oleh Soraya.


"Terimakasih Mas" ucap Soraya menerima perlakuan manis dari Danu.

__ADS_1


"Mas, sudah memesan makanan sebanyak ini? Apa tidak salah?" tanya Soraya saat melihat berbagai makanan terhidang diatas meja.


"Iya sayang, aku sengaja. Takutnya kamu menginginkan yang lain lagi, jadi sebelum itu terjadi aku sudah menyiapkan nya" jawab Danu tanpa beban.


Dia memang melakukan semuanya dengan sangat berlebihan menurut Soraya. Tapi dia sedang juga mendapatkan perhatian yang sangat sepesial dari Danu. Bahkan dia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Kita langsung sarapan saja, dan juga bisa kita habiskan semuanya" ajak Danu, ternyata dia yang sudah sangat ngiler ingin memakan semua makanan yang ada disitu.


"Iya Mas, aku juga sudah sangat lapar" jawab Soraya sambil tersenyum dan beranjak dari duduknya menuju meja yang berada tidak jauh dari mereka duduk.


"Terimakasih Mas, aku sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan suami yang sangat baik dan penuh perhatian sama aku dan calon baby kita" ucap Soraya sambil tersenyum dan memeluk tubuh suaminya.


"Sama-sama sayang. Aku justru yang sangat berterimakasih padamu, karena kamu mau menerima aku yang banyak kekurangan ini" jawab Danu dengan memeluk Soraya tak kalah erat.


"Aku juga sama Mas, banyak kekurangan nya juga. Tapi kita akan selalu mengisi dan memberi setiap krkosongan atau kekurangan diantara kita" jawab Soraya malah semakin erat memeluk tubuh Danu.


Mereka berdua berpelukan bersama, saling memberi dan saling menerima. Hingga mereka berpelukan cukup lama hingga Danu sudah tidak sabar lagi ingin segera menyantap makanan yang sudah menggugah selera nya sejak tadi.


"Iya sayang, apa kita tidak akan sarapan sayang? Sejak tadi kita seperti ini?" tanya Danu yang sejak tadi sudah merasakan sangat lapar.


"Eh, iya Mas. Maaf ya, aji sampe lupa. Akibat terlalu senang dan terbawa suasana" jawab Soraya sambil nyengir kuda.


"It's okay sayang. Ayo kita sarapan, sebelum aku yang menyantap mu" ucap Danu sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Ish, kamu ini Mas. Tidak pernah puas dangan yang satu itu" gerutu Soraya dan memukul pelan lengan suaminya.


Mereka berdua benar-benar sangat menikmati makanan yang tersaji. Bahkan Danu sangat bersemangat untuk menghabiskan nya, Soraya hanya tersenyum tipis melihat suaminya yang sangat lahap menyantap sarapan nya.


.


Pengantin baru juga sama, mereka berdua juga sedang menikmati sarapan nya menjelang makan siang. Karena mereka berdua sudah kesiangan bangun tidurnya.


"Maafkan aku sayang, aku membuatmu menjadi telat makan. Dan pasti kamu sangat lapar ya?" ucap Devon sambil menggenggam tangan Lulu dan memandanginya saat sedang makan dengan lahap.


"Tidak apa-apa Mas, ini kan memang bukan salah siapa-siapa. Karena kita berdua sama-sama kesiangan, jadi jngan menyalahkan diri sendiri ya Mas" jawab Lulu, dia juga sebenarnya merasa tidak enak.


Hari pertama nya sebagai istri malah sudah membuat suaminya terlambat bangun dan juga sarapan. Sebenarnya dia masih merasa lelah dan juga lemas, tapi dia tidak boleh memperlihatkan nya pada Devon.


Lulu tidak mau jika Devon beranggapan jika dia lemah dan apa lagi banyank mengeluh. Dan Devon sendiri juga merasa bersalah pada Lulu karena dia sudah membuat istrinya menjadi lemas karena kelelahan akibat melayani nafssu nya diatas ranjang.

__ADS_1


Tapi dia sangat senang dan juga beruntung. Apa lagi jika melihat betapa permainan panas mereka berdua sangat penuh gairraah tentunya. Devon sampai senyum-senyum sendiri mengingat kejadian semalam, dimana istrinya juga bertindak sangat agresif.


__ADS_2