Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Memikirkan nya (Rudi & Rina)


__ADS_3

Rudi masih tersenyum-senyum sendiri tidak jelas. Apa sebenar nya yang dia fikirkan atau yang dia rasakan sekarang. Jika dia berada ditempat umum sudah pasti dia disangka orang yang tidak waras.


"Apa mungkin sekarang aku sedang jatuh cinta? Sama gadis bar-bar itu? Hahaha, itu tidak mungkin" gumam nya masih terus memikirkan itu semua.


"Tapi, kenapa aku sampai report untuk membelikan nya makanan? Apa aku seperduli itu terhadap nya? Ah, sudah lah. Anggap saja membantu pada yang membutuhkan" gumam nya lagi.


Dan begitu lah seterus nya. Rudi akhirnya melanjutkan pekerjaan nya, dia mencoba fokus walau sulit. Tapi dia bisa juga, mengerjakan semua nya tanpa drama memikirkan gadis bar-bar.


Keesokan hari nya seperti biasa, Rina akan kuliah karena sekarang adalah hari libur nya dipabrik. Jadi dia sudah bersiap untuk pergi kuliah, karena sekarang dia mendapatkan kelas pagi.


Saat sedang dalam perjalanan dia seperti biasa berjalan dengan santai dan terkesan malas berjalan sih lebih tepatnya.


"Jika tidak semangat untuk pergi, maka jangan pergi. Supaya tidak terlihat seperti memaksakan diri untuk pergi" ucap seseorang yang tiba-tiba sudah ada disamping nya berjalan.


"Eh Om, bisa nggak sih jika datang itu jangan mengagetkan orang?" ucap Rina kaget, saat ada seseorang yang tiba-tiba berbicara padanya.


"Saya sejak tadi juga berada disini. Kamu nya saja yang berjalan dengan fikiran nya yang entah kemana" jawab Rudi yang sejak tadi memang sengaja mengikuti Rina.


Ya, orang yang membuat Rina kaget adalah Rudi. Dia sengaja ingin mengikuti Rina, dia ingin tahu kemana saja dia akan pergi dan dengan siapa saja. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang datang dari belakang Rina dan merangkul nya.


"Loe lagi, bikin gue sport jantung saja. Loe mau bikin gue mati karena kaget!" ucap Rina pada Eric yang sedang merangkul nya.


"Sorry Rin, gue kan nggak bermaksud untuk membuat loe kaget. Tapi gue emang sengaja buat nganterin loe, soal nya gue lihat loe kayak yang males jalan gitu" jawab Eric dengan senyum yang sengaja dia manis-naniskan.


"Serah loe" Rina mempercepat langkah nya, dan Eric mengajar nya sambil terus menggoda Rina.


Tiba-tiba Rudi meraba dada nya, terasa berdenyut nyeri. Sakit, tapi tak berdarah. Mungkin itu yang dirasakan oleh Rudi sekarang.


Rudi berbalik arah untuk menuju tempat lain. Dia berharap tidak akan bertemu dengan Rina lagi, dia tidak ingin merusak hubungan nya dengan Eric yang Rudi sangka adalah kekasih nya.


"Ternyata memang dia sudah memiliki kekasih. Huh, kenapa rasanya sakit ya? Apa mungkin aku memang sudah menyukai nya?" gumam nya sambil berjalan menyusuri jalanan yang biasa dia lewati.


Sedangkan Rina sedang berada didepan kampus, dia ingin masuk kedalam kelas nya dan diikuti oleh Eric. Yang memang satu kelas dengan nya.

__ADS_1


"Tadi dia siapa, yang jalan bareng sama loe?" tanya Eric saat mereka sudah berada didalam kelas dan sudah duduk dibangku nya masing-masing.


"Pria yang pernah gue ceritain sama loe waktu itu" jawab Rina tidak semangat.


"Oh, apa! Jadi maksud loe dia Om-Om yang sering loe ceritain ke gue?" ucap Eric sambil berteriak kaget dengan apa yang dia dengar.


"Ish, loe kenapa sih. Mau bikin gendeng telinga gue pecah sama teriakan loe" protes Rina sambil mengusap-ngusap kedua telinga nya.


"Sorry Rin, gue kan kaget. Maka nya gue teriak. Eh tapi, mata loe katarak apa gimana? Dia cowok keren dan masih muda. Kenapa loe panggil Om?" ucap Eric yang merasa aneh pada teman nya satu ini.


"Ya emang kenapa? Suka-suka gue lah mau panggil apa. Bukan urusan loe juga kan?" tanya Rina yang masa bodo dengan apa yang dikatakan oleh Eric.


"Ya gue aneh saja gitu, cowok ganteng. Mungkin tajir juga, bisa dilihat dari penampilan nya juga seperti nya pengusaha" ucap Eric sambil mengusap-ngusap dagu nya dengan jari telunjuk nya.


"Masa bodo. Gue nggak mikirin. Mau dia pengusaha, mau dia perseden sekali pun gue kagak perduli!" jawab Rina sambil menekan kan kata perduli.


"Eh, tapi yang gue heran. Kenapa dia bisa sama loe tadi?" tanya Eric masih penasaran alias kepo.


"Kamu nanya'a? Kamu bertanyea tanyea?" ucap Rina nyebelin.


Mereka semua tenang, karena dosen nya sudah masuk kelas dan akan memulai pelajaran. Rina dengan fokus mendengarkan setiap materi yang dijelaskan oleh dosen. Dia memang sedang mengejar supaya tahun depan bisa lulus.


.


Jika Rina sedang kuliah dan sedang mendengarkan materi nya. Berbeda dengan Rudi yang masih berada didalam kontrakan nya, dia tidak melakukan apa pun selain diam. Dia tidak fokus mengerjakan pekerjaan nya, karena fikiran nya selalu tertuju pada Rina dan pria muda seumuran nya.


"Kenapa aku selalu memikirkan nya terus sih" gumam Rudi frustasi saat otak nya selalu berfikiran tentang Rina, Rina dan Rina.


"Aku harus bisa menghilangkan fikiran tentang nya, aku harus bisa. Lagi pula dia sudah memiliki kekasih bukan? Sial!" gerutu nya masih mengacak-ngacak rambut nya.


Rudi mencoba fokus dan tiba-tiba pintu kontrakan nya ada yang mengetuk dari luar. Seperti nya ada tamu, padahal Rudi tidak mengenal orang yang berada disekitar nya. Dia hanya mengenal yang punya kontrakan saja, itu pun pada saat dia menyewa nya pada pertama kali datang kesini.


"Assalamualaikum" ucap seseorang yang sudah mengetuk pintu beberapa kali.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam" jawab Rudi lalu membuka pintu nya dan betapa terkejut nya dia melihat siapa yang datang.


"Sofia" Ucap Rudi saat melihat tamu nya.


"Hai Rud, boleh aku masuk?" sapa Sofia dan bertanya pada Rudi. Karena dia mematung didepan pintu.


"Eh, iya iya. Silahkan masuk" jawab Rudi masih tidak percaya yang datang adalah Sofia.


"Silahkan duduk Sof" ucap Rudi mempersilahkan Sofia untuk duduk disofa ruang tamu.


"Terimakasih Rud" jawab Sofia lalu dia duduk dengan nyaman.


"Kamu tahu dari mana alamat rumah ku?" tanya Rudi karena sebelum nya dia tidak pernah memberikan alamat nya pada siapa pun.


"Oh itu, aku tahu tadi saat kamu masuk kedalam rumah ini. Aku hanya memastikan, itu benar kamu atau bukan" jawab Sofia selalu tersenyum manis menatap Rudi.


"Itu bukanlah jawaban yang aku inginkan Sof" ucap Rudi yang memang tidak suka berbelit-belit. Apa lagi sekarang kondisi hati dan fikiran nya sedang kacau.


"Oh maaf. Aku adalah penghuni rumah itu, maka nya aku tahu kamu tinggal disini" jawab Sofia sambil menunjuk rumah yang paling besar dianta yang lain nya.


"Oh" jawab Rudi biasa saja menanggapi ucapan dari Sofia.


"Apa kamu tidak senang Rud kita tetanggaan?" tanya Sofia yang memang ada maksud lain dia datang kesini.


"Sorry ya Sof, aku sedang banyak kerjaan. Jika kamu kesini hanya untuk beramah tamah jangan sekarang, bisa kan jika kamu pergi sekarang. Aku sangat sibuk" ucap Rudi mengusir Sofia dengan cara halus.


"Oke, sorry ya sudah mengganggu waktu kamu. Kalau begitu aku pamit dulu. Kapan-kapan aku boleh mahir kan?" tanya Sofia masih saja tidak tahu malu.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Rudi langsung menutup pintu dan mengunci nya. Dia benar-benar merasa sangat kesal, kenapa dia bisa bertetangga dengan mantan istri nya.


Sedangkan Sofia berencana untuk menjerat Rudi kembali, karena dia tahu jika Rudi sekarang sudah sangat kaya dari sebelum nya.


Awalnya Sofia juga tidak ingin berdekatan lagi dengan Rudi. Karena dia merasa malu telah membuat lelaki baik seperti nya harus dia lepaskan dan dia buat sakit hati. Tapi karena bujukan dan juga rayuan dari Mama nya dia mau untuk bisa dekat lagi dengan Rudi.

__ADS_1


Dan seperti sekarang lah dia, mencoba mendekati nya kembali dan mencari simpati dari Rudi. Dia ingin terlihat lebih baik dari sebelum nya, dia ingin Rudi bisa luluh kembali seperti dulu pada nya.


Dia sangat berusaha untuk memikat nya kembali. Dan bisa memiliki nya seutuh nya, Sofia juga melihat jika selama dia melihat Rudi kembali dia tidak pernah melihat Rudi bersama wanita atau jalan dengan wanita. Maka nya dia sangat yakin jika Rudi masih menaruh hati pada nya.


__ADS_2