
Rudi langsung pergi dari sana sebelum kedua orang berbeda usia itu menyadari jika dia melihat mereka yang sedang berpelukan. Rudi akan mendekati Rina dengan cara yang berbeda, dia ingin mencari tahu siapa pria yang selalu bersama nya seiap hari nya.
"Kamu ternyata wanita yang rapuh Rin. Aku kira, karena aku selalu melihat kamu yang bar-bar dan juga ceria tidak serapuh itu? Aku benar-benar tidak tahu akan itu semua. Aku sangat menyukai mu, mungkin juga sudah mencintaimu. Entah itu kapan aku memiliki perasaan yang seperti ini. Yang jelas, aku akan berjuang mendapatkan hati kamu Rin" gumam Rudi lalu dia juga meneteskan air matanya.
Dia merasa sakit saat melihat air mata Rina mengalir dengan derasnya. Juga itu terdengar sangat menyayat hatinya, dia ingin menjadi sandaran untuk Rina. Menjadi orang yang bisa membuat nya tersenyum dan tertawa kembali. Bukan melihat Rina yang rapuh dan juga seperti ini.
Sedangkan Rina masih memeluk tubuh Ibunya Lulu, dia menyalurkan rasa rindu nya pada Ibu kandung nya yang entah dimana keberadaan nya pada Ibunya Lulu yang sudah menganggap nya sebagai anak nya sendiri. Karena Ibunya Lulu memang sudah mengenal Rina sejak dulu sudah tahu sifatnya seperti apa.
"Sudah, jangan menangis lagi. Jika memang dia adalah jodoh yang diberikan oleh Allah pasti akan berjodoh juga, tapi kita jangan memaksakan kehendak kita. Biarlah semuanya berjalan seperti air mengalir" ucap Ibunya Lulu yang sudah mendengarkan semua keluh kesah Rina.
Rina hanya menangis dan mengangguk akan apa yang dikatakan oleh Ibunya Lulu. Dia akan melakukan saran dari Ibunya Lulu dengan baik.
"Sudah, jangan ditangisi lagi. Semuanya pasti sudah ada takdir dan jodoh nya masing-masing. Semua sudah diatur oleh Allah yang maha pencipta" ucap Ibunya Lulu lagi dan mengurai pelaukan nya dari Rina.
"Anak Ibu jadi jelek kan jika menangis seperti ini. Coba tersenyum, pasti akan sangat cantik" ucap Ibunya Lulu sambil menggoda Rina.
Dan benar saja, Rina bisa tersenyum kembali. Walau dia merasa masih ada yang mengganjal didalam hatinya. Tapi dia akan berusaha melupakan nya, seperti saran dari Ibunya Lulu. Biarlah seperti air mengalir, yang mengalir dari hulu ke hilir.
"Ya sudah. Rina istirahat saja dulu. Jangan memaksakan diri untuk mengerjakan nya sekarang, karena jika hati dan fikiran tidak tenang. Maka semua yang kita kerjakan tidak akan baik dan sesuai dengan yang kita inginkan. Jadi istilahat lah, Ibu nanti kembali lagi" ucap Ibunya Lulu sambil beranjak pergi dari kamar kos Rina.
Rina langsung menutup pintu dan merebahkan dirinya dikarpet tempatnya dan Ibu Lulu duduk tadi. Rina terus memikirkan semua ucapan-ucapan Ibunya Lulu yang mengena dihatinya. Juga memikirkan sosok pria yang entah sejak kapan sudah bisa mencuri hatinya yang sudah lama patah dan juga hancur bisa kembali seperti sedia kala. Dan bisa merasakan akan indahnya jatuh cinta.
__ADS_1
Tapi semuanya tidak semudah yang difikiran atau dibayangkan. Karena Rina menyukai pria yang sudah berkeluarga, apa cintanya salah? Atau hatinya yang salah karena menautkan nya pada hati seorang pria beristri? Itulah fikiran-fikiran Rina.
Anggapan nya pada pria bernama Rudi adalah dia sudah memiliki keluarga kecil nya. Memiliki istri yang cantik, juga anak yang cantik juga. Apa dia akan tega membuat mereka berpisah? Sedangkan dirinya juga seorang perempuan.
Rina selalu memikirkan nya hingga dia tidak sadar sudah terlelap dalam tidur nya yang masih menyimpan banyak kesedihan.
Saat Rina terlelap Rudi memasuki kamar kos Rina, dia memandangi wajah sendunya dan masih ada jejak air mata yang sudah mengering dipipinya. Rudi mengusap kepala dan juga pipi Rina dengan sangat lembut dan juga pelan. Dia tidak mau membuat Rina terjaga karena ulahnya.
"Aku akan menjaga kamu sekuat tenaga ku dan juga akan membahagiakan kamu Rin. Semoga kamu juga memang menginginkan kita untuk bersama. Tapi aku mohon, jangan menghindari ku lagi. Dengan kamu menghindari ku, aku semakin sakit melihat itu semua. Begitu pula dengan kamu kan Rin? Aku akan selalu ada untuk kamu. Jangan mendiamkan aku terlalu lama, karena ini sangat menyakitkan" ucap Rudi juga meneteskan air matanya.
Rudi berbaring disamping Rina yang tertidur. Saat ingin beranjak, Rina malah memeluknya dengan erat. Rudi sangat tegang, karena Rina tiba-tiba memeluknya. Dia bingung2 harus berbuat apa saat ini, karena Rina memeluknya, didalam tidurnya juga dia selalu mengingat nya dia selalu memanggil nama namanya.
"Jangan pergi Om, aku tidak mau kehilangan Om" ucap Rina masih memejamkan matanya.
Rudi awalnya ragu untuk membalas pelukan Rina, tapi entah dorongan dari mana dia balas memeluk Rina juga. Walau masih ragu, tapi tidak bisa dipungkiri dia merasakan nyaman berada dalam pelukan Rina. Begitu juga dengan Rina rang semakin menelusupkan wajah nya kedalam dada bidang Rudi.
Rina yang merasa jika ini adalah halusinasi nya saja bisa memeluk sosok yang dia rindukan. Karena tidak mungkin jika dia bisa memeluk tubuh pria yang sudah beristri ini. Begitulah fikir nya, dia tidak sadar jika memang dia sedang memeluk tubuh pria yang dia rindukan.
Mereka berdua tidur hingga pagi menjelang. Ternyata sebelum Rina terbangun Rudi sudah tidak ada lagi disamping nya. Jadi Rina semakin meyakinkan dirinya bahwa yang semalam adalah memang halusinasi nya.
Dia memang agak kecewa, karena memang itu tidak nyata. Tapi kenapa rasanya seperti sangat nyata dan juga wangi maskulin nya masih tercium diseluruh ruangan kamar kos nya.
__ADS_1
"Kenapa aku semakin merindukan nya? Rina, jangan memikirkan nya terus, dia sudah menjadi milik orang lain. Ingat jangan mengingat nya!" ucap nya memperingati dirinya sendiri.
"Hati! Berhenti lah lemah dan rapuh. Kita harus sama-sama bisa melupakan nya, oke. Semangat!" ucap Rina menyemangati dirinya sendiri dan juga hatinya.
Sedangkan Rudi yang mendengarkan dari kamar sebelah hanya tersenyum, dia sudah bisa merasa bahagia bisa melihat dan mendengar jika wanitanya sudah bisa ceria kembali. Wanitanya? Sejak kapan dia mengklaim Rina menjadi wanita nya.
Rudi hanya tersenyum-senyum tidak jelas karena dia hari ini juga sangat merasa senang dan juga sangat bahagia. Hatinya juga merasa berbunga-bunga karena nya. Dia berangkat kerja juga dengan hati yang ringan dan juga senang.
Tapi disaat dia sedang merasakan kebahagiaan, tiba-tiba datang sosok seorang yang mau dia hindari ada dihadapan nya saat ini.
"Mau apa lagi kamu kesini?" tanya Rudi pada Sofia yang sedang berdiri dihadapan nya.
"Aku mau kita bicara Rud. Aku mau kita seperti dulu lagi, aku masih sangat mencintai kamu Rud" ucap Sofia masih kukuh dengan pendirian nya ingin kembali.
"Kamu gi*a ya, aku sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi pada kamu. Aku sudah memiliki wanita lain yang sudah aku cintai, jadi stop. Stop mengganggu ku dan juga mengatakan jika kamu masih mencintaiku, karena kenyataan nya bukan seperti itu kan? Aku sudah sangat mengenal kamu Sofia, lebih dari diri kamu sendiri. Jadi stop mengganggu hidupku!" ucap Rudi dengan penuh penekanan.
Karena dia sudah sangat tahu sifat dan juga tingkah laku seorang Sofia. Dia akan melakukan apapun yang dia inginkan, tidak perduli orang itu menerimanya atau tidak. Yang pasti dia harus bisa memiliki apa yang dia inginkan. Itu saja.
"Apa tidak ada kesempatan untuk aku bisa masuk kembali Rud? Aku benar-benar sangat mencintai kamu, dan ingin memiliki kamu kembali. Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan walau hanya satu kali?" tanya Sofia masih kukuh dengan pendirian nya itu.
"Sudah berulang kali aku memberimu kesempatan supaya kamu berubah. Tapi nyatanya, apa kamu berubah? Tidak! Kamu tidak pernah berubah sedikit pun, jadi untuk apa aku memberimu kesempatan yang hanya akan membuang-buang waktu saja" jawab Rudi lalu melangkahkan kaki nya menuju tempat pembangunan pabrik nya.
__ADS_1
Rudi benar-benar tidak habis fikir dengan jalan fikiran Sofia yang memang tidak akan menyerah begitu saja jika menginginkan sesuatu. Sedangkan Sofia sedang merencanakan supaya Rudi mau tidak mau akan menerima nya rujuk kembali.