Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Extra part Rina&Rudi


__ADS_3

Akhirnya hari dimana kedua orang tua Rudi datang untuk melamar Rina secara resmi dihadapan Ibunya Lulu dan disaksikan juga oleh keluarga Wijaya yang sengaja hadir untuk acara sepesial ini.


Mereka juga sudah menentukan tanggal baik untuk pernikahan mereka dilangsungkan. Rina ingin pernikahan nya dilangsungkan dikota ini saja. Karena seluruh teman dan sahabatnya ada dikota ini semuanya.


Walau Lulu dan Soraya tentunya yang sudah pindah keibukota. Mereka semua menyambut kebahagiaan Rina dengan sangat suka cita. Dan lagi kisah percintaan Rina lah yang paling rumit dan paling absurd diantara kisah cinta kedua sahabatnya.


"Akhirnya, sahabat aku sold out juga" ucap Soraya yang sedang memeluk sahabatnya yang sedang duduk.


"Alhamdulilah. Semuanya berjalan lancar acara lamaran nya. Tinggal nunggu minggu depan acara pernikahan nya. Jadi nggak sabar pengen lihat Rina menjadi pengantin" ucap Lulu juga ikut memeluk dengan perut buncitnya.


Yang ternyata Lulu sedang hamil anak keduanya. Sedangkan Soraya baby Az sudah mulai aktif bergerak kesana kemari sedangkan baby Al juga tidak kalah menggemaskan nya juga. Cuman memang dia adalah fotokopian dari sang Papa yang hanya diam dan tidak melakukan apa-apa.


Sedangkan Safia sedang mengasuh adiknya yang juga laki-laki yang bernama David yang saat ini saja sudah terlihat jika dia adalah calon Casanova yanh mana selalu saja mendekati Azalya. Baby gembul itu.


"Semoga saja semuanya berjalan lancar. Amiin" ucap Rina yang diaminkan oleh kedua sahabatnya.


"Kalian ini kalau datang sudah kayak mau tawuran tahu. Udah pada bawa pasukan nya masing-masing" ucap Rina yang melihat anak-anak dari kedua sahabatnya itu.


"Enak aja kalo ngomong. Masa begini dibilang tawuran sih" ucap Soraya yang protes akan ucapan Rina yang tidak pernah berubah. Selalu saja asal jeplak.


"Iya nih. Anak-anak aku ini kan sudah cantik dan tampan begini, masa dibilang mau tawuran" gerutu Lulu pada Rina.


"Iya iya maaf. Habisnya kalian berdua rajin banget bikin bocah, mana masih pada kecil sudah bunting lagi. Mau mencetak rekor apa ya?" ucap Rina yang meminta maaf tapi dengan cengengesan juga.


Membuat Lulu mengusap-ngusap perutnya dan mungkin saja didalam hati bilang amit-amit. Karena dia takut jika nanti baby nya akan mirip dengan Rina yang absurd.


"Biasa saja kali nggak usah diusap-usap gitu juga kali" ucap Rina yang merasa jika Lulu sedang menatapi nya.


Sedangkan Lulu yang merasa seperti itu hanya nyengir kuda saja menanggapi ucapan Rina yang menyindirnya.

__ADS_1


"Sayang, kita pulang sekarang yah. Ini sudah malam" ucap Devon yang menyembulkan kepalanya dibalik pintu kamar kos Rina.


"Iya. Rin, aku pulang sekarang ya. Besok aku kesini lagi untuk mengobrol lagi dengan kamu" ucap Lulu yang pamit juga pada Soraya.


"Iya sudah. Hati-hati ya. Eh, Tevlon jaga sahabat gue baik-baik" ucap Rina yang mengancam Devon.


"Iya petasan banting. Gue bakalan jaga bini gue dengan baik" jawab Devon tidak kalah sengitnya menimpali ucapan Rina.


"Kalian ini, jika sudah bertemu pasti saja bertengkar. Tidak bisa apa, akur saja barang sekejap saja" ucap Soraya yang melihat keduanya tidak pernah akur.


"Aku duluan ya Sora, Rina. Dah" ucap Lulu yang langsung menggandeng tangan Devon suaminya menjauh dari sahabatnya yang satu ini.


"Aku juga harus pulang ya Rin. Besok aku datang lagi dengan membawa bocil-bocil ku lagi untuk bisa dekat dengan kamu dan membuat berantakan kamar kos kamu. Hahaha" ucap Soraya yang ketularan absurd juga dari Rina.


"Sialan kamu" ucap Rina yang tergelak juga mendengar ucapan Soraya.


"Kamu kira anak aku ini barang apa, main pinjem-pinjem saja. Dia mana bisa jika tidak tidur bersama ku dan juga Papa nya" ucap Soraya sambil memanyunkan bibirnya.


"Ya sudah, sana loe pergi. Dari pada gue makin gemas pengen uwel-uwel tuh bocah yang sangat menggemaskan ini" ucap Rina yang mengusir Soraya dari kosan nya.


"Kamu mengusir aku Rin?" tanya Soraya pada Rina.


"Iya, kenapa? Mau perotes loe. Gue pengen pinjem anak loe aja nggak dibolehin" ucap Rina menampilkan wajah judes nya.


"Maaf Rin, bukan nya tidak dibolehin. Dia ini paling tidak bisa diam dan juga selalu nangis jika tidak bersama aku dan Mas Danu jika tidur. Besok siang aku ijinkan untuk main sama kamu" ucap Soraya yang merasa tidak enak pada Rina yang menginginkan Azalya untuk menginap dengan nya.


"Iya nggak apa-apa. Santai saja kali Sora, gue becanda doang. Lagian baby Az masih minum ASInya kan?" tanya Rina yang dijawab anggukan oleh Soraya.


"Ya sudah. Hati-hati dijalan ya" ucap Rina yang mengantarkan sahabatnya menuju mobilnya. Yang ternyata Danu sudah menunggunya dengan baby Al yang ada dipangkuan nya.

__ADS_1


"Kami pulang dulu ya Rin" ucap Soraya yang menyembulkan kepalanya dari jendela mobilnya.


Rina langsung masuk kedalam kamar kosnya dan langsung merebahkan dirinya diatas kasurnya.


"Sebentar lagi gue marid. Semoga saja keluarga gue bisa bahagia seperti kedua sahabat gue juga. Mungkin gue dulu berfikiran buruk pada mereka dan juga pasangan mereka. Semoga saja keduanya selalu diberi kebahagiaan. Amiin" gumam Rina lalu memejamkan matanya.


Keesokan harinya Rudi menjemput Rina untuk pergi kebutik untuk membeli gaun pengantin mereka berdua.


"Kenapa kamu diam saja? Tidak seperti biasanya" tanya Rudi pada Rina yang hanya diam saja.


"Kenapa memangnya? Aku sedang memikirkan bagaimana kedepan nya nanti" jawab Rina dengan menatap kedepan sana.


"Kita jalani saja seperti air mengalir Rin. Seperti yang pernah aku katakan pada kamu waktu itu. Jika kamu ingin mundur sekarang saja sebelum terlambat" ucap Rudi sambil menghentikan laju mobilnya.


"Kamu ini ngomong apa sih! Siapa bilang aku mau mundur dengan semua ini? Jika aku sudah memutuskan pantang bagiku menyerah. Karena ini adalah keputusan ku sendiri dan juga hasil dari do'a-do'a ku juga. Aku tidak akan pernah menyerah dengan semua ini" ucap Rina dengan panjang lebar menjelaskan semuanya pada Rudi.


"Terus kenapa kamu hanya diam saja dan juga seperti banyak fikiran?" tanya Rudi lagi pada Rina.


"Aku hanya ingin bisa merasakan punya keluarga juga. Semua orang memiliki keluarga dan juga dukungan dari mereka. Sedangkan aku, aku hanya sendiri dan tidak memiliki siapa pun didunia ini. Aku selalu sendiri dan sendiri" ucap Rina yang bisa mengeluarkan kesedihan nya juga didepan orang lain.


"Hey, kenapa malah sedih. Masih ada aku dan juga kedua orang tua ku disini, kamu jangan pernah menganggap jika kamu sendirian lagi. Kami akan selalu ada untuk kamu sekarang dan juga nanti" ucap Rudi yang menenangkan Rina yang hampir saja menangis.


"Iya, terimakasih banyak untuk semuanya" ucap Rina yang mencoba tersenyum kembali.


"Kamu mau kan jika kita sudah menikah nanti kamu mau tinggal dengan Ayah dan Ibu dirumah. Supaya kamu tidak merasa kesepian dan juga sendirian. Kamu juga akan bisa dekat dengan mereka berdua" tanya Rudi pada Rina.


"Iya, aku juga sudah sayang banget sama mereka berdua. Dan mereka juga mau menerima ku yang tidak jelas asal usulnya ini" ucap Rina yang murung lagi dengan ucapan nya sendiri.


Mereka berdua melanjutkan perjalanan nya menuju butik yang memang sudah menjadi pilihan mereka untuk urusan gaun dan juga pakaian pengantin lain nya juga.

__ADS_1


__ADS_2