
Rudi benar-benar seperti seorang yang pengecut. Bersembunyi dari wanita yang dia inginkan, dia hanya ingin membuat wanitanya merasa nyaman. Tidak merasa terganggu atau merasa diawasi, walau memang diawasi. Wkwkwk
Rina berjalan dengan cepat karena dia hampir telat masuk pabrik. Pada saat gerbang akan ditutup Rina sudah masuk kedalam.
"Ah syukurlah" ucap Rina saat sudah masuk dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Kenapa loe?" tanya salah seorang kariawan yang lewat didepan nya.
"Nggak, nggak kenapa-kenapa" jawab Rina cuek lalu segera pergi dari tempat itu.
"Dasar aneh. Pantas saja ditinggal kawin sama cowok nya" gerutu wanita yang tadi bertanya pada Rina.
Sedangkan sekarang Rina sudah dekat dengan Siva dan Sinta mereka berdua sudah berubah pesat. Tidak pernah julid lagi pada semua orang. Yang ada malah kebalikan nya, mereka yang sekarang dijulidin.
"Gue kira loe nggak masuk kerja?" tanya Siva pada Rina yang baru saja duduk.
"Iya, loe lama banget. Jangan bilang loe kesiangan lagi?" Sinta menimpali.
"Iya, gue keasikan nonton drakor. Hehehe" jawab Rina sambil cengengesan.
"Huu, dasar" keduanya menoyor kepala Rina bersama-sama.
Rina marah tergelak keras mendapatkan toyoran dari kedua teman baru nya.
"Eh kerja yuk, gue takut kena semprot sama pengawas kaku itu" ucap Siva sambil memonyongkan bibirnya menunjuk arah pengawas yang sedang berjalan kearah mereka.
"Iya, ayo" jawab Sinta langsung duduk ditempatnya.
Sedangkan Rina dengan santainya berjalan menuju meja kerjanya. Dia melewati pengawas yang sejak tadi menatapnya.
"Kamu" ucap pengawas Firman pada Rina.
"Saya?" tanya Rina sambil menunjuk wajah nya sendiri.
"Hmm" jawabnya dengan deheman.
"Kenapa Pak, anda sakit gigi? Makanya tidak bisa bicara?" tanya Rina yang akan duduk malah harus beranjak menuju dimana pengawas Firman berdiri.
Semua kariawan pabrik yang mendengar ucapan Rina menahan tawa nya, bahkan ada yang mencubit pahanya sendiri supaya tidak tertawa.
"Hah, atau mungkin.... " Rina sengaja tidak melanjutkan ucapan nya dan berjalan semakin mendekat kearah pengawas Firman.
__ADS_1
"Kenapa?!" tanya Firman dengan tatapan tajam nya.
"Tidak jadi Pak" jawab Rina sambil nyengir kuda.
"Katakan atau saya akan membuat mu lembur setiap hari!" ancam Firman.
"Baiklah jika anda memaksa" ucap Rina sambil menahan nafas dan menghembuskan nya.
"Anda terlihat sangat tampan Pak" jawab Rina dan bulan nya marah Firman malah tersenyum malu-malu.
Rina heran melihat sikap pengawas nya satu ini. Dia lalu bergidik ngeri dan pergi kemeja nya, lalu mengerjakan pekerjaan nya yang tadi ditunda karena menggoda pengawas Firman.
Firman memang masih muda, tapi warna kulitnya itu eksotis. Jika ada yang memujinya tampan, dia akan terlihat malu-malu. Seperti anak gadis sedang didekati oleh cem-ceman nya 😁🙊
"Kamu berani banget Rin, kamu nggak takut kena SP?" tanya Sinta dengan berbisik ditelinga Rina.
"B aja" jawab Rina sok cuek padahal dalam hati ketar ketir.
"The best" ucap Siva mengacungkan kedua ibu jarinya pada Rina.
Mereka bertiga tertawa cekikikan bersama. Sedangkan pengawas Firman sudah pergi karena malu-malu meong.
Rina memang sudah bisa ceria lagi sejak berteman dengan Sinta dan Siva. Mereka berdua yang bisa menghilangkan kesepian nya seorang Rina karena ditinggalkan oleh dua sahabat nya.
.
Berbeda dengan Rina yang habis melancarkan rayuan mautnya. Rudi sedang mengawasi proyek yang sudah 90% jadi. Rudi sangat puas dangan hasilnya. Karena semua bahan dan juga para pekerjanya sudah professional semua.
Jadi tidak akan bisa diragukan lagi. Rudi sedang memantau semuanya. Dari bahan, dan juga properti semua dalam pengawasan nya langsung.
"Pak, apa ada yang harus ditambah atau dikurungi mungkin?" tanya mandor tersebut.
"Tidak perlu pak. Semuanya sudah sesuai dengan rancangan dan juga dengan produksi kita, jika ada yang titambah apa lagi dikurungi. Itu akan membuat semuanya malah jadi tidak sesuai dengan kesepakatan" jawab Rudi menerangkan pada mandor yang mang sejak awal mengikutinya.
"Anda memang selalu membuat para pelanggan dan para infestor semua mempercayai cara kerja anda dan juga sangat bagus dan juga berkompeten" ucap mandor yang sudah sangat tahu Kara kerja nya Rudi.
"Terimakasih Pak, anda juga sangat bagus dalam bertugas. Saya juga banyak belajar dari anda" ucap Rudi merendah. Dia tidak mau jika dia semakin sombong setelah mendapatkan semua pujian dari bawahan nya.
"Bapak ini bisa saja" ucap mandor tersebut.
Rudi melangkahkan kaki nya mengelilingi seluruh bangunan yang sudah hampir jadi ini. Dia melihat-lihat apa-apa saja yang kurang dan tidak sesuai.
__ADS_1
Tapi semuanya bagus dan sesuai yang dia dan klien nya inginkan. Rudi pergi meninggalkan bangunan dalam dan sekarang menuju bangunan bagian belakang.
Betapa terkejut nya Rudi melihat ada kakek tua yang masih bekerja. Dia mengangkuti semen dan juga batu bata yang akan diberikan pada tukang yang bekerja.
Rudi langsung membantu kakek tua itu mengangkat semen yang hampir membuatnya terjatuh.
"Kek, kenapa kakek masih bekerja sekeras ini? Tubuh kakek saja sudah tidak mampu untuk membawa kantong semen berat ini" ucap Rudi pada kakek tua yang sedang mengatur nafasnya.
"Kakek hanya mau bekerja nak, kakek tidak mau mengandalkan pemberian dari orang-orang saja jika kakek masih mampu bekerja" jawab si kakek
"Tapi kakek bisa bekerja yang lain, seperti berdagang mungkin" ucap Rudi pada kakek tua itu.
"Kakek tidak punya modal untuk berjualan nak" jawab si kakek.
"Kemana anak dan cucu kakek?" tanya Rudi lagi.
"Hidup mereka juga susah nak. Kakek tidak mau membebani mereka" jawab si kakek.
"Apa kakek tinggal sendiri? Dan kakek tinggal dimana?" tanya Rudi untuk yang kesekian kalinya.
Dan disaat bersamaan mandor datang ingin menghampiri nya. Rudi yang sudah sadar menyuruhnya untuk pergi lagi. Dia ingin supaya kakek tua itu bisa beristirahat sejenak.
Dia ingin tahu kenapa kakek tua ini mau bekerja berat, bahkan sangat berat menjadi kuli panggul.
"Kakek tinggal didekat sini. Kakek tinggal sendiri, nenek memang baru saja meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Jadilah kakek sekarang sendiri" jawab si kakek tua itu.
"Kenapa kakek mau bekerja berat seperti ini?" tanya Rudi ingin memastikan.
"Kakek hanya bisa angkat barang saja. Yang lain nya tidak bisa" jawab si kakek
"Apa kakek mau ikut dengan saya dan bekerja untuk saya?" tanya Rudi.
"Memangnya aden ini mau mempekerjakan kakek tua renta ini?" tanya si kakek masih belum bisa percaya pada orang yang baru dia temui.
"Jika kakek mau, saya mempunyai lahan daerah sini. Tidak terlalu besar sih, tapi cukup lah untuk berkebun. Jika kakek mau nanti saya akan membawa kakek kesana untuk menggarap nya. Saya sendiri bingung mau diapakan tanah 10 meter kek" ucap Rudi pada kakek tersebut.
"Memangnya tanah nya dimana den?" tanya si kakek.
"Disini kek, tempat yang kakek saat ini tempati" jawab Rudi sambil menunjuk tanah kosong yang ada disekitar mereka duduk.
"Maksud aden ini semua tanah punya nya aden begitu?" tanya si kakek dengan tatapan kagetnya.
__ADS_1
"Iya kek, jika kakek mau untuk mengelola nya. Nanti setelah bangunan ini selesai tanaman nya juga mungkin sudah membuahkan hasil" jawab Rudi.