Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
Bad mood (Rina & Rudi)


__ADS_3

Rina hingga sore masih memikirkan apa dan bagaimana cara nya pria itu bisa mengetahui nomor ponsel nya. Bahkan sampai pulang kerja saja Rina tidak membalas pesan atau melihat isi pesan nya dari orang itu.


"Loe kenapa Rin? Kusut amat tuh muka" tanya Eric yang memang belakangan ini selalu nempel terus pada Rina.


"Gue nggak apa-apa, cuman gue merasa nggak mood saja sih" jawab Rina sambil nyengir kuda.


"Gimana tugas loe, sudah selesai belum?" tanya Eric mengalihkan pembicaraan.


"Belum, gue belum punya waktu luang. Gue harus kerja dulu, apa lagi sekarang kerjaan lagi banyak banget. Jadi mau tidak mau ya gue pause dulu bikin skripsi nya" jawab Rina dengan lesu.


"Kenapa loe nggak ngurus skripsi dulu baru pekerjaan?" tanya Eric lagi.


"Sebenar nya juga gue mau nya gitu. Tapi jika gue nggak kerja, gimana gue bisa bayar kuliah. Loe kan tahu sendiri jika gue kuliah ya ngadelin dari kerja. Jika gue nggak kerja gue bayar nya pake apa? Daun" tanya Rina dengan memadang Eric dengan tatapan sinis nya.


"Weissss, woles Rin. Jangan telen gue juga kali, gue kan ngasih saran. Mau dipake kagak kan itu urusan loe" jelas Eric yang sudah ketakutan melihat sikap Rina jika sedang marah seperti ini.


"Iya gue tahu jika loe cuman ngasih saran doang. Tapi thanks ya buat segala nya" ucap Rina lalu tersenyum dan akhirnya dia ingin pergi.


"Mau kemana loe Rin?" teriak Eric yang melihat Rina sudah pergi beberapa langkah.


"Gue mau balik, cape gue pengen segera istirahat" jawab Rina juga berteriak.


Saat jalan pulang dia bertemu dengan seseorang yang sangat ingin Rina hindari. Tapi ternyata takdir berkata lain, dia bertemu dengan pria tua gila yang membuat nya susah tidur.


"Maaf Om, saya tidak sengaja" ucap Rina, lalu dia pergi begitu saja dari hadapan Rudi.


"Dia kenapa? Biasa nya dia akan mengajak ku berdebat dulu. Kenapa sekarang berbeda, jadi pendiam dan terlihat lesu" gumam Rudi saat melihat sikap Rina yang tidak seperti biasa jika mereka bertemu.


Rina melangkahkan kaki nya dengan gontai menuju tempat kos nya berada. Dia tidak memiliki tenaga lagi, rasa nya tenaga dia sudah dikuras habis oleh banyak nya pekerjaan dipabrik.


Sehingga untuk bicara saja tidak ada tenaga nya. Rina memasuki kamar kos nya dengan sangat lemas sekali. Bahkan dia tidak membersihkan diri dulu, dia langsung berbaring dan memeluk guling kesayangan nya.


Tidak membutuhkan waktu lama, Rina langsung terlelap. Bahkan dia langsung mendengkur sangat keras, mungkin karena dia sangat kelelahan maka nya dia langsung tepar seperti orang pingasan.


.

__ADS_1


Sedangkan Rudi tidak tahu kenapa malah mengikuti Rina yang sudah masuk kedalam kamar kos nya. Dia juga tidak sadar jika kami nya membawa pada gadis bar-bar yang selalu mengusik nya siang dan malam.


"Kenapa aku berada disini? Dan kenapa aku malah mengikuti gadis bar-bar yang selalu membuat ku naik darah" gumam Rudi pada diri nya sendiri.


Tapi Rudi merasa heran akan sikap nya tadi. Seperti ada yang disembunyikan, dan mungkin dia sedang dalam masalah besar. Rudi semakin penasaran akan kehidupan seorang Rina Adisti.


"Gadis bar-bar yang menarik" gumam Rudi lagi tidak jelas.


Dia melangkahkan kaki nya menuju restaurant terdekat dari kosan Rina. Dia ingin mengantarkan makanan ini untuk nya supaya bisa mengurangi beban fikiran nya juga rasa lelah nya.


Rudi memesan makanan utama dan juga makanan penutup. Tidak lupa dia juga memesankan berbagai macam jenis desert, supaya bisa mengembalikan mood nya kembali seperti semula.


"Tolong antarkan kealamat ini ya" ucap Rudi menyerahkan alamat kos Rina.


"Baik Pak, apa ada lagi?" tanya pelayan nya dengan sangat ramah.


"Itu saja cukup" jawab Rudi sambil menyerahkan kartu ajaib nya.


"Baik Pak, akan segera diproses" jawab nya dan diangguki oleh Rudi.


"Rudi Suryoto" jawab Rudi dengan menyebutkan nama lengkap nya.


"Baik, kami akan segera memproses nya Pak. Apa ada tambahan atau apa?" tanya sang pelayan lagi masih terus menuliskan pesanan nya.


"Sudah itu saja. Saya mau ini dipercepat, saya tidak mau jika kejutan nya sampai gagal" Jawab Rudi dan langsung melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar.


Rudi merasa heran dengan sikap nya pada gadis bar-bar itu. Tapi dia merasa kasihan melihat nya tidak bersemangat dan juga terlihat sangat lemas. Maka dari itu Rudi berinisiatif untuk memberikan makanan bergizi untuk menggantikan tenaga nya yang sudah terkuras habis.


"Semoga kamu menyukai nya, dan mau memakan semua nya dengan sangat lahap. Aku akan sering mengantarkan makanan terus untuk kamu" gumam Rudi saat berjalan melewati kosan Rina.


.


Tidak berapa lama pintu kamar kos Rina ada yang mengetuk dari luar. Rina langsung bangkit dan segera membukakan pintu tersebut.


"Dengan kak Rina Adisti?" tanya kurir pengantar makanan.

__ADS_1


"Iya saya sendiri" jawab Rina masih bingung. Pasalnya dia baru saja bangun tidur, itu juga karena ada yang mengetuk pintu kamar kos nya.


"Saya mengirimkan makanan untuk ada" ucap kurir nya lagi.


"Saya tidak pernah memesan makanan apa pun pada restaurant anda. Mungkin anda salah alamat?" ucap Rina masih belum menerima makanan tersebut.


"Tapi bukan kah anda bilang jika nama anda adalah Rina Adisti bukan?" tanya sang kurir nya lagi memastikan nama penerima nya tidak salah.


"Iya benar, itu memang nama saya" jawab Rina dan bertanya kembali. "Jika boleh tahu ini dari siapa?".


"Pengirim nya atas nama Rudi Suryoto kak, mohon diterima dan tanda tangan disini" ucap sang kurir menyerahkan makanan dan juga buku dan pulpen untuk meminta tanda tangan bukti penerimaan sudah pada orang nya.


"Terimakasih Mas" ucap Rina saat dia melihat kurir tersebut sudah melangkah jauh dari depan kamar kos nya.


"Rudi? Rudi itu bukan sih... Bodo amat lah, mau dari siapa kek, yang penting hari ini gue makan enak" gumam Rina sambil mengingat-ngingat jika Rudi ini sama dengan Rudi yang itu. Tapi setelah itu dia malah terlihat sangat bahagia.


"Wahhhh, ini sih makanan mewah. Ngomong-ngomong nggak akan ada racuun nya kan yah?" gumam nya lagi masih ragu.


Ingin memakan nya atau tidak. Tapi itu semua sangat menggiurkan, apa lagi air liur nya seperti sudah menetes. Jadi Rina menggunakan aji mumpung, mumpung ada kesempatan.


Rina dengan sangat lahap menyantap semua makanan yang Rudi kirimkan tanpa sisa. Hingga mood nya sudah kembali lagi. Dan ternyata masih ada beberapa dessert yang belum dia makan.


Tapi karena dia sudah sangat kenyang, dia menyimpan nya untuk nanti jika dia sudah menginginkan nya. Jika sekarang takut perut nya meledak karena kekenyangan.


.


Rudi tidak kalah senang bisa memberikan makanan untuk Rina, walau pun dia sendiri tidak tahu kenapa. Yang jelas dia sudah bahagia disini. Walau tinggal jauh dari kedua orang tua nya.


"Semoga kamu suka dengan makanan yang aku kasih anak kecil" gumam Rudi selalu tersenyum.


Senyuman Rudi selalu mengembang dan tidak pernah berhenti senyum-senyum sendiri bahkan berbicara sendiri.


Rudi memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan nya kembali. Karena dia sejak tadi selalu memikirkan gadis bar-bar itu. Jadi nya semua pekerjaan nya menjadi terbengkalai, untung saja hari ini tidak ada peninjauan proyek langsung. Jadi dia sedikit lebih tenang.


Rudi masih tersenyum-senyum sendiri tidak jelas. Entah apa sebenar nya dia fikirkan. Othor saja tidak tahu.

__ADS_1


__ADS_2