
Rudi masih setia menjaga Rina yang masih belum sadarkan diri. Dia hingga mengantuk dan akhirnya tertidur disamping Rina dan terus menggenggam tangan nya.
Rina sadar, dia merasa bingung. Dia berada dimana, lalu dia menoleh kesamping ada seseorang yang menelungkup kan wajah nya dan tangan nya menggenggam tangan Rina.
Rina menarik tangan nya dari genggaman tangan seseorang pria itu. Ternyata pergerakan Rina membangukan nya. Rina begitu terkejut melihat siapa yang berada didekat nya dan juga menggenggam tangan nya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Rudi sesekali dia menguap karena mengantuk.
Rina tidak menjawab dan tidak melakukan apapun, dia ingin segera bangkit ingin pulang. Tapi ternyata tangan nya dicekal oleh Rudi.
"Om, aku mau pulang. Tolong lepaskan aku" ucap Rina sambil mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Rudi.
"Kamu tidak lihat jam berapa sekarang?" tanya Rudi yang tidak melepaskan genggaman nya juga masih menatap wajah Rina.
"Tapi aku harus pulang. Aku tidak nyaman disini. Lagi pula Om nanti dicariin istri nya. Aku nggak mau disebut wanita tidak benar. Jadi lepaskan aku, biarkan aku pulang" ucap Rina yang mencoba untuk menahan air matanya jatuh.
Dia langsung turun dari brangkar dan berjalan keluar. Hingga dia melupakan sesuatu yang sangat penting. Rina berjalan menyusuri jalanan yang biasa dan ini terasa sangat sepi.
Pada saat dia akan masuk tiba-tiba dia mengingat jika tas nya tertinggal dirumah sakit. Dia mau balik lagi tapi tidak jadi karena Rudi sudah berada dibelakang nya.
"Kamu meninggalkan ini" ucap Rudi memberikan tas milik Rina.
"Terimakasih Om" ucap Rina menerima tas nya dari tangan Rudi dan mengambil kunci kosan nya.
Dia langsung masuk tanpa mengucapkan sepatah kata pun lalu mengunci pintu nya. Barulah Rina menangis didalam sambil membekap mulutnya supaya tangis nya tidak terdengar.
"Kenapa disaat aku mau melupakan nya justru aku bertemu kembali dengan nya. Aku, aku tidak sanggup jika terus bertemu seperti ini. Kenapa Ya Allah, tolong jauhkan lah dia jika dia bukan jodoh hamba. Hamba tidak mau merusak hubungan suci mereka" ucap Rina menangis sesegukan sambil terus berdo'a.
Dia benar-benar sangat rapuh saat ini. Dia sudah menyadari perasaan nya, jika dia sudah mencintai Rudi. Laki-laki yang sudah membuat hatinya luluh dan mulai membuka hati untuk seorang laki-laki kembali.
__ADS_1
Tapi disaat bersamaan juga dia mengetahui jika laki-laki yang dia sukai ternyata sudah berkeluarga. Bukan hanya itu, dia sudah memiliki seorang putri yang sangat cantik.
Rina menangis cukup lama dan akhirnya dia tertidur karena lelah menangis.
sedangkan diluar kosan Rina, Rudi masih berdiri dibalik pintu kosan. Dia sayup-sayup mendengar tangisan Rina, karena suasana sudah malam dan juga sepi. Jadi tangisan Rina terdengar oleh Rudi, dia merasa bingung. Kenapa Rina menghindari nya terus.
Dia tidak mau berdekatan lagi dengan nya. Jangankan dekat setiap bertemu yang biasa nya akan berdebat sekarang Rina selalu menghindari nya seperti tadi.
"Apa kesalahan ku pada kamu Rin? Sehingga kamu selalu menghindari ku? Apa yang... Tunggu! Dia bilang keluarga? Apa mungkin dia pernah melihat ku dengan Sofia dan anak nya? Jika iya, dia sudah salah faham" gumam Rudi saat dia mengingat setiap kata yang tadi Rina ucapkan tadi sebelum pergi.
"Rina, aku tahu kamu juga memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan. Tolong jangan menghindari ku lagi" gumam nya langsung pergi dari tempat kos Rina.
Rudi juga berjalan dengan gontai menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari kosan Rina. Dia langsung menujukan mobilnya menuju rumah kontrakan nya juga.
Dia berencana ingin berbicara nanti siang dengan Rina. Dia ingin memastikan jika Rina juga mempunyai perasaan yang sama dengan nya. Rudi langsung merebahkan dirinya setelah membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.
.
"Rud, bisa tolong aku kan. Safia, Safia sakit Rud. Tolong bantu aku membawa nya kerumah sakit. Aku tidak mungkin membawa nya sendiri karena Mami dan Papi aku tidak ada. Tolong Rud" ucap Sofia yang sudah berada dihadapan nya.
Rudi mau tidak mau membantu Sofia, dia membawa anak nya Sofia menuju rumah sakit terdekat. Dan saat bersamaan Rina juga ingin menjenguk Soraya yang habis melahirkan putra pertama nya.
Rina semakin sakit melihat nya, betapa Rudi terlihat panik saat menggendong tubuh kecil yang sedang berjalan menuju ruangan UGD.
Begitu juga dengan Rudi yang melihat Rina berjalan dengan seorang pemuda yang sering dia lihat berada dirumah sakit yang sama. Yang membuat nya sakit adalah, Rina menggenggam tangan pemuda yang selalu bersama nya.
Rudi jadi ragu untuk menjelaskan semuanya pada Rina. Dia tidak mau jika dia merusak hubungan Rina dengan pemuda itu. Rudi juga akan menghindari Rina jika bertemu dengan nya tidak sengaja.
.
__ADS_1
Seperti hari-hari biasa nya Rina lalui. Dia bekerja dan juga kuliah, dia juga sering jalan berdua dengan Eric dimana pun itu pasti berdua.
Hingga mereka berdua berpapasan saat berada disebuah cafe yang tidak jauh dari kampus mereka.
Rudi sedang menemani Sofia dan juga anaknya untuk makan dicafe dan Rina juga sedang bersama dengan Eric. Mereka berdua seperti pasangan muda yang sangat serasi. Begitu juga dengan Rudi yang sedang berpenampilan casual terlihat sangat tampan dan juga berkarisma sedang bersama dengan seorang wanita cantik dan juga anak kecil. Terlihat seperti keluarga bahagia.
Mereka seperti tidak saling mengenal satu sama lain. Mereka seperti layaknya orang asing yang tidak saling mengenal.
"Rin, kamu baik-baik saja kan?" tanya Eric saat melihat mereka bertiga seperti sangat bahagia.
"Aku, baik-baik saja Ric" jawab Rina menampilkan senyuman tipis nya seperti biasa.
Dan Rudi bisa melihatnya, betapa hatinya berdenyut nyeri melihat Rina bisa tersenyum untuk laki-laki lain. Bukan untuk dirinya. Sakit, tentu saja.
Sofia yang melihat arah tatapan Rudi sangat tidak suka. Dia ingin menjauhkan Rudi dari wanita muda itu, dia ingin hanya dia yang menjadi satu-satu nya wanita yang dekat dengan nya dan juga menjadi pendamping nya lagi. Bukan yang lain.
Rudi terus memandangi Rina yang lumayan jauh dari mejanya. Sofia yang sudah kesal lalu membuat anak nya menangis dan benar saja, Rudi langsung mengalihkan pandangan nya dari Rina menjadi pada anaknya Sofia.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Rudi pada Safia anak nya Sofia.
Safia masih menangis dan akhirnya Rudi menggendong nya hingga tenang. Sofia merasa senang bukan kepalang. Dan saat bersamaan juga Rina menatap kearah mereka bertiga.
Pemandangan yang sangat membuat nya sakit hati terlihat. Dimana Rudi dengan perhatian dan kasih sayangnya menggendong anak kecil itu yang sedang menangis.
Tapi dia tidak boleh seperti ini terus, bisa-bisa dia benar-benar akan merusak kebahagiaan mereka. Rina juga seorang wanita, bagaimana perasaan nya jika suami dan juga Ayah dari anak nya ada yang menyukai atau bahkan merebut nya.
Dia pasti merasakan sakit, sama hal nya yang dirasakan oleh wanita yang bersama dengan Rudi. Rina tidak mau dicap sebagai pelakor, dia tidak bisa seperti ini. Dia harus bisa melupakan Rudi.
"Rin, apa kita pergi saja. Sebelum kamu merasa lebih sakit lagi" ucap Eric hati-hati.
__ADS_1
Dia tidak mau jika Rina merasa tersinggung dengan ucapan nya. Eric juga pernah mengalami hal yang sama dengan Rina, tentu tahu bagaimana sakitnya cinta yang berlabuh pada orang yang salah.