Suamiku Ternyata Orang Kaya

Suamiku Ternyata Orang Kaya
S2. Ternyata bertetangga


__ADS_3

Setelah sampai rumah Rina tercengang melihat rumah besar yang ada dihadapan nya saat ini. Dia menatap tidak percaya pada apa yang dia lihat saat ini, dia menatap pada Rudi suaminya.


"Kenapa?" tanya Rudi yang melihat tatapan Rina yang seperti sedang bertanya padanya.


"Apa ini rumahnya Mas?" tanya Rina yang mendadak menjadi bodoh dengan semua pertanyaan yang dia katakan pada Rudi.


"Tentu saja, apa ada yang salah dengan rumahnya? Ini adalah istana kita sekarang" ucap Rudi yang mengiyakan pertanyaan dari Rina.


"Apa kita akan tinggal berdua saja disini?" tanya Rina yang memang tidak ingin hanya berdua saja dengan Rudi, karena dia lebih suka keramaian jika dirumah.


"Iya, kenapa memangnya? bukankah, akan lebih leluasa jika berdua saja, hmm?" ucap Rudi yang balik bertanya pada Rina.


"Iya memang leluasa sih Mas, tapi kan aku ingin rumah ini ramai saja. Aku kira Ayah dan Ibu juga akan tinggal bersama atau kita tinggal dirumah bersama Ibu dan Ayah?" jawab Rina yang bertanya juga pada Rudi yang menatap heran dengan Rina.


Karena kebanyakan wanita jika sudah menikah pasti ingin hidup mandiri dan juga jauh dari orang tua atau mertua. Tapi Rina berbeda dengan wanita lain, mungkin karena dia ini sudah sebatang kara semenjak dia mengingat semuanya. Dan itu membuatnya ingin bisa memiliki keluarga utuh dan juga sempurna.


"Apa kamu ingin kita tinggal bersama dengan Ayah dan Ibu?" tanya Rudi yang dijawab anggukan kepala oleh Rina.


"Jika begitu kita kembali lagi didepan sana. Karena jarak rumah ini dengan rumahnya Ibu hanya beberapa meter saja dari sini. Apa kamu yakin ingin tinggal bersama Ayah dan Ibu sayang?" tanya Rudi lagi yang masih dijawab anggukan oleh Rina.


"Baiklah, kita kesana sekarang" jawab Rudi lagi yang langsung memasukan kembali koper-kopernya dan juga milik Rina kedalam bagasi mobil untuk kembali menuju rumah Ayah dan Ibunya yang memang tidak jauh dari rumah barunya ini bersama dengan Rina.


Keduanya sudah sampai didepan rumah yang tidak jauh lebih mewah dari rumah mereka berdua. Rina tak henti-hentinya memuji dan juga mengagumi rumah yang ada didepan nya saat ini.


"Sudah mengaguminya nanti saja. Sekarang kita masuk saja kedalam" ucap Rudi yang langsung menggandeng tangan Rina.


Rina hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki Rudi yang sedang menuntun nya masuk kedalam rumah kedua orang tuanya. Didalam rumah kedua orang tua Rudi merasa heran dengan kedua anak dan juga menantunya, kenapa keduanya malah datang kemari bukan kerumah baru yang sudah Rudi persiapkan untuk mereka berdua.


"Assalamualaikum Ayah Ibu" ucap keduanya menghampiri Ayah dan Ibunya yang sedang saling pandang dengan heran.


"Wa'allaikum salam, kalian berdua tidak jadi kerumah kalian sendiri?" jawab Ayah dan Ibu sambil bertanya juga pada pasangan pengantin baru itu.

__ADS_1


"Tidak Bu, karena Rina tidak mau tinggal sendiri jika aku sedang bekerja. Dia ingin ada yang menemani dan juga ingin dekat Ibu disini" jawab Rudi yang langsung duduk bersandar disofa panjang dan disampingnya ada Rina.


"Owalah, Ibu kira kenapa? Yang justru Ibu senang jika Rina mau disini menemani Ibu maka Ibu juga ada taman untuk mengobrol" ucap Ibu pada Rina yang hanya tersenyum dan juga menatap keduanya dengan penuh kebahagiaan.


Sebenarnya inilah yang Ibu dan Ayah inginkan. Jika Rudi tinggal bersama dengan mereka berdua dimasa tua mereka berdua adalah yang menemani dan juga berkumpul bersama-sama.


"Iya Bu, Rina paling nggak suka jika harus sendiri. Apa lagi Rina tidak punya kesibukan lain selain menganggur saja. Apa lagi rumahnya besar dan tinggal sendiri, bagaimana membersihkan semuanya rumah segede gitu. Makanya Rina ingin disini bersama dengan Ibu dan Ayah" jawab Rina yang tersenyum saat mengatakan itu semua.


"Sayang, siapa juga yang menyuruh kamu untuk membereskan semua isi rumah kita? Disana sudah ada asisten rumahtangga yang akan membersihkan nya. Jadi kamu hanya duduk saja dirumah" ucap Rudi yang menegakan duduknya yang tadinya bersandar.


"Ya kali aja Mas melakukan itu pada ku" jawab Rina yang mana tidak mau kalah dengan Rudi.


"Oke, oke. Sekarang kalian istirahat saja, kalian kan habis melewati perjalanan jauh. Pasti kalian berdua lelah" ucap Ibu yang melerai kedua anak dan juga menantunya.


"Iya Bu, aku memang sangat lelah. Apa lagi besok pagi harus sudah melakukan kegiatan seperti semula, karena ini sudah tugasku disini" jawab Rudi yang beranjak dari duduknya dan diikuti oleh Rina menuju kamar Rudi yang dulu sebelum menikah.


"Sayang, aku langsung istirahat ya. Aku sungguh sangat lelah sekali" ucap Rudi yang langsung merebahkan dirinya diatas ranjang dan langsung memejamkan matanya.


Rina langsung turun lagi kebawah karena tidak mengantuk atau lelah. Mungkin karena Rina selLu aktif dan tidak mudah lelah karena usianya masih muda. Saat dia berada ditaman depan Rina melihat seseorang yang sangat dia kenal berada dihalaman rumahnya sedang bermain dengan nya anak kecil.


Rina yang penasaran langsung keluar menghampiri seseorang yang dia kenal dan juga ingin memastikan jika penglihatan nya tidak salah.


"Lulu" ucap Rina yang sudah masuk kedalam halaman rumah yang tidak kalah besar dengan rumah mertuanya.


"Hai Rin. Kamu tinggal disini? Aku kira kamu akan tinggal berdua saja dengan suami kamu?" ucap Lulu yang disapa oleh Rina dan bertanya juga pada Rina.


"Anak-anak, salim sama auntie" ucap Lulu pada kedua anak-anaknya.


"Hai auntie" ucap Fia yang mencium punggung tangan Rina dan diikuti oleh adiknya yang bernama David Tomlinson.


"Hai sayang. Sudah besar saja ini kalian" ucap Rina yang mengusap kepala kedua anak yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Jadi ini rumah kamu dengan Tevlon? Total menyangka jika kita bertetangga seperti ini ya Lu" ucap Rina yang sudah duduk dibangku yang ada dihalaman rumah Lulu.


"Iya Rin, aku sudah lama tinggal disini dan juga sedikit mengenal orang-orang yang tinggal disini. Termasuk kedua mertua kamu itu, apa lagi mereka sering sekali mengajak David dan Fia main kerumah mereka berdua. Mereka memang sudah sangat menginginkan seorang cucu Rin" ucap Lulu yang membuat Rina tersenyum dan juga berdo'a supaya dia bisa cepat dikaruniai keturunan.


"Mereka berdua pernah cerita padaku Rin. Jika sebenarnya mereka berdua ingin jika Mas Rudi menikah kembali dan istrinya mau tinggal dengan mereka berdua yang sudah tua. Dan ternyata do'a mereka dikabulkan oleh Allah, kamu yang jadi menantu mereka berdua. Orang yang selalu ingin keramaian juga" ucap Lulu yang menceritakan keinginan Ibu dan Ayah mertuanya.


"Iya Lu, gue juga nggak mau jika harus tinggal terpisah dari mereka berdua. Mereka berdua itu sudah sangat baik dan juga menerima gue dengan tulus dan juga menganggap gue anaknya sendiri. Bukan sebagai menantunya, aku juga semoga bisa menyusul kamu cepat hamil. Karena pas kemarin aku menikah baru saja menyelesaikan mensturasi. Semoga saja bisa langsung jadi, Amin" ucap Rina yang berharap itu bisa cepat terjadi.


"Amin, semoga saja ya Rin. Jadi anak-anak kita nantinya tidak jauh berbeda usinya, dan mereka bisa seperti kita yang bersahabat" ucap Lulu yang mengaminkan ucapan dari Rina.


Keduanya saling tersenyum dan juga mengawasi anak-anak yang sedang bermain bersama. Hingga keduanya melihat sosok yang tidak asing berada didekat mereka berdua yang baru saja datang. Mungkin saja habis dari kantor dan baru pulang.


"Assalamualaikum sayang" ucap Devon yang baru saja pulang dan turun dari mobilnya dan menghampiri istrinya yang sedang duduk dengan sahabatnya yang selalu bermusuhan dengan nya.


"Wa'allaikum salam, tumben cepat pulang Mas?" jawab Lulu yang menerima uluran tangan Devon dan merangkulnya juga bertanya pada Devon.


"Semuanya sudah selesai cepat, jadi bisa cepat pulang juga. Ada tamu rupanya, kenapa tidak diajak masuk saja sayang?" jawab Devon yang menatap Rina dan menanyakan pada Lulu.


"Iya, Rina baru saja sampai kemari tadi katanya. Dan dia baru tahu jika kita juga tinggal dikomplek yang sama" jawab Lulu yang juga tersenyum pada Rina dan juga Devon yang sedang menatapnya.


"Hai Tevlon. Sorry ya, gue mau main sama istri loe dan juga anak-anak loe, loe nggak keberatan bukan?" ucap Rina yang selalu membuat Devon kesal dan juga tidak suka dengan Rina yang selalu saja asal jeplak jika bicara.


"Whatever" ucap Devon yang langsung beranjak pergi dari halaman rumahnya sendiri menuju kedalam rumah diikuti oleh Lulu yang sudah berpamitan pada Rina yang sedang menatapnya.


.


.


.


Ditunggu like, komen, vote dan hadiahnya ya guys....

__ADS_1


__ADS_2