
Rina dan Rudi menikmati makan malam nya dengan sangat romantis. Karena keduanya sudah saling terbuka dengan perasaan nya masing-masing. Lebih tepatnya Rina sudah mau membuka dirinya dan juga hatinya untuk Rudi, calon suaminya.
"Kamu senang?" tanya Rudi saat mereka masih menikmati dessert.
"Senang banget, ternyata aku bisa menikmati makan malam mewah seperi ini. Tidak hanya bisa melihat dan mendengarkan cerita dari Soraya dan juga Lulu" jawab Rina dengan senyuman mengembang dibibirnya.
"Syukurlah jika kamu senang, aku akan selalu meluangkan waktu untuk bisa mengajak kamu makan malam seperti ini jika sudah bersama nanti" ucap Rudi dengan sangat senang bisa melihat senyuman lepas dari Rina.
"Benarkah? Wah... Senang sekali aku" ucap Rina lebay.
"Biasa itu untuk ku" jawab Rudi dengan sombong nya.
"Sombong sekali anda" ucap Rina dengan tertawa meledek Rudi.
"Jika mampu kenapa tidak" jawab Rudi yang semakin membuat Rina tidak berhenti tertawa.
"Sebenarnya seberapa banyak kekayaan anda Tuan suami?" tanya Rina dengan candaan nya.
"Kira-kira bisa lah menghidupi tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh tikungan, tujuh putaran" jawab Rudi yang seolah-olah sedang berfikir.
"Wah, berarti Tuan suami sangat kaya raya" ucap Rina sambil bertepuk tangan heboh.
Rudi hanya tersenyum melihat tingkah Rina saat ini yang sudah kembali menjadi dirinya sendiri yang selalu ceria dan apa adanya. Tidak seperti sebelumnya yang terkesan bukan dirinya sendiri.
"Aku senang kamu seperti ini lagi. Apa adanya dan selalu tersenyum lepas dan tidak ada beban" ucap Rudi sambil menggenggam tangan Rina dan mengusapnya.
"Benarkah, aku jadi terhura" ucap Rina dengan mata yang sudah dikedip-kedipkan menggoda Rudi.
"Benar sayangnya aku" jawab Rudi sambil membelai pipi Rina dengan penuh kelembutan dan juga sangat romantis sekali... Jadi meleleh deh Othor liarnya😍
"Ih, aku kan jadi baper babang tamvan" ucap Rina dengan tatapan berbinar nya.
"Kamu menggemaskan sekali sih sayang ku" ucap Rudi lagi dengan senyuman yang sangat lebar dengan sangat lebar.
__ADS_1
Keduanya saling tersenyum dan memang keduanya sudah terkena virus bucin. Mereka berdua memang sangat serasi dengan keduanya yang saling melengkapi.
Yang tadinya Rudi tidak banyak bicara dan terkesan pendiam. Tapi sekarang malah terbawa seperti Rina yang mang banyak bicara dan tidak bisa diam barang sebentar saja.
Rina yang terkesan bar-bar dan juga urakan, tapi tetap saja banyak yang menyukai nya. Karena Rina orangnya apa adanya dan tidak pernah dibuat-buat. Jika dia suka maka dia akan bilang suka, jika dia tidak suka maka dia tidak akan pernah bisa bersikap baik pada orang tersebut.
"Malam ini kita harus menginap disini dulu, selain kita harus menentukan apa yang kamu inginkan kita juga harus melakukan peninjauan. Apa kamu setuju? Jika iya kita lakukan sekarang. Jika tidak kita akan pulang sekarang" ucap Rudi menjelaskan pada Rina supaya dia tidak salah faham padanya.
"Gimana Mas saja. Jika itu baik dilakukan maka lakukan lah" jawab Rina yang mendukung keputusan dari Rudi.
"Baiklah, kita tinjau sekarang. Lebih cepat lebih baik bukan?" tanya Rudi sambil mengulurkan tangan nya pada Rina.
Dengan senang hati Rina menyambut uluran tangan dari Rudi. Mereka berdua menyusuri lorong setiap kamar hotel dan juga ballroom yang sudah siap dengan berbagai dekorasi. Karena acaranya hanya tinggal beberapa hari lagi, jadi semuanya harus sudah dipersiapkan.
Semuanya sudah sesuai dengan keinginan dari kedua mempelai, lebih tepatnya keinginan dari Rina yang sangat menginginkan konsep dan juga impian Rina jika menikah.
"Kamu menyukainya sayang?" tanya Rudi saat melihat semuanya sudah beres sesuai dengan harapan.
"Syukurlah jika kamu menyukainya dan juga senang akan semuanya" ucap Rudi sambil merangkulnya dengan sangat keras.
Mereka berdua melangkah lagi hingga berada lebih dalam lagi menuju ruang tunggu saat prosesi akad dilangsungkan. Rina semakin berkaca-kaca melihat semua dekorasi yang sudah tertata dengan sangat rapih dan juga sangat bagus.
Mereka berdua memasuki kamar pengantin mereka yang akan didekorasi saat akan dimulai nya pernikahan Rina dan Rudi. Double R.
"Apa anda berdua akan menginap disini sebelum acara pernikahan?" tanya manager hotel tersebut pada calon pengantin.
"Iya, kami akan menginap disini. Karena kami ingin merasakan bermalam dihotel ini" jawab Rudi yang membuat manager hotel langsung diam.
"Apa akan memesan dua kamar atau hanya satu sama?" tanya manager hotel lagi.
"Tentu saja dua kamar. Kami berdua belum sah dalam hal ini, jadi kenapa anda masih bertanya?" jawab Rina dengan nada ketus dan juga sinis nya pada manager hotel tersebut.
"Maaf Nona. Saya tidak bermaksud untuk membuat anda tersinggung" ucap manager hotel tersebut merasa bersalah karena salah menanyakan sesuatu pada kedua tamu yang sudah menyewa hotel ini untuk pesta pernikahan mereka berdua.
__ADS_1
"Saya tidak suka jika ada yang berbicara seperti itu pada seseorang. Karena itu sangat melanggar prifasi kami berdua" ucap Rina dengan sangat ketus dan juga tidak bersahabat nya.
"Maafkan saya Nona" ucap manager hotel tersebut dengan membungkukkan badan nya pada Rina dan juga Rudi.
"Sudahlah sayang. Kita masuk saja kedalam kamar sekarang, karena ini sudah malam. Kamu juga harus bangun pagi untuk melakukan kegiatan seperti biasa" ucap Rudi yang menengahi keduanya. Lebih tepatnya menenangkan Rina supaya tidak marah-marah pada manager hotel tersebut.
"Habisnya dia itu bikin kesel saja nanya-nanya nggak jelas" ucap Rina yang langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu kamar hotel dengan sangat kencang.
BRAK..
"Astagfirullah" ucap Rudi sambil mengusap dadanya yang merasa sangat kaget mendengar bantingan pintu kamar Rina.
"Mari saya antar menuju kamar anda Tuan" ucap manager hotel pada Rudi.
"Terimakasih, saya bisa sendiri" jawab Rudi dengan melangkah lebih dulu masuk kedalam kamar tepat disebelah kamar yang Rina tempati.
Sedangkan Rina sedang misuh-misuh karena manager hotel yang sudah menyinggung nya sebagai wanita baik-baik.
"Dia fikir gue cewek gampangan apa! Pake nawarin satu kamar segala dengan Mas Rudi" ucap Rina dengan sangat marah akan semua itu.
"Mas Rudi juga diam saja. Memang semua laki-laki memang paling suka jika harus berdua dengan wanita. Apa lagi dia itu adalah duda karatan, hihihi" ucap Rina lagi dengan marah-marah tidak jelas. Tapi diujung kalimatnya malah cekikikan sendiri.
Rina menertawakan ucapan nya yang mengatakan jika Rudi adalah duda karatan. Dia masih cekikikan sendiri akan ucapan-ucapan absurd yang dia keluarkan.
Sedangkan dikamar sebelah, tepatnya dikamar yang Rudi tempati terlihat sangat dingin dan tanpa suara sama sekali. Rudi sedang berfikir tentang masalalu nya yang sangat buruk, dia tidak ingin jika itu terulang kembali.
"Semoga saja Rina adalah wanita yang tepat dan juga bisa menjadi apa yang aku dan juga keluargaku inginkan. Juga menjadi istri yang solehah dan juga Ibu yang baik untuk calon anak-anak kami kelak. Amiin" do'a Rudi yang tidak ingin jika kejadian masalalu terulang.
"Dia memang berbeda dari semua wanita yang pernah aku kenal dan dekat dengan ku. Hanya dia yang tidak suka jika diperlakukan mewah" gumam Rudi yang mengingat pertama bertemu hingga mereka memutusakan untuk menikah walau diantara keduanya belum yakin dengan perasaan nya masing-masing.
"Semoga saja pernikahan kami langgeng Ya Tuhan" ucap Rudi lalu memejamkan matanya yang sudah terasa sangat mengantuk.
Ternyata mereka berdua saling memikirkan satu sama lainnya. Dan mereka berdua tertidur dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari bibir keduanya.
__ADS_1