
"Kamu jangan pernah menyamakan saya dengan kamu yang memang rendahan!" ucap Sofia yang sudah sangat emosi dengan semua yang Rina ucapkan padanya.
"Rendahan itu seperti apa ya? Bukankah seseorang yang berkelas itu adalah seseorang yang bisa menjaga lisan dan juga martabat dari seseorang tersebut? Bukan karena wanita yang asalnya dari kampung akan rendahan. Hello, anda tidak bercermin Nona? Andalah yang terlihat sangat kampungan dan juga, ya tahu lah apa maksud saya" ucap Rina yang memang benar-benar membuat Sofia kena mental.
Hampir saja sofia ingin berbuat sesuatu pada Rina juga ingin melukainya, tapi untung saja tidak jadi. Karena sudah lebih dulu dilerai oleh Rudi yang memerintahkan pada pihak keamanan hotel.
"Aku tidak akan tinggal diam Rud. Kamu sudah membuat aku malu dengan cara kamu seperti ini. Lihat saja, kamu akan menyesal!" berbagai umpatan dan juga ancaman Sofia lontarkan untuk Rudi yang telah menyuruh pihak keamanan hotel mengusir Sofia.
"Kamu tidak akan pernah bisa mendekat dan juga mengacau Sofia. Karena aku akan melakukan berbagai cara untuk bisa mencegah semua itu terjadi" ucap Rudi yang langsung masuk kedalam lagi setelah melihat Sofia sudah dibawa keluar oleh keamanan hotel.
"Sial! Kenapa jadi aku yang diusir. Awas saja nanti, aku akan membalas semua perbuatan yang kamu lakukan padaku Rud!" geram Sofia yang mana ingin segera pergi tapi malah bertemu seseorang yang akan membuat rencana untuk membuat pernikahan Rudi dan Rina gagal atau mungkin berantakan.
"Sebaiknya anda ini bermain cantik dan juga bersih Nona. Jika anda melakukan hal seperti tadi akan dengan mudah mereka membuat anda malu dan juga tidak bisa mendekat kearahnya. Saya bisa saja membantu anda untuk bisa membalaskan semuanya" tawar seorang pria yang tiba-tiba sudah ada didekat Sofia.
"Siapa anda? Kenapa anda mau membantu saya?" tanya Sofia yang bingung tiba-tiba ada seorang pria yang menawarkan bantuan padanya.
"Anda tidak perlu tahu siapa saya. Yang pasti saya juga memiliki keinginan yang sama dengan anda" jawab pria tersebut pada Sofia.
"Apa anda setuju dengan tawaran saya? Jika iya, mari ikut dengan saya untuk menyusun rencana" tanya pria misterius itu pada Sofia.
"Apa keuntungan saya bisa kerjasama untuk menghancurkan mereka berdua?" tanya Sofia yang mulai tertarik dengan penawaran dari pria itu.
"Kita berdua sama-sama diuntungkan Nona. Jika anda setuju mari, jika tidak saya akan melakukan nya sendiri" jawabnya dengan nada yang sangat santai.
Sepertinya mereka berdua akan menyusun rencana balas dendam pada Rina dan juga Rudi. Karena baik Sofia maupun pria itu sangat ingin melihat keduanya hancur dan tidak pernah bahagia.
.
Sedangkan Rudi dan juga Rina sedang menyusun semua keperluan yang akan mereka lakukan untuk hari esok. Dimana pernikahan itu akan segera terjadi, baik Rina maupun Rudi mereka berdua terlihat sangat bahagia dan juga sudah tidak sabar untuk menyambutnya esok hari.
"Mas, nanti aku mau mengambil pesanan gaun yang akan aku gunakan. Apa Mas ikut juga atau ada urusan lain?" tanya Rina saat keduanya sedang mengerjakan sesuatu.
"Kita akan sama-sama mengambilnya. Aku memiliki perasaan tidak enak, apa lagi tadi Sofia sudah berani mengancam kita. Jadi kita harus waspada" jawab Rudi yang mana seperti memiliki perasaan yang tidak enak untuk Rina jika dibiarkan pergi sendiri.
Walau Rudi tahu jika kemampuan bela diri Rina sangat mumpuni. Tetap saja dia adalah seorang wanita yang ada kelemahan tersendiri. Sekuat dan sehebat apapun kemanapun nya, Rudi tidak ingin jika sampai benar Sofia merencanakan kejahatan. Dia tidak akan mengampuninya dan pasti akan membuat Sofia mendekam dipenjara.
"Ya sudah jika seperti itu. Kita pergi sekarang saja, nanti jika ada kekurangan atau kurang sesuai dengan keinginan ku maka akan bisa langsung diperbaiki" ucap Rina yang akan beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Iya sudah, kita kesana sekarang sekarang. Lagi pula kan kita bia sekalian jalan-jalan dan juga kencan tentunya" jawab Rudi yang mengedipkan sebelah matanya menggoda Rina.
"Yey, dasar Pak duda. Pasti saja memiliki rencana tersendiri jika sudah seperti ini. Tapi aku suka... " ucap Rina yang malah menampilkan wajah yang sangat menggemaskan untuk Rudi lihat.
"Sebentar lagi tidak ada Pak duda lagi yang ada Pak suami" jawab Rudi yang malah mencolek dagu Rina dengan gemasnya.
"Iya Pak Su" jawab Rina dengan senyuman dibibirnya.
"Pak Su?" tanya Rudi yang tidak mengerti.
"Iya, Pak Su. Pak suami" jawab Rina dengan berjalan menjauh dari Rudi.
"Kenapa malah ninggalin aku sih?" tanya Rudi saat sudah mengejar Rina yang sudah keluar dari ruangan yang besok untuk Rina menunggu akad selesai.
"Kita kan mau mengambil gaun. Masih nanya juga" jawab Rina yang malah menepuk keningnya sendiri.
"Iya juga" jawab Rudi yang malah nyengir kuda.
Mereka berdua pergi kebutik yang sudah mereka percaya untuk membuat gaun pengantin yang diinginkan oleh Rina. Tidak menunggu lama lagi Rudi mengemudikan mobilnya menuju butik, hingga didalam perjalanan benar saja dugaan Rudi. Jika akan ada sesuatu jika Rina perfikir sendiri.
"Siapa mereka Mas? Apa Mas mengenal mereka?" tanya Rina saat mobil yang mereka tumpangi dihadang oleh beberapa preman jalanan yang terlihat sangat seram dan sangar.
DUK...
DUK...
DUK...
"Buka! Jika kalian masih ingin hidup!" teriak salah seorang preman yang menggedor kaca mobil Rudi.
"Kamu diam saja didalam. Aku akan menghadapinya, ingat. Jangan keluar" ucap Rudi yang akan membuka pintu mobil.
"Tapi Mas, aku bisa membantu kamu" ucap protes Rina yang tidak ingin Rudi kenapa-kenapa.
"Aku bilang diam, kamu bisa menghubungi polisi sekarang saat aku sudah keluar dari mobil" ucap Rudi yang tidak ingin menerima bantahan dari Rina.
"Tapi Mas...." ucapan Rina yang disela oleh Rudi.
__ADS_1
"Jangan membantah lagi! Ingat pesan ku tadi" ucap Rudi yang langsung keluar dari mobil dan menghampiri para preman tersebut.
"Gede juga nyalimu" ucap salah seorang dari mereka yang akan menyerang Rudi.
"Kalian urus wanita itu. Itu bisa kita jadikan mainan untuk nanti malam. Hahaha" ucap preman yang tadi mengejek Rudi.
"Jangan pernah mengganggu nya jika kalian semua tidak ingin celaka" ucap Rudi yang sudah sangat geram.
Pasalnya beberapa preman itu mendekati mobil dan ingin membuka pintu mobil untuk bisa membawa Rina. Rudi tidak tinggal diam, dia langsung menghalau mereka semua yang ingin mencelakai Rina dihadapan matanya.
Rina yang tahu akan disuruh keluar dia sudah menghubungi polisi untuk bisa menolong mereka semua. Rudi yang ingin menolong Rina malah mendapatkan pukulan dari berbagai arah dan juga dengan dikeroyok beramai-ramai.
"Mas!!" teriak Rina saat melihat Rudi yang sudah tergeletak karena mendapatkan pukulan benda tumpul dipunggung nya.
Rina langsung keluar dan seperti orang yang kesetanan yang menghajar mereka semua yang mendekat kearahnya.
"Mas. Bangun Mas" ucap Rina yang melihat Rudi tidak sadarkan diri.
"Kamu tidak akan bisa lepas dari kami Nona manis. Karena kamu akan menjadi sesuatu yang akan bisa membuat kami mendapatkan bayaran yang sangat besar" ucap salah seorang dari preman itu pada Rina yang sedang menunduk memangku kepala Rudi.
"Kalian yang akan menyesal telah berurusan dengan ku!!" ucap Rina yang mengambil balok kayu yang tadi digunakan untuk memukul Rudi.
"Wah, singa betina ini akan mengamuk. Apa kita harus takut? Hahahaha" ucapnya dengan diiringi gelak tawa oleh yang lainnya.
"Kau bisa apa Nona manis dengan balok itu? Kamu itu pantasnya hanya memegang bedak dan juga lipstick saja. Tidak pantas jika memegang balok seperti itu" ucapnya lagi sambil mendekat kepada Rina.
Rina dengan lihainya mengayunkan balok tersebut pada mengenai tulang kering dari preman yang tadi ingin mendekatinya.
"Aaaa, sia*an kau wanita ja*ang!! Aaa" ucapnya yang merasakan sakit dibagian kakinya dan mungkin saja tulangnya patah.
"Kenapa kalian diam saja! Serang dia!!!" ucap preman yang sedang merintih kesakitan akibat pukulan dari Rina.
Tanpa ba bi bu lagi Rina langsung menyerang mereka semua dengan kekuatan penuhnya. Dia sudah sangat marah pada semua preman ini yang sudah membuat Rudi tidak sadarkan diri.
Rina memukul mereka dengan sangat apik dan juga mengenai organ-organ vital dari mereka semua. Hingga tak berapa lama kemudian polisi datang untuk mengamankan preman-preman tersebut.
"Apa anda baik-baik saja Nona? Maaf kami datang terlambat" tanya seorang polisi yang menghampiri Rina.
__ADS_1
"Tidak masalah Pak, saya bisa mengatasinya. Tapi tolong bantu saya untuk membawa suami saya kerumah sakit" ucap Rina dengan nafas yang masih memburu.
Karena dia belum bisa membuat mereka semua terluka parah. Dan mau tidak mau Rina harus bisa menetralkan amarahnya. Dia harus membawa Rudi untuk mendapatkan pertolongan pertama.