
"Maka dari itu, kamu harus selalu berhati-hati dan jangan naik turun tangga lagi. Ibu sudah meminta pelayan untuk memindahkan semua barang-barang kalian berdua dikamar yang ada dibawah" ucap Ibu mertuanya yang begitu tulus dan juga sangat menyayangi Rina seperti anak kandungnya sendiri.
"Sesuai dengan keinginan Ibu. Lagi pula, aku juga akan sangat malas jika harus naik turun tangga setiap hari. Bisa-bisa aku malah mbrojol ditengah jalan saat sedang berjalan ditengah-tengah tangga" ucap Rina yang malah nyengir kuda menatap semua orang yang ada disana.
"Hus, kalo ngomong jangan ngasal. Lebih baik ngomongnya yang baik-baik dan yang bagus-bagus, karena ucapan itu adalah do'a. Jangan diulangi" ucap Ibu yang memperingati Rina supaya tidak asal kalo bicara.
"Iya Bu maaf" ucap Rina yang tersenyum kecut mendapatkan peringatan dari Ibu mertuanya.
"Dengerin sayang. Kamu jangan asal bicara lagi, karena mereka ini adalah harapan kita semua" ucap Rudi yang mengusap perut buncit Rina yang hanya diam dan mengangguk.
"Apa kamu menginginkan sesuatu? Aku akan berusaha untuk mengabulkan semua keinginan kamu dan four baby disini" tanya Rudi yang begitu sangat antusias menantikan keinginan-keinginan yang selalu Ibu hamil rasakan.
"Aku nggak ingin apa-apa. Hanya ingin tiduran dan seperti ini saja" jawab Rina yang memeluk Rudi dengan sangat posesif dan tangan Rudi dia letakan diatas perutnya.
"Dasar manja. Tapi aku suka" ucap Rudi yang juga memeluk Rina dengan erat lalu mengusap-ngusap perutnya yang memang buncit untuk ukuran hamil baru tiga bulan.
Justru malah terlihat seperti hamil enam bulan. Karena dia sekarang hamil kembar dan kembarnya tidak main-main. Ada empat sekaligus, jadi jangan heran jika perutnya sangat besar dari pada Ibu hamil pada umumnya.
"Ini Ibu bikin puding buah-buahan dan juga salad. Kamu pasti suka, karena ini semua baik untuk Ibu hamil. Selain enak ini semua juga sehat, makanlah" ucap Ibu yang memberikan puding dan juga salad pada Rina tapi Rudi yang menerimanya dan langsung menyuapinya.
"Makasih Bu. Ibu memang yang paling baik seluruh dunia" ucap Rina sambil tersenyum menatap wajah Ibu mertuanya yang memang sangat baik dan perhatian.
"Sama-sama. Makanlah, jika ingin lagi akan Ibu buatkan lagi untuk kalian" ucap Ibu yang mengusap lengan Rina yang sedang menjuntai disamping badan nya.
Rina begitu lahap menyantap puding dan juga salad yang Rudi berikan padanya. Dan Rudi juga ikut merasakan nya, karena melihat betapa lahapnya Rina makan puding satu loyang besar hampir habis dimakan sendirian.
"Assalamualaikum" ucap seseorang yang datang berkunjung kerumah orang tua Rudi.
"Wa'allaikumsalam, eh ada Lulu. Silahakan masuk nak, tumben ini baru mampir kemari sudah lama?" jawab Ibu yang bertanya pada Lulu yang sengaja bertamu dan ingin mengunjungi Rina dan seluruh keluarganya.
"Iya Bu maaf, Lulu memang sedang sibuk akhir-akhir ini. Apa lagi anak-anak sudah mulai sekolah, jadi semakin repot" jawab Lulu yang juga sedang hamil besar.
"Wah, pasti seru ya didalam rumah kamu yang banyak anak-anak? Tapi pasti pusing juga jika sudah menangis" ucap Ibu yang malah rumpi diruangan tamu.
"Iya Bu. Ngomog-ngomong Lulu tidak melihat Rina akhir-akhir ini yang Bu? Apa dia baik-baik saja, Lulu sengaja kemari untuk memberikan ini. Kebetulan Mas Devon baru pulang dari perjalanan bisnisnya dan membawa oleh-oleh ini banyak, terus Lulu ingat jika Rina sangat menyukai makanan ini" tanya Lulu yang memperlihatkan makanan yang dia bawa untuk Rina dan keluarganya.
"Rina ada, malah dia sedang makan puding. Ya Allah, Ibu sampe lupa ngajakin kamu masuk. Yuk masuk sayang, Rina ada didalam" ucap Ibu yang menggandeng tangan Lulu dan membawakan kantong pelastik yang Lulu bawa.
__ADS_1
"Rin, ada teman kamu loh ini" ucap Ibu yang masih menggandeng tangan Lulu masuk kedalam ruangan keluarga.
"Rud, Rina... " belum selesai Ibu mengatakan nya malah sudah melihat Rina yang sudah terlelap diatas pangkuan Rudi yang sedang mengusap-ngusap kepalanya.
"Dia ini gampang banget tidurnya setelah hamil? Ibu sampe bingung" tanya Ibu yang menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan bumil satu ini.
"Maksud Ibu, Rina hamil Bu? Sejak kapan? Kok Rina nggak ngomong apa-apa sama lulu ya?" tanya lulu yang sangat penasaran akan jawaban yang dikatakan oleh Ibu mertuanya Rina.
"Sebenarnya kami juga baru mengetahui semuanya itu kemarin. Karena ya seperti itu, setiap habis makan pasti akan tidur. Begitu seterusnya, jadi kami semua merasa khawatir dan juga bingung. Baru kami periksakan dia sangat ternyata memang benar jika dia sedang hamil. Dan Alhamdulilahnya lagi Rina hamil kembar, Ibu sangat senang sekali. Akhirnya Ibu bisa memiliki cucu juga" jelas Ibu yang sangat antusias menceritakan semuanya pada Lulu.
"Alhamdulilah, akhirnya Rina hamil juga. Baru kemarin-kemarin Rina bercerita jika dia juga ingin hamil dekat-dekat ini. Supaya usia anak-anak kami tidak jauh berbeda. Ternyata Allah mendengarkan semua keinginan Rina, apa lagi dia sering bilang jika dia doyan makan dan ngemil. Sampe-sampe perutnya buncit, yang sebenarnya mungkin saja dia sudah hamil yang Bu" ucap Lulu yang tak kalah bahagianya mendengar kabar jika Rina sedang hamil anak kembar lagi.
"Iya sayang, kami semua sangat bahagia mendengarnya. Kalian memang sangat kompak, sampe-sampe hamil saja kompak dan hanya beberapa bulan saja perbedaan kehamilan kalian bertiga. Tapi kenapa anak-anak tidak diajak kemari? Kami sudah merindukan mereka berdua" tanya Ibu yang memang sudah sangat dekat dengan anak-anak Lulu dan Devon yang memang sering main kerumah Ibu dan Ayah nya Rudi.
"Mereka akan selalu bersama dengan Papa nya jika sudah lama tidak bertemu. Jadi Lulu akan sendiri setelah Mas Devon pulang dari perjalanan bisnisnya" jawab Lulu yang memang sudah biasa seperti ini.
"Pasti, apa lagi mereka berdua masih sangat kecil-kecil dan pastinya akan sangat dekat dengan Papa nya" ucap Ibu yang mengerti akan kedekatan Devon dan kedua anaknya.
"Ya sudah ya Bu. Lulu pulang saja, lagian kasihan Mas Devon jika harus menjaga mereka berdua sendiri. Ibu pasti tahu sendiri dengan tingkah polah mereka berdua seperti apa" ucap Lulu yang pamit ingin langsung pulang.
Lulu berjalan dengan sangat hati-hati dan dia sudah tidak sabar ingin memberikan kabar bahagia ini pada semua orang. Terutama pada Soraya yang pasti akan senang juga mendengarnya, hingga dia berjalan lumayan kencang sampai dia ditegur oleh Devon yang memang sedang mengajak bermain anak-anaknya diluar.
"Sayang, jalan nya hati-hati. Kenapa buru-buru seperti itu? Apa ada masalah?" tanya Devon yang mengajak duduk Lulu dan memerintahkan pelayan untuk mengambilkan minum untuk istrinya.
"Aku nggak apa-apa Mas. Justru aku sangat bahagia, Rina Mas. Dia ternyata sedang hamil, dan dia hamil kembar lagi. Dia sangat beruntung dan juga pastinya sangat bahagia" ucap Lulu yang sangat antusias menceritakan semuanya pada Devon.
"Alhamdulilah, akhirnya tuh petasan banting bisa hamil seperti kamu. Memang ya, pesona seorang duda akan jauh berbeda. Sekali tembak bisa menghasilkan kembar" ucap Devon yang malah mengejek Rina yang mendapatkan seorang duda.
"Siapa yang ditembak Pa?" tanya Fia yang mendengar kata tembak dari Devon.
"Apa orangnya meninggal? Apa orang itu orang jahat yang ditembak polisi Pa?" tanya Fia lagi dengan sangat penasaran pada Papa nya.
"Jawab Mas, jangan cuman garuk-garuk kepala saja. Makanya kalo ngomong itu dijaga, apa lagi jika sedang ada anak-anak. Jangan dibiasakan seperti itu" ucap Lulu yang sudah kesal akan sikap suaminya yang memang selalu saja konyol dalam segala hal.
"Maaf sayang aku keceplosan. Aku akan menjelaskan nya pada Fia" ucap Devon yang sekarang menatap wajah ingin tahu nya Fia.
"Sini sayangnya Papa. Maksud Papa, tadi kan Papa nonton filem. Dan disana ada penjahat yang kena tembak, begitu ceritanya. Apa masih belum jelas?" tanya Devon yang menjelaskan pada Fia dengan sangat lembut dan juga hati-hati.
__ADS_1
"Oh, pantas saja Papa bicara kayak gitu" ucap Fia yang sudah tidak penasaran lagi dan akhirnya dia pergi bermain lagi dengan David, adiknya.
"Huh, untung saja dia hanya mendengar kata tembaknya saja. Jika tidak pasti akan ada pertanyaan-pertanyaan yang lainnya lagi" gumam ebony yang menghembuskan nafasnya sedikit lega karena Fia tidak bertanya lagi.
"Makanya, jangan asal bicara Mas. Ingat Fia sudah besar dan dia akan sangat penasaran dengan apa yang menurutnya aneh atau dia belum faham. Jadi kita sebagai orang tua harus selalu menjaga ucapan, karena apa yang orang tua ucapkan. Biasanya anak-anak akan mengikutinya, mau baik atau buruk. Mereka mana tahu soal itu. Jadi kita berdua harus selalu jaga sikap dan jaga ucapan. Itu yang paling penting" ucap Lulu yang memberi penjelasan pada suaminya yang memang selalu saja asal bicara dimanapun dan kapanpun.
"Iya sayang. Aku minta maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Devon yang langsung memeluk tubuh Lulu yang semakin semox dan juga bohay.
"Sudah jangan merayu. Selalu ingat-ingat ucapan kamu Mas, aku tidak mau jika anak-anak mengikuti jejak kamu yang buruk dulu" ucap Lulu yang melepasakan belitan tangan Devon dari perutnya dan dia meninggalkan Devon yang mematung dan menatap punggung Lulu menjauh darinya.
"Untung cinta. Jadi semua ucapan nya akan aku dengar, tapi tadi dia bilang apa? Kelakuan buruk ku jangan sampai diturunkan pada anak-anak? His... Yang benar saja, kenapa bawa-bawa masalalu" gumam Devon yang merasa tidak terima saat Lulu mengingantkan nya tentang masalalu nya yang kelam.
Devon mengejar Lulu yang sudah masuk kedalam rumahnya. Sebelum masuk Devon memerintahkan pelayan untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya yang masih asik bermain. Dia langsung masuk kedalam kamarnya, karena dia yakin jika Lulu masuk kedalam kamar.
Benar saja dugaan nya. Lulu akan masuk kedalam kamar mandi, dia sepertinya sering sekali mandi setelah dari luar. Karena kehamilan nya yang kedua ini dia sangat pembersih dan juga tidak mau ada yang kotor apa lagi bau. Itu sangat tidak disukai oleh Lulu.
"Apa boleh aku ikut mandi bersama mu baby?" tanya Devon yang ikut masuk kedalam kamar mandi dan sudah tidak memakai pakaian lagi.
"Boleh, tapi hanya mandi saja" ucap Lulu yang sudah masuk kedalam bathtub dan berendam.
"Tentu saja, tidak sayang" jawab Devon yang diujung kalimatnya dia ucapkan dalam hati.
Devon mana bisa hanya mandi saja jika sudah seperti ini. Dia awalnya hanya diam dan mengusap perut Lulu dan merasakan adanya pergerakan didalam perutnya. Lalu tangan nya merambat kemana-mana dan sampailah diatas lembah yang ditumbuhi oleh rumput liar yang begitu tebalnya.
Devon melakukan pemanasan dan mera***g Lulu supaya mau melakukan nya. Karena Devon tahu, jika Lulu akan menolak diawal dan akan menerimanya setelah dia pancingan dengan seluruh keahlian nya dalam melakukan itu semua.
.
.
.
Hayoohhhh.... Nungguin ya.... 🤣🤣🤣
Maaf ya Othor gantung...
Sengaja aja, biar makin penasaran 🤣🤣🤣😁
__ADS_1