Sugar Baby

Sugar Baby
gejala psikologi Eden


__ADS_3

Yora melangkah menuju Eden perlahan namun Eden menyadarinya Eden pun menutup bukunya.


Yora tanpa sadar memeluk Eden yang sedang duduk. Eden memang sedikit terkejut namun kini Eden terbiasa dengan pelukkan tantenya itu.


"Tante ada apa?". Ucap Eden.


"Aku janji menjagamu Eden,,,Walaupun nyawaku terancam sekalipun,,". ucap Yora sambil melepaskan pelukan dan melanjutkan dengan menatap Eden dengan wajah berbinar.


"Tante janji". Terus Yora dengan penuh keyakinan.


Eden yang mendengar itu pun membisu lalu menatap tajam tantenya.


"Iyah,,,aku juga akan melakukan hal yang sama untuk menjaga malaikat ku". Ucap Eden sembari tersenyum kecil.


"Aku janji". Terus Eden dengan tatapan sedikit polos.


"Eden sekarang apapun yang menjanggal dihatimu kau harus katakan padaku,,kau mengerti". Ucap Yora serius.


Eden mengangguk pertanda iya setuju.


Yora dan Eden telah membuat janji yang akan mengikat mereka sampai akhir.


Dalam suasana yang sedikit manis itu Seorang datang.


"Tuan muda sudah waktunya makan siang". Ucap paman Haza dari dekat pintu perpustakaan.


"iyah Iyah,,,huhh". Gerutu Eden sambil menekuk wajahnya.

__ADS_1


Yora yang melihat Eden punya ide bagus


"Mau makan diluar??". Tanya Yora sambil menatap Eden dengan tatapan sedikit nakal.


Eden pun menatap Tantenya.


"Ahh,,,paman Haza maaf tapi aq ngak bisa menolak permintaan tanteku". Ucap Eden dengan senyuman.


"Hei,,padahal aku cuma menawakan bukan meminta". Ucap lirih Yora dengan raut wajah datar.


"Aku anggap ini permintaan heheee". Bisik Eden ke tantenya.


" Baiklah tuan muda, jika perlu sesuatu Silahkan hubungi saya,,permisi". Ucap paman Haza mengahiri Pembicaraan.


Wajah paman Haza menjadi sedikit termenung dalam hati kecilnya dia sangat ingin bisa dekat atau berbicara santai dengan tuan muda Eden.


Yora dan Eden pun pergi untuk makan siang Eden melangkah dengan bahagia karena akan makan ditempat umum setidaknya Eden biasa makan sambil melihat orang banyak.


Baru saja pikiran Eden bahagia tapi iya terhenti karena ingat kejadian di play room saat tubuhnya mulai bergetar diantara keramaian.


Langkah Eden pun terhenti.


"Lohh,, Eden kenapa diam disitu ayo cepat". Ucap Yora dari kejauhan didepan rumah Eden.


Eden masih terdiam.


Yora pun melangkah mendekati Eden yang terdiam.

__ADS_1


"cepat bayiku malaikat mu sudah kelaparan". Ucap Yora sambil memegang tangan Eden.


Namun Yora terkejut karena tangan Eden berkeringat dingin.


Yora jadi khawatir melihat itu.


"Lohh Eden kamu baik baik apah,,kau sakit?,,mau kedokter?". Menatap wajah Eden yang sedikit tertutup poni.


"Tante,,a--aku,,senang dengan keramaian,,ta,,tapi tubuhku mungkin ngak suka dengan itu". Raut Eden begitu kecewa.


mendengar ucapan Eden Yora pun berusaha berfikir dan memikirkan cara menenangkan Eden. Yora sedikit terpaku namun otak nya berfikir keras.


"Ikut Aku,,". ucap Yora sambil menarik tangan Eden.


Eden pun mengikuti langkah tantenya.


Yora menyetir mobilnya dan melaju menelusuri jalan yang sedikit sepi. Dari kaca mobil terlihat beberapa orang berjalan di trotoar,, semua terlihat melangkah terbaru buru namun beberapa orang berjalan dengan santai.


Eden memandangi itu semua dan berharap suatu saat iya biasa dengan mudah berjalan diantara keramaian.


"Tante kita mau kemana". Ucap Eden dengan nada datar.


"Dokter psikologi,,,". Ucap Yora sambil fokus menyetir....


#visualisasi tokoh paman Haza


__ADS_1


__ADS_2