
Han jaemin merogoh tas besar yang ada dipundaknya dia mecari berapa benda yang bisa digunakan untuk memperbaiki tablet itu.
Kacamatanya pun berkerja optimal. Scan dan deteksi kerusakan terlacak dan ternyata salah satu konektor yang terhubung kelayar tablet tergeser sehingga menyebabkan tampilan mati namun mesin hidup. Dengan lincah dan tanpa ragu tangan jaemin membenarkan tablet itu.
Paman Haza hanya mampu bersyukur karena bertemu ora sebaik dia. Tak lupa paman Haza merogoh saku jas nya mengambil selembar cek karena laki laki ini seperti hampir selesai.
"Nah...selesai!." Ucap han jaemin dengan senyuman lebar. Tentu karena dia memang senang melakukkan hal itu.
"Ini tablet nya sudah ku perbaiki." Ucap Han jaemin lagi sembari menyodokan tablet itu.
"Ah, Terimakasih banyak saya tak tau jika anda tidak membantu pasti tablet nya masih rusak. Owh iya ini ada sedikit uang. Saya tidak membayar anda tapi anggap ini pemberian murni dari saya." Ucap paman Haza wajahnya meyakinkan agar laki laki itu menerima cek itu.
Tentu han jaemin menolak walaupun dia memang sedang kesusahan dalam hal keuangan namun dia tetap tak bisa menerima uang tanpa bekerja. Dan bagi Han jaemin tadi bukanlah pekerjaan namun hobi yang sangat mengesankan baginya.
"Maaf saya tak bisa menerima uang jika tidak bekerja." Ucap han jaemin pada laki laki berumur itu.
" Hey kau begitu profesional tadi. Uang yang sedikit ini bahkan tak sebanding dengan ketelitian mu." Ucap paman Haza sembari memegang tangan Han jaemin dan memaksanya menerima cek darinya.
Jaemin pun menerima nya karena yaa dia memang membutuhkan uang.
Dia pun penunduk dan mengucap kan terimakasih banyak.
Paman Haza pun Pamit pergi.
"Siapa namamu?." Tanya Haza sembari menoleh ke arah han jaemin.
"Han jaemin." Ucap Jaemin sambari bergegas pergi dari sana dan langsung menaruh cek disaku bajunya.
Jaemin masih tak tau kalau nilai cek nya sebesar 1 juta dolar.
Paman Haza duduk dimobil rautnya masih menunjukkan rasa khawatir. Dia membuka pelacak nya kembali dan menemukan fakta mengejutkan karna Eden sudah berada dijalan menuju pulang.
__ADS_1
Karna paman Haza yakin Eden akan pulang dia pun menyalakan mobil dan kembali kerumah secepatnya.
#Yora.
Setelah puas bercerita Yora memutuskan untuk pulang kerumah Eden. Yora juga memutuskan akan tinggal disana dalam waktu yang cukup lama.
Ini adalah salah satu upaya yang bisa Yora lakukan agar bisa menatap Eden dari dekat tanpa memilikinya.
Sebelum pergi Troy berpesan untuk selalu memanggilnya jika Yora mengalami masalah. Troy juga berjanji akan membantu Yora jika dia benar benar dalam keadaan sulit.
Yora hanya mengangguk mendengar pesan itu sambil seniki tersenyum.
Yora juga sebenarnya sedikit malu karena menangis didepan Troy tapi, yaa sudahlah nasi sudah menjadi bubur inih.
Yora pulang kerumah Eden Dia melaju cukup cepat ditengah jalan Yora melihat kaca mobil dan melirik wajahnya yang begitu sayup dia mengambil dompet kecil wadah make up yang ada dimobilnya dan mulai merias wajah.
Menutupi pipi yang memerah dengan Cushion sembari menutupi kantung mata yang membesar karena dia baru saja menangis.
Yora menyalakan mobil dan mulai melaju menuju rumah Eden namun tak disangka kebetulan Yora sejajar dengan mobil yang ditumpangi Eden.
Namun karena kaca mobil Yora terlalu gelap Eden tak bisa melihat Yora dengan jelas.
Karena Yora mulai melaju cukup cepat mobil yang ditumpangi Eden pun tertinggal.
Yora telah sampai beberapa menit lalu namun Eden baru sampai mobilnya dicegat dilamar depan karena yaa itu adalah aturan keamanan mobil asing dilarang memasukki kawasan rumah Eden.
Tetapi saat Eden keluar mobil sambil membawa tas sekolahnya semua menunduk dan memberi salam hormat.
Laki laki dimobil heran karena semua orang yang kekar disana semua menunduk.
"Terimakasih telah mengantar ku pulang. Katakan berapa kompesasi yang anda minta untuk membalas budi." Ucap Eden dengan sedikit tersenyum. wajahnya juga bahagia karena telah sampai didepan rumahnya.
__ADS_1
"Terserahmu." Ucap nya datar sambil menyalakan mesin mobil.
Tak tangung tangung Eden menaruh beberapa cek bernilai satu juta dolan.Laki laki itu berusaha cuek padahal salah hatinya dia benar benar ingin cepat mengambil cek itu.
Dia memarkir mobil dan pergi.
"Tuan muda apa apa perlu kami antar sampai rumah." Ucap salah Seorang penjaga.
Eden mengisyaratkan tidak dengan menggerakan tangan kekanan dan kekiri.
Karena pulang mendadak Eden jadi tak disambut oleh para pelayan. Dia masuk rumah dan melihat paman Haza sedang duduk bersama Yora diruang tamu dan terlihat suasana yang mencekam dan serius.
Karna Eden datang paman Haza dan Yora langsung tertuju pada Eden.
"Ada apa ini kenapa kalian menatapku begitu??." Ucap Eden yang tak enak dengan tatapan Haza dan Yora.
"Sini duduk." Ucap Yora dengan nada tegas.
Eden makin bingung ada apa sebenarnya ini, Namun iya mengabaikan pikiran itu dan langsung menuruti permintaan tantenya.
"Dasar anak nakal. Apa yang kamu lakukan diapartemen orang hah!. Aku mengijinkan mu kuliah bukan untuk main main." Ucap Yora dengan raut yang cukup kesal.
"Maaf, Eden minta maaf. Eden ngak berniat begitu tapi Obatnya tertinggal ini tas yang baru." Ucap Eden sambil menatap Tantenya dengan penuh rasa bersalah.
"Obat..?. Anda sakit tuan muda??." Tanya Haza yang penasaran karena dokter pribadi Eden tak mengirimkan pesan apapun biasa jika Eden sakit dia akan pergi ke dokter pribadi dan dokter akan meninggal kan pesan agar Eden mendapatkan pelayan yang seharusnya didepan dirumah seperti jadwal minum obat dan porsi nuntrisi harian.
Namun Eden tak menjawab.
Raut Yora juga menjadi datar dan melamun setelah mendengar pernyataan dari Eden.
"Haza aku percaya padamu karena kau adalah orang yang selalu disamping Eden bahkan jauh sebelum aku disamping nya."
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan diriku Eden. Jawab." Ucap paman Haza yang menjadi khawatir rautnya benar benar tak tenang......