Sugar Baby

Sugar Baby
Episode 37


__ADS_3

mobil melaju dan suasana begitu hening Eden berusaha mencari topik Pembicaraan.


Mobil melaju dengan perlahan.


Dan tiba tiba mobil berhenti dipingir trotoar didepan minimarket.


Laki laki itu menoleh.


"Turun!". Ucap sedikit keras pada Eden.


Eden yang mendengar itu menatap dengan raut bingung dan sedikit takut.


"Anu, tapi ini, ini bukan alamat rumah ku". Jawab Eden gugup.


"Maksudku turun dan belikan aku kopi. Ini uangnya." Ucap laki laki itu sambil menyodokan beberapa lembar uang kertas.


Eden pun menarik nafas lega dan menerima uangnya. Eden membuka mobil namun sialnya minimarket itu cukup ramai Eden jadi sedikit gemetar.


"Kenapa diam saja cepat!." Ucap laki laki itu lagi karena melihat Eden terdiam.


Dengan terpaksa Eden melangkah sambil terus meyakinkan diri.


Ternyata laki laki itu sengaja menyuruh Eden membeli kopi agar dia bisa menelfon Jj.


namun jj mengangkat telfon langsung mengatakan.


"Sudahlah aku ngak punya waktu men-". Suaranya terhenti karena Laki laki itu mengatakan sedang bersama Eden.


"Kau ngak sedang membohongiku kan?." Tanya jj memastikan.


"Tentu dia ada bersamaku benar benar anak yang bodoh dia bahkan seperti menyerahkan dirinya padaku. Apa perlu aku menikam nya sekarang." Ucap laki laki itu dengan nada yang sangat licik.


"Emm.. Untuk sekarang jangan lakukan apapun dulu. Karna aku akan buat dia menerita dulu." Ucap jj dengan senyuman picik bak iblis.

__ADS_1


"Tapi boss..." Telfon pun ditutup.


"Sial!!. Padahal aku bisa menawar harga yang besar." Ucap nya sambil memukul stir mobil dengan raut kesal.


Eden telah berusaha keras dia memesan satu kopi. Seperti biasa semua orang membicarakan Eden yang nantampan namun Eden tengah berusaha sekuat tenanga keringat nya muncul dan tangannya bergetar.


Bisikan semua orang yang ada disana membuat sekilas ingat paska tragedi kebakaran terlihat jelas.


Nafasnya mulai sesak.


Kopinya sudah siap, Terlihat tangan Eden gemetar saat nenerima Kopinya.


Dia pun berjalan keluar tapi sayang jalan juga mulai ramai dia harus melewati jalan itu dengan keadaan wajah terbuka seperti ini.


karena nafasnya mulai tak karuan Eden mempercepat langkahnya tapi sayang kakinya melemas dan mulai kehilangan tenanga.


Dia terduduk diantara beberapa orang yang lewat.


Dan Rasa sakit ditangan dan kaki mulai terasa itu benar benar terasa nyata. Rasa sakit yang lebih mirip seperti sakit terinjak dan terdesak.


"Hei bocah sudang apa kau hah!." Ucap laki laki yang bersama Eden.


Itu membuat Eden sadar namun dia masih merasa sesak dan keringat masih mengalir dari celah rambut nya.


"Kenapa diam saja cepat bangun." Ucap nya lagi sembari menepuk bahu Eden dan membantu nya berdiri.


"Sebenarnya kau kenapa hah. Sakit?!. ahh kupikir kau akan pingsan makanya aku cepat menolong mu. Ternyata hanya melamun. Kau mabuk?". Ocehnya terus karena wajah Eden terlihat pucat.


"Sudah cepat masuk mobil bikin malu saja." Ucap laki laki itu sambil menuntun Eden.


Tak terasa Eden terus menggengam cup kopi panas itu dan tangannya memerah.


Eden sudah masuk mobil.

__ADS_1


"Sebenarnya kau kenapa sihh. Bikin panik saja." tanya laki laki itu pada Eden.


"Tidak, aku. aku baik baik saja." Ucap Eden yang mulai tersadar dia mengucap sambil melancarkan nafasnya.


"Ini kopi mu." Ucap Eden lagi namun tangan Eden masih gemetar.


Laki laki itu jelas merasa aneh dengan tingkah Eden.


Laki laki itu menerima Kopinya lalu menegugnya.


"Ada ada saja." Ucap nya dengan nada heran lalu melaju kembali.


Eden pun jadi termenung dan mendunduk dia jadi begitu sedih.


Laki laki itu pun diam dan fokus pada perjalanan.


#Paman Haza


Paman Haza mencari Toko servis namun sial tak ada toko servis disana.


Paman Haza turun dari mobil sambil membawa tablet nya dia begitu tergesa gesa karena mempunyai firasat yang kurang baik pada Eden.


Saat berjalan melihat beberapa toko tiba tiba dia menabrak seseorang dan tablet nya jatuh lagi.


"Ahh maaf." Ucap seseorang yang ditabrak orang itu membungkuk mengambil tablet Haza.


"Sekali lagi maaf..Jadi rusak. Akan ku perbaiki." Ucap laki laki dengan kacamata itu.


Ternyata itu adalah han jaemin.


"Tidak apa. Saya juga minta maaf tapi itu memang rusak." Ucap Haza.


"Tidak ini tablet mahal sayang sekali kalau rusak begitu saja. Akan aku perbaiki sebentar." Ucap jaemin yang sudah tau berkat kacamata hebatnya itu....

__ADS_1


__ADS_2